MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
HAMPIR SAJA


__ADS_3

Sudah hampir seminggu Elsa menginap di apartment milik Rey, luka-luka lebam di tubuh Elsa sudah semakin memudar karena Rey dengan rajin selalu mengingatkan Elsa untuk memakai salep dan meminum obatnya.


Dan selama itu juga Sandy terus saja meneror Elsa, dia selalu menelfon dan mengirim pesan yang berisi banyak sekali ancaman hingga membuat Elsa ketakutan.


"Bagaimana ini, apa aku menemui kak Sandy aja ya,, kalau dia menyebarkan fotoku bagaimana? Papa dan mama akan membunuhku hikss.." gumam Elsa yang baru saja membaca pesan yang di kirim Sandy.


Tiba-tiba saja Elsa mendengar ada seseorang yang membuka pintu apartment Rey.


"Kak Rey? Bukankah jam segini kak Rey harusnya masih di kantor ya?" gumam Elsa yang mengintip dari balik pintu kamarnya.


Elsa terkejut saat melihat ternyata yang datang bukanlah Rey melainkan Hani.


"Duh bagaimana ini, kenapa tante Hani datang di saat seperti ini? Sepertinya tante Hani Mau bersih-bersih deh.." gumam Elsa yang kebingungan.


Namun tiba-tiba Elsa di kejutkan oleh suara hpnya yang berbunyi, dia segera mengambil hpnya dan semakin frustasi saat melihat yang menghubunginya adalah mamanya.


"Matilah aku,, kalau tidak di angkat mama pasti akan segera menghampiri apartmentku, kalau di angkat nanti tante Hani tau kalau aku di sini." batin Elsa yang sudah tidak tau harus apa, namun akhirnya Elsa mematikan telfonnya.


Sedangkan Hani yang mendengar suara hp berbunyi langsung menoleh ke arah kamar tamu, dia curiga kalau ada orang di dalam sana namun saat Hani ingin melihatnya tiba-tiba Rey menelfonnya.


"Halo Rey, ada apa?" Tanya Hani.


"Halo ma, mama di mana?"


"Mama di apartmentmu lah."


"Apa!? K-kenapa ma?"


"Kamu kok malah tanya? Mama kan seminggu sekali emang ke apartmentmu untuk bersih-bersih, apa lagi sudah hampir seminggu ini kamu menginap di rumah."


"Tapi kenapa harus hari ini ma,.."


"Suka-suka mama dong, kenapa kamu kaget gitu? Jangan-jangan kamu menyembunyikan wanita ya Rey!? Tadi mama denger suara hp dari kamar tamu!" selidik Hani.


"Ma,, hari ini mama pulang dulu aja nanti Rey yang rapihin apartment.." ucap Rey memelas.


"Hahaha ternyata anak mama sudah besar ya.. Kalau begitu mama akan kembali jika wanitamu sudah tidak tinggal di sini!" ucap Hani.


"Papa pasti sangat senang dengan kabar ini, mungkin kamu akan segera di nikahkan, hahaha" lanjutnya.


"Mama,,, jangan bilang papa ya pliss.."


"Kalo takut jangan coba-coba bawa wanita makanya! Berani berbuat berani bertanggung jawab dong!" ucap Hani yang langsung mematikan telfonnya hingga membuat Rey frustasi.


Sedangkan Hani yang baru mematikan telfon dari anaknya itu hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak perlu takut, tante cuma mampir aja kok, siapapun kamu tante harap kamu adalah wanita yang bisa membuat anak tante bahagia dan menjadi lebih baik lagi." ucap Hani dengan nada yang sedikit berteriak.


Elsa yang mendengarnya dari dalam kamar hanya bisa menunduk malu.


"Bagaimana kalau tante Hani tau kalau akulah wanita yang di sembunyikan di sini." gumam Elsa.


Tidak lama kemudian Hani keluar dari apartment milik putranya itu dan hal itu membuat Elsa bisa bernafas lega.


***


Di perusahaan Rey.


Rey sedang fokus dengan berkas-berkas yang ada di atas mejanya karena hari itu dia memiliki pertemuan penting dengan client.


Tok,, tok,, tok..


"Masuk!" ucap Rey saat ada seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.


"Rey, aku membawakan sisa berkas-berkas yang harus di baca." ucap Karina sesaat dia masuk ke dalam ruangan Rey.


"Taruh di meja saja, aku masih belum selesai dengan berkas yang ini."


Karina berjalan mendekati Rey lalu menaruh berkas-berkas tersebut di atas meja.


"Oh iya, bagaimana wanita yang ada di apartmentmu?" Tanya Karina dengan ragu.


"B-bukan begitu,, hanya saja hari ini jadwalnya tante Hani datang ke rumah, aku hanya takut kalau mereka akan bertemu." ucap Hani.


Perkataan Karina membuat Rey mengingat kalau hari itu adalah hari di mana mamanya datang ke apartmennya untuk bersih-bersih.


"Untung kamu mengingatkanku, kalau begitu kamu kembalilah bekerja Karina." ucap Rey yang langsung mengambil hpnya di atas meja lalu mencoba untuk menghubungi mamanya.


"Ayolah ma, angkat..." gumam Rey yang menunggu telfonnya di angkat oleh mamanya.


"Bagaimana kalau mama melihat Elsa, apalagi lukanya masih belum sembuh total, jangan-jangan mama nanti akan menganggap akulah yang memukul Elsa." gumamnya lagi.


Hingga akhirnya mamanya mengangkat telfon darinya, dengan segera Rey menanyakan keberadaan mamanya dan menyuruh mamanya cepat pulang.


"Huh, semoga saja mama tidak kepo dengan wanita yang ada di apartmentku." gumam Rey sesaat setelah telfonnya di matikan oleh mamanya.


Setelah itu Rey menunggu beberapa menit sekiranya mamanya sudah meninggalkan apartmennya barulah dia menghubungi Elsa untuk menanyakan tentang mamanya.


"Halo Els?"


"Halo kak Rey, tadi ada tante Hani."

__ADS_1


"Iya aku tau, tadi aku sudah menelfonnya dan menyuruhnya untuk pulang."


"Pantas saja dia langsung pulang, kenapa kak Rey menyuruh tante Hani pulang? Kasihan kan dia sudah susah payah kemari." ucap Elsa.


"Lalu? Biarkan dia bertemu denganmu?"


"Emangnya kenapa kalau bertemu denganku?"


"Kamu tau kan the power of emak-emak? Rahasia tentang memar di tubuhmu akan keluar kalau sudah berurusan dengan emak-emak!"


Hani nampak berfikir tentang ucapan Rey yang menurutnya memang benar.


"Els?"


"Eh iya kak maaf.."


"Sudahlah, kamu mandi dan bersiaplah setelah aku selesai meeting dengan client, aku akan menjemputmu untuk bertemu dengan Key."


"Kak Key? Benarkah kak?" Tanya Elsa dengan bersemangat.


"Tentu saja benar! Aku tau kamu bosan selalu berada di apartment."


"Terimakasih sudah menjagaku selama ini kak!"


"Tidak perlu!" ketus Rey yang langsung mematikan telfonnya.


"Setidaknya dengan cara inilah aku bisa menunjukkan perasaanku yang tidak bisa aku ungkapkan." batin Rey yang tersenyum sambil menatap layar hpnya.


Sedangkan di luar, Karina yang baru saja mau masuk ke dalam ruangan Rey tidak sengaja mendengar percakapan antara Rey dan Elsa.


"Ah, jadi wanita itu Elsa! Aku kira jika Elsa bersama dengan Sandy kamu tidak akan peduli padanya lagi Rey, ternyata aku salah." batin Karina.


"Ngomong-ngomong Sandy tau ga ya kalau Elsa berada di apartment Rey? Sandy selalu bersama dengan Elsa bukan? Jadi tidak mungkin dia mengijinkan Elsa menginap di tempat laki-laki lain." lanjutnya.


Karina melanjutkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan Rey untuk memberikan barang yang tertinggal, setelah itu dia kembali ke mejanya.


Karina segera mengeluarkan hp dari saku celananya, lalu dia mencari nama Sandy di kontak hpnya.


"Ini nomer Sandy waktu dia masih magang, sekarang udah ganti apa belum ya?" gumam Hani yang masih ragu apakah mau menghubungi Sandy atau tidak.


"Ah coba aja dulu lah!"


Dan pada akhirnya Karina memberanikan diri untuk menghubungi Sandy menggunakan nomer lamanya.


Namun saat di telfon, baru saja berdering sekali namun telfon darinya segera di angkat.

__ADS_1


"Halo..?" ucap laki-laki yang ada di sebrang telfon.


__ADS_2