MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
HARI PERNIKAHAN


__ADS_3

Seminggu berlalu, semua orang sedang sibuk menyiapkan acara pernikahan Andini dan Ken yang akan di adakan dengan meriah di belakang halaman hotel bintang lima milik papi Kalandra. Pernikahan Andini dan Ken bertemakan garden party yang mengundang perhatian para wartawan.


Sedangkan Andini dan Ken sedang gugup di dalam kamar hotelnya masing-masing. Key, Elsa dan Lana selalu saja menemani Andini kemanapun sampai Andini merasa risih di buatnya.


“Kalian bertiga ini takut aku kabur bukan? Kenapa kalian selalu menemaniku?” tanya Andini.


“Kak, kakak ga mau Elsa temenin? Padahal kita itu bermaksud untuk membuat kak Andini tidak gugup.” Ucap Elsa.


“Bukan begitu, semua orang sedang sibuk di bawah, jika kalian berada di sini kasihan yang lain ga ada yang bantuin.” Ucap Andini.


“Tidak masalah Din, aku memiliki banyak karyawan sekarang, mereka yang bertanggung jawab untuk menyiapkan semua dekorasi pernikahanmu.” Ucap Key mencoba untuk membuat Andini tidak merasa khawatir.


“Baiklah kalau begitu aku hanya bisa pasrah saja karena aku tidak akan menang melawan kalian bertiga.” Ucap Andini sambil menggelengkan kepalanya.


Sedangkan di sisi lain, Kenan dan Rey sedang menemani Ken di kamarnya begitu pula dengan Bernard dan Jonathan yang baru saja kembali ke Indonesia dua hari yang lalu.


“Wah, sebentar lagi kamu tidak akan bisa leluasa bermain denganku Ken..” ucap Rey.


“Kenapa begitu? Tentu saja kamu bisa menghubungiku kapanpun kamu mau, aku akan menemanimu bermain.” Jawab Ken.


“Tentu saja tidak! Kamu harus memikirkan istrimu, apa dia mengjinkanmu keluar atau tidak, ingatlah kamu akan menjadi imam seseorang, dia akan menjadi tanggung jawabmu dan kamu tidak boleh sering-sering meninggalkannya!” tegas Kenan yang mendengar pembicaraan saudaranya itu.


“Nah dengerin sama orang yang sudah berpengalaman, kamu harusnya berada di kamar setiap detik agar istrimu cepat hamil seperti abangmu ini, top cer banget emang bisa langsung berbuah!” sambung Bernard.


“Sialan kamu Bernard! Apa kamu mau aku membatalkan pernikahanmu dengan adikku!” ketus Kenan.


“Wah jangan begitu kakak ipar! Aku sudah terlalu lama menunggu hari di mana aku bisa menabur benih dan menikmati buahnya.” Canda Bernard.


Semua orang yang ada di sana tertawa mendengar ucapan Bernard kecuali Kenan, dia kesal karena mendapat ejekan dari sahabatnya itu.


Setelah semua selesai, acara pun di mulai, Ken melakukan ijab qabul dengan lancar dan akhirnya Andini dan Ken pun sah menjadi pasangan suami dan istri dan mereka melakukan acara resepsi.

__ADS_1


Acara resepsi mereka hari itu sangat ramai sekali, desain dekorasi pernikahan yang sangat indah, seluruh keluarga dan rekan bisnis mereka berkumpul menghadiri acara pernikahan mereka berdua, bahkan seluruh keluarga dari Paris dan Jepang pun datang untuk menghadiri pernikahan mereka berdua.


Hari itu Andini dan Ken sama-sama gugup karena status mereka berdua sudah resmi menjadi suami dan istri, apalagi saat penghulu menyuruh Ken untuk mencium kening Andini itu adalah hal yang paling menegangkan, semua orang tertawa tetapi mereka berdua terbujur kaku setelah melakukan hal itu di hadapan banyak orang.


Hari sudah mulai malam, para tamu undangan pun mulai pulang satu per satu karena papi Kalandra memang tidak mengadakan acara sampai malam agar tidak membuat Andini yang baru keluar dari rumah sakit seminggu yang lalu itu tidak kelelahan.


“Syukurlah kalian berdua sudah menjadi suami istri sekarang, kamu mau tinggal di mana Ken? Di rumah mami dan papi dulu, atau di rumah milikmu sendiri? Mami sudah menyuruh orang untuk membersihkannya kemarin.” Ucap mami Khansa.


“Aku akan tinggal di apartment untuk sementara waktu mi, kita hanya berdua saja jadi menurutku lebih baik tinggal di tempat yang lebih kecil, apa kamu tidak masalah dengan hal itu Din?” tanya Ken kepada Andini yang ada di sebelahnya.


“Aku tidak masalah kok, dimanapun itu sama saja untukku.” Jawab Andini.


“Baguslah kalau begitu, papi sudah menyiapkan mobil untuk kalian berdua, segeralah pulang karena Andini sudah sangat lelah Ken.” Perintah sang mami.


“Baiklah mi, Ken akan segera membawa Andini pulang dan beristirahat.” Ucap Ken.


“Baiklah hati-hati ya menyetirnya Ken, Andini mami titip Ken ya karena dia itu kadang suka ceroboh.” Ucap mami Khansa yang di balas tawa oleh Andini.


Dari tempat acara pernikahan mereka sampai di apartment pribadi Ken, mereka sama sekali tidak berbicara sepatah katapun, mereka berdua sama-sama gugup dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan kedepannya.


“Turunlah, kita sudah sampai, kamu sudah tahu bukan di mana apartmentku? Kamu masuklah lebih dulu aku ada urusan sebentar saja di sekitar sini.” Ucap Ken memecahkan kesunyian di dalam mobilnya.


Andini hanya diam sambil membuka pintu mobil, Andini sangat kesulitan dengan gaun panjangnya terlebih semua penghuni apartment yang berlalu lalang melihat ke arah Andini hingga membuatnya sangat malu.


Dengan bersusah payah Andini menenteng gaun panjang berwarna putihnya dan berjalan masuk menuju apartment Ken tanpa memperdulikan orang yang melihatnya sepanjang jalan.


“Tau sih kalau kita menikah bukan karena cinta, tapi kan ga gini juga kali ya aku di cuekin begini.” Gumam Andini yang sudah menaiki lift.


Namun saat pintu lift hampir tertutup tiba-tiba saja ada tangan yang menghalangi hingga pintu lift tidak jadi tertutup.


“Ken? Kamu ga tau bahaya ya!” ketus Andini yang terkejut saat tangan Ken hampir terjepit pntu lift.

__ADS_1


“Maaf aku buru-buru ngeliat kamu kayaknya ribet banget sama gaunnya, sini aku pegangin.”


“Ga usah Ken aku bisa sendiri kok, kamu juga kayaknya ribet banget tuh!” ucap Andini yang melirik kantong plastik besar yang di bawa oleh Ken.


“Ah, ini makanan untuk kita, aku juga membelikan keperluan wanita karena tidak semua barang mami ada di apartmentku, jadi aku membeli beberapa.” Jelas Ken sambil membuka kantong plastik bawaannya kepada Andini.


Andini yang melihat hal itu sangat terkejut tidak percaya karena Ken membelikannya pembalut, alat mandi, pakaian dalam dan makanan untuknya.


“Tidak usah aneh, di sekitar apartment ini memang dekat sekali dengan pusat perbelanjaan, aku berlari membeli ini semua karena aku baru ingat kalau kamu tidak mengetahui kode apartmentku.” Ucap Ken.


“Hah? Bukannya apartmentmu memakai kartu?”


“Aku sudah menggantinya memakai kode, aku tidak mau sampai kamu kehilangan kartu atau ketinggalan kartu itu.” Ucap Ken.


Andini hanya mengangguk menandakan kalau dirinya mengerti ucapan Ken.


Sesampainya di lantai apartment Ken, mereka berdua segera turun dari lift dan berjalan menuju pintu apartment Ken.


“Lihatlah ini, kode apartmentku adalah hari ini, hari pernikahan kita!” ucap Ken.


Deg!


Mendengar hal itu membuat Andini menatap ke arah Ken yang berada di depannya, dia tidak menyangka kalau Ken akan menjadikan tanggal pernikahan mereka sebagai kode apartmentnya.


“K-kenapa kamu memakai tanggal pernikahan kita?” tanya Andini.


“Karena mulai hari ini kita akan hidup bersama, dan aku ingin mulai saat ini semua yang ada di apartmentku juga berkaitan denganmu.” Ucap Ken.


Andini terharu dengan ucapan Ken, setidaknya Ken tidak pernah menolak atau menjauh darinya, begitupun dirinya, dia tidak pernah merasa ingin menjauhi Ken atau menghindarinya, justru dia ingin sekali bisa dekat dengan Ken.


Sebenarnya Andini dan Ken sudah mulai memiliki perasaan satu sama lain sejak lama, hanya saja mereka berdua tidak pernah menyadarinya selama ini.

__ADS_1



__ADS_2