
Dalam cinta, ketika ada yang berbeda, jangan mencari siapa yang salah, karena kamu dan dia adalah tim yang sama dengan tujuan yang sama.
Dirumah, Khansa sedang bersiap untuk melakukan pemeriksaan kandungan, setelah mandi Khansa berniat untuk membangunkan Kalandra namun Khansa terkejut saat memegang wajah suaminya yang panas tinggi.
“astaga mas, kamu panas banget. Aku panggilin dokter ya” ucap Khansa dan ditahan oleh Kalandra
“jangan, aku gapapa kok. Kamu hari ini harus periksa, ayo aku antar tunggu aku akan bersiap dulu.”
“engga. Aku sama mama aja nanti periksanya, sekarang aku mau panggil kak Anita sekarang!”
Kalandra sudah tidak bisa membantah perintah istrinya itu, ia akhirnya menyetujuin Khansa untuk memanggil dokter Anita.
“halo kak Anita?”
“loh Khansa?”
“iya kak ini aku Khansa pake hpnya mas Andra.”
“ada apa sa?”
“anu mbak, apakah kak Anita sibuk?”
“aku ada jadwal operasi 1 jam lagi, ada apa sa?”
“mas Andra sakit kak, panasnya tinggi banget. Aku mau minta tolong kak Anita untuk datang kerumah.”
“rumah Andra? Oke, sebentar lagi aku kesana, mungkin sekitar 25 menit lagi aku akan sampai disana”
“baiklah aku tunggu, terimakasih banya kak.”
“sama-sama sa”
Setelah mematikan telfonnya, Khansa langsung menghampiri mama Alisha di kamarnya untuk memberi tahu jika Kalandra sakit.
“ma, Khansa boleh masuk?” ucap Khansa dari luar kamar mama Alisha yang saat itu pintunya sedang tidak ditutup.
“boleh sayang, masuklah”
“ma, nanti mama anter Khansa periksa kandungan ya?”
“loh emang Andra kemana sa?”
“mas Andra sakit ma, tadi aku udah telfon kak Anita untuk kerumah.”
“baguslah, kamu tidak perlu khawatir, Andra pasti hanya kelelahan karena pekerjaannya sangat banyak.”
“iya ma, aku tinggal ke kamar lagi ya ma, aku ingin menemani mas Andra dan menunggu kak Anita datang.”
“baiklah, mama juga akan bersiap untuk mengantarmu setelah itu mama akan ke kamar Andra untuk melihatnya”
Khansa hanya mengangguk dan tersenyum lalu meninggalkan mama Alisha di kamarnya. Sebelum ke kamar, Khansa membuatkan bubur untuk suaminya terlebih dahulu, karena ia tau jika suaminya akan meminum obat setelah diperiksa dan sebelum itu suaminya harus makan.
“mas, aku buat bubur buat kamu. Makan dulu ya biar perutnya ga kosong nanti pas mau diperiksa” ucap Khansa lalu duduk di sebelah Kalandra
“bangunlah, aku akan menyuapi kamu mas” Khansa membantu suaminya dan siap untuk menyuapinya.
Kalandra bangun dengan bantuan Khansa dengan lemas, badannya terasa sangat panas.
“ayo mas, aaaa..” ucap Khansa

Kalandra memakan bubur buatan istrinya dengan sangat lahap sampai dokter Anita sampai di rumah mereka.
“Assalamualaikum..” ucap Anita yang sudah berada di depan kamar
“loh kak Anita, aku sampe ga sadar loh”
“ya gimana mau sadar orang lagi adegan romantis gini, akumah apa atuh hanya butiran debu~”
“apaan sih Nit, makanya cepetan nembak Edo.” Ucap Kalandra
__ADS_1
“lah jangan ditembak mas, kasihan kak Edo nanti dia mati” ucap Khansa polos
Mendengar perkataan Khansa yang polos itu, Kalandra dan Anita saling tatap lalu tertawa terbahak-bahak.
“hahaha, astaga Ndra ternyata kamu benar-benar menikah dengan bocah polos!”
Tawa Anita pecah hingga membuat Kalandra ikut tertawa, sedangkan Khansa merasa aneh karena ditertawakan oleh mereka.
“*kenapa mereka menertawakanku*?” batin Khansa
“sayang, kamu polos sekali, maksud dari kata menembak itu adalah mengungkapkan perasaannya.” Jelas Kalandra yang menetahui jika Khansa merasa kebingungan.
“ooo,, lagian kalian ini ganti-ganti Bahasa. Kan aku gatau” ucap Khansa cemberut
“loh loh ada apa ini siapa yang berani membuat menantu kesayangan mama cemberut?” tanya mama Alisha yang baru saja datang
Semua yang berada di kamar melihat kearah asal suara secara bersamaan.
“eh tante, apa kabar tante?” sapa Anita terhadap mama Alisha
“eh ponakan tante, alhamdulillah sehat. Kamu kemana aja sih kok gapernah nengokin tante?”
“maaf tante, Anita sibuk banget banyak operasi”
“iya tidak apa-apa yang penting kamu sehat. Tante titip salam sama adik tante yang tidak tahu diri itu ya Nit, dia udah lupa kalo punya kakak yang galaknya kayak macan gini, gapernah ngasih kabar dia ke tante.”
“hehehe mama sibuk sama butiknya tante, taulah kalo mama udah kerja fokus banget.”
“lalu kenapa menantu mama ini cemberut?”
“mamaaa….” Rengek Khansa
“kenapa sayang?”
“aku diketawain sama mas Andra dan kak Anita..”
“loh kalian pengen mama marah ya bikin menantu mama sedih?” mama melirik ke arah Andra dan Anita. Yang hanya dibalas senyum dengan mereka.
“iya maaf maa, maaf ya istriku sayangg,, sekarang karena Anita sudah datang kalian segeralah kerumah sakit.” Ucap Andra kepada kedua wanita kesayangannya itu.
“loh siapa yang sakit tante?” tanya Anita
“oh kamu belum tau ya, tante akan mendapat cucu kedua” jelas mama Alisha
“benarkah?? Wah selamat Khansaa..” ucap Anita sambil memeluk Khansa
“terimakasih kak..”
“jaga baik-baik ponakanku yaa sa. Eh ngomong-ngomong Kenan kemana ya?”
“Kenan lagi dirumah orangtuaku kak, dia seneng banget kalo main sama adikku.” Jelas Khansa
“oh, baiklah kalian segera berangkatlah, aku gamau nungguin anak satu ini karena kalian terlalu lama” ucap Anita sambil melirik ke arah Kalandra.
Tanpa berkata-kata lagi, mama Alisha dan Khansa segera menuju ke rumah sakit diantar oleh supir pribadi mereka.
“ma, mama nanti ikut masuk ke ruangan ya?”
“iyadong sa, emang selama ini Andra ga nemenin kamu masuk ruangan?”
“engga ma, mas Andra bilang dia trauma”
“maafkan Kalandra ya sa, dia bukannya belum move on tapi dia takut jika kamu mengalami kejadian yang sama. Dia takut kehilanganmu sayang” Jelas mama
“iya ma, Khansa paham kok”
Giliran Khansa yang masuk ke dalam ruangan, mama Alisha mengikutinya dari belakang.
“selamat pagi nyonya Kalandra, bagaimana keadaannya? Hari ini kontrol dengan ibunya ya?” tanya dokter itu ramah
“iya dok, suami saya sedang sakit jadi mama saya yang menemani saya”
__ADS_1
“baiklah silahkan berbaring, saya akan melakukan USG agar anda bisa melihat janjinnya.”
“baik dok”
Khansa berbaring diatas tempat tidur untuk diperiksa
“wah sepertinya anaknya kembar, tapi masih belum terlihat jelas ya karena usia kandungannya masih sangat muda.” Ucap dokter itu
“wah mama akan mendapatkan dua cucu sekaligus?” mama Alisha sangat antusias mendengar kabar itu.
Khansa turun dari tempat tidur karena sudah selesai melakukan pemeriksaan dan duduk bersama dengan mama Alisha untuk mendengar penjelasan dokter.
“bagaimana kondisi cucu saya dok?” tanya mama Alisha
“semuanya normal dan baik-baik saja bu, kandungannya juga sangat sehat semoga saja nyonya Kalandra benar-benar mengandung anak kembar yang lucu-lucu ya bu” ucak dokter itu
“terimakasih banyak dok, kami pamit pulang dulu ya dok” ucap Khansa
Khansa dan mama Alisha segera pulang kerumah.
“ma, bisakah mama merahasiakan tentang perkataan dokter yang mengatakan bahwa Khansa mengandung anak kembar?” tanya Khansa
“loh kenapa sayang? Ini adalah kabar baik dan pasti semua orang akan sangat senang”
“ma, kan dokter juga bilang tadi belum terlalu jelas, takutnya ternyata hanya kembar air dan semua orang akan kecewa karena kenyataannya tidak sesuai ekspektasi mereka.” Ucap Khansa
“lalu sampai kapan kita akan menyembunyikannya?”
“sampai hasil USG sudah benar-benar jelas ma, mungkin sekitar umur 7 bulan? Dan sekalian memberikan kejutan terindah untuk mereka. Bisakan ma? Janji sama Khansa ya?” pinta Khansa
“baiklah, tapi kamu sendiri yang harus memberitahu pada semua orang saat waktunya tiba.”
“siap mamaku sayang.”
Mereka sudah sampai ke rumah, disana Kalandra sudah menunggu kedatangan Khansa dan mama Alisha.
“assalamualaikum..” ucap Khansa dan mama Alisha
“waalaikumsalam, bagaimana hasil pemerksaannya sayang?” Kalandra langsung menghampiri Khansa yang baru saja masuk kedalam rumah.
“semuanya normal sayang, kok kamu turun? Kamu kan lagi sakit.”
“syukurlah kalau semuanya normal. Anita baru saja pulang dan aku merasa bosan jadi aku turun ke bawah menunggumu.”
“ehem! Disini ada emak-emak loh, jangan bikin emak-emak ini rindu masa muda.” Ledek mama Alisha
“ih mama sono mesra-mesraan sama papa” ucap Kalandra
“dasar anak kurang asem.” Mama pergi meninggalkan Kalandra dan Khansa
“Sayang, kamu gaboleh gitu sama mama. Harusnya kamu berterimakasih karena mama mau menemani aku untuk periksa” ucap Khansa
“tidak apa-apa sayang, mama tau kok dibalik ledekanku ada ucapan terimakasih”
“Astaga mana bisa begitu, emang kalian alien bisa tau hanya melalui kode?”
“mm,, mungkin kakek buyutku alien sayang.” Canda Kalandra
Tiba-tiba saja ada yang melempar Kalandra dengan tas pinggangnya.
“aww!” teriak Kalandra melihat ke arah lemparan itu berasal
“seenaknya aja kamu ngatain kakek buyutmu alien!”
“mama! Aku kan bercandaa.. lagipula kenapa mama melemparku dengan tas pinggang mahalku!”
“biar tau rasa kamu, biar bangkrut karena tas seharga motor itu rusak!” ucap mama lalu masuk ke dalam kamarnya.
“huhuhu sayang atitt..” rengek Kalandra menatap sendu ke arah Khansa sambil memegangi kepalanya.
“sabar ya mas, kamu pantas mendapatkanya.” Ucap Khansa yang hanya mengelus punggung suaminya lalu meninggalkannya.
“*astaga kenapa mereka kompak sekali, aku kan lagi sakit harusnya aku di manja, hiks*..” Kalandra merintih didalam hatinya.
__ADS_1