
Kecantikan tertinggi dari seorang wanita adalah kualitas yang menjadikannya diinginkan sebagai istri dari seorang laki-laki dan ibu dari anak-anaknya.
Key dan Lana sudah berada di kampus Elsa, Ken dan Rey. Di sana Key dan Lana menjadi pusat perhatian terutama para kaum laki-laki yang melihat kecantikan Key dan Lana.
“Kamu tau di mana kantinnya Key?” bisik Lana.
“Aku ga tau lah, orang ini adalah pertama kalinya aku masuk ke kampus ini.” jawab Key.
Lana yang mendengar ucapan Key hanya diam saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mereka berdua sama-sama tidak tau lokasi kantin di kampus tersebut.
“P-permisi, kamu putri t-tuan Kalandra ya?” tanya salah satu mahasiswa laki-laki kepada Key dengan gugup.
Key hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan mahasiswa tersebut, melihat senyum dari Key, mahasiswa tersebut langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terpesona oleh senyuman Key yang sangat manis menurutnya itu.
“Oh iya, bisakah aku bertanya?” tanya Key.
“T-tentu saja, apa yang mau kamu tanyakan?”
“Aku harus menemui seseorang di kantin kampus ini, tapi aku tidak tau dimana letak kantin di kampus ini, bisakah kamu mengantar kami ke sana?” tanya Key yang di balas anggukan oleh mahasiswa itu.
Akhirnya, Key dan Lana di antar oleh mahasiswa tersebut untuk menuju kantin kampus.
“Terimakasih banyak karena sudah mau mengantarku dan temanku.” Ucap Key dengan ramah.
“Sama-sama, semoga makanan di kantin kampus ini sesuai dengan seleramu ya.” ucap mahasiswa itu yang di balas anggukan kepala oleh Key.
Setelah itu, mahasiswa tersebut pergi meninggalkan Key dan Lana yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantin.
“Oh my god! Di sini ramai sekali, dan juga semuanya menatap ke arah kita Key, bagaimana ini aku malu sekali.” ucap Lana.
“Emang kamu kira aku senang jadi pusat perhatian? Aku juga paling benci jika semua orang menatapku seperti itu, ada yang menatap dengan tatapan kagum, iri, dan ada juga yang benci.” Ucap Key sambil mencari keberadaan Elsa, Ken dan Rey.
Saat sedang melihat ke sekeliling kantin, Key akhirnya menemukan keberadaan Elsa, Rey dan juga Key. Elsa melambaikan tangannya untuk memberi tanda kepada Key.
“Kak Key!” teriak Elsa hingga membuat pandangan semua orang tertuju kepadanya.
__ADS_1
“Aih, Elsa mulai deh bikin ulah.” Gumam Key sambil berjalan ke arah mereka.
Hari itu, kantin di kampus Elsa sangat ramai karena salah satu meja yang berisi Ken, Key, Elsa, Rey dan Lana. Semua orang yang memiliki latar belakang keluarga yang bagus dan juga tampang yang tampan dan cantik.
“Apa tidak sebaiknya kita makan di luar aja?” tanya Key.
“Kenapa? Kamu baru saja datang, masa udah mau pergi lagi sih?” tanya Ken.
“Aku ga nyaman di sini, mereka semua selalu memperhatikan kita dan juga mereka semua sedang memotret kita tau tidak!?” ucap Key yang langsung berdiri sambil memukul meja hingga membuat semua orang terkejut.
“Key kamu ngapain?” bisik Lana sambil menarik baju Key untuk menyuruhnya kembali duduk.
“Pertama saya benar-benar mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau saya tidak sopan, tapi saya minta tolong dengan sangat kepada kalian semua untuk tidak mengambil gambar atau merekam kami, karena itu sangat mengganggu privasi kami.” Tegas Key kepada semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada di sana.
Elsa yang mendengar ucapan Key dan melihat ketegasan di wajahnya membuat Elsa terkagum dengan sikap Key yang menurutnya sangat keren.
“Key duduklah!” perintah Ken.
Para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kantin langsung menaruh kembali hp mereka di atas meja dan tas mereka, namun salah satu mahasiswi yang ada di sana sangat tidak menyukai sikap Key yang menurutnya sangat sombong itu.
“Cih, sombong sekali kamu! Jangan mentang-mentang kamu ini anak pebisnis terkenal jadi kamu bersikap seenaknya! Emang apa istimewanya anak pebisnis? Toh yang sukses orang tuanya, bukan dirinya! Aku juga yakin kalau baju yang ada di butiknya kemarin juga bukan buatannya sendiri!” ketus mahasiswi tersebut dengan senyum sinisnya.
Key yang mendengar ucapan mahasiswi itu langsung mengepalkan tangannya dengan keras mencoba untuk menahan rasa kesalnya hingga kukunya memberikan bekas di tepalak tangannya.
“Aku ingin pergi dari sini! Terserah kalian mau ikut atau tidak.” Ucap Key yang segera mengambil tasnya dan berbalik untuk pergi dari sana.
“Kenapa pergi? Jangan-jangan kamu takut ya? atau jangan-jangan semua yang aku katakan benar?” ketus mahasiswi tersebut sambil terkekeh.
Key yang mendengar ucapan wanita itu langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri wanita itu dengan santai sambil tersenyum sinis.
“Takut? aku? Dengan seseorang seperti kamu? Hahahaha!” ucap Key dengan tawa yang terbahak-bahak.
“Kamu! Beraninya kamu tertawa!” bentak wanita itu.
__ADS_1
“Aku sama sekali tidak takut dengan wanita sepertimu! Kamu bahkan tidak pantas mendapatkan rasa takut dariku! Aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan seseorang yang hanya banyak bicara sepertimu!” ucap Key dengan santai lalu berbalik meninggalkan wanita itu.
Lana yang melihat sahabatnya itu pergi dengan perasaan yang kesal segera berlari menyusulnya, sedangkan Elsa yang dari tadi mendengar pembicaraan Key dan wanita tersebut langsung mengambil kopi panas milik Rey dan menyiramnya ke rambut wanita tersebut hingga berteriak.
“Aaaa!!! Berani sekali kamu menyiramku!” teriak wanita itu sambil melayangkan tangan kanannya untuk menampar Elsa namun di tahan oleh Ken.
“Jangan pernah kamu berani menyentuh adik-adikku kalau masih ingin memiliki tangan!” ucap Ken dengan nada dan tatapan yang menyeramkan.
Rey menarik Elsa yang berada di tengah-tengah mereka dan menggandengnya keluar dari kantin, sedangkan Ken masih di sana menatap wanita yang ada di hadapannya.
“Lepas!” ucap wanita tersebut sambil berusaha untuk melepsakan tangannya dari genggaman Ken.
Ken semakin mengeratkan genggamannya hingga wanita itu merintih kesakitan dan tangannya mulai memerah membentuk jari-jari Ken.
“Ini hanya peringatan untukmu! Jangan sampai kamu membangunkan singa yang sedang tertidur!” ketus Ken sambil melepaskan tangan wanita itu dengan kasar dan pergi meninggalkan kantin menyusul yang lain.
“Arrrgghh!!! Sial! Aku tidak akan melepaskan kalian semua!!” teriak wanita itu dengan amarah yang menggebu-gebu.
Ken berlari menyusul Rey dan Lana yang sudah jauh meninggalkannya.
“Elsa! Rey!” panggil Ken.
“Kak Ken? Apa yang kakak lakukan dengan wanita itu? Apa kakak baik-baik saja?” tanya Elsa yang khawatir dengan keadaan Ken.
“Aku baik-baik saja Elsa, diamana Key dan Lana?” tanya Ken.
“Sepertinya mereka sudah keluar kampus, kita harus menyusul mereka, Elsa juga dari tadi sudah menghubunginya.” Jelas Ken.
“Ayo kita susul mereka, aku yakin Key pasti kesal sekali karena kejadian ini.” ucap Ken.
“Iya kamu benar, ini lah yang paling dia benci kalau sampai identitasnya terbongkar.” Sambung Rey.
“Harusnya tadi aku tidak menyuruh kak Key ke sini.” Ucap Elsa yang merasa bersalah.
“Sudahlah, jangan menyalahkan dirimu sendiri Elsa, ini adalah hal yang wajar bagi seseorang yang berasal dari keluarga pebisnis, ada banyak musuh yang mau menghancurkan kita bahkan sampai keturunan kita sekalipun.” Jelas Ken.
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari Ken membuat Elsa dan Rey sadar kalau mereka memang harus mulai berhati-hati dengan orang-orang yang berada di sekitar mereka, karena ada banyak sekali musuh di dalam selimut yang siap menjatuhkan mereka.