MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
BINGUNG


__ADS_3

Memaafkan orang lain menandakan kita bisa memaafkan diri kita sendiri.




Pagi itu Khansa bangun dari tidurnya karena suara tangisan anak-anaknya. Khansa menoleh ke arah jam di dinding kamarnya dan melihat jika jam menunjukkan pukul 00.00 dengan perlahan Khansa turun dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar anaknya.



“Baby Rey kenapa menangis sayang, haus ya?” ucap Khansa yang segera menggendong Rey.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1606532287592.jpg)



Khansa memberikan ASI kepada Rey dan menidurkannya kembali, setelah Rey tertidur Key menangis menyusul Rey.



“Aduh anak mami yang paling cantik juga mau minum susu ya..”



Khansa segera menggendong putri cantiknya dan menyusuinya agar tidak membangunkan Ken yang masih tertidur, Khansa heran dengan Ken yang sama sekali tidak berkutik saat saudaranya menangis kencang.



“Kamu kayak siapa sih nak kalo tidur pules banget, kayaknya ada gempa juga kamu ga akan bangun deh hihihi.” Ucap Khansa yang masih menggendong Key sambil melihat ke tempat tidur Ken.



“Sayang..” panggil Kalandra.



“Loh mas, kamu kebangun gara-gara aku ya?”



“Tidak kok mas emang tadi kebelet pipis terus liat kamu ga ada di sebelah aku makanya aku ke sini, anak-anak nangis ya?”



“Hm, Rey sama Key menangis tapi sudah aku susui semua. Ken doang tuh yang masih pules padahal yang lain nangisnya kenceng banget.”



“Ya kayak maminya kalo tidur pules banget..” canda Kalandra.



“Ha? ga salah tuh mas, bukannya kamu yang kalo tidur kayak kebo?” ucap Khansa.



Kalandra hanya tertawa karena telah membuat istrinya itu kesal karena candaannya.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1606532287578.jpg)



“Oh iya, hari ini bukannya kamu ada jadwal bertemu dengan klient ya mas?” tanya Khansa.



“Hm, kamu ikut temenin aku ya sayang.”



“Terus anak-anak gimana?”



“Aku kan menyuruh mereka datang ke perusahaan jadi kita masih bisa rapat sambil memantau anak-anak yang berada di ruanganku.” Jelas Kalandra.



“Hm, baiklah mas kalo begitu aku akan menemanimu.”



“Kita juga akan membawa Rey ke kantor sayang? gimana caranya kita bawa 3 bayi sayang?” tanya Kalandra.



“Gampang itu mas, si kembar kita naikin doronga bayi terus Rey kita gendong deh. Gampang kan?” ucap Khansa yang di balas anggukan oleh Kalandra.



Adzan subuh sudah mulai terdengar, Kalandra segera beranjak dari kamar anak-anaknya untuk membangunkan Kenan dan sholat subuh berjamaah.


__ADS_1


Di sisi lain, Khansa menidurkan Key ke tempat tidurnya dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan keluarganya.



“Loh mama di dapur jam segini ngapain?” tanya Khansa yang melihat mama mertuanya sedang serada di dapur.



“Mama mau sholat tapi haus jadi mama ke dapur deh, kamu pasti mau masak ya?”



“Iya ma, Khansa mau masak buat sarapan. Soalnya nanti Khansa mau bawa anak-anak juga ke kentor jadi pasti nanti Khansa ribet nyiapin mereka.” Ucap Khansa.



“Rey biar sama mama aja ya sa.” Ucap mama Alisha yang membuat Khansa terkejut.



“Khansa ga salah denger ma? Mama mau mengurus Rey di rumah?”



“Hm, kalo ngurus 1 bayi ga akan seribet itu kok. Lagipula kamu sudah menyediakan ASI di kulkas kan?”



“Iya sih ma, tapi apa ga akan merepotkan mama?”



“Mama tidak akan merasa kerepotan jika harus mengurus cucu mama sa.” Ucap mama Alisha lalu pergi meninggalkan Khansa yang masih berada di dapur.



Khansa tersenyum mendengar ucapan mama mertuanya dan melihat kepergian mama mertuanya.



Setelah memasak makanan untuk sarapan, Khansa segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan menyiapkan dirinya.



Di kamar Khansa melihat suaminya sudah gagah dengan memakai jasnya.



“Wah suamiku sudah tampan sekali..” puji Khansa.



Khansa yang mendengar ucapan Kalandra hanya menaikkan kedua pundaknya dan memutar bola matanya.



“Oh iya mas, katanya mama mau Rey tinggal di sini bersama mama.” Ucap Khansa.



“Ha? yang bener sayang? mama mau mengurus Rey?”



“Hm, bagaimanapun Rey adalah cucunya aku yakin rasa sayang mama kepada Rey sama seperti rasa sayang kepada cucu-cucunya yang lain.” Ucap Khansa.



“Kamu benar juga, Kenan juga belum tau tentang keberadaan Rey karena kemarin Kenan dan Ryan habis jalan-jalan dan pulang larut.” Ucap Kalandra.



“Apa dia akan menerima keberadaan Rey?” lanjut Kalandra.



“Entahlah mas, aku akan berbicara baik-baik dengan Kenan nanti. Aku mau mandi dulu ya.”


Khansa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sedangkan Kalandra pergi ke kamar Kenan untuk membangunkannya dan menyuruhnya untuk mandi dan bersiap untuk sekolah.



“Kenan, ayo bangun sayang mandi dan bersiap untuk bersekolah.” Ucap Kalandra.



Kenan segera bangun dan beranjak dari tempat tidurnya, Kenan segera pergi ke kamar mandi lalu bersiap memakai seragamnya.



“Pi, adek-adek sudah bangun? Kenan mau liat mereka, semalam Kenan ngantuk banget jadi ga liat adek-adek.” Ucap Kenan.



Kalandra hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan keinginan Kenan untuk menemui adik-adiknya.


__ADS_1


Kenan pergi ke kamar adik-adiknya sendiri dan masuk ke dalam kamar mereka, betapa terkejutnya Kenan melihat ada 3 tempat tidur di dalam kamar adiknya.



Kenan berjalan perlahan menghampiri tempat tidur yang asing baginya itu dan melihat ada bayi yang sedang tertidur di sana.



“AAAAA!!!” teriak Kenan yang membuat seluruh orang di dalam rumah terkejut dan segera menghampiri Kenan.



“Ada apa sayang!?” ucap Kalandra yang baru saja masuk ke dalam kamar si kembar.



“Apa ada yang menyakitimu? Ada apa Kenan jawab papi.” Tegas Kalandra sambil memegang pundak anaknya itu.



“Papi, ada anak bayi lagi di sini. Kenapa ada 3 bayi di sini!?” teriak Kenan.



“Ada apa Kenan?” tanya Khansa yang hanya menggunakan baju handuknya.



“Kenapa tiba-tiba adek Kenan ada 3 mami..”


Seketika Khansa menghela nafas lega karena ternyata tidak ada yang terjadi.



“Sayang, dia Rey adik sepupumu.” Ucap Khansa.



“Sepupu? Sepupu dari mana mi? kenapa ada di kamar adek-adek Kenan?” tanya Kenan kepada maminya.



“Kenan sayang, dia adalah anaknya om Robert. Ibu dari Rey sedang ada di suatu tempat dan tidak bisa mengurus Rey, jadi mami kamu menawarkan diri untuk merawat dia di rumah ini.” jelas Kalandra.



“Kenan bisa kan menyayangi Rey seperti Kenan menyayangi Ken dan Key?” tanya Khansa.



Kenan berfikir sejenak, ia merasa bingung dengan keadaan yang sedang dia alami saat ini.



“Kenapa Kenan diam saja mas?” tanya Khansa dengan berbisik.



“Dia sedang berfikir, aku yakin dia pasti sedang bingung saat ini.” jawab Kalandra.



“Apa kalian mendengar suara teriaka barusan?” tanya mama Alisha yang baru saja datang.



“Kenan ma. Dia kaget karena ada bayi baru di kamar adik-adiknya.” Jelas Kalandra.



“Bikin kaget aja deh, mama udah deg-degan aja.”



Mama Alisha melihat ekspresi Kenan yang sedang kebingungan dengan kehadiran Rey di rumah ini.



“Kenan sayang sini deh nenek mau bicara sama kamu.”



Kenan menuruti perintah neneknya dan mengikutinya dari belakang.



“Ada apa nek?” tanya Kenan.



“nenek tau kamu sedang kebingungan, tapi nenek harap Kenan juga bisa menerima Rey dan menganggapnya sebagai adik Kenan ya?” bujuk mama Alisha.



“Kenan mau menerima Rey sebagai adik Kenan nek, tapi Kenan bingung, kapan om Robert menikah dan mempunyai anak?” tanya Kenan yang membuat mama Alisha bingung untuk menjawab pertanyaan cucunya itu.


__ADS_1


“*Duh bagaimana caraku menjelaskannya kepada Kenan*?” batin mama Alisha.


__ADS_2