
Ingatlah, jika sudah waktunya, hujan akan turun, jika sudah masanya, bunga akan mekar, dan jika sudah waktunya, do’a-do’a akan di kabulkan.
“Kak Bernard! Aku capek nih aku mau duduk!” ucap wanita yang masih merangkul tangan Bernard dengan manjanya.
Key yang melihatnya hanya diam mencobaa untuk tenang dan mengatur nafasnya lalu mencoba untuk menghampiri mereka berdua.
“Hey kamu! Siapa namamu!?” tanya Ke dengan jutek.
“Hera!” ketus wanita itu.
“Hei Hera! Apa kamu tau kalau laki-laki yang sedang kamu rangkul itu adalah kekasihku?!” tanya Key dengan lantangnya.
Semua orang mendengar ucapan Key karena nadanya yang meninggi, mereka semua menoleh ke arah Key untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana.
“Lalu kenapa? Apa kamu tidak tau kalau aku ini adalah sepupunya?”
“Sepupu jauh bukan? Selama kalian masih sah untuk menikah, kamu tidak boleh merangkulnya karena dia bukan suamimu!”
“Benarkah itu? Apa kita bisa menikah kak? Kalau begitu kita menikah saja besok!” ucap Hera.
“Hey kau! Apa kamu tidak dengar kalau aku ini adalah kekasihnya!”
“Baru kekasih bukan? Jadi kamu tidak punya hak untuk melarang kak Bernard, biarkan dia yang memutuskan.” Ketus Hera.
“Aih terserah deh! Aku tidak perduli, kamu mau ambil? Ambil saja aku tidak perduli!” teriak Key lalu berlari ke kamarnya.
“Key!” panggil Bernard yang ingin menyusul Key.
“Kak, jangan di kejar, biarkan dia meluangkan waktu untuk berfikir.” Ucap Hera yang menarik tangan Bernard.
“Kamu sudah kelewatan Hera! Biarkan aku menyusulnya.” Tegas Bernard yang sudah bisa melepaskan genggaman Hera dan menyusul Key ke kamarnya.
Semua orang hanya jadi penonton di sana, karena mereka semua tidak tau apa yang sedang terjadi kepada mereka.
“Sebenarnya ada apa ini? kepada Key dan Bernard kejar-kejaran begitu?” tanya mami Khansa.
“Itulo tante, wanita itu adik Harry dari kecil Hera memang sangat dekat dengan Bernard, harry sengaja menyuruh Hera mengerjai Bernard dan Key karena selama ini yang Harry tau mereka berdua kaku banget.” Jelas Harry.
“Hai om tante kenalkan aku Hera, kakak yang menyuruhku mengerjai kak Bernard dan pacarnya padahal aku ke sini mau ngucapin selamat kepada kak Belinda.” Ucap Hera.
“Yaampun, ide kalian itu hebat sekai! Tante baru pertama kali melihat Key cemburu seperti itu.” Ucap mami Khansa.
“Sepertinya anak-anak kita itu memang saling mencintai nyonya Kalandra.” ucap mama Bernard yang di balas anggukan oleh mami Khansa.
Di sisi lain, Bernard baru saja sampai di depan kamar Key, Bernard berusaha untuk mengetuk pintu kamar Key untuk mencoba berbicara dengannya.
__ADS_1
“Key, buka pintunya ayo kita bicara.” Ucap Bernard sambil mengetuk pintu.
“Key, ayolah buka pintunya.” Ucap Bernard kembali.
Akhirnya Key membukakan pintunya dan membiarkan Bernard masuk ke dalam kamarnya. Bernard melihat wajah Key yang sudah sembab karena habis menangis.
“Kamu menangis? Maafkan aku sayang maaf.” Ucap Bernard sambil memeluk tubuh Key.
“Hikss,, kita putus saja om beruang hikss,, hikss..” ucap Key sambil menangis membuat Bernard terkejut mendengarnya.
“Apa kamu bilang? Putus? Ga ada yang boleh memutuskan hubungan kita siapapun itu Key! Percayalah padaku kalau aku dan Hera hanya sebatas adik dan kakak tidak lebih, aku juga ga tau kenapa dia menjadi seperti itu di hadapanmu.” Jelas Bernard.
“A-aku tidak suka melihat om beruang dekat dengan wanita lain hikss..” ucap Key.
“Maaf sayang aku janji tidak akan melakukan hal yang membuatmu tidak suka lagi, tolong jangan bilang putus ya, aku mau kita terus memiliki hubungan, aku mau kita segera menikah tanpa bertunangan lebih dulu.” Ucap Bernard sambil mengeratkan pelukannya kepada Key.
“Apa? Tapi Key masih kecil, Key juga masih mau bekerja mengurus bisnis Key.” Ucap Key.
“Setelah menikah aku tidak akan pernah melarangmu untuk bekerja sayang, kecuali kalau kamu sakit dan sedang hamil tentu saja aku tidak akan mengijinkanmu kelelahan.” Ucap Bernard.
“Apaan sih om beruang sudah ngomongin hamil aja!” ucap Key sambil memukul dada Bernard.
“Sudah ga marah lagi kan?” tanya Bernard.
“Kalau ga deket-deket lagi sama wanita lain aku ga akan marah lah.”
“Apa sih om beruang jangan begitu lah, malu tau aku ngomong kayak tadi.” ucap Key dengan wajah yang memerah karena malu.
“Ayolah panggil aku sayang lagi.” Ucap Bernard.
“Sayang,, udah ayo kita turun.” Ucap Key.
“Mwah! Aku sayang kamu Keyla! Ayo kita segera menikah.” Ucap Bernard sambil mencium kening Key dengan lembut.
“Ih om beruang mencari kesempatan dalam kesempitan nih!” ucap Key.
Melihat Key yang ngambek membuat Bernard gemas dengannya dan segera mencium bibir mungil Key dengan singkat.
“Sayang..” ucap Key.
“Maaf, habisnya kamu gemesin banget sayang, udah ayo kita turun.” Ajak Bernard.
Akhirnya mereka berdua turun dengan bergandengan tangan membuat semua orang yang sudah menunggu di bawah tersenyum mengetahui kalau Bernard dan Key sudah berbaikan.
Hera sengaja ingin mengerjai Key dan Bernard kembali, dia langsung menghampiri Bernard dan Key yang sedang menatap tajam ke arahnya.
“Ciye yang sudah baikan, kak Bernard ga jadi nikah sama aku nih?” tanya Hera dengan nada mengejek.
__ADS_1
“Kamu jangan membuat Key marah lagi denganku Hera!” tegas Bernard.
“Ih serem amat sih kak! Marahin kak Harry tuh! Dia yang nyuruh Hera ngerjain kakak!” jelas Hera hingga membuat Bernard menatap tajam ke arahnya.
“Kamu! Jadi kamu dalangnya? Kamu ga tau apa kalau Key mengajakku putus?” ucap Bernard.
“Tapikan karena aku juga Key ngomong sayang ke kamu.” Ucap Harry.
Mendengar ucapan Harry membuat Bernard berpikir kembali dan melirik harry dengan tajam.
“Kalau bukan karena hal itu, aku tidak akan memaafkanmu Harry!” ucap Bernard.
“Hai Key, aku Hera, maaf ya sudah membuatmu cemburu seperti tadi, kamu tenang saja seleraku lebih tinggi di bandingkan kak Bernard kok, semoga kita akur kedepannya.” Ucap Hera dengan ramah sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman kepada Key.
Key tersenyum sambil membalas uluran tangan Hera sambil berbicara “Aku masih marah ya sama kamu karena sudah membuatku menangis dan cemburu seperti ini.” ucap Key bercanda.
Bernard menggandeng Key mendenkati kedua orang tua mereka berdua untuk membicarakan sesuatu.
“Ada apa Bernard?” tanya mama Bernard.
“Ma! Aku mau menikahi Key secepatnya!” ucap Bernard hingga membuat semua orang terkejut mendengarnya termasuk Key.
“No! aku baru saja menikah Bernard, masa iya kabar pernikahanku akan segera tenggelam karena kabar pernikahanmu?” ucap Belinda.
“Belinda benar! Key masih muda, kalau kamu melakukan pernikahan secepat itu semua orang akan berfikir kalau Key hamil duluan atau pikiran negatif lainnya.” Jelas mama Bernard.
“Iya mama kamu benar Bernard, biarkan Key menyelesaikan studynya dulu, dia sudah mau wisuda tiga bulan lagi, sabarlah Bernard, Key sudah sangat menyukaimu sampai dia bisa cemburu seperti itu kepadamu.” Ucap mami Khansa sambil menahan tawanya.
“Kamu tenang saja, kami yang akan mengurus masalah pernikahan kalian berdua, kamu Bernard fokus saja dengan pekerjaanmu dan Key fokus untuk cepat lulus dan mengembangkan bisnismu.” Ucap papi Kalandra.
Key dan Bernard mengangguk mengiyakan ucapan papi Kalandra, sedangkan papi Kalandra menatap ke arah Ken.
“Hey Ken, kamu tidak ada keinginan untuk segera menikah muda juga seperti saudara kembarmu?” tanya papi Kalandra.
“Engga deh pi makasih, Ken baik-baik saja walaupun harus menikah saat usia Ken sudah tidak muda lagi.” Ucap Ken.
“Dia lagi galau papi! Biarkan dia mencari wanita yang tepat untuk mengganti posisi Audrey.” Sambung Kenan.
“Galau? Untuk apa galau? Bukankah papi bilang kalau kamu sukses, banyak wanita yang akan mengejar-ngejar dirimu.” Ucap papi Kalandra.
“Iya-iya papi, Ken tau dan Ken akan menemukan menantu yang baik untuk papi dan mami.” Ucap Ken.
Hari itu keluarga dan kerabat dekat papi Kalandra berkumpul dan berbincang-bincang dengan asik.
\*\*\*
Author kasih bonus foto babang tamvan nih😍
__ADS_1
