
“Apa kamu akan datang ke gallery seni itu? Di sana pasti ada Kalandra dan teman-temannya.” Ucap Ardi.
“Kenapa emangnya? Kalo ada Kalandra aku harus bersembunyi gitu?” ujar Robert.
“Hadehh, bukankah selama ini kamu juga pergi ke luar negeri untuk menjauhi Kalandra.” batin Ardi sambil menghela nafas.
“Sudahlah, aku ingin bersiap dan memakai pakaian bagus untuk bertemu dengan pujaan hati sekaligus adik iparku hahaha. Oh iya, kamu juga harus ikut bersamaku ke sana jadi segera bersiaplah.” Tegas Robert.
“Sepertinya kehidupanmu seperti di sinetron bert, ‘cinta pertamaku adalah adik iparku sendiri’ hahaha.” Ucap Ardi yang segera berlari meninggalkan Robert sebelum dirinya di marahi.
“Sialan kamu Ardi!!” teriak Robert yang kesal karena ucapan Ardi.
Robert segera menuju kamarnya untuk bersiap dan mengganti pakaian yang akan dia gunakan di acara itu.
***Rumah Kalandra***
“Sayang, kamu kok belum siap-siap sih?” tanya Kalandra kepada istrinya yang masih menggendong Key.
“Duh mas, acaranya juga masih lama kan? Sebentar lagi aku akan mandi dan segera bersiap. Anak-anak masih haus mas.”
“Itu gampang nanti mama kan memberi mereka ASI yang sudah kamu sediakan di kulkas sayang.”
“Kamu ini buru-buru amat sih mas, emang di sana dapet apaan kamu sampe buru-buru kayak gini.” Ucap Khansa sambil menaruh Key kembali ke tempat tidurnya.
“Aku mau kita berada di sana duluan sebelum Robert.” Ucap Kalandra.
Khansa terdiam mendengar ucapan suaminya, dia baru ingat jika Robert berada di sana juga dan Khansa sudah merencanakan sesuatu untuk mengubah situasi.
“Mas, aku mau bawa Rey ke acara itu ya.” ucap Khansa.
“Ha? kamu mau bawa Rey? Tumben sayang kamu ngajak anak-anak ke acara seperti ini?” ucap Kalandra heran.
“Kan kalo si kembar sudah sering kita ajak ke kantor dan melihat jalan, sedangkan Rey hanya diam di rumah bersama mama, jadi akum au bawa dia sekalian biar dia jalan-jalan juga mas.” Ucap Khansa.
“Bohong, kamu pasti merencanakan sesuatu kan?” tanya Kalandra dengan tatapan curiga.
“Engga sayang, aku merencanakan apapun kok.” Ucap Khansa meyakinkan suaminya untuk mempercayainya.
“Baiklah jika begitu, aku akan berbicara dengan mama jika kita akan mengajak Rey bersama kita.” Ucap Kalandra yang di balas anggukan oleh Khansa.
Setelah melihat suaminya keluar dari kamarnya, Khansa segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti bajunya.
__ADS_1
“Selama ini kalian saling menyerang satu sama lain tanpa bertemu, sekarang aku ingin kalian bertemu satu sama lain, aku ingin tau bagaimana reaksi kalian setelah tidak bertatap muka selama bertahun-tahun.” Gumam Khansa yang berdri di bawah pancuran air yang membasahi tubuh indahnya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Khansa segera keluar dengan menggunakan handuk yang terlilit di tubuhnya, Khansa berjalan ke ruang ganti di dalam kamarnya untuk mengganti baju yang akan dia pakai di acara resmi tersebut.

Setelah menyiapkan diri, Khansa segera beranjak ke kamar anak-anaknya untuk menyiapkan Rey yang akan ikut bersamanya ke acara itu.
“Sabarlah Rey, sebentar lagi kamu akan bertemu dengan papa kandungmu yang tidak mengakui bayi selucu ini, dia mungkin akan menyesal seumur hidupnya karena tidak mengakuimu.” Ketus Khansa sambil menatap baby Rey yang berada di gendongannya.
Setelah selesai menyiapkan Rey, Khansa turun ke bawah untuk menemui mama mertua dan suaminya.
“Mas, aku dan Rey sudah siap.” Ucap Khansa yang baru saja menuruni tangga.
“Sa, kamu yakin mau bawa Rey?” tanya Alisha.
“Hm ma, sasa yakin kok kasihan tau Rey di rumah terus yang di liat cuma mama, papa, bi Rini kapan dia liat jalanan ma.” Ucap Khansa.
“Baiklah jika begitu, hati-hati ya kalau emang kondisinya udah ga memungkinkan buat Rey kalian segera pulang.”
“Titip anak-anak ya ma, Andra sudah bilang pak Asep untuk menjemput Kenan ke sekolah nanti soalnya Ryan dan Edo juga akan pergi ke acara itu.” Ucap Kalandra.
“Kalian tenang saja, mama akan menjaga cucu-cucu mama dengan sangat baik.” Ucap Alisha.
Kalandra dan Khansa tersenyum mendengar ucapan Alisha dan segera keluar menuju mobilnya untuk berangkat ke gallery seni.
“Apa kamu tidak pernah bertemu dengan Robert semenjak terjadi kesalahpahaman di antara kalian?” tanya Khansa memecahkan keheningan di dalam mobil.
“Semenjak kuliah dia jarang pulang ke rumah, dia kuliah sambil bekerja. Sebenarnya mama dan papa sangat bangga padanya karena dia sudah bisa mandiri dan tidak pernah mengandalkan harta orang tuanya. Oh iya apa kamu mau mendengar sesuatu yang bersifat rahasia?” tanya Kalandra.
“Apa itu?” Khansa sangat penasaran dengan apa yang ingin di ucapkan suaminya itu.
“Sebenarnya dari dulu Robert sangat menginginkan perusahaan fashion yang sedang aku pegang. Mungkin dia juga semakin membenciku karena hal itu, padahal dia tidak tau jika sebenarnya perusahaan itu memang atas namanya sejak pertama kali papa dan mama mengadopsinya. Papa dan mama memang ingin memberikan perusahaan pertama yang papa bangun sendiri untuk anak pertamanya.” Jelas Kalandra.
“Tapi kenapa kamu tidak memberitahunya mas? Mungkin saja itu bisa membuat hubungan kalian kembali seperti dulu lagi.” Ucap Khansa.
__ADS_1
“Robert itu Egois sa, dia hanya akan percaya sama apa yang mau dia percaya. Kalo dasarnya dia percaya aku merebut perusahaan itu ya sampai kapanpun dia tidak akan mendengarkan ucapan orang lain.”
“Hubungan kalian benar-benar sangat rumit mas, aku bahkan tidak mengerti dengan kehidupan kalian di masa lalu.” Ucap Khansa sambil menggelengkan kepalanya.
Selama di perjalanan Rey tertidur nyenyak dan tidak melihat pemandangan yang ada di hadapannya dan membuat Khansa menjadi merasa bersalah karena membawa Rey saat waktu tidurnya.
“Mas, kok Rey malah tidur sih padahal kan aku pengen lihat dia tertawa melihat jalanan di depannya.” Ucap Khansa dengan nada lemas.
“Ya lagian kamu bawa dia pas waktunya dia tidur siang sayang, ya iyalah dia tidur.”
“Emang masih lama ya mas nyampenya?” tanya Khansa.
“Engga kok sayang, sebentar lagi kita sampai kok. Aku yakin kamu akan menyukai tempat ini.” ucap Kalandra.
“Benarkah? apa kamu tau jika aku menyukai lukisan?”
“Tentu saja, apa yang tidak aku ketahui tentangmu.” Ucap Kalandra dengan percaya diri.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka sampai di gallery seni yang mereka tuju. Saat itu juga Rey terbangun dari tidur lelapnya dan bingung melihat keramaian yang ada di hadapannya.
“Mas, lihatlah Rey terbangun lucu sekali dia kebingungan melihat orang-orang yang ada disini.” ucap Khansa.
“Iya sayang, kamu tetap di sebelahku ya aku tidak ingin kamu di tabrak oleh laki-laki lain lagi.” Ketus Kalandra.
“*Maaf mas, tapi hari ini aku yang aka menabrak laki-laki demi kebaikan keluarga kita*.” Batin Khansa sambil melihat suaminya dengan senyum manis yang terpampang di wajahnya.
Kalandra dan Khansa masuk ke dalam gallery dan berjalan perlahan sambil melihat-lihat lukisan yang ada di gallery tersebut.

“Sayang, apa kamu ingin tau Robert?” bisik Kalandra kepada Khansa.
“Mana mas? Apa dia benar-benar ada di sini?” tanya Khansa sambil melihat ke sekeliling ruangan.
“Iya, dia ada di atas bersama dengan Olivia.”
“Olivia? Olivia adiknya tuan Aldi?” tanya Khansa sambil melihat ke arah yang sudah di tunjuk oleh Kalandra.
“Bagus, akan lebih mudah untukku menjalankan rencana yang sudah aku atur.” Batin Khansa sambil tersenyum licik.
__ADS_1