
Sebuah tantangan akan selalu menjadi beban,
Jika itu hanya dipikirkan.
Sebuah cita-cita juga adalah beban,
Jika itu hanya angan-angan.
**Rose**

Namaku adalah Rose, aku berumur 18 tahun aku sudah lulus SMA saat umurku 17 tahun. Aku sangat ingin melanjutkan kuliahku, tapi aku hanyalah seorang anak dari keluarga yang kurang mampu, ayahku hanya seorang buruh pabrik, ibuku hanya seorang ibu rumah tangga yang sakit-sakitan Dan aku juga memiliki seorang adik perempuan yang berumur 16 tahun, hanya berbeda 2 tahun di bawahku dia bernama Rein. Ibuku memiliki penyakit asma yang selalu kambuh akhir-akhir ini, sedangkan obat yang dibutuhkan ibuku biayanya sangat mahal itulah kenapa aku memutuskan untuk mencari pekerjaan.
Aku melihat ada lowongan pekerjaan menjadi sekertaris di perusahaan yang besar, dengan segala keberanian yang aku miliki, aku memberanikan diri untuk melamar di perusahaan itu. Aku memang tidak terlalu berharap untuk di terima di perusahaan itu karena banyak sekali orang yang melamar dengan pendidikan yang tinggi sedangkan aku hanya lulusan SMA.
Saat di wawancara, aku bahkan diberi pertanyaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan menjadi sekertaris, tapi aku sangat menyukai wanita yang memberikan pertanyaan kepadaku, aku tidak tau siapa dia tapi dia memberikan rasa nyaman kepadaku senyumannya sangat tulus kepadaku. Aku sangat berterimakasih padanya karena tidak melihatku dengan tatapan meremehkan seperti yang lainnya.
Lalu saat sedang menunggu di luar ruangan, tiba-tiba saja wanita itu keluar dari ruangan dan menghampiriku lalu berkata “Tenanglah, walaupun kamu tidak mendapatkan pekerjaan ini aku yakin kamu akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi.” Ucapnya sambil tersenyum kepadaku lalu pergi meninggalkanku yang bahkan belum sempat mengucapkan terimakasih.
Tiba-tiba asisten CEO itu memanggilku kedalam, di sana ada seseorang yang duduk di kursinya bagaikan penguasa, ya dia adalah CEO perusahaan ini Kalandra Adibrata, pemilik perusahaan mode terkenal dan pengusaha muda terkaya se Asia.

Dia memanggilku dan menawarkan pekerjaan yang menurutku memang lebih sulit namun gajinya dua kali lipat dibandingkan menjadi sekertarisnya, aku membutuhkan uang itu untuk pengobatan ibuku dan uang jajan adikku.
Akhirnya aku menerima tawaran pekerjaan itu, aku harus menjaga istri dan anak-anak tuan Kalandra yang bahkan tidak aku kenal.
Rumah Kalandra
Kalandra dan Leo baru saja tiba di rumah, mereka langsung di sambut oleh Kenan yang sudah pulang sekolah.
__ADS_1
“Loh anak papi pulang sama siapa?” tanya Kalandra kepada Kenan yang sedang memeluk pahanya.
“Sama mami, tadi katanya mami habis dari perusahaan papi langsung jemput Kenan.”
“Lalu dimana mami sekarang?”
“Ada di halaman belakang pi lagi duduk di bangku halaman”
“Baiklah, papi akan menyusul mami. Kenan main sama om Leo dulu ya sayang”
“Siap papi.” Ucap Kenan dengan antusias.
Kalandra menuju ke halaman belakang untuk melihat apa yang sedang di lakukan istrinya.
Disana ia melihat istrinya yang sudah mengganti bajunya sedang merapihkan rambutnya, dan untuk ke sekian kalinya Kalandra terpesona dengan kecantikan istrinya itu.
“Dia memang selalu bisa membuatku tergila-gila” ucap Kalandra di dalam hati.
Khansa yang menoleh dan melihat kedatangan suaminya langsung beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri suaminya.
“Mas sudah pulang? Apa mau makan siang? Aku akan menyiapkannya” ucap Khansa.
“Tidak usah sayang, aku dan Leo sudah makan di luar tadi. Aku hanya ingin memeluk istri kesayanganku ini.” ucap Kalandra yang membuat Khansa tersipu malu.
“Kamu kok sudah ganti baju sayang?” tanya Kalandra
“Iya, aku mau mengajakmu untuk ke petshop”
“Yap 100 buat kamu suamiku. Ayo cepetan aku ga sabar ingin melihat taman kita penuh dengan kelinci yang lucu.” Ucap Khansa antusias.
“Lalu siapa yang akan mengurusnya sayang?”
“Aku mas, kamu tenang saja aku akan selalu membuat halaman dan rumah kita selalu bersih.”
Khansa mendorong Kalandra untuk menuju ke kamar dan menyuruhnya untuk mengganti bajunya, sedangkan Kalandra hanya pasrah menuruti permintaan istrinya itu.
Setelah selesai bersiap, Kalandra dan Khansa keluar dari kamar dan menuruni tangga bersama. Kenan yang melihat orang tuanya menuruni tangga dengan pakaian rapi itu langsung bertanya kepada mereka.
“Papi dan mami mau kemana?” tanya Kenan
“Kami mau ke pet shop untuk melihat hewan peliharaan sayang” jawab Khansa
“Kenan mau ikut…” ucap Kenan dengan semangat.
“Tentu saja kami akan mengajakmu sayang, Leo apakah kamu mau ikut?” tanya Khansa kepada Leo yang sedang asik bermain game di hpnya.
“Tidak kak, Leo mau main game aja di rumah” ucapnya
“Hmm,, baiklah jika kamu membutuhkan sesuatu bilang sama bi Rini ya”
Leo hanya mengangguk tanpa menatap kakaknya itu. Khansa hanya menggelengkan kepalanya dan pergi menuju ke mobil yang sudah terparkir di depan rumahnya.
__ADS_1
Mereka melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke pet shop terbaik yang ada di sana.
“Mas, kayaknya ga perlu ke petshop semahal ini deh.”
“Tentu saja perlu, disini hewannya pasti sudah terawat dengan baik dan tidak aka nada virusnya.” Ucap Kalandra yang sangat mengutamakan kebersihan.
Khansa hanya menghela nafas panjang mengalah kepada suaminya itu.
Mereka semua masuk ke dalam untuk melihat-lihat hewan yang ada di pet shop itu, Kenan sangat antusias melihat hewan yang ada di sana.
“Wah kenapa hewan di sini lucu-lucu sekali mas? Ingin rasanya aku menginap di sini” ucap Khansa
“Tidak! Akan aku gendong kamu kalau berani tidur di sini” ucap Kalandra kesal.
“Pfftt,, lagian sebelum kamu gendong aku akan di usir oleh pemilik tokonya.” Khansa sangat gemas dengan sifat suaminya itu.
“Mami, lihatlah hamster ini sangat lucu” ucap Kenan yang sedang melihat hamster.
“Wah iya lucu sekali sayang, tapi mami ingin kelinci”
“Mau di taro di mana kelincinya mi?” tanya Kenan heran.
“Di halaman belakang dong”
“Emang sama papi di bolehin mi?” tanya Kenan dengan berbisik.
Khansa hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan dari anaknya itu, Kenan sangat heran kenapa papinya mengijinkan ada hewan peliharaan di halamannya.
Kalandra sebenarnya suka dengan hewan peliharaan, tapi ia tidak suka halamannya penuh dengan kotoran hewan peliharaan.
“Mas, kamu ga papa kan? Mukanya kok di tekuk mulu dari tadi?” tanya Khansa yang dari tadi melihat suaminya yang tidak bersemangat.
“Tidak sayang, belilah hewan yang kamu suka. Aku akan mempekerjakan seseorang untuk merawat dan membersihkan mereka setiap hari.” Ucap Kalandra yang tidak ingin mengecewakan istrinya.
“Aku kan bisa bersihin mereka sendiri mas.”
“Aku tidak ingin kamu kelelahan sayang, sudah cepatlah kita sudah berjam-ja berada disini”
Akhirnya Khansa memilih sepasang kelinci yang sangat lucu, mereka juga langsung membeli perlengkapan hewan peliharaan barunya itu.
Setibanya di rumah, Khansa dan Kenan langsung berlari ke halaman belakang untuk menata halaman untuk kelincinya.
Sedangkan Kalandra yang mengikuti mereka dari belakang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak dan istrinya itu.
“Sayang, jangan mencium kelinci itu. Kamu sedang hamil bulunya akan membahayakan anak kita yang ada di kandunganmu” ucap Kalandra mengingatkan Khansa akan bahaya bulu hewan bagi wanita hamil.
Khansa yang mendengar peringatan suaminya itu langsung menaruh kelinci itu di kandang dan pergi untuk mencuci tangannya dan mengganti bajunya agar tidak ada bulu yang menempel di tubuhnya.
Kalandra tersenyum melihat istrinya, ia menghampiri istrinya dan memeluknya dengan erat lalu mencium kening istrinya.
__ADS_1
“Aku mencintaimu, sangat mencintaimu sayang” ucap Kalandra lalu mencium kening Khansa berulang kali.