
Jangan pernah merasa kalau kamu adalah orang yang paling buruk, karena tuhan sudah memberikan kelebihan dan kekurangan kepada masing-masing umatnya.
“Kak Belinda? Apa kakak baik-baik saja?” tanya Key yang melihat wajah Belinda yang sangat pucat.
“Aku tidak apa-apa Key.” Ucap Belinda.
“Tapi wajah kak Belinda sangat pucat, apa sebaiknya kita periksa ke rumah sakit saja kak?” tanya Key.
“Tidak usah Key, aku baik-baik saja kok serius, hanya butuh istirahat sebentar saja.” ucap Belinda.
“Baiklah kalau begitu aku akan memberitahu abang untuk mengantar kak Belinda pulang.” Ucap Key yang langsung mendekati lapangan dan berteriak memanggil Kenan.
“Abang!!” teriak Key yang membuat semua orang termasuk Kenan menoleh ke arahnya.
Kenan yang mendengar suara teriakan adiknya langsung menghampirinya dengan sedikit berlari.
“Ada apa Key? Apa ada masalah?” tanya Kenan sedikit merasa khawatir karena adiknya berteriak.
“Abang segera keluar dan antar kak Belinda pulang!” tegas Key.
“Belinda? Kenapa dengannya?” tanya Kenan yang semakin khawatir.
“Kak Belinda sangat pucat, jadi abang sebaiknya antar kak Belinda pulang.” Ucap Key.
Mendengar ucapan adiknya, Kenan segera melihat Belinda yang sedang terduduk lemas di bangku. Akhirnya Kenan langsung keluar dari lapangan dan mengganti bajunya terlebih dahulu.
“Apa kamu baik-baik saja Belinda?” tanya Kenan yang baru saja selesai mengganti bajunya dan langsung menghampiri Belinda.
“Aku baik-baik saja, aku hanya butuh istirahat Kenan.” ucap Belinda lemas.
“Aku akan mengantarmu, apa kamu bisa berjalan?” tanya Kenan dan di jawab anggukan oleh Belinda.
Namun melihat Belinda yang benar-benar pucat membuat Kenan segera menggendong Belinda ala bridal style dan berjalan cepat keluar dari gedung itu. Bernard yang melihat saudara kembarnya di gendong oleh Kenan langsung menghampiri Key dan bertanya apa yang terjadi pada Belinda.
“Kenapa Kenan menggendong Belinda?” tanya Bernard.
“Sepertinya kak Belinda sakit karena wajahnya sangat pucat.” Jelas Key.
“Apa!? Tapi tadi pagi dia baik-baik saja Key.” Ucap Bernard.
“Aku juga bingung karena tadi setelah menerima telfon kak Belinda langsung menjadi diam dan terlihat pucat.” Ucap Key sambil berfikir dan memegang dagunya.
Key tidak sengaja melihat tas Kenan yang tidak terbawa, Key segera mengambilnya dan mencari hp Kenan.
“Kamu ngapain ngambil hp Kenan?” tanya Bernard.
__ADS_1
“Tadi ka Belinda habis ngangkat telfonnya abang.” Ucap Key lalu memeriksa riwayat panggilan telfon abangnya.
Key seketika terkejut membaca nama orang yang tadi menelfon abangnya, melihat Key yang terkejut membuat Bernard penasaran dan langsung mengambil hp Kenan yang berada di tangan Key.
“Diana?” tanya Bernard yang sama terkejutnya.
“Ini Diana yang sama bukan?” tanya Bernard kembali.
“Aku rasa ada yang tidak beres om beruang, kita harus segera ke rumah sakit jiwa untuk memastikan keadaan nenek lampir itu!” ucap Key dengan penuh emosi.
“Tenanglah, aku yakin Kenan punya alasan kenapa sampai wanita ini menelfonnya kembali.” Ucap Bernard yang mencoba menenangkan Key karena dia tau kalau Key sedang kesal.
“Ayo kita pulang!” tegas Key.
“Sekarang? Lalu Rey dan Elsa?” tanya Bernard.
“Suruh mereka pulang juga!” ucap Key yang langsung berjalan menuju pintu keluar dengan membawa tas Kenan.
Bernard yang melihat Key benar-benar kesal itu langsung memanggil Rey yang sedang asik bermain dan Elsa yang terhanyut dalah pesona Rey.
“Ada apa kak?” tanya Rey dan Elsa secara bersamaan.
“Sepertinya akan ada perang dunia ke 10!” ucap Bernard yang membuat Rey dan Elsa menjadi bingung.
Rey dan Elsa yang mendengar ucapan Bernard hanya bisa saling tatap tanpa mengucapkan apapun, mereka hanya mengikuti Bernard yang berjalan keluar dari gedung futsal tersebut.
“Kak Rey, sebenarnya apa yang di maksud kak Bernard ada perang dunia?” tanya Elsa dengan berbisik.
“Entahlah, aku juga tidak tau maksudnya apa! Apa jangan-jangan kak Bernard dan Key sedang bertengkar?” tanya Rey.
“Lah, kenapa kak Rey malah balik nanya ke aku sih? Aku kan ga tau apa-apa!” ucap Elsa.
Rey hanya melirik tajam ke arah Elsa dan langsung berjalan meninggalkan Elsa di belakangnya, sedangkan Elsa yang di tinggalkan oleh Rey langsung berlari untuk menyusulnya.
“Jangan cepet-cepet napa jalannya kak Rey, kalo aku di culik gimana coba?” ketus Elsa yang sudah berada di sebelah Rey.
“Bodo amat! Lagian ga ada yang mau nyulik kamu Elsa!”
“Lah kenapa emangnya? Aku kan cantik, imut, baik lagi, tentu saja banyak yang mau menculikku.”
“Hahaha, mereka semua akan bangkrut dan tuli setelah mereka menculikmu, karena kamu itu makannya banyak dan lagi sangat bawel!” ejek Rey sambil tertawa.
“Apa!?” teriak Elsa yang kesal karena ejekan Rey.
Bernard yang dari tadi mendengar perdebatan Elsa dan Rey hanya bisa menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Bisakah kalian berdua tidak berdebat dan masuk ke dalam mobil secepatnya?” ucap Bernard.
Mereka berdua langsung terdiam mendengar ucapan Bernard, Elsa melihat ke dalam mobil dan terlihat Key sedang duduk di depan dengan wajah kesalnya, akhirnya tanpa pikir panjang lagi Elsa langsung masuk ke dalam mobil dan duduk dengan tenang.
“Kenapa kamu jadi diam begini Elsa?” tanya Rey.
“Sstt,, diamlah, sepertinya benar kata kak Rey, mereka berdua sedang bertengkar.” Bisik Elsa.
Akhirnya Rey melihat ketegangan di antara Bernard dan Key, dan langsung diam tidak mengucapkan sepatah kata lagi sesuai yang di katakan oleh Elsa.
“Kak Key? Apa kakak baik-baik saja?” tanya Elsa dengan ragu.
Rey yang mendengar Elsa bertanya kepada Key hanya bisa membuka matanya lebar-lebar dan menatap aneh ke arah Elsa.
“*Huh! Dia menyuruhku diam, tapi dia sendiri tidak bisa diam sebentar saja*!” gumam Rey di dalam hatinya.
Key tidak menjawab pertanyaan dari Elsa, dia benar-benar hanya diam saja dan membuat Elsa merasa bersalah karena sudah bertanya kepadanya.
\*\*\*
Di dalam mobil Kenan, Belinda hanya bersandar pada kursi mobil sambil memejamkan kedua matanya.
“Apa tidak sebaiknya kita pergi ke rumah sakit saja Bel?” tanya Kenan.
“Tidak Kenan, aku baik-baik saja dan hanya perlu beristirahat.” Ucap Belinda.
“Baiklah kalau begitu, aku akan menghubungi Bernard dan menyuruhnya untuk cepat pulang dan menemanimu di apartment.” Ucap Kenan.
Mendengar ucapan Kenan, Belinda langsung teringat kalau dirinya lupa membawa tas Kenan tadi.
“Yaampun Kenan, aku lupa tidak membawa tasmu tadi! bagaimana ini?” tanya Belinda.
“Tenanglah, tidak akan hilang kok, aku yakin Key pasti melihat tasku dan membawanya pulang ke rumah.” Ucap Kenan dengan santai.
“Maafkan aku karena sudah ceroboh.” Ucap Belinda yang merasa bersalah.
“Tidak usah meminta maaf sayang, itu hanyalah hal sepele dan yang terpenting adalah kamu.” Ucap Kenan.
Mendengar ucapan Kenan, Belinda menatap wajah Kenan yang berada di sebelahnya dengan seksama.
“*Apa kamu benar-benar menyukaiku Kenan? apa aku hanyalah pelampiasan karena Diana sudah menyakitimu saja? sebenarnya apa arti diriku di dalam hatimu*?” gumam Belinda di dalam hatinya.
Kenan yang merasa kalau sedang di perhatikan langsung menoleh ke arah Belinda dan tersenyum dengan manis.
“Kenapa kamu melihatku seperti itu? Apa aku setampan itu sampai sedang sakitpun kamu masih terpesona olehku?” tanya Kenan yang tidak mengetahui apapun.
__ADS_1
“Kamu ini memang terlalu percaya diri!” ketus Belinda yang langsung melihat lurus kedepan.