MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
CEMBURU


__ADS_3

Kalandra, Khansa, Kenan dan Edo sudah berada di Indonesia. Mereka segera pulang ke tempat tinggal masing-masing.


Di apartment, Kenan sudah tertidur karena kelelahan, sedangkan Kalandra dan Khansa sedang berbincang-bincang di balkon.


“sayang, kita pindah ke rumah lagi yuk” ucap Kalandra


“ha? maksudnya rumah yang ditempatin mama?”


“iya, mama dan papa seminggu lagi akan pergi ke luar negeri.”


“baiklah, ayo kita pindah dan memberikan kabar baik untuk mama dan papa”


“baiklah, aku juga akan menyuruh Leo membawa ayah dan ibu kerumah besok. Hari ini kita harus istirahat karena habis melakukan perjalanan jauh, aku takut bayi kecil kita kenapa-kenapa.” Ucap Kalandra


Akhirnya Kalandra dan Khansa menuju kamar mereka dan tertidur pulas.



Disisi lain, Lila sedang sibuk menyiapkan acara pernikahannya denga Riko. Lila sangat bersemangat karena mereka sudah berpacaran sangat lama hingga akirnya memutuskan untuk menikah. Riko yang melihat calon istrinya sibuk memiliki gaun pengantin hanya bisa menggelengkan kepalanya.



“sayang, kita sudah berjam-jam disini hanya untuk memilih 1 gaun. Apa kau tidak lelah?” tanya Riko.



“tidak, aku tidak lelah, aku sangat antusias dengan pernikahan kita. Atau jangan-jangan kau tidak senang kita akan menikah?” Ucap Lila sambil menengok ke arah Riko dengan menunjukkan tatapan yang tajam.



“b,,bukan seperti itu, hanya saja aku takut kau merasa kelelahan sayang.” Ucap Riko



“ah tidak enak berbelanja dengan pria, aku akan berbelanja dengan Khansa saja besok dia kan sudah pulang.” Akhirnya Lila meninggalkan butik itu, sedangkan Riko sangat lega mendengar perkataan Lila.



“untunglah aku tidak harus menemaninya lagi besok.” Batin Riko



Lila adalah seorang gadis cantik yang baik hati dan sangat ceria, kadang Lila bertingkah seperti anak kecil kadang juga ia bisa menjadi sangat dewasa. Lila sangat manja kepada Riko, selama mereka pacaran terkadang Riko lelah dengan sikap kekanakan Lila, namun saat jauh dengan Lila, Riko sangat merindukan sikap kekanakan Lila.



Yang bisa dengan sabar menerima sifat kekanakan Lila hanyalah Khansa sahabatnya dari kecil. Karena sifat Khansa yang sabar sedangkan sifat Lila yang selalu berubah, mereka akhirnya saling mengisi dan cocok satu sama lain. Khansa adalah satu-satunya teman Lila, begitu juga sebaliknya.



Lila menghubungi Khansa dan ingin bertanya apakan besok dia bisa menemaninya untuk mencari gaun pernikahan.



“halo?” ucap Khansa dari sebrang telfon.



“halo sa,,, besok temenin aku ke butik dong ya ya ya?” rengek Lila


__ADS_1


“mmm, boleh deh tapi gabisa lama ya soalnya aku harus pindah rumah.”



“pindah rumah lagi? Kemana sa?”



“kerumah mas Andra yang sekarang ditempati mamanya.”



“jam berapa kau bisa mengantarku?”



“saat mas Andra berangkat kerja, dan Kenan sudah berangkat sekolah ya lil, aku juga ingin mencari alat-alat sekolah untuk Kenan.”



“baiklah, sampai jumpa besok ya sa, aku akan jemput kamu ke apartmenmu”



“siap lil, bye”



Khansa memutus sambungan telfonnya.


Di apartment, Kahansa yang baru saaja terbangun karena telfon dari Lila menengok ke sebelahnya dan melihat Kalandra sudah tidak berada di tempat tidur, Khansa turus dari tempat tidur dan mencari keberadaan Kalandra. Khansa yang menemukan Kalandra sedang memasak untuknya akhirnya diam di ambang pintu melihat ketampanan suaminya yang sedang memasak seperti chef terkenal.



“bukankah aku memang sudah ahli memasak ya? Kamu dan anakku yang ada di dalam perutmu pun menyukai masakanku.” Ucap Kalandra


“iya iya terserah kamu, oh iya Kenan belum bangun mas? Dia udah dari tadi loh tidurnya mas”


“entahlah, dari tadi aku tidak melihatnya keluar dari kamarnya”


“aku akan melihatnya dulu ya mas”


Khansa menuju kamar Kenan untuk membangunkannya dan menyuruhnya untuk mandi lalu makan.


“Kenan sayang bangun yuk.” Khansa membangunkan Kenan namun tidak ada jawaban, akhirnya Khansa mendekat dan mengusap wajah Kenan namun betapa terkejutnya Khansa karena badan Kenan sangat panas.


Khansa langsung menggendong Kenan dan setengah berlari menuju dapur tanpa memperdulikan jika ia sedang hamil.


“astaga sa, kamu hamil jangan lari-larian!” Kalandra panik melihat Khansa yang berlari sambil menggendong Kenan.


“Kenan mas, Kenan.. badannya panas banget mas, ayo kita kerumah sakit” ucap Khansa dengan nafas yang tidak teratur.


Kalandra langsung menghampiri Khansa dan mengambil alih Kenan dari gendongannya, Kalandra langsung membaringkan Kenan ke tempat tidurnya dan menelfon dokter pribadinya.


“mas, apa ga seharusnya kita bawa Kenan ke rumah sakit?” ucap Khansa khawatir


“tidak perlu sayang, dokter Anita sangat hebat kamu tenang saja.”


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu apartment mereka


“itu pasti Anita, aku akan membukakan pintu ya sayang” ucap Kalandra dan dibalas anggukan oleh Khansa dan Khansa mengikuti Kalandra ke depan.

__ADS_1


Anita yang baru saja masuk ke apartment tiba-tiba saja memeluk Kalandra dan Kalandra membalas pelukan itu.


Khansa yang melihat adegan itu sangat kesal dan cemburu karena suaminya memeluk wanita lain, Khansa langsung meninggalkan mereka ke kamar Kenan. Kalandra dan Anita yang melihat kepergian Khansa saling menatap dan tersenyum.


“sepertinya istrimu sangat cemburu” ucap Anita


Mereka pergi ke kamar Kenan untuk memeriksa keadaan Kenan. Khansa yang berada disana hanya menatap tajam ke arah mereka.


“apa sebenarnya hubungan mereka, wanita itu sangat cantik dan dia seorang dokter, aku tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan dia. Apakan mas Andra menyukai wanita itu?” batin Khansa sambil tetap menatap mereka.


Anita memeriksa tubuh Kenan dan berbicara kepada Kalandra, Kalandra melirik ke arah Khansa dan melihat jika Khansa masih menatap ke arahnya dengan tatapan tajam.


“sayang, mata kamu mau jatuh tuh.” Ejek Kalandra, Khansa hanya diam saja tanpa membalas ejekan Kalandra.


“Sayang sini kenalkan ini Anita dokter pribadiku dan juga sepupuku”


Khansa terkejut dan menatap ke arah Kalandra dan Anita dengan tatapan bingung.


“iya sayang, ini Anita anak dari adik mama. Waktu kita menikah dia tidak datang karena ada operasi mendadak di rumah sakitnya makanya kamu tidak mengenalnya.” Jelas Kalandra


“apa? Serius? Ih kamu kok ga bilang dari tadi mas” ucap Khansa yang merasa malu karena sudah salah paham kepada Anita.


“maaf ya mbak Anita aku udah salah paham.”


“tidak apa-apa sa, panggil aku kak aja ya. Kalo panggil aku mbak ntar dikira mbak jamu lagi hahaha”


Khansa tertawa mendengar candaan dari Anita. Setelah itu, Anita menjelaskan kondisi Kenan yang kecapean dan hanya butuh istirahat saja, Anita juga memberikan vitamin untuk Kenan. setelah Anita selesai memeriksa keadaan Kenan ia beranjak untuk meninggalkan apartment Kalandra.


“Nit gamau ketemu Edo dulu?” ejek Kalandra


Mata Anita membesar mendengar ucapan Kalandra lalu menjitak kepalanya.


“itu mulut mau aku potong Ndra ha!?” ucap Anita


“emang ada apa sama kak Edo mas?” tanya Khansa polos.


Anita yang mendengar pertanyaan polos Khansa hanya menggelengkan kepalanya lalu segera berpamitan kepada mereka dan meninggalkan mereka agar tidak semakin panjang.


“mas sebenarnya ada apa? Kenapa kak Anita mau ketemu Kak Edo?” tanya Khansa yang masih sangat penasaran dengan perkataan Kalandra.


“sebenarnya, Anita suka sama Edo Cuma malu-malu kucing aja dia”


“lalu kak Edo?”


“ntahlah dia tidak pernah bercerita masalah percintaannya denganku”


“sudahlah tidak usah mengurus masalah mereka, sebaiknya kita berkemas untuk besok” lanjut Kalandra


“baiklah, biarkan Kenan beristirahat dulu disini ya mas”


“iya sayang, oh iya bagaimana perutmu? apa tidak apa-apa? apakah ada yang sakit? kamu tadi gendong Kenan loh sayang.”


"tidak apa-apa mas, aku baik-baik saja. ohiya besok waktunya kontrol kandungan mas, mas mau nemenin?"


"mas nemenin dong sayang, tapi mas ga ikut keruangan ya sayang" ucap Kalandra


Kalandra memang tidak pernah ikut masuk ke dalam ruang kontrol, karena ia trauma dan teringat dengan mendiang istrinya.


"baiklah mas, ayo kita beres-beres" ucap Khansa


Kalandra dan Khansa membereskan barang-barang penting yang akan dibawa kerumah, lalu Khansa terfikir untuk meminta ijin pergi dengan Lila besok, namun karena Kenan sedang sakit ia mengurungkan niatnya untuk pergi bersama Lila.

__ADS_1


“aku akan menghubungi Lila dan meminta maaf karena tidak bisa menemaninya ke butik.” Batin Khansa.


__ADS_2