MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
KHAWATIR


__ADS_3

Ken sedang berada di perusahaannya dan melakukan pekerjaannya yang menumpuk, tiba-tiba saja hpnya berbunyi, Ken melihat ada pesan masuk di hpnya.


Ken segera membuka isi pesan yang berasal dari nomer tidak di kenal itu dan terkejut saat membaca isinya.


"Aku tidak akan pernah membiarkan keluargamu bahagia!" isi pesan itu.


Ken yang tau kalau itu pasti dari Audrey seketika menjadi panik dan mengkhawatirkan keluarganya, namun akhirnya Ken mencoba untuk menenangkan dirinya dan segera menelfon Rey untuk datang ke perusahaannya.


"Kamu ini kenapa lagi manggil aku? Aku kan udah bilang kalau aku sudah sibuk dengan perusahaan papaku!" Protes Rey yang baru saja masuk ke dalam ruangan Ken.


"Kalau kamu mau berhenti harusnya kamu mencarikan pengganti untukku dulu! Jangan seenaknya aja kamu berhenti lalu pergi begitu saja, itu namanya tidak bertanggung jawab!" ketus Ken.


"Kamu fikir mencari penggantiku gampang?"


"Maka dari itu kamu masih harus berada di sini selama belum memiliki pengganti."


"Aish, sudahlah! Kamu kenapa memanggilku?" Tanya Rey.


"Aku ingin kamu mencari seseorang untuk menyelidiki sesuatu." ucap Ken.


Mendengar ucapan Ken membuat Rey menatapnya dengan tatapan aneh.


"Menyelidiki apa?"


"Tadi pagi Audrey ke rumahku."


"Apa!? Serius?" Tanya Rey yang tidak percaya.


Akhirnya Ken menceritakan semua kejadian yang di alami di rumahnya tadi pagi, Ken juga menceritakan bagaimana Audrey mengancam untuk bunuh diri dan lainnya.


"Wah! Gila emang tuh orang! Itu namanya obsesi bukan cinta!" omel Rey karena kesal setelah mendengar cerita dari Ken.


"Makanya aku takut kalau dia akan melakukan hal yang berbahaya, selama Audrey masih di Indonesia aku tidak bisa tenang." ucap Ken.


"Kalau begitu aku akan menyuruh orang untuk mengecek keberadaan Audrey lebih dulu." ucap Rey yang di balas anggukan oleh Ken.


Rey menelfon seseorang melalui hpnya, dia menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan Audrey secepatnya.


"Mereka akan segera menghubungiku setelah mengetahui info tentang Audrey, lalu bagaimana dengan Andini? Dia ada di mana sekarang?" Tanya Rey.


"Sepertinya dia ada di rumah, aku akan menghubungi orang rumah." ucap Ken yang langsung menekan nomer telfon rumahnya.


Setelah berdering cukup lama, akhirnya ada seseorang yang mengangkatnya.


"Halo?"

__ADS_1


"Mami? Mami ini Ken." ucap Ken yang mengenal suara maminya.


"Ken? Ada apa? Kenapa kamu ga telfon hp mami aja?" Tanya mami Khansa.


"Ken takut ganggu mami jadi Ken telfon ke rumah aja."


"Emangnya ada apa Ken?" Tanya mami Khansa.


"Ken mau bertanya mi, apa Andini ada di rumah?" Tanya Ken.


"Ga ada, Andini pergi ke butik bersama Key, kenapa?"


"Yaampun mami! Kenapa mami mengijinkan Andini keluar rumah?! Mami tau kan kalau Audrey masih ada di Indonesia?" ucap Ken.


"Lalu kenapa? Apa setiap Audrey di Indonesia Andini tidak boleh keluar rumah?" Tanya mami Khansa dengan santainya.


"Yaampun mami, kalau sampai Audrey mencelakai Andini dan Key bagaimana? Sepertinya dia sangat dendam dengan keluarga kita."


"Kenzo, mami tau kamu khawatir tapi orang tua Audrey pasti akan selalu memantaunya, apa lagi setelah kejadian tadi." jelas mami Khansa mencoba untuk menenangkan anak laki-lakinya itu.


Belum sempat Ken merespon ucapan maminya, tiba-tiba saja Rey mendapatkan telfon dari orang suruhannya itu.


"Apa!? Aku tidak perduli kalian harus mencari tau keberadaan Audrey sekarang juga!" teriak Rey.


"Halo mami, orang-orangku dan Rey tidak bisa mencari keberadaan Audrey, Ken akan mematikan telfonnya dulu ya mi, mami dan papi jaga diri di rumah." ucap Ken.


"Kamu dan Rey juga harus jaga diri, kalau ada apa-apa segera hubungi papi dan mami ya Ken, mami menunggu kabar darimu." ucap mami Khansa.


Setelah mendengar jawaban dari mami Khansa, Ken segera mematikan telfonnya dan menghampiri Rey.


"Bagaimana?" Tanya Ken.


"Kedua orang tuanya berada di hotel, tapi Audrey tidak ada di sana." ucap Rey.


"Apa!? Aku tidak ingin sampai Audrey melukai keluargaku Rey! Kita harus ke butik Key sekarang, Andini dan Key sedang berada di sana!" ucap Ken.


"Apa tidak sebaiknya kita berpencar saja? Aku akan ke rumahmu untuk melihat keadaan om Andra dan tante Khansa." ucap Rey.


"Tidak perlu, papi dan mami pasti aman karena berada di rumah yang di penuhi penjaga, apa lagi abang masih ada di rumah." ucap Ken.


"Baiklah kalau begitu, aku akan ikut denganmu ke butik." ucap Rey.


Akhirnya mereka berdua pergi ke butik untuk memastikan keadaan Key dan Andini.


***

__ADS_1


Saat di perjalanan pulang dari rumah keluarga papi Kalandra, Audrey meminta ijin untuk menginap di tempat temannya.


"Pa, biarkan Audrey menginap di tempat teman Audrey." ucap Audrey tiba-tiba.


"Teman? Kamu memiliki teman di sini?" Tanya Aldi yang tidak percaya.


"Dia adalah mahasiswi di kampus yang sama denganku, dia sedang melakukan pertukaran pelajar jadi dia ada di Indonesia." Jelas Audrey.


"Kamu memangnya tau di mana dia tinggal?"


"Tentu saja tau, aku dan dia sering sekali menghubungi satu sama lain." ucap Audrey.


"Papi tau bukan, kalau aku sedang stress, aku butuh teman untuk mengobrol dan menghiburku." lanjutnya.


Mendengar hal itu Aldi langsung berfikir untuk mengijinkan anaknya tinggal bersama temannya.


"Kalau begitu, hubungi temanmu dan katakan padanya kalau kami akan pergi ke rumahnya, kami akan mengantarmu ke sana." ucap Aldi.


Mendengar hal itu membuat Audrey senang sekali dan segera menghubungi temannya itu.


Setelah mengetahui alamat rumah temannya, akhirnya Aldi menyuruh supir taxi ke alamat rumah teman Audrey lebih dulu barulah mereka ke hotel.


"Kalau begitu kami titip Audrey, jangan sampai dia melakukan hal-hal bodoh." ucap Aldi.


"Iya om, om dan tante tenang saja, aku akan menjaga Audrey dengan baik." jawab teman Audrey hingga membuat perasaan Aldi tenang.


Namun tidak dengan mama Audrey, sejak tadi dia hanya diam tidak mengatakan apapun walaupun dia dan anaknya akan berpisah.


"Ma, kamu ini sebenarnya kenapa melamun terus sih?" Tanya Aldi.


"Aku hanya berfikir apa tidak berbahaya kalau Audrey tinggal terpisah dengan kita?" Tanya mama Audrey.


"Kenapa berbahaya? Memangnya apa yang bisa di lakukan oleh Audrey?" Tanya Aldi.


"Pa, tapi kondisi Audrey sekarang sedang tidak baik."


"Justru karena itu kita harus membiarkan Audrey bertemu dengan temannya agar dia bisa mengobrol bersama."


"Tapi firasatku tidak enak."


"Sudahlah, Audrey adalah anak kita dia tidak mungkin melakukan hal yang aneh!" tegas Aldi.


mama Audrey hanya bisa terdiam sambil menatap ke luar jendela.


"Mungkin kamu mengganggap firasatku tidak masuk akal, tapi percayalah bahwa firasat seorang ibu itu selalu benar, justru di saat seperti inilah kita harus ada di samping Audrey dan mendengar semua keluh kesahnya." Batin mama Audrey.

__ADS_1


__ADS_2