
Jadilah dirimu sendiri dan katakan apa yang kau rasakan, karena mereka yang tidak peduli tidak penting, dan mereka yang peduli tidak keberatan.
Setelah acara selesai, keluarga Kalandra langsung mengantar Ken dan Audrey ke bandara untuk terbang kembali ke Paris.
“Hati-hati di jalan ya sayang, kamu harus menjaga Audrey selamat sampai tujuan oke?” ucap mami Khansa kepada Ken sambil membelai lembut pipi anak laki-lakinya itu.
“Siap mami, Ken pasti akan menjaga Audrey dengan baik.” Ucap Ken dengan mata yang sudah memerah karena habis menangis saat di pesta.
“Tante Khansa, terimakasih karena sudah mau menampung Audrey di rumah tante dan menerima Audrey dengan baik di keluarga ini.” ucap Audrey.

Mami Khansa yang mendengar hal itu langsung melepas pelukannya dari Ken dan melihat ke arah Audrey.
“Kenapa kamu bilang begitu? Kamu adalah anak tante juga, semua teman-teman Kenan, Ken dan Key adalah anak tante juga dan akan selalu di terima di keluarga kami.” Ucap mami Khansa.
“Ingat ya Audrey, kamu harus sering datang ke Indonesia setelah ini karena aku yakin jika tidak ada kamu Elsa akan membuatku pusing dengan kebawelannya, hanya kamu yang bisa menerima sikapnya.” Ucap Key sambil melirik ke arah Elsa.
“Ih kak Key kenapa jahat sekali.” protes Elsa.
Audrey tertawa melihat Key dan Elsa sudah kembali akur dan tidak canggung lagi seperti sebelumnya, karena selama ini Elsa selalu membicarakan tentang masalahnya dengan Key.
“Aku pasti akan mengunjungi kalian di Indonesia nanti, kalian harus berjanji kalau kalian akan selalu akur ya?” ucap Audrey sambil mengacungkan jari kelingkingnya.
Key dan Elsa langsung membalasnya dengan menyatukan jari kelingking mereka secara bergantian ke jari kelingking Audrey.
“Memangnya kapan kalian berdua tidak akur?” tanya mami Khansa yang tidak tau apa-apa itu.
Ketiga gadis itu hanya diam dan terkekeh sendiri karena melihat mami Khansa yang kebingungan dengan ucapan mereka.
Di sisi lain, papi Kalandra sedang memberikan ucapan selamat tinggal kepada anak laki-lakinya itu.
“Hati-hati ya Ken, kamu harus jaga diri baik-baik dan cepatlah selesaikan kerja samamu di sana agar kamu bisa cepat pulang karena tidak ada yang bisa di marahi kalau kamu tidak ada.” Ucap papi Kalandra dengan nada bercandanya.
“Papi jahat banget, masa Ken sudah berhasil membuat perusahaan sendiri masih mau di marahin.” Balas Kenan.
“Hikss,, papi jangan marahin Ken lagi karena sebentar lagi abang sudah tidak tinggal bersama kita dan tidak ada yang membela Ken lagi kalau papi marah-marah.” Ucap Ken yang kembali menangis.
__ADS_1

“Kamu menangis Ken? Yaampun jadi ternyata jagoan papi cengeng begini?” tanya papi Kalandra yang terkejut melihat anaknya menangis.
Ken tidak menjawab pertanyaan papinya, dia hanya mendekat ke arah papinya lalu memeluknya dengan sangat erat.
“Ken sayang sekali sama papi dan mami.” Ucap Ken.
Papi Kalandra tersenyum dan membalas pelukan anaknya itu sambil mengelus punggungnya dengan lembut.
“Papi dan mami juga sangat menyayangi kamu Ken.” Balas papi Kalandra.
Jam keberangkatan Ken dan Audrey sebentar lagi, mereka harus check in terlebih dahulu. Akhirnya mereka berpamitan untuk masuk ke dalam.
“Titip salam dari papi dan mami untuk papa dan mamamu ya Audrey, bilang mereka kalau kami akan mengundang mereka di acara pernikahan Kenan.” ucap mami Khansa.
“Iya tante, pasti akan Audrey sampaikan dan kami akan usahakan untuk datang ke acara spesial itu.” Ucap Audrey.
Akhirnya mereka berdua berjalan menjauh dari keluarga Kalandra sambil melambaikan tangan mereka.
“Ayo kita pulang.” Ajak Bernard kepada Key.
Akhirnya setelah mereka semua sudah tidak melihat keberadaan Ken dan Audrey, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali pulang dan beristirahat karena sudah kelelahan.
Bernard mengantar Key sampai di apartment keluarga Kalandra dan memutuskan untuk langsung pulang bersama Belinda dan tidak mampir terlebih dahulu karena sudah sangat kelelahan.
Benar saja, baru saja mereka sampai di apartment mereka Elsa sudah menghampiri Key yang sedang mengganti bajunya dan bersiap mandi untuk membuat tubuhnya relax.
“Kak Key, kak di mana kamu kak?” teriak Elsa yang sudah masuk ke dalam apartment Key dan sedang mencarinya ke mana-mana.
“Astaga apa dia tidak kelelahan?” gumam Key yang mendengar teriakan Elsa dari dalam kamarnya.
Karena berkali-kali mendengar namanya di panggil oleh Elsa, akhirnya Key membukakan pintu kamarnya dan menyuruh Elsa masuk ke dalam.
“Ada apa Elsa?” tanya Key.
__ADS_1
“Kak, katanya kakak akan memberi saran kepadaku.” Ucap Elsa.
“Iya memang, tapi apakah kamu tidak mau mandi terlebih dahulu? Apa kamu tidak lelah Elsa?” tanya Key.
“Aku tidak lelah kak, justru aku sangat semangat sekarang.” Ucap Elsa dengan semangat.
Key hanya menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya melihat semangat Elsa yang membara.
“Baiklah, tunggu di sini aku akan mandi dulu biar badanku lebih segar, tapi jangan salahkan aku jika aku akan lama di kamar mandi karena aku ingin berendam.” Ucap Key.
“Siap kak.” Tegas Elsa.
Setelah mendengar jawaban Elsa akhirnya Key masuk ke dalam kamar mandi dan memulai ritual mandinya dengan busa yang memenuhi bath up dan wangi bunga yang membuat siapa pun yang menciumnya menjadi relax.
Sedangkan di kamar Key, Elsa yang sudah mulai bosan menunggu akhirnya tertidur dengan nyenyak di atas tempat tidur Key.
Key yang baru saja keluar dari kamar mandi tersenyum melihat Elsa yang tertidur nyanyak, dia langsung membenarkan posisi tidur Elsa dan membalut tubuh Elsa dengan selimutnya.
“*Kamu ini bilangnya tidak lelah tapi kamu tertidur sepulas ini, mungkin kamu tidak akan bangun walaupun ada dangdutan di sini*.” Gumam Key setelah memberikan selimut kepada Elsa.
Setelah itu Key langsung memakai pakaiannya dan ikut tertidur di sebelah Elsa karena dirinya sudah sangat kelelahan.
Sedangkan di bawah mama Rose mencari Elsa kemana-mana karena Elsa belum mengganti pakaiannya.
“Kak sasa lihat Elsa?” tanya mama Rose.
“Elsa? Bukankah tadi dia langsung masuk ke kamarnya?”
“Iya kak, tapi cuma menaruh tas aja terus dia langsung keluar lagi tanpa mandi dan mengganti pakaiannya.” Ucap mama Rose.
“Coba kamu lihat di halaman atau di kamar Key, kamu belum memeriksa di tempat Key kan?” tanya mami Khansa.
“Belum kak, karena memang Elsa jarang sekali ke kamar Key kak jadi kayaknya ga mungkin di sana deh.” Ucap mama Rose.
“Coba saja kita periksa, siapa tau dia ada di sana.” Ajak mami Khansa.
Akhirnya mami Khansa dan mama Rose naik ke atas ke apartment Key untu memastikan keberadaan Elsa. Mami Khansa membuka pintu apartment Key dan langsung menuju kamar anak perempuannya itu, mami Khansa dan mama Rose terkejut melihat Elsa dan Key yang sedang tertidur di atas tempat tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
“*Semoga kalian berdua akan selalu akur seperti ini*.” batin mami Khansa yang tersenyum melihat Elsa dan Key.