
Hati wanita bisa memaafkan, tapi tidak untuk melupakan yg pernah singgah di pedalaman hatinya Maka bila tak serius, jangan bermain dengannya.
“Stop bang! Aku turun di sini aja.” Ucap Key kepada abangnya.
“Kenapa? Semua teman kuliahmu juga pasti sudah mengetahui tentang identitasmu.” Ucap Kenan.
“Tapi tetap saja aku merasa ga nyaman.”
“Abang yakin kalau anak-anak yang dulu menindasmu akan berbalik memujamu.” Ucap Kenan.
Mendengar ucapan abangnya, Key terkejut karena ternyata abangnya mengetahui tentang perbuatan teman kuliahnya.
“A-abang tau tentang hal itu?” tanya Key yang mulai gugup.
“Tidak ada yang tidak abang ketahui tentang Kamu, Elsa, Lana, Ken dan Rey! Kenapa kamu tidak melawan mereka? Sedangkan kamu dengan beraninya melawan Dina dan laki-laki bertubuh besar sendirian!” ketus Kenan.
“Karena teman kuliahku tidak berbuat sampai menyangkut keluargaku bang, sedangkan Dina dan orang-orangnya sudah mengancamku sampai membuat abang dan yang lainnya khawatir.” Ucap Key.
“Jadi kamu hanya melawan orang yang mengganggu keluargamu?” tanya Kenan yang di balas anggukan oleh Key.
“Yasudahlah, turun sana nanti kamu telat, mulai hari ini abang ingin kamu harus melawan siapapun yang mengganggumu, mengerti?” tegas Kenan.
“Tentu saja! sekarang semua orang tau identitasku, dan aku tidak ingin sampai ada berita kalau putri tuan Kalandra adalah orang yang lemah.” Ucap Key yang membuat Kenan lebih tenang mendengarnya.
Setelah pembicaraan kecil mereka, Key turun dari mobil Kenan dan masuk ke dalam kampus dengan santai dan percaya diri seperti biasanya.
“Key!” teriak Lana kepada Key dari jauh.
Mendengar namanya di panggil, Key langsung melihat ke asal suara dan melambaikan tangannya kepada sahabatnya itu sambil tersenyum.
Key belum melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas, segerombolan teman kampusnya menghampirinya sampai Lana tidak bisa melihat keberadaan Key lagi sangking banyaknya orang yang mengelilingi Key.
“*Bener kata abang, mereka yang menindasku sekarang malah bersikap manis kepadaku*!” gumam Key di dalam hatinya sambil melihat ke arah seseorang yang sering sekali mengerjai dirinya saat di kampus.
“Key, yaampun jadi kamu ini anaknya pebisnis yang terkenal itu ya? pantes aja kalau ke kampus pasti di antar pakai mobil yang mewah banget.” Ucap salah satu wanita yang pernah menyiramnya di kamar mandi.
Melihat banyak sekali orang yang berpura-pura baik kepadanya, membuat Key hanya tersenyum sinis dan tidak menjawab pertanyaan dari anak-anak yang lain.
__ADS_1
“Permisi, aku harus duduk!” tegas Key sambil tersenyum terhadap orang yang ada di depannya.
Akhirnya semua orang memberi jalan kepada Key setelah mendengar ucapannya, sedangkan wanita yang tadi bertanya kepada Key merasa kesal karena Key tidak menggubris ucapannya.
“Ha! sombong sekali!” ketus wanita itu dengan suara yang lantang hingga membuat langkah Key terhenti.
“Apa?” tanya Key.
“Jangan mentang-mentang kamu adalah anak pebisnis terkenal lalu bisa seenaknya menghiraukan orang yang ada di sekitarmu! Kamu pasti menganggap kami semua ini rendahan bukan?” ketus wanita itu.
Key hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan wanita yang sering sekali mengganggunya itu, dia melangkah maju sedikit demi sedikit mendekati wanita tersebut.
“Sombong katamu? Apa kamu lupa apa yang sudah kamu lakukan kepadaku selama ini? dan bagaimana reaksi kalian semua saat aku di perlakukan seperti itu? Mereka semua hanya diam saat aku di perlakukan seperti itu! Kalian semua hanya menjadikanku bahan tontonan! Dan mulai hari ini aku akan memastikan kalau kamu dan teman-temanmu tidak akan melakukan hal seperti itu lagi!” tegas Key kepada semua orang yang ada di sana.
Lana yang melihat perubahan sikap Key saat di kampus langsung tersenyum lebar, Lana sangat bersyukur karena akhirnya Key berani melawan orang-orang yang dulu menindasnya.
Key pergi dari kerumunan orang yang ada di sana, dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas dan menghampiri Lana yang menunggunya di sana.
“Ciye, jadi artis nih ceritanya.” Ejek Lana.
“Apaan sih Lan! tau kan kenapa aku ga mau kalau identitasku terungkap kayak gini? Semua orang akan berpura-pura baik kepadaku karena identitasku.” Ucap Key.
“Kamu benar, aku sudah muak mendapat perlakuan seperti itu dari mereka, saat itu aku hanya tida ingin sampai aku menimbulkan masalah yang ujung-ujungnya akan mengungkapkan identitasku, sedangkan sekarang aku tidak perlu menahan diri lagi.” Ucap Key.
Belum sempat Lana membalas ucapan Key, dosen mereka masuk ke dalam kelas hingga membuat Lana dan Key terdiam seketika.
Sedangkan di sisi lain, Elsa yang sedang berada di dalam kelasnya dihampiri oleh teman-temannya.
“Elsa, kamu kenapa ga pernah bisa di hubungi sih?” tanya salah satu temannya.
“Ah, aku sibuk.” Ucap Elsa dengan singkat.
“Sibuk? Kamu ini sibuk apa? Bukannya kamu selalu saja main bersama kami setiap hari?” tanya temannya lagi.
“Ya intinya aku sibuk, apa aku harus memberi tau kalian semua kegiatanku di luar kampus?” ucap Elsa yang sudah mulai kesal.
“Ya biasa aja kali Elsa, ga usah ngotot gitu kalo ngomong.” Ketus temannya.
__ADS_1
Elsa berusaha mengatur nafasnya agar dirinya tidak emosi karena teringat ucapan Key untuk membalas semua perlakuan teman-temannya sebelum Elsa membongkar semua kebusukan teman-temannya itu.
“Lain kali aja ya kita makan di luar, aku bener-bener masih capek karena habis dari Jepang kemarin.” Ucap Elsa dengan senyum yang di paksakan.
“Baiklah kalau begitu, sekarang jam kosong, kamu ga mau makan bareng kita di kantin?” tanya temannya.
Elsa malas sekali harus makan bersama mereka semua karena dirinya selalu saja teringat tentang kebenaran yang di bicarakan oleh papinya.
“Em, a-aku..” ucap Elsa bingung mau memberi alasan apa.
Tiba-tiba saja, Rey dan Ken datang dan membuat keributan di dalam kelas Elsa, karena kabar tentang Ken sudah tersebar luas hingga semua orang di dunia ini tau tentang identitas dirinya. Dan juga Ken dan Rey yang memang sudah terkenal karea ketampanan mereka.
“Dia akan makan bersama kami!” ucap Rey dengan nada dinginnya.
“Kak Rey, kak Ken?” ucap Elsa yang terkejut dengan kedatangan Ken dan Rey di kelasnya.
Teman-teman Elsa hanya melebarkan matanya melihat kehadiran Rey dan Ken di dalam kelas mereka, sebenarnya semua anak-anak di kampus tidak tau sama sekali kalau Rey dan Ken kenal dekat dengan Elsa, karena selama ini Rey dan Ken selalu memperhatikan Elsa dari jauh tanpa menyapanya.
“K-kalian kenal Elsa?” tanya salah satu teman Elsa dengan tergagap.
“Tentu saja kami mengenalnya, Elsa adalah adik kami! Apa kalian tidak di beri tau?” tanya Ken.

“Untuk apa memberitau mereka, mereka tidak sepenting itu sampai harus di beri tau tentang hal-hal yang pribadi.” Sambung Rey.
Elsa berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Ken dan Rey dengan semangat, Elsa sangat senang karena akhirnya dirinya berhasil mencari alasan kepada teman-temannya.
“Maaf ya, aku harus makan bersama kakak-kakakku.” Ucap Elsa sambil melewati teman-temannya.
“Apakah kami boleh ikut denganmu Elsa?” tanya salah satu temannya.
“Iya Elsa, kami ikut ya, kan bisa kita makan bersama.” ucap yang lain.
“Kalau aku gimana kedua kakakku saja.” ucap Elsa.
Mendengar ucapan Elsa, teman-temannya langsung melihat ke arah Ken dan Rey dengan wajah yang berharap.
“Maaf, tapi kami tidak biasa makan dengan orang asing.” Ucap Ken dengan senyum terpaksanya.
__ADS_1
Elsa tersenyum melihat reaksi teman-temannya karena di tolak oleh Ken dan Rey. Itu adalah pukulan keras untuk mereka semua.