
Cinta tidak buta. Anda masih bisa melihat kekurangan dan keburukan, tapi Anda tidak peduli. Dan kemudian menyesal.
Di dalam kelas Lana melihat sahabatnya itu sedang melamun sambil menggambar tulisan tidak jelas di bukunya, Lana sangat yakin jika sahabatnya itu sedang mengalami sesuatu hal yang membuatnya menjadi melamun seperti itu.
“Woy! Kamu tumben sih ngelamun Key!” ucap Lana yang membuat Key terkejut.
“YaAllah Lana! Kayaknya beneran hobi kamu bikin orang jantungan!” ketus Key sambil menghela nafas panjang.
“Ya habisnya seorang Keyla Putri Kal..”
“Terusin!” ancam Key sambil menajamkan tatapan matanya yang membuat Lana menghentikan ucapannya.

“Keyla Putri Kali Ciliwung maksudnya Key hehehe..” ucap Lana sambil memamerkan gigi putihnya.
“Udah deh jangan mulai Lan, aku lagi bete nih!” ucapnya.
“Bete kenapa Key? Cerita dong, kalo kamu ga cerita gimana aku mau tau kalo kamu lagi bete.” Ucap Lana.
Akhirnya Key menceritakan semua kejadian yang di alaminya dari awal bertemu dengan Bernard sampai sekarang saat dirinya di suruh bertemu dengannya lagi.
Lana hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dia tidak menyangka jika ahabatnya itu bisa bertemu dengan laki-laki yang tangguh yang berani berhadapan dengan seorang Keyla.
“Bagus! Sepertinya laki-laki itu adalah jodohmu Key!” ceplos Lana yang membuat Key membuka matanya dengan sangat lebar.
“Apa kamu bilang Lan!? Jodoh? Hahaha ogah jodoh sama om-om nyebelin kayak dia!” ketus Key.
“Loh kenapa? Apa kurangnya? Dia ganteng, kaya raya, dan terlebih lagi dia itu bisa menghadapi kamu Key, buktinya dia bisa membuatmu menjadi kesal seperti ini.” ucap Lana.
“Tau dari mana dia ganteng?” tanya Key dengan tatapan tajamnya.
“Lah kan kamu tadi cerita kalau ketemu sama om-om nyebelin tapi ganteng. Yaelah gitu aja udah sensi, gimana kalo udah jatuh cinta beneran ya.” canda Lana lalu pergi meninggalkan sahabatnya sebelum dia dimarahi oleh sahabatnya itu.
Key yang melihat sahabatnya lari itu hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, ia pusing karena memiliki sahabat yang malah membuatnya masuk ke dalam masalah bukan menyelesaikan masalah.
“*Jodoh? Haha konyol*!” batin Key lalu menaruh kepalanya di atas meja dan memejamkan matanya.
***Perusahaan Sanjaya***
Bernard yang baru saja menelfon Key membuatnya tersenyum-senyum sendiri dan membuat asisten pribadinya heran dan terkejut melihat tuannya bisa tertawa seperti itu.
“Tuan, apakah anda baik-baik saja?” tanya asisten pribadinya Jonathan.
“Aku tidak pernah lebih baik dari pada hari ini Jo.” Ucap Bernard.
__ADS_1
Jonathan hanya menatap ke arah bosnya itu dan menggelengkan kepalanya.
“*Siapa sebenarnya gadis yang mampu membuat tuanku ini mulai menjadi manusia! Karena setauku selama ini ekspresi tuan Bernard selalu saja datar walaupun sedang senang ataupun sedih seperti robot saja*.” batin Jonathan yang masih tetap melihat ke arah tuannya.
“*Kita akan bertemu kembali gadis kecil, dan aku akan mencari cara agar kamu terus bersamaku*.” Batin Bernard dengan senyum liciknya.
“Apa kamu benar-benar tidak bisa menemukan informasi dan keberadaannya?” tanya Bernard.
“Tidak tuan, maaf. Kami akan berusaha lebih keras lagi!” ucap Jonathan dengan tegas.
“Hahh,, sudahlah tidak perlu. Aku akan mencari tau sendiri.” Ucap Bernard sambil menghela nafas panjang.
Drrtt,, drrtt..
Hp Jonathan berdering namun Jonathan sama sekali tidak mengangkatnya hingga membuat Bernard menoleh ke arah Jonathan.
“Apa kamu tidak akan mengangkat telfonmu?!” ketus Bernard.
“Ah iya, maaf tuan saya tidak mendengar suara telfonnya. Saya permisi dulu tuan.” Ucap Jonathan berpamitan kepada Bernard lalu pergi ke luar ruangan itu.
Di luar ruangan, Jonathan melihat layar hpnya dan membaca nama nona Belinda yang dengan segera di angkat oleh Jonathan.
“Halo nona.” Ucap Jonathan.
“Halo Jo, gimana Bernard? Bukankah kamu merasa ada yang aneh dengan sikapnya?” tanya Belinda.
“Apa kamu mendengar pembicaraan mereka?” tanya Belinda penasaran.
“Tidak nona, saya tidak mendengar karena tuan Bernard menelfon jauh dari saya berada.” Jelas Jonathan.
“Aku penasaran, siapa yang mampu membuat kakaku yang seperti robot itu bisa tersenyum hanya dengan sebuah panggilan. Kamu awasi terus Bernard ya, aku harus kembali bekerja.” Ucap Belinda lalu mematikan telfonnya.
Jonathan baru tersadar ternyata tidak hanya dirinya lah yang merasakan ada sesuatu yang terjadi kepada tuannya itu.
Jonathan kembali masuk ke dalam ruangan dengan sikap yang biasa saja seperti tidak terjadi apapun agar tidak membuat tuannya mencurigainya.
Sedangkan Bernard yang melihat Jonathan sudah masuk ke dalam ruangannya itu hanya melihatnya sekilas lalu kembali ke pada laporan yang sedang ia baca.
“Benarkan, dia kembali menjadi robot seperti semula.” Batin Jonathan yang melihat ekspresi wajah tuannya sudah berubah menjadi datar kembali.
***Perusahaan Kalandra***.
Seperti biasa, di dalam ruangan Kenan ada Diana yang selalu menempel kepada Kenan dan membuat Belinda kesal melihat Diana yang selalu bermanja-manjaan dengan Kenan.
“Huh, jika saja dulu aku datang lebih dulu mungkin Kenan akan menyukaiku bukan dia!” gumam Belinda.
__ADS_1

“Bel! Kamu ngapain ngelamun siang-siang begini!?” ucap Kenan yang membuat Belinda tersadar dari lamunannya.
“Eh tuan Kenan, anda ingin makan siang di luar?” tanya Belinda.
“Hm, apa kamu ingin ikut?” tanya Kenan.
“No! tidak sayang, bagaimana ada orang asing yang ikut makan siang kita?” protes Diana kepada Kenan.
“Tidak usah tuan, saya akan makan siang din kantin perusahaan bersama yang lain.” Ucap Belinda dengan senyum yang di paksakan.
“Baiklah, selamat menikmati makan siangmu!” ucap Kenan lalu meninggalkan Belinda sendiri dengan tangannya yang masih di rangkul oleh Diana.
Di dalam lift, Kenan melihat Diana yang masih manautkan tangannya di lengan kokohnya itu segera melirik ke wajah kekasihnya itu.
“Apa kamu akan terus memegang lenganku dan membiarkan seluruh kantor tau jika kamu adalah kekasihku?” tanya Kenan.
“Ah, maaf aku sudah terlalu terpesona akan ketampananmu.” Ucap Diana mencoba untuk merayu Kenan namun tidak berhasil.
“Kenapa Kenan sulit sekali tertawa di hadapanku, berbeda jika berada di dekan Belinda.” Batin Diana yang masih menatap Kenan yang sudah berjalan mendahuluinya.
Diana berjalan sedikit berlari untuk mengejar kekasihnya itu, lalu kmbali menautkan tangannya ke lengan Kenan hingga membuat Kenan terkejut.
“Kamu lupa lagi?” tanya Kenan sambil melirik ke arah lengannya.
“Tidak, aku ingin semua orang tau jika aku adalah kekasihmu!” ucap Diana dengan tegas.
“Kamu yakin? Apa kamu tidak takut jika itu akan membuat imagemu menurun?” tanya Kenan.
“Aku yakin kamu tidak akan membiarkan hal itu terjadi!” ucap Diana dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Kenan hanya tersenyum menatap mata Diana, ia ingin lihat apakah ada kebohongan di matanya, namun Kenan ragu akan kebenaran yang di katakan oleh Diana, karena dia tidak melihat ada kejujuran di matanya. Kenan hanya melihat keraguan dari mata Diana dan itu membuatnya semakin tidak yakin dengan Diana.
Kenan dan Diana menjadi pusat perhatian oleh para karyawan di kantor, karena berjalan bergandengan tangan di muka umum. Sebenarnya Diana takut jika dia salah mengambil sikap dan membuat karirnya hancur, namun dia masih belum mau kehilangan Kenan dan membuatnya ragu kepada Diana.
“Apa kamu siap menikah denganku?” tanya Kenan memecah keheningan di dalam mobil dan membuat Diana terkejut.
“A,,apa?” tanya Diana.
“Menikah sayang, bukankah kamu sudah mau mempublikasikan hubungan kita?” ucap Kenan.
“T,,tapi aku ini baru mau mempublikasikan hubungan kita saja sayang, bukan menikah. Aku masih belum siap untuk itu.” Ucap Diana.
“Jika kamu tidak siap, maka kedua orang tuaku akan menjodohkanku dengan wanita lain.” Ucap Kenan.
Sebenarnya Kenan berbohong kepada Diana, Kenan ingin tau apa jawaban yang keluar dari mulut Diana mengenai perjodohan yang dia bicarakan.
__ADS_1
“*Aku ingin lihat, siapa yang lebih penting bagimu Diana. Aku atau karirmu*!” batin Kenan yang masih menatap ke jalan di depannya.