
Hati yang dulu kau hancurkan tidak akan kembali seperti semula. Padahal dulu di sana namamu terukit dengan sangat indah.
“Dimana Key?” tanya Kenan.
“Dirumah Elsa, katanya dia sudah ijin dengan mami kamu.” Ucap Bernard.
“Iya mungkin, mami sedang berada di kamarnya dan tidak mengatakan apapun padaku, jadi aku tidak mengetahuinya.” Jelas Kenan.
Setelah menghubungi Key, Bernard yang masih berada di rumah keluarga Kalandra langsung menghubungi Rey dan mengajaknya untuk pergi bersama dengan dirinya dan Key.
“Aku tidak mau menjadi obat nyamuk kak Bernard!!” tegas Rey dari sebrang telfonnya.
“Kamu tidak akan menjadi obat nyamuk Rey, percayalah padaku, karena aku dan Key juga mengajak Elsa bersama kami.” Ucap Bernard.
“Apa? Elsa? Aku tidak mau!” ucap Rey yang masih kekeh pada pendiriannya.
“Kamu ga mau? Baiklah kalau begitu aku akan mengajak temanku yang lain untuk menemani Elsa nanti.” Ucap Bernard yang sudah mau mematikan telfonnya.
Mendengar ucapan Bernard yang akan mengajak temannya untuk menemani Elsa, Rey langsung gelisah dan memutuskan untuk ikut bersama mereka.
“Eh tunggu kak!” ucap Rey yang sedikit berteriak hingga Bernard bisa mendengarnya.
“Ada apa lagi?”
“Aku ikut!” ucap Rey.
“Benarkah? baiklah kalau begitu, cepatlah ganti baju, aku akan menyusulmu ke sana.” Ucap Bernard yang langsung mematikan telfonnya dan memasukkan kembali hpnya di dalam kantong.
“Bagaimana? Apa Rey mau ikut bersamamu?” tanya Kenan yang memang sengaja menunggu kepastian dari Bernard.
“Iya, dia mau ikut katanya.”
“Walaupun Elsa ikut bersama kalian?” tanya Kenan yang tidak menyangka.
“Iya, dia justru mau ikut setelah aku mengatakan kalau aku akan mengajak temanku yang lain untuk menemani Elsa.” Ucap Bernard.
“Ah begitu, baiklah kalau begitu, aku berangkat menjemput Belinda dulu ya, kamu hati-hati kalau menyetir.” Ucap Kenan sambil melambaikan tangannya kepada Bernard.
Bernard membalas lambaian tangan Kenan dan melihat kepergian Kenan, akhirnya Bernard langsung masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya menuju rumah Rey untuk menjemputnya.
Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya, akhirnya Bernard sampai di rumah Rey dan menunggu Rey keluar dari rumahnya, Sedangkan Rey yang baru saja keluar dari rumahnya langsung berjalan menuju mobil Bernard dan masuk ke dalam mobil Bernard.
“Ayo kak.” Ajak Rey.
“Kamu kenapa tiba-tiba berubah fikiran?” tanya Bernard kepada Rey.
__ADS_1
“Emang kenapa? Aku baru inget aja kalau aku tidak ada kegiatan dan aku yakin kalau aku akan bosan di rumah sendirian.” Jelas Rey.
Bernard yang mendengar alasan dari Rey hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya mengiyakan ucapan Rey.
“Aku cuma mau bilang, kalau kamu memang menyukai Elsa sebaiknya jangan di tutup-tutupin, kalau dia menyukai laki-laki lain kamu akan merasa menyesal nanti.” Ucap Bernard.
Rey yang mendengar ucapan Bernard hanya bisa melihat ke arah Bernard dengan tatapan yang terkejut.
“M-maksud kak Bernard apaan?” tanya Rey yang mulai gugup.
“Ya, menurutku kamu bisa lah menelaah sendiri apa yang aku bicarakan.” Ucap Bernard.
“Aku tidak menyukai Elsa!” tegas Rey.
Bernard yang mendengar ucapan Rey hanya diam tanpa mengatakan hal apapun lagi agar perdebatan mereka tidak semakin panjang.
\*\*\*
Di dalam kamar, Elsa dan Key sudah selesai dan tinggal menunggu kedatangan Bernard untuk menjemput mereka.
“Duh kak, aku gugup nih mau ketemu kak Rey.” Ucap Elsa sambil berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya.
“Elsa, diamlah jangan mondar-mandir terus aku pusing liat kamu kayak gini!” ketus Key.
“Kak, tapi aku gugup gimana dong?”
“Baik kak, aku akan mengingat ucapan kak Key!” tegas Elsa.
“Ayo kita ijin dulu ke papa Ryan dan mama Rose.” Ajak Key yang di balas anggukan oleh Elsa.
Akhirnya Elsa dan Key keluar dari kamar dan berjalan menuju ke ruang tamu dan menghampiri papa Ryan dan mama Rose.
“Elsa, Key, kalian mau kemana sudah rapih begini?” tanya papa Ryan yang melihat Elsa dan Key menuruni tangga.
“Pa, ma, Key mau minta ijin untuk mengajak Elsa jalan-jalan bersama kak Bernard dan Rey.” Ucap Key kepada kedua orang tua Elsa.
“Kalian mau kemana?” tanya mama Rose.
“Mau makan di luar ma, mama Rose tenang saja Key akan menjaga Elsa dengan sangat baik.” Tegas Key dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
“Baiklah kalau itu akan membuat Elsa menjadi lebih baik, kami akan mengijinkan kalian untuk pergi tapi tetap harus berhati-hati ya.” ucap mama Rose.
“Terimakasih ma, Key dan Elsa akan berhati-hati kok ma.” Ucap Key.
Akhirnya Key dan Elsa menunggu kedatangan Bernard dan Rey di bangku halaman depan rumah Elsa.
__ADS_1
“Kak, apa kak Key benar-benar menyukai kak bernard?” tanya Elsa secara tiba-tiba.
“Kenapa kamu bertanya seperti itu kepadaku?” tanya Key sambil menoleh ke arah Elsa.
“Ya, aku tiba-tiba ingin bertanya saja.” ucap Elsa.
“Aku sebenarnya ga paham sih sejak kapan aku menyukai om beruang, tapi tiba-tiba aja ada rasa sesak kalau melihatnya bersama dengan wanita lain, ada rasa berdebar saat aku berdekatan dengannya, ya begitulah.” Jelas Key sambil tersenyum malu menceritakan semuanya.
Elsa yang melihat senyum mengembang di wajah Key sudah mengerti bagaimana perasaan Key kepada Bernard.
“Ah enaknya kalau kak Rey juga menyukaiku.” Ucap Elsa sambil memandang lurus ke depan.
“Kamu dari kapan menyukai Rey?” tanya Key.
“Kapan ya kak, aku juga bingung, tapi memang dari dulu setiap melihat sikap dingin kak Rey aku merasa langsung jatuh cinta.” Ucap Elsa.
Tidak lama kemudian, Bernard sampai di depan rumah Elsa dan membunyikan klakson mobilnya hingga membuat Key dan Elsa yang sedang asik berbicara itu terkejut mendengarnya.
“Yaampun serius sih kak jantungku rasanya mau copot gara-gara kak Bernard.” Protes Elsa.
“Untung baru mau kan, belum copot? Udah kamu masuk duluan sana ke dalam mobil, aku pamit papa Ryan dan mama Rose dulu.” Ucap Key yang di balas anggukan oleh Elsa.
Akhirnya Key masuk ke dalam untuk berpamitan kepada papa Ryan dan mama Rose, sedangkan Elsa yang mendengar ucapan Key, langsung masuk ke dalam mobil dan menyapa Bernard dan Rey yang ada di bangku depan.
“Hai kak Bernard, hai kak Rey.” Sapa Elsa dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.
“Hai Elsa, di mana Key? Kenapa kamu masuk sendirian?” tanya Bernard.
“Kak Key lagi pamit ke papa dan mama kak, dia nyuruh aku masuk duluan.” Jelas Elsa.
“Itu kak Key.” Sambung Elsa yang melihat kedatangan Key.
Mendengar ucapan Elsa, Bernard segera melihat ke arah Key yang sedang berjalan menuju mobilnya.
“Rey, bukankah seharusnya mau keluar dan duduk di belakang?” tanya Bernard.
“Kak, kita kan cowok ya harusnya di depan dong.” Protes Rey.
“No Rey, kamu harus di belakang menemani Elsa.” Ucap Bernard.
Dengan kesal akhirnya Rey keluar dari mobil Bernard dan pindah ke kursi belakang. Key yang melihat Rey keluar dari mobil Bernard dengan muka yang kesal langsung menatap aneh ke arahnya.
“Kamu kenapa kesal Rey?” tanya Key.
“Tauah! Udah sana masuk, kamu duduk di depan, biar aku yang nemenin Elsa di belakang.” Ketus Rey.
“Ah, kamu mau deket-deket sama Elsa ya,, ya kalo mau deket-deket jangan pura-pura kesel gitu dong wajahnya.” Goda Key yang sebenarnya sudah tau kalau itu adalah kerjaan Bernard.
__ADS_1
Ahirnya Key dan Rey masuk ke dalam mobil secara bersamaan, setelah melihat semua orang sudah berada di dalam mobil dan memakai seatbelt mereka, akhirnya Bernard melajukan mobilnya secara perlahan.