
"Kak Key, aku duduk di kursi lain saja ya.." ucap Elsa.
"Mau kemana kamu!? Aku kemari untuk menemuimu kenapa malah kamu yang pergi? Duduklah di sebelahku!" perintah Key.
Mendengar ucapan Key membuat Elsa dengan terpaksa menurutinya dan duduk berhadapan dengan Rey.
"Kamu ada urusan apa kemari?" Tanya Rey kepada Key.
"Aku mau menemui Elsa dan makan siang bersamanya, karena aku tahu betul kalau atasannya tidak akan memberinya makan!" ucap Key dengan santai namun tetap terkesan menyindir.
"Dia bisa makan sendiri kalau lapar!"
"Dia memang bisa makan sendiri, tapi tatapanmu itu seperti akan memakannya kalau sampai dia makan."
Key melirik Karina yang diam saja di sebelah Rey tanpa mengatakan apapun.
"Kamu tidak mau mengenalkan wanita yang ada di sebelahmu kepadaku?"
"Ah, dia sekretaris yang baru namanya Karina, papa yang merekrutnya untuk menjadi sekretaris pribadiku." ucap Rey.
"Karina, ini Key saudaraku." lanjutnya.
"Hai Karina, salam kenal ya.. aku sangat salut padamu karena bisa membuat kulkas satu pintu ini tersenyum." ucap Key namun terkesan tidak ikhlas, sedangkan Karina hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu aku dan Elsa pergi dulu ya, aku hanya ingin menyapamu saja bye.."
Lagi-lagi Key menarik tangan Elsa dan mereka berduapun akhirnya duduk di meja yang berada tidak jauh dari meja Rey lalu memesan makanan untuk mereka berdua.
"Kak Key, harusnya kakak jangan begitu tadi kan ga enak sama kak Rey." Bisik Elsa.
"Kenapa harus ga enak Els! Dia memang sudah keterlaluan kepadamu."
Elsa tidak mau memperpanjang perdebatan antara dirinya dengan Key, akhirnya mereka berdua makan siang dengan tenang.
"Key? Keyla kan?" sapa seorang laki-laki yang entah datang dari mana.
Key yang sedang asik memakan makanannya pun langsung menoleh saat ada seseorang yang memanggil namanya.
"Sandy? Sandy teman SMP ku kan?" Tanya Key yang di balas anggukan oleh laki-laki itu.
"OMG! San, duduklah kita sudah lama sekali tidak bertemu! Kamu makin keren aja." puji Key.
"Kamu sedang apa di sini San?" Tanya Key.
__ADS_1
"Kamu yang sibuk Key, apalagi sekarang kamu sudah menikah dan memiliki butik sendiri kan, aku kebetulan karyawan magang yang baru."
"Karyawan magang? Di bagian apa?"
"Di bagian Administrative Assistant."
"Wah! Hebat sekali San, dia juga magang di perusahaan ini di bagian sekretaris."
Key menjelaskan sambil memamerkan gigi putihnya kepada Sandy, namun perhatian Sandy bukanlah kepada Key melainkan kepada Elsa yang sedang memainkan hpnya tanpa memperdulikan Key dan temannya.
Key tersenyum penuh maksud melihat teman lamanya melihat Elsa terus menerus, Key paham kalau Sandy tertarik dengan Elsa.
"Oh iya, kenalin ini adikku namanya Elsa, Els kenalin ini teman SMP ku namanya Sandy, kalian bisa saling berkenalan dan kita bertiga bisa berteman nantinya!"
"Sandy." ucap Sandy sambil mengulurkan tangannya kepada Elsa.
"Elsa." Elsa dengan senyum ramahnya membalas uluran tangan Sandy.
Akhirnya mereka bertiga berteman satu sama lain dan membicarakan banyak hal, Elsa juga sepertinya sudah nyaman mengobrol dengan Sandy yang memang termasuk ke dalam tipe laki-laki yang friendly.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi melihat ke arah mereka bertiga.
***
"Aku pulang dulu ya Els, San,, kalian berdua semangat magangnya ya.." ucap Key sambil melambaikan tangannya kepada Elsa dan Sandy.
Setelah melihat kepergian Key, Elsa dan Sandy berjalan masuk kembali ke dalam perusahaan.
"Ruanganmu di mana San?" Tanya Key.
"Ada di lantai yang sama denganmu Key."
"Apa? Benarkah?"
"Iya, administrative assistant adalah posisi yang penting jadi ruangan kami berada di lantai yang sama dengan CEO."
Sesampainya di lantai paling atas, Elsa dan Sandy berpisah ke ruangan mereka masing-masing.
"Hai nona Karina." sapa Elsa kepada Karina yang sudah berada di tempatnya.
"Hai Els, kamu di tunggu Rey di ruangannya." ucap Karina yang membuat Elsa heran.
"Memanggilku? Ada apa ya?"
"Entahlah." ucap Karina sambil menaikkan kedua bahunya.
__ADS_1
Elsa mencoba untuk mengumpulkan tenaga lebih dulu agar dirinya kuat menerima cacian dari atasannya itu.
"Selamat siang tuan, anda memanggil saya?" Tanya Elsa yang sudah memasukkan kepalanya di pintu ruangan Rey.
"Masuk!"
Elsa masuk ke dalam dan berdiri tepat di hadapan Rey.
"Ada apa memanggil saya tuan?"
"Apa kamu merasa ini adalah perusahaan papamu Elsa!? Itulah kenapa kamu bebas mengundang siapapun kemari!"
Elsa kesal mendengar ucapan Rey yang mengatakan kalau Key adalah 'siapapun' sedangkan Key adalah keluarga mereka juga.
Tiba-tiba Elsa mengingat ucapan Key yang menyuruhnya untuk menjadi diri sendiri di hadapan Rey.
"Mengundang siapapun? Kak Key bukanlah siapapun, dia saudara anda dan dia adalah kakak saya! Dia kemari bukan saya undang, dia yang datang sendiri kemari!" Dengan beraninya Elsa menatap kedua mata Rey.
"Kamu berani menjawab pertanyaanku?"
"Kenapa? Bukankah pertanyaan ada untuk di jawab? Dan saya menjawab pertanyaan anda tuan Rey." ucap Elsa.
"Kamu juga sudah berani berkencan di perusahaan dengan sesama anak magang Elsa!"
"Berkencan? Apa anda melihat saya berduaan dengan laki-laki? Seingat saya, saya bertiga dengan kak Key juga, dan setelah itu baru saya masuk lift berdua dengan laki-laki." jelas Elsa.
"Dan kalau anda tidak mempercayai saya, anda bisa melihat rekaman CCTV di lift apakah saya melakukan hal aneh dengan laki-laki itu, dan satu lagi laki-laki itu memiliki nama, namanya Sandy!" lanjutnya.
"Kamu bawahanku Elsa! Berani sekali kamu mengatakan hal itu kepadaku!"
"Kenapa? Apa bawahan bisa di tindas seenaknya oleh atasannya kak Rey?"
"Mulai hari ini kita tidak akan saling mengenal kak Rey! Setidaknya bicara seperti sekarang membuat aku mengerti kalau di antara kita ada jarak yang sangat besar!" ketus Elsa.
"Jujur aku bingung kenapa kakak selalu memperlakukan aku seperti ini, salahku apa? Aku tau kak Rey pasti sudah seringkali mendengar hal ini sejak SMA kalau aku menyukai kakak, lalu apa salahnya?"
"Apa salah menyukai seseorang? Apa kakak fikir aku mau menyukai orang yang memiliki sifat yang dingin seperti dirimu!? Kalau bisa memilih aku akan meminta untuk kembali ke masa di mana aku tidak pernah mengenalmu!"
"Kak Rey tenang saja, setelah magangku selesai dan lulus kuliah nanti, aku tidak akan pernah menampakkan diriku kepadamu lagi! Aku tidak akan mengganggu kak Rey lagi."
"Jadi bertahanlah! Bertahanlah untuk melihatku selama beberapa bulan kedepan, setelah itu kita tidak akan pernah bertemu lagi!"
Elsa segera keluar dari ruangan Rey setelah mengeluarkan isi hatinya kepada Rey, semua beban di hatinya terasa menghilang seketika saat dia sudah mengungkapkan semuanya.
Rey yang melihat Elsa sudah meninggalkan ruangannya hanya bisa terpaku karena melihat sisi lain dari wanita yang selalu dia bilang manja.
__ADS_1
Sedangkan Karina yang berada di luar dari tadi mendengar pembicaraan Rey dan Elsa, Karina juga sama terkejutnya saat Elsa berani berbicara tidak sopan kepada atasannya.
"Jadi Elsa menyukai Rey? Aku tidak boleh lengah, aku harus tetap berada di dekat Rey!" batin Karina.