MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
MAGANG 2


__ADS_3

“Papa! Papa tidak tahu kalau anakmu sebentar lagi akan gila karena perang batin!” gumam Elsa sambil menatap gedung yang sangat tinggi di hadapannya.


Elsa masih menatap gedung tinggi yang berada di hadapannya dengan tatapan malas.


"Huh, padahal masih besaran gedung perusahaan papi Kalandra, tapi aku sangat gugup dan merasa kecil saat melihat gedung ini." gumam Elsa yang mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam perusahaan Robert.


Elsa berjalan menuju receptionist dan memberitahu kalau dirinya datang untuk magang di perusahaan itu.


"Ada yang bisa kami bantu nona?" Tanya receptionist itu dengan sopan.


"Om Robe.. Eh maaf maksudnya tuan Robert bilang kalau dia sudah memasukkan nama saya sebagai karyawan magang di perusahaan ini, nama saya Elsa." ucap Elsa yang hampir saja memanggil Robert dengan sebutan om.


"Ah anda nona Elsa? Silahkan anda bisa langsung naik ke lantai paling atas di lantai 10 nona."


"Lantai paling atas? Bukankah itu adalah lantai untuk CEO? Maaf kalau boleh saya tau di kertas itu saya magang di bagian apa ya?" Tanya Elsa.


"Nona magang sebagai sekretaris pribadi CEO nona, sekretaris pribadi CEO kami sendiri yang akan mengajari anda." jelas receptionist tersebut.


"Baiklah terimakasih banyak untuk informasinya."


Setelah mengucapkan terimakasih kepada receptionist tersebut, Elsa segera menaiki lift dan menekan tombol 10 untuk menuju ke lantai paling atas.


"Bagaimana ini, kenapa aku harus langsung di taruh di lantai yang sama dengan kak Rey! Dia pasti akan langsung memberiku tatapan mematikannya!" gumam Elsa yang benar-benar sudah kehilangan separuh nyawanya.


Ting! Mendengar suara lift terbuka rasanya sudah seperti peringatan untuk Elsa kalau dia harus menyiapkan mentalnya.


"Permisi nona, ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang wanita cantik yang ada di hadapannya, dia seperti masih seumuran dengan Rey.


"Saya di sini sebagai karyawan magang nona, katanya saya harus datang kemari."


"Ah begitu, silahkan anda bisa masuk ke dalam untuk bertemu CEO kami lebih dulu."


"Nona! B-bisakah kita langsung saja tanpa harus bertemu dengan CEO perusahaan ini?" Tanya Elsa yang benar-benar sudah sangat gugup.


"Tidak bisa nona, CEO kami harus tahu siapa orang yang akan magang di perusahaannya."


Wanita itu berjalan melewati Elsa dan mengetuk pintu ruangan CEO dengan santainya lalu membuka pintunya.

__ADS_1


"Selamat pagi Rey, ada tamu yang harus bertemu denganmu." ucap wanita itu dengan senyum manisnya.


Rey yang sedang serius dengan lembaran di atas mejanya langsung mengangkat kepalanya dan tersenyum ramah ke arah sekretaris pribadinya.


Elsa yang masih berada di luar bisa melihat senyuman ramah Rey dari sela-sela tirai jendela ruangan itu.


"Aku kira dia memang tidak pernah tersenyum kepada wanita manapun selain keluarganya, tapi ternyata dia tidak tersenyum hanya kepadaku saja, bahkan sekretarisnya memanggil namanya dengan santai." batin Elsa dengan tatapan sendunya.


"Siapa tamu yang datang pagi-pagi sekali Karina?" Tanya Rey yang masih dengan senyumannya.


"Karyawan magang yang baru, dia datang sebagai sekretaris di sini."


"Sekretaris? Tapi papa tidak mengatakan apapun padaku, suruh dia masuk ke dalam biar aku bertanya langsung padanya." ucap Rey.


Karina menyuruh Elsa masuk ke dalam ruangan Rey, namun saat Elsa masuk ke dalam hatinya terasa sakit rasanya jantungnya berhenti saat dirinya melihat dengan jelas bagaimana perubahan ekspresi di wajah laki-laki yang selama ini dia cintai secara diam-diam.



"S-selamat pagi kak,, maaf maksudnya tuan Rey." sapa Elsa yang benar-benar berusaha untuk menahan perasaannya.


"Tentu saja Rey, kalau ada apa-apa silahkan bicara padaku." ucap Karina sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan ruangan Rey.


Setelah kepergian Karina, Rey kembali menatap tajam ke arah Elsa yang berada di hadapannya.


"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Rey dengan nada dinginnya.


"Aku ke sini untuk menjadi karyawan magang kak."


"Magang? Apa kuliahmu sudah selesai?" Tanya Rey yang di balas gelengan kepala oleh Elsa.


"Lalu bagaimana bisa kamu magang di sini kalau kamu belum lulus kuliah?"


"Papa dan om Robert yang menyuruhku untuk magang di sini."


Mendengar ucapan Elsa akhirnya Rey langsung menghubungi papanya untuk meminta penjelasan tentang magang Elsa.


Setelah mengkonfirmasi kebenaran tentang magang Elsa, akhirnya Rey menyuruh Karina untuk memberitahu apa saja yang harus dia lakukan saat menjadi sekretaris.

__ADS_1


"Kamu bisa mengatasinya kan Karin?" Tanya Rey untuk yang ke sekian kalinya.


"Tentu saja bisa Rey, kamu meragukanku?" Tanya Karina.


Rey hanya tersenyum menanggapi ucapan sekretarisnya itu.


"Huh, aku bukan meragukan dirimu, tapi aku meragukan orang yang akan kamu ajari Karina?" Batin Rey.


"Apa seburuk itu aku di matanya, sampai dia bertanya berkali-kali?!" Batin Elsa yang akhirnya mengikuti Karina keluar dari ruangan Rey.


Setelah memastikan Elsa dan Karina sudah benar-benar keluar dari ruangannya, Rey kembali menghubungi papanya.


"Ada apa lagi Rey?" Tanya Robert dari sebrang telfon.


"Papa kenapa mengijinkan Elsa magang di perusahaan kita?" Tanya Rey.


"Kenapa memangnya? Elsa anak yang pintar kok dia juga sudah kami anggap sebagai keluarga Rey, lalu apa salahnya kita mengajarinya?"


"Tapi Rey juga baru belajar pa, Karina juga baru lulus masa magangnya sebulan yang lalu."


"Justru karena kalian semua masih sama-sama belajar jadi papa bisa melihat bagaimana kamu memajukan perusahaan papa dengan karyawan yang masih baru."


"Tapi Elsa anak manja pa, dia tidak akan bisa bekerja sebagai bawahan! Dia hanya bisa bekerja menjadi CEO di perusahaan papanya."


"Sebenarnya kamu ini kenapa sih Rey? Sepertinya kamu tidak menyukai Elsa."


"Bukannya tidak suka pa, hanya saja Rey tidak mau bekerjalah dengan anak manja sepertinya, papa tau sendiri kan saat pertama kali dia pindah ke Indonesia? Dia melakukan apapun untuk menarik perhatian semua orang."


"Lalu kenapa? Menurut papa hal yang wajar untuk anak SMA yang ingin mendapat perhatian! Semua anak muda pasti ingin di perhatikan Rey, hanya saja caranya yang berbeda, mungkin Elsa ingin mendapatkan perhatian dengan caranya sendiri."


"Dia bahkan selalu mengikuti kemanapun aku pergi saat SMA pa! Dia itu sudah seperti penguntit!"


"Rey! Sudahlah, papa tidak mau tahu bagaimana pun juga kamu harus bertanggung jawab mengajari Elsa untuk bekerja dengan benar!" tegas Robert yang langsung mematikan telfon dari anaknya itu.


Rey yang kesal langsung menaruh hpnya di atas meja dan bersandar di kursi kerjanya dan memejamkan kedua matanya.


"Entah kenapa aku selalu di pertemukan dengan gadis manja itu terus menerus." gumam Rey.

__ADS_1


__ADS_2