
Aku ingin berterimakasih padamu berkali-kali. Aku ingin mencintaimu sampai waktu yang tak di tentukan. Aku ingin bersamamu sampai raga tak lagi sanggup untuk saling menggenggam.
Bernard, Key, Rey dan Elsa sudah berada di restaurant dan menghabiskan makanan mereka masing-masing, namun mereka semua tidak tau kemana mereka akan pergi setelah ini.
“Jadi om beruang ngajak aku keluar cuma mau makan aja? Ga punya tujuan lain?” tanya Key yang di balas anggukan kepala oleh Bernard.
Key yang melihat Bernard hanya bisa menghela nafas panjang dan berfikir sejenak.
“Bagaimana kalau kita pergi menyusul abang?” tanya Key.
“Emang abang Kenan dimana kak?” tanya Elsa.
“Abang main futsal Els, sepertinya akan lebih enak di sana karena kita bisa duduk di café.” Ucap Key.
“Emang kalian berdua tau di mana Kenan biasanya bermain futsal?” tanya Bernard.
“Tentu saja mereka berdua tau kak, mereka selalu mengikuti kemanapun abang pergi dari dulu.” Sambung Rey.
“Tentu saja! salah sendiri kamu dan Ken selalu saja bermain game jadi aku yakin kamu tidak tau di mana abang bermain futsal.” Ketus Key.
“Sudahlah, kalian ini sudah besar jadi jangan berdebat seperti anak kecil!” tegas Bernard.
“*Sumpah ya, aku serasa sedang mengasuh ketiga bocah ini*.” Gumam Bernard di dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya.
Akhirnya mereka berempat mengendarai mobil untuk menuju ke tempat di mana Kenan dan Belinda berada.
Setelah beberapa menit kemudian, Key dan Elsa menunjukkan arah ke gedung futsal yang biasanya di datangi Kenan dan yang lainnya.
“Kamu yakin di sini tempatnya?” tanya Bernard.
“Iya kak, kenapa? Gedungnya terlalu bagus untuk lapangan futsal ya?” tanya Elsa.
“Iya menurutku semua orang juga tidak akan percaya kalau di sini adalah tempat lapangan futsal.” Ucap Bernard.
Bernard melihat Rey yang sama terkejutnya dengan dirinya, Bernard mengerutkan keningnya karena melihat Rey yang sepertinya tidak mengetahui tempat ini.
“Apa kamu tidak mengetahui tempat ini Rey?” tanya Bernard.
“Tentu saja dia tidak tau tempat ini om beruang, karena setiap abang mengajaknya dan Ken mereka berdua malah lebih mementingkan gamenya.” Jelas Key.
“Pantas saja dia terlihat bingung.” Balas Bernard.
“Sudahlah tidak usah membicarakanku terus! Ayo kita masuk ke dalam, aku sudah lelah di sini!” ketus Rey.
__ADS_1
Akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke dalam gedung bersama, Bernard dan Rey terkejut melihat penataan yang bagus di dalamnya, dan benar apa yang di katakana oleh Key kalau di sini ada café yang cukup besar.
Melihat kedatangan Key dan Elsa, teman-teman Kenan yang kebetulan memang sedang beristirahat di pinggir lapangan langsung memanggil Key dan Elsa secara bersamaan.
“Key, Elsa!” panggil teman-teman Kenan.
“Hai kakak-kakak semua, sudah lama tidak bertemu dengan kami.” Ucap Elsa dengan senyum manisnya.
Rey yang melihat Elsa menyapa mereka dengan senyuman hanya bisa memandang tajam ke arah Elsa dan teman Kenan.
Key dan Elsa berjalan menghampiri teman-teman Kenan yang berada di pinggir lapangan, di sana semua laki-laki itu mengacak-ngacak rambut Key dan Elsa layaknya seorang adik, namun Bernard dan Rey melihatnya berbeda, mereka berdua malah cemburu dengan hal yang di lakukan oleh teman-teman Kenan kepada Key dan Elsa.
“Apa mereka berdua memang sudah dekat dengan para laki-laki itu?” tanya Bernard kepada Rey.
“Aku juga tidak tau kak! Aku baru melihat mereka semua sekarang.” Balas Rey.
“Ayo kita kesana!” ajak Bernard.
Akhirnya Bernard dan Rey menghampiri mereka semua, Belinda yang melihat saudara kembarnya langsung berdiri menghampirinya dan menyapanya.
“Bernard, kamu kesini juga?” tanya Belinda.
“Iya, kamu udah dari tadi di sini?” tanya Bernard.
Bernard diam saja mendengar ucapan Belinda dan terus menatap ke arah Key dan teman-teman Kenan. Belinda yang menyadari kalau saudara kembarnya melihat terus ke arah Key dan teman Kenan langsung mengerti kalau Bernard cemburu melihat kedekatan mereka.
“Ciye,, ada yang cemburu ya..” ejek Belinda.
“Apa? Siapa yang cemburu? Aku tidak cemburu!” ketus Bernard.
“Sudahlah jangan mengelak, sudah terlihat jelas kalau kamu sedang cemburu Bernard, mereka adalah teman-teman Kenan dan aku yakin mereka semua hanya menganggap Key seperti adik mereka sendiri.” Ucap Belinda yang mencoba untuk menenangkan Bernard.
“Aku juga teman Kenan, tapi aku sangat tergila-gila dengan Key!” tegas Bernard.
“Ah iya juga ya, baiklah aku tidak bisa berbicara lagi.” Ucap Belinda yang berjalan menjauh dari Bernard.
Bernard menghampiri Key dan menarik tangannya tiba-tiba hingga membuat semua orang terkejut.
“Key, siapa laki-laki ini?” tanya salah satu teman Kenan.
Key dan Bernard tidak menjawab dan hanya saling menatap satu sama lain, Key menatap dengan tatapan penuh pertanyaan kepada Bernard.
“Dia adalah kekasih adikku, dan aku rasa dia sedang cemburu denganmu.” Ucap Kenan yang berada di belakan temannya.
__ADS_1
“Wah benarkah? Key kamu sudah besar ternyata, sekarang kamu sudah memiliki kekasih.” Ucap teman Kenan.
“Yah, jadi aku kalah start dong, seharusnya aku lebih cepat lagi saat itu.” Sambung yang lainnya.
Mendengar ucapan teman Kenan, Bernard semakin merasa kesal dan semakin mempererat genggaman tangan Key.
“Tidak usah khawatir, masih ada Elsa yang belum memiliki kekasih, benar kan Elsa?” tanya yang lain.
Elsa hanya tersenyum menanggapi ucapan teman abangnya itu dan tidak menjawab apapun. Sedangkan Rey hanya menatap kesal ke arah mereka semua.
“Om beruang, kamu ini kenapa? Tanganku sakit.” bisik Key.
“Diamlah, aku tidak suka dengan mereka semua yang menggodamu!” ketus Bernard.
“Mereka hanya aku anggap sama seperti abangku, aku tidak menganggap mereka sama seperti om beruang.” Jelas Key.
“Tidak, intinya aku tidak mau kamu dekat-dekat dengan mereka, dan aku tidak mau kamu memanggilku om lagi!” tegas Bernard.
“Lalu aku harus memanggil om beruang apa? Aku sudah terbiasa dengan panggilan itu.” Ucap Key.
“Panggil aku sayang!” ucap Bernard yang membuat Key terkejut hingga tersedak.
“Uhuk,, uhukk, apa?!” teriak Key hingga membuat semua orang menatapnya.
“Kak Key ada apa?” tanya Elsa.
“Tidak ada apa-apa Elsa, hanya saja aku merasa ada orang yang berbicara tapi aku tidak tau siapa itu.” Ucap Key sambil melirik ke arah Bernard.
Elsa hanya mengerutkan kening mendengar ucapan Key, dia tidak mengerti maksud ucapan kakaknya itu.
“Elsa, apa kamu sudah memiliki kekasih? Atau orang yang kamu suka?” tanya Cintya.
“Elsa belum punya kekasih kak, tapi Elsa sedang menyukai seseorang walaupun dia tidak menyukai Elsa.” Ucap Elsa sambil menundukkan kepalanya.
“Apa? Bagaimana mungkin ada yang tidak menyukaimu Elsa? Kalau laki-laki itu tidak menyukaimu, aku bisa menggantikannya untuk menyukaimu.” Ucap salah satu teman Kenan.
“Enak aja! Aku juga ga mau adikku di sukai oleh play boy cap kapak sepertimu!” ketus Kenan sambil menjitak kepala temannya.
“Aw! Sakit Kenan! aku bisa berubah demi Elsa kok.” Ucap laki-laki itu.
“Tidak! Aku akan mencarikan laki-laki yang lebih baik untuk adikku daripada harus menyerahkannya kepadamu!” ketus Kenan sambil merangkul Elsa.
“Yaampun Kenan, sampe segitunya banget sih padaku.” Protes laki-laki itu.
Kenan hanya diam tidak menggubris ucapan temannya itu, dia tetap merangkul Elsa dan membawanya ke tempat duduk Belinda.
__ADS_1