MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (KEPERGIAN KEN)


__ADS_3

Hidup ini sengaja dibuat tidak mudah, untuk memisahkan orang yang mau berupaya, dari orang yang hanya suka mengeluh.




Pagi harinya, semua keluarga Kalandra ikut ke bandara untuk mengantar kepergian Ken ke Paris, Rey juga ikut ke bandara untuk mengantar kepergian saudara sepupunya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1609247694542.jpg)



“Kamu jaga diri baik-baik ya sayang, kalau ada apa-apa segera hubungi papi dan mami.” Ucap mami Khansa.



“Iya mami siap..”



“Jangan macem-macem, jangan mengikuti pergaulan yang tidak benar di sana ya sayang..” lanjut mami Khansa.



“Siap mi, mami juga jaga kesehatan ya jangan bosan kalau Ken sering menghubungi mami nanti. Jangan lupa untuk minum vitamin dan jangan lupa mengingatkan papi minum vitamin juga ya mi..” ucap Ken.



“Sudahlah mi, gantian kali ngucapin salam perpisahannya..” protes papi Kalandra.



Mami Khansa yang mendengar protes dari suaminya itu hanya menggelengkan kepalanya dan memberikan waktu untuk suaminya berbicara kepada anak laki-lakinya.



“Papi percaya kamu akan lebih sukses dibandingkan dengan papi dan abangmu! Terimakasih karena tidak mengecewakan papi!” ucap papi Kalandra lalu memeluk anaknya dengan erat.



“Dasar papi, dulu aku yang dipuji-puji di depan Ken, sekarang papi malah memujinya di depanku, huh.” Protes Kenan dengan nada bercanda yang di balas tawa oleh semuanya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1609247694536.jpg)



“Kamu harus menepati semua janjimu denganku ya Ken! Harus!” ketus Key.



“Apa kamu tidak ingin memelukku?” goda Ken.



Akhirnya Key yang tadinya memalingkan wajahnya sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya langsung berjalan ke arah saudara kembarnya dan memeluknya dengan erat.



“Sudahlah, sebentar lagi jam keberangkatan Ken harus segera check in agar tidak terlambat.” Ucap Kenan mengingatkan.



Semuanya mengangguk mengerti akan peringatan yang di beritau oleh Kenan, lalu menyuruh Ken untuk segera masuk ke dalam.



“Ingat, jaga diri baik-baik. Aku akan menyusulmu ke sana setelah semua pekerjaan di sini selesai.” Ucap Kenan yang di balas anggukan oleh Ken.



Ken menghampiri Rey dan memeluk saudara sepupunya itu.



“Jaga Key baik-baik ya Rey, aku percayakan dia kepadamu!” ucap Ken yang di balas angukan oleh Rey.



Mereka semua saling melambaikan tangan kepada Ken hingga punggung Ken tidak terlihat lagi dan mereka memutuskan untuk kembali.



Di luar bandara, Kenan sudah menyuruh dua orang petugas valet untuk mngambil mobilnya dan mobil papinya. Kenan juga berpamitan dengan kedua orang tuanya untuk langsung berangkat ke perusahaan.



“Pi, mi, Key berangkat kuliah dulu ya bareng abang. Papi dan mami pulang sama Rey ya.” Pamit Key sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


__ADS_1


“Iya sayang, hati-hati ya jangan nakal.” Ucap mami Khansa sambil mencium kening putrinya itu, begitu pula dengan papi Kalandra.



Setelah petugas valet datang, Kenan segera menuntun papi dan maminya untuk menuju ke mobil mereka.



“Kamu fikir papi dan mamimu ini sudah berumur ratusan tahun sampai harus di tuntun hanya untuk ke mobil?” protes papi Kalandra.



“Kan ga ada salahnya pi, tapi ya ga ratusan tahun juga lah orang papi masih gagah begini!” puji Kenan.



“Dasar anak nakal!” ucap papi Kalandra sambil memukul pundak anak sulungnya itu.



“Hati-hati ya bang, Key.” Ucap Rey lalu masuk ke dalam mobil.



Setelah melihat keberangkatan kedua orang tuanya, Kenan megajak Key untuk masuk ke dalam mobil.



Drrtt,, drrtt,,



Sebelum masuk ke dalam mobil, Key mendapatkan telfon dari orang yang tidak di kenal. Awalnya Key tidak memperdulikannya dan mematikan panggilan itu, namun nomer tersebut menelfon kembali hingga akhirnya Key mengangkat telfon itu.



“Sebentar ya bang, Key mau angkat telfon dulu.” Ucap Key yang di balas anggukan oleh Kenan.



“Siapa sih yang menelfon, ga tau orang lagi buru-buru apa.” Gumam Key lalu mengangkat hpnya.



Key tidak berbicara apapun, karena ia takut jika orang yang menelfonnya adalah orang jahat yang bisa menghipnotis lewat telfon.




Key merasa bingung karena ada laki-laki yang tiba-tiba saja menelfonnya.



“Ini siapa!?” ketus Key.



“Wah, jangan judes jadi cewek nanti ga laku-laku loh.” ejek laki-laki itu.



“Maaf kalau kamu menghubungiku hanya untuk bercanda aku tidak punya waktu!” tegas Key lalu ingin mematikan telfonnya namun ia mendengar suara laki-laki itu memohon untuk tidak mematikannya.



“Cepat bicaralah!” ucap Key yang sudah mulai tidak sabar.



“Apa kamu tidak menginginkan dompetmu kembali?” tanya laki-laki itu yang tidak lain adalah Bernard.



“Kau! Jangan-jangan kau itu om-om yang aku temui di café waktu itu?!” ucap Key dengan nada sedikit meninggi dan membuat Kenan menoleh ke arah adik perempuannya.



“Stt,, tidak usah berteriak seperti itu gadis kecil! Kamu tidak ingin dompetmu kembali?” tanya Bernard.



“Tentu saja mau! Cepat katakan apa yang kau inginkan!? Apa kamu ingin uang?” tanya Key.



“Hahaha, tenang saja! aku tidak membutuhkan uangmu, karena uangku sudah sangat banyak dan bisa untuk membelimu!” ucap Bernard dengan tawa yang menyebalkan hingga membuat Key kesal.



“Kau! Lihat saja jika aku memberitahu hal ini kepada abangku!” ketus Key.


__ADS_1


“Silahkan! Aku tidak perduli. Tapi semua kartu-kartu penting di dalam dompetmu akan hangus terbakar.” Jawab Bernard.



“Baiklah apa maumu cepat katakan!”



“Temui aku nanti siang di perusahaan Sanjaya, dan aku ingin kamu datang tepat waktu!” tegas Bernard.



“Tunggu! Lalu bagaimana aku bisa menemuimu jika aku tidak mengetahui namamu dan juga pekerjaanmu di perusahaan itu!”



“Bilang saja jika kamu adalah wanita dari CEO perusahaan Sanjaya.” Ucap Bernard dengan santai.



“Gila! Mana ada yang percaya anak kecil sepertiku adalah wanita om-om tua sepertimu!” ketus Key.



Bernard semakin kesal mendengar celotehan Key yang selalu memiliki jawaban dari perkataannya.



“Sudahlah, pokoknya datang tepat waktu! Jam 12 tepat!” tegas Bernard lalu mematikan telfonnya.



“Halo? Halo? Om? Ihh kurang asem banget main matiin seenak jidatnya!” ucap Key yang kesal karena laki-laki itu mematikan telfonnya dengan seenak jidatnya.



Kenan yang melihat adiknya itu kesal menjadi semakin penasaran dan menghampirinya untuk menangyakan apa yang terjadi padanya.



“Ada apa Key? Apa ada masalah?” tanya Kenan.



“Tidak bang, ayo kita berangkat jangan sampai terlambat.” Ucap Key yang di balas anggukan oleh Kenan lalu mengajak adiknya masuk ke dalam mobil.



Sepanjang jalan Kenan merasa ada yang aneh dari adiknya itu karena Key yang biasanya tidak pernah berhenti berbicara hari itu menjadi lebih tenang.



“Key, kamu beneran ga apa-apa?” tanya Kenan memecah lamunan Key.



“Tidak bang tidak ada masalah. Oh iya abang tau perusahaan Sanjaya?” tanya Key.



“Hm? Sanjaya? Tentu saja tau karena perusahaan itu adalah perusahaan terbesar setelah perusahaan kita kalau di indonesia, dan perusahaan terbesar nome satu sebelum perusahaan kita di Jepang.” Jelas Kenan.



“Ah benarkah? jadi perusahaan itu cukup besar juga ya.” gumam Key yang masih bisa di dengar oleh Kenan.



“Memangnya ada apa Key? Apa kamu memiliki masalah dengan salah satu orang di perusahaan itu? Abang akan menghubungi teman abang jika memang begitu, agar dia bisa mengurusnya.” Ucap Kenan.



“Tidak bang, aku hanya bertanya saja karena teman-temanku selalu menyebutkan perusahaan kita dan perusahaan Sanjaya untuk dijadikan tempat magang.” Ucap Key berbohong.



Kenan yang mendengar pnjelasan adiknya itu hanya bisa menganggukkan kepalanya tanpa bertanya apapun lagi.



Setelah sampai di depan kampus, Key segera turun dari mobil dan berpamitan kepada abangnya.



“Bye abang! Jangan jemput Key ya, Key akan pulang dengan Lana nanti.” Ucap Key sambil melambaikan tangannya kepada abangnya.



"Baiklah, hati-hati ya segera hubungi abang jika ada sesuatu." ucap Kenan lalu melajukan mobilnya kembali.



Key sudah tidak memperdulikan tatapan orang-orang yang melihat aneh kepadanya lagi, selama mereka tidak menyentuhnya, Key tidak akan memperbesar masalahnya.

__ADS_1


__ADS_2