MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
HARI PERNIKAHAN 2


__ADS_3

Karena kesuksesan yang sebenarnya adalah bagaimana kita menyikapi kegagalan dalam perjuangan, Karena sejatinya mempertahankan apa yang kita miliki lebih sulit dari apa yang kita cari. Maka, ketika kesuksesan telah menggagalkan kita dalam usaha, sejatinya mimpi kita sudah ada di depan Mata.




Sudah sekitar sebulan lebih Key memfokuskan diri untuk membuat gaun yang akan di gunakan oleh calon kakak iparnya itu, dia ingin membuatkan gaun yang istimewa untuk pernikahan abangnya.



Hari ini Key sangat senang sekali karena akhirnya baju yang sudah dia desain khusus untuk calon kakak iparnya itu akan di pakai sebentar lagi.



“Baju ini sangat bagus Key, aku tidak menyesal dengan keputusanku untuk membiarkanmu mendesain gaun pernikahanku.” Puji Belinda.



“Kak Belinda jangan terlalu memujiku karena aku tidak ingin besar kepala hanya karena sudah membuat satu gaun pernikahan.” ucap Key sambil meneliti gaun yang akan di pakai oleh Belinda tersebut.



“Oh iya, kenapa kamu datang ke sini sendirian? Kemana Elsa, Lana dan Erina?” tanya Belinda.



“Tidak usah bertanya tentang mereka kak, aku sengaja tidak mengajak mereka agar aku bisa konsentrasi dengan kak Belinda, kalau ada mereka yang ada aku keganggu karena mereka sangat berisik.” Jelas Key yang membuat Belinda tertawa.



“Kamu ini ya Key, kalau orang yang tidak mengenalmu pasti akan mengira kamu adalah orang yang membenci mereka, sedangkan aku yakin sekali kalau sebenarnya kamu sangat menyayangi mereka hanya saja kamu malu untuk memperlihatkannya.” Ucap Belinda.



“Apaan sih kak! Jangan ngomong sembarangan deh aku jadi malu.” Ucap Key.



Tok,,tok,,tok,,



Di tengah-tengah pembicaraan mereka berdua, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Belinda.



“Masuklah.” Ucap Belinda.



“Hai para gadis, bagaimana persiapan kalian?” tanya mama Bernad dan Belinda.



“Hai ma, lihatlah gaun yang sudah di siapkan oleh calon menantu mama ini, indah bukan?” ucap Belinda.



“Wah indah sekali, kamu memang designer yang hebat Key.” Pujinya.



“Yaampun tante jangan memuji Key seperti itu, Key jadi malu deh.” Ucapnya.



“Oh iya, penata rias kamu sudah datang Belinda, biarkan Key juga sekalian di hias olehnya oke?” ucap mama Bernard dan Belinda.



Penata rias tersebut masuk ke dalam kamar dan mulai menghias Key terlebih dahulu karena menghias Belinda akan memakan waktu yang sangat lama.



“Kamu keluar dan makanlah dulu Key, kamu pasti lapar kan? Aku tidak ingin kamu sakit karena kelaparan.” Ucap Belinda kepada Key yang baru saja menyelesaikan dandannya.



“Tapi kak, bagaimana dengan kak Belinda.”



“Kamu tenang saja, aku ini dandan pasti lama banget jadi kamu masih punya waktu makan dengan santai, aku akan menyuruh Bernard menemanimu kalau kamu malu.” Ucap Belinda.



Akhirnya dengan terpaksa Key menuruti ucapan Belinda dan pergi keluar dari kamar Belinda, di luar kebetulah ada Bernard yang memang ingin memanggil Key.



“Waw! Kamu cantik sekali Key!” puji Bernard.



“Apaan sih om beruang, jangan gombal deh!” ucap Key.


__ADS_1


“Aku tidak gombal Key aku serius kamu cantik sekali dengan makeup natural itu.”



“Sudahlah ayo antar aku makan, agar bisa kembali menemani kak Belinda di kamarnya.”



“Yaelah Key, kata mama dandanin orang nikah itu lama banget, jadi kamu ga perlu buru-buru untuk kembali ke kamar Belinda ya.” ucap Bernard.



“Tapi tetep aja kau ga mau sampai telat makein gaun ke kak Belinda.”



“Udah deh ga usah ngebantah, ayo makan sekarang dan aku mau kamu makannya pelan-pelan aja.”



Akhirnya Key dan Bernard duduk di meja makan dan makan secara perlahan sesuai dengan ucapan Bernard.



“Hai kalian!” sapa seseorang.



Ahirnya Bernard dan Key yang sedang makan langsung menoleh ke asal suara dan melihat Harry yang menyapa mereka dengan senyum yang sangat lebar.



“Hai kak Harry.” Sapa Key.



“Kamu kenapa ke sini? Ga langsung ke hotel aja?” tanya Bernard.



“Engga ah, aku telfon tante katanya kamu masih di sini jadi aku berangkat bareng kamu aja lah nanti.”



“Dih, harusnya kamu itu langsung ke hotel, di sana kan pasti sudah ada beberapa tamu yang hadir siapa tau ketemu jodoh.”



“Sialan kamu Bernard! Kamu fikir aku ini jomblo akut banget apa sampe harus nyari jodoh di hotel? Sekalian aja kamu nyuruh aku mangkal di lampu merah nayi tante-tante.”




Harry yang mendengar ejekan sepupunya itu menjadi sangat kesal dan menatap tajam ke arahnya, Key yang mengetahui hal itu langsung mencoba untuk menenangkan Harry.



“Sudahlah kak Harry, kak Harry duduk aja sini dan makan bareng kami, jangan dengerin ucapan syaiton.” Sindir Key.



“Pfftt,, dengar itu Bernard, calon tunanganmu saja mengataimu syaiton, itu membuktikan kalau kamu itu sangat menyebalkan dan suka mengejek orang.” Ucap Harry yang merasa menang.



"Memangnya kamu tau apa itu syaiton?" tanya Bernard kepada Harry.



"Tidak! memangnya apa itu syaiton Key?" Tanya Harry.



"Syaiton itu adalah pangeran kak." jawab Key.



“Bhahaha, dengar itu Harry, Key itu menyebutku pangeran.” ucap Bernard.



Mendengar ucapan Key membuat Harry sedih dan semakin kesal dengan Bernard.



“Tenang saja kak Harry, Syaiton itu setan hihihi, biarkan dia senang dulu.” Bisik Key sambil tertawa pelan.



"Hei apa yang kalian bicarakan?!" Tanya Bernard penasaran.



"Sudahlah lanjutkan saja makanmu!" ketus Key.


__ADS_1


Akhirnya dengan terpaksa Bernard melanjutkan makannya karena perintah dari Key.



Di hotel, para gadis sudah selesai berdandan dan mereka semua turun ke bawah dengan kebaya kembaran yang di desain oleh Key sendiri.



Hari itu semua pakaian untuk keluarganya sengaja di buat berwarna ungu muda yang sangat cantik, dan gaun pengantin Belinda berwarna putih bersih.



“Wah, lihatlah para wanita-wanita ini sangat cantik-cantik sekali.” puji mami Khansa.



“Iya kak sasa benar! Mereka sangat cantik ditambah dengan kebaya rancangan Key.” Sambung mama Rose.



“Mami Khansa, di mana sih kak Key sebenarnya” tanya Elsa dengan nada yang kesal.



“Loh emangnya kamu ga tau kalau Key ke rumah Belinda untuk memakaikan gaunnya.” Ucap mami Khansa.



“Ha? kak Key ga ngasih tau apa-apa sama aku dan kak Lana mi.”



“Tentu saja tidak, karena kalau kalian ikut ke sana yang ada Key tidak bisa berkonsenterasi dengan pekerjaannya.” Ucap mama Rose.



“Ih mama ini malah bilang gitu sih? Emangnya kenapa aku dan kak Lana bisa mengganggu kak Key?” tanya Elsa yang tidak terima dengan ucapan mamanya.



“Sudah deh jangan mulai, kamu lagi Rose! Kamu ini sudah besar tau, masa iya berantem sama anaknya sendiri.” Ucap mami Khansa.



“Tau tuh mi, mama emang kayak gitu sama Elsa.”



“Sudah sudah, kamu, Lana dan Erina sebaiknya makan dulu sebelum acara di mulai, mami ga mau kalian semua kelaparan nanti.”



Akhirnya Elsa, Lana dan Erina menuruti ucapan mami Khansa untuk makan terlebih dahulu.



“Oh iya Erina, apa kamu sudah memiliki pacar di Paris?” tanya Lana.



“Engga kak, aku belum memikirkan soal itu, memangnya kenapa?” tanya Erina.



“Kak Lana tuh mau minta kenalin ke teman cowokmu gitu, biasalah dia jomblo akut!” sambung Elsa.



“Kurang ajar kamu Els! Aku ga jomblo akut ya!”



“Memangnya kak Lana tidak pernah memiliki pacar?” tanya Erina.



“Kak Lana tuh suka sama asisten pribadinya kak Bernard, namanya Jonathan, tapi sepertinya dia hanya bertepuk sebelah tangan saja.” celetuk Elsa.



“Diamlah kamu Elsa! Lana itu bertanya kepadaku bukan kamu! Kenapa jadi kamu yang menjawab.” Protes Lana.



“Aku senang berada di sini, ternyata kalian semua sangat dekat satu sama lain, selama ini aku berada di Paris kesepian.” Ucap Erina.



“Emang kamu tidak pernah bermain dengan teman-temanmu? Audrey misalnya? Bukankah kamu dan Audrey berada di satu kampus?” tanya Lana.



“Ssstt!! Kak Lana jangan membicarakan Audrey di sini.” Ucap Elsa sambil menaruh jari telunjuknya di bibirnya.



“Ha? emangnya kenapa?” tanya Lana yang tidak tau apa-apa.

__ADS_1


__ADS_2