MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
PERMINTAAN MAAF 2


__ADS_3

Mungkin memang sudah tidak bisa diubah. Namun jika kamu memberi aku satu kesempatan lagi, Aku akan berubah menjadi lebih baik.




Brughh!!



Kalandra memukul Robert tepat di wajahnya hingga membuat semua orang terkejut dan ketakutan.



“Andra!” teriak mama Alisha.



“Apa ma!? Apa mama akan membelanya setelah semua yang sudah ia lakukan kepada keluarga kita!?” tegas Kalandra.



“Bi Rini, tolong bawa Khansa dan Kenan ke atas dan bantu Khansa mengobati lukanya.” Perintah Kalandra kepada bi Rini yang di balas anggukan oleh bi Rini.



Melihat bi Rini yang sudah membawa Khansa dan Kenan ke kamar, Kalandra kembali menatap Robert dengan sinis dan kembali memukul wajahnya dengan keras.



“Ndra sudah Ndra! Dia kakakmu!” teriak mama Alisha yang pipinya sudah basah oleh air mata.



“Karena dia kakakku ma makanya dia harus di beri pelajaran! Pukulanku tidak akan cukup untuk membalas semua penderitaan yang sudah kita lewati selama ini.”



Robert yang tadinya jatuh tersungkur segera berdiri dan menghampiri Kalandra. Mama Alisha takut jika akan ada pertengkaran di antara kedua anaknya.



“Robert sudah! Jangan seperti ini! mama tidak ingin ada perteng…” suara mama Alisha terhenti karena melihat adegan yang selama ini sangat di impikannya.



Robert tiba-tiba memeluk Kalandra dengan sangat erat, semua orang termasuk Kalandra terkejut mendapatkan perlakuan seperti itu dari Robert.



“Pukul lah sekeras dan sebanyak yang kamu mau Ndra, aku akan menganggap ini adalah hadiah untuk kedatanganku kemari.” Ucap Robert.



Air mata Kalandra tumpah, dia sudah tidak bisa menahan air mata yang dari tadi dia pendam begitupula dengan papa Arnold yang dari tadi hanya mengamati mereka, namun melihat perdamaian kedua anaknya hatinya menjadi damai dan tidak terasa air matanya menetes begitu saja.



“Apa kamu harus sejahat itu dengan keluargaku kak? Apa kamu tau aku hampir saja mati dan melupakan keluargaku karena ulahmu? Hikss..”



“Maaf, aku akan menebusnya. Aku akan menyerahkan diri ke polisi setelah ini.” ucap Robert.



“Tidak perlu kak! aku akan mencabut laporanku dan akan membebaskan Hani. Setelah ini kamu hanya perlu berurusan dengan Hani.” Ucap Kalandra.



“Aku akan menikahinya setelah ini!” pernyataan Robert membuat semua orang terkejut untuk ke sekian kalinya kecuali Ardi.



“*Hah, aku yakin semua orang akan terkejut mendengarnya*.” Batin Ardi.



“Apa kakak yakin?” tanya Kalandra yang di balas anggukan oleh Robert.



Khansa yang sudah selesai di obati kembali turun ke bawah dengan menggendong Rey dan diikuti oleh Kenan di belakangnya.

__ADS_1



“Sayang, apa kakimu sudah baik-baik saja?” tanya Kalandra yang menghampiri istrinya untuk membantunya berjalan.



“Aku baik-baik saja mas.” Ucap Khansa meyakinkan suaminya.



“Kenan kamu kok ikut mami turun?” tanya Kalandra kepada anaknya yang berada di belakang Khansa.



“Kenan mau lindungin mami biar ga berdarah lagi pi!” tegas Kenan.



Khansa dan Kalandra tersenyum mendengar ucapan Kenan yang sangat tulus itu. Robert menghampiri Kenan dan berjongkok tepat di hadapan Kenan.



“Kenan sayang, maafkan om Robert karena om Robert yang sudah menyuruh orang untuk menculikmu saat itu.” Robert mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Kenan dengan tulus.



“Kenapa om Robert jahat sama papi, mami dan Kenan?!” ketus Kenan.



“Maaf, om Robert saat itu di penuhi oleh dendam saat om Robert tau jika om Robert bukan anak kandung dari kakek dan nenekmu.” Ucap Robert dengan nada sedih.



Kenan memeluk Robert secara tiba-tiba dan membuat Robert terkejut, Kenan melepaskan pelukannya dan menyentuh pipi omnya itu untuk menghapus air mata yang membasahi pipinya.



“Kenan juga bukan anak kandung papi om,” ucapan Kenan membuat Robert terkejut mendengarnya karena dia belum mengetahui jika Kenan bukanlah anak kandung Kalandra.



“Tapi Kenan ga dendam sama papi dan mami, pertamanya Kenan sedih dan marah sama papi dan mami karena mereka ga ngasih tau Kenan langsung, tapi mami ngasih tau Kenan walaupun Kenan bukan anak kandung papi dan mami, mereka juga tetap menyayangi Kenan seperti anak kandungnya sendiri, Kenan ga pernah kekurangan kasih sayang papi dan mami om. Bukankah kakek dan nenek juga sayang sama om Robert?” ucap Kenan.




“*Dia bahkan lebih kecil dariku saat mengetahui tentang kebenaran itu. Bagaimana bisa dia setegar itu menghadapi kenyataan yang di alaminya*.” Batin Robert.



“Apa Kenan akan memaafkan om Robert?” tanya Robert.



Kenan menoleh ke arah papi dan maminya, mereka tersenyum dan memberi anggukan kepada Kenan. Setelah mendapat persetujuan dari papi dan maminya akhirnya Kenan mau memaafkan kesalahan Robert.



“Terimakasih banyak karena mau memaafkan kesalahan om Robert ya sayang, om janji akan berubah menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya.” Ucap Robert dengan tulus dan di balas senyuman oleh Kenan.



Robert berdiri dan menghampiri Khansa yang sedang menggendong Rey. Robert menatap dalam ke wajah Rey begitu pun dengan Rey yang menatap wajah Robert lalu tersenyum bahagia. Robert sangat senang mendapatkan senyuman manis dari anak laki-lakinya itu.



“Apakah dia benar-benar anakku?” tanya Robert yang di balas anggukan oleh Khansa.



Robert merentangkan tangannya untuk mencoba menggendong Rey. Khansa memberikan Rey untuk di gendong oleh Robert.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1607745566318.jpg)



Kalandra mendekati istrinya dan merangkul tubuh istrinya.


__ADS_1


“Apakah dia mirip denganku?” tanya Robert yang entah untuk siapa pertanyaan itu di lontarkan.



“Sangat kak, sangat mirip hingga membuat semua orang langsung percaya jika Rey adalah anak kak Robert.” Ucap Khansa dengan lembut.



Robert menoleh ke arah Khansa, pandangan matanya menuju bawah dan melihat kaki Khansa yang terluka akibat terkejut akan kedatangannya.



“Untuk kakimu, aku sungguh minta maaf ya Khansa. Aku tidak tau jika kamu akan se kaget itu melihatku seperti melihat setan saja.” ucap Robert di selingi candaan untuk mencairkan suasana yang canggung itu.



“Bahkan Khansa lebih takut melihat kakak dari pada hantu!” ketus Kalandra.



Khansa menatap suaminya dan menggelengkan kepalanya meminta suaminya agar tidak memulai perdebatan.



“Aku anggap itu pujian ya Ndra, kamu lebih baik hati-hati karena awal bertemu dengan Khansa aku sudah jatuh hati kepadanya, jadi aku siap menerima Khansa jika kamu meninggalkannya.” Ucap Robert sambil tersenyum sinis.



Kalandra membulatkan matanya mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Robert, dia ingin sekali memukul Robert dengan keras namun di tahan oleh Khansa.



“Robert sudahlah, jangan membuat adikmu semakin emosi. Lebih baik kamu duduk dan menceritakan bagaimana perkembangan bisnis yang kamu jalani.” Ucap papa Arnold.



“Papa! Bagaimana bisa di saat seperti ini kamu masih sempat berbicara tentang bisnis!” tegas mama Alisha.



“Lebih baik kamu membersihkan diri dan bersiap untuk menjemput calon istrimu keluar dari penjara sayang.” ucap mama Alisha kepada anak sulungnya itu.



Robert baru saja mengingat tentang hal itu. Dia segera memberikan Rey kepada Khansa kembali dan ingin berpamitan untuk meninggalkan rumah Kalandra.



“Kak Robert mau kemana?” tanya Khansa yang bersiap untuk berjalan keluar.



“Mau pulang untuk membersihkan diri dan menjemput Hani.” Ucap Robert.



“Mandi di sini aja kak, kakak bisa pakai baju mas Andra. Iyakan mas?” ucap Khansa menoleh ke arah Kalandra dengan senyum manisnya.



“Sayang,,” protes Kalandra kepada istrinya namun dia tidak bisa membantah ucapan istrinya.



“Baiklah, aku akan mengambilkan baju untukmu nanti.” Ucap Kalandra dengan malas.



Robert tersenyum melihat tingkan adiknya itu dan menyetujui untuk mandi di rumah Kalandra.



“Kak, dia teman kakak?” tanya Khansa sambil melihat Ardi yang masih berdiri di depan pintu.



“Oh iya, namanya Ardi.”



“Suruh dia masuk dan duduk di dalam saja kak selagi menunggu kakak bersiap.”


__ADS_1


“*Akhirnya mereka menyadari keberadaanku dan menyuruhku masuk juga*.” Batin Ardi.


__ADS_2