
Jangan menggunakan kelemahan seseorang sebagai lelucon! Tidak baik menertawakan seseorang.
“Kenapa? Kenapa aku tidak boleh memberi tahu Belinda?” tanya Bernard yang semakin penasaran.
“Tolong berjanjilah om beruang! Ada hal yang sudah di simpan rapat oleh semuanya, abang butuh waktu untuk menceritakan semuanya kepada kak Belinda.” Ucap Key.
Mendengar ucapan Key membuat Bernard mengerti kalau hal itu adalah sesuatu yang serius, akhirnya dengan terpaksa Bernard mengiyakan permintaan Key.
“Baiklah, aku tidak akan memberitahu Belinda tentang apa yang akan kamu ceritakan kepadaku.” Ucap Bernard.
“Oke baiklah, dengarkan baik-baik ya om beruang, aku akan menceritakan hal yang sangat panjang.” Ucap Key yang di balas anggukan oleh Bernard.
“Jadi sebenarnya mami bilang kalau sejak kecil abang memang sangat ingin menjadi dokter, dan benar saja, abang menjadi mahasiswa kedokteran dengan kemampuannya sendiri, dia juga termasuk mahasiswa terbaik di kampusnya bahkan dia lulus lebih cepat di bandingkan dengan teman-teman sebayanya.” Jelas Key.
“Abang sangat senang sekali saat dia lulus dan berhasil menjadi dokter tanpa bantuan papi dan mami, lihat sendiri bukan dari foto yang om beruang lihat, senyum abang benar-benar sangat lebar, tapi ada suatu insiden yang membuat abang berhenti dari pekerjaan yang sangat dia sukai itu.” Lanjutnya.
“Ada apa? Kenapa dia berhenti?” tanya Bernard.
“Abang itu adalah dokter yang sempurna, dia tidak pernah tidak berhasil menyelamatkan pasien sampai semua staf rumah sakit menyebut abang itu tangan dewa.”
“Tapi saat itu abang sedang mengoperasi pasien yang masih kecil, mungkin seusia Alya. Itu adalah operasi terakhir abang dan menjadi akhir untuk profesi abang, abang tidak di beri tau kalau ternyata anak itu memiliki tumor ganas di perutnya dan mengakibatkan pendarahan yang sangat parah sampai abang tidak bisa menyelamatkan nyawa pasiennya.”
“Keluarga pasien tidak terima dengan kematiannya hingga abang di marahi habis-habisan dan menuntut abang atas kematian pasien, papi sudah mengurus masalah pengadilan dana bang terbebas dari hukuman karena semua itu murni bukan kesalahan abang.”
“Semenjak itu abang tidak pernah pergi ke rumah sakit, abang selalu mengurung dirinya di kamar dan selalu merasa bersalah dengan kejadian yang menimpanya, dan sejak saat itu juga papi mulai jatuh sakit karena memikirkan abang yang benar-benar hancur, tidak ada lagi canda tawa di dalam keluarga kami saat itu, sampai akhirnya papi menyuruh abang untuk menggantikan posisinya di perusahaan karena papi sering sekali merasa tidak sehat.”
“Ya yang aku tau seperti itu lah kurang lebihnya, aku juga kan di ceritakan sama mami.” Ucap Key.
__ADS_1
Bernard yang mendengar penjelasan dari Key langsung terdiam karena terkejut, dia tidak pernah tau kalau ternyata sahabatnya itu memiliki masa lalu yang cukup besar.
“Aku tidak tau kalau ternyata Kenan memiliki masa lalu yang seperti itu.” Ucap Bernard.
“Ya itu makanya, semenjak itu tidak ada yang boleh mengucapkan masa lalu abang di keluarga kami, aku juga baru tau kalau ternyata masih ada foto ini di dalam mobilku.” Ucap Key.
“Ya mungkin karena kamu sudah lama sekali tidak menaiki mobilmu ini, jadi masih ada foto yang tersisa di dalamnya.” Jawab Bernard.
“Tapi tidak masalah, sekarang abang sudah kembali seperti semula dan memiliki pasangan yang bisa membuatnya bahagia, apalagi sekarang dia sudah memiliki Alya, mungkin setelah mengadopsi Alya rasa bersalah abang akan sedikit lebih terobati.” Ucap Key sambil melihat Alya yang sedang asik bermain.
Bernard hanya tersenyum sambil melihat ke arah Key yang ada di sebelahnya.
“Bolehkah aku bertanya?” tanya Bernard.
“Silahkan.”
Key yang saat itu sedang meminum minumannya langsung tersedak dan hampir menyemburkan air yang ada di mulutnya.
“Uhukk,,, Apa?! Om beruang sedang sakit ya? kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? Seperti tidak ada kerjaan aja deh.” Ucap Key.
“Aku sedang serius bertanya kepadamu Key.” Ucap Bernard dengan wajah seriusnya.
“Aku juga serius om beruang! Untuk apa om beruang menanyakan hal yang sudah pasti? Tentu saja keluarga itu sangat sangat sangat penting untukku!” tegas Key.
“Aku bahkan rela untuk kehilangan apapun demi keluargaku, aku tidak pernah dan tidak mau berfikir tentang kehilangan keluarga, mereka sangat berharga untukku om beruang dan aku yakin semua orang akan berfikir seperti itu.” Lanjutnya.
“Jujur, sampai sekarang aku masih tidak bisa mengerti dirimu Key, kadang di mataku kamu hanyalah perempuan manja yang berasal dari keluarga kaya yang hanya bisa mengandalkan kekuatan orang tuamu dan sangat egois, kadang di mataku kamu adalah perempuan yang memiliki sifat yang sangat dewasa dan sangat menyayangi seluruh keluargamu.” Jelas Bernard.
__ADS_1
“Sebenarnya perempuan yang bagaimana dirimu Key?” lanjutnya.
Key tersenyum sambil berkata, “Aku adalah wanita yang sesuai dengan apa yang kamu lihat, jika kamu melihatku sebagai perempuan yang manja, maka begitulah aku di matamu, begitu pun sebaliknya, jika kamu melihatku sebagai perempuan yang dewasa, maka begitulah aku di matamu.”
“Jika kamu melihatku sebagai perempuan yang manja, mau seperti apapun aku menjelaskannya kepadamu, tetap saja aku akan menjadi perempuan manja di matamu, jadi lebih baik om beruang menilai sendiri aku ini perempuan yang bagaimana.” Lanjutnya.
Di kediaman keluarga papi Kalandra, pak Joko sudah menaruh barang-barangnya dan juga sudah cukup beristirahat. Pak Joko memutuskan untuk keluar untuk berjalan-jalan melihat rumah megah tersebut.
“Loh pak Joko kok di sini? Kenapa ga istirahat?” tanya tukang kebun di rumah itu.
“Saya ga bisa tidur pak ya biasa lah suasana baru jadi harus adaptasi lagi, jadi saya jalan-jalan aja sekalian mengenal tempat ini biar ga kesasar nanti hehe, habisnya rumahnya gede banget.” Ucap pak Joko.
“Iya pak sama, saya juga dulu ga bisa tidur awal-awal, silahkan menikmati jalan-jalannya pak.” Balasnya.
“Kalau begitu saya permisi pak.” Ucap pak Joko lalu pergi meninggalkan tukang kebun itu.
Pak Joko melanjutkan jalan-jalannya dan bertemu dengan Kenan yang sedang mengobrol dengan Belinda dan juga mami Khansa.
“Loh pak Joko kok di sini? Bukannya tadi sudah di suruh untuk beristirahat?” tanya mami Khansa.
“Iya nyonya, saya tidak bisa tidur jadi saya jalan-jalan saja.” balas pak Joko.
“Bapak mau mulai latihan sekarang?” tanya Kenan.
“Boleh tuan.” Ucap pak Joko dengan semangat.
“Baiklah, bapak siap-siap dulu aja ya, saya juga mau siap-siap, nanti tunggu saya di depan ya pak Joko.” Ucap Kenan yang di balas anggukan kepala oleh pak Joko.
Setelah melihat kepergian pak Joko, Kenan tersenyum melihat ke arah maminya.
“Kamu kenapa senyum kayak gitu?” tanya mami Khansa curiga.
“Tidak ada mi, Kenan senang saja karena pak Joko memiliki semangat untuk berlatih.” Ucap Kenan.
“Itu bagus dong Kenan, jadi kan pak Joko bisa mulai secepatnya untuk bekerja.” Ucap Belinda yang di setujui oleh mami Khansa.
“Kenan mau bersiap-siap dulu ya, kamu ga apa-apa kan sama mami sayang?” tanya Kenan.
“Tidak apa-apa, malah aku senang sekali bisa mengobrol berdua dengan mami Khansa.” Ucap Belinda.
“Kamu ini Kenan! emang mami bakalan makan Belinda apa? Sampe segitunya banget.” Ucap mami Khansa.
Kenan hanya tersenyum menanggapi ucapan maminya dan segera pergi meninggalkan para wanita itu di sana.
“Lihatlah, betapa Kenan sangat protektif kepadamu.” Canda mami Khansa.
“Iya mi, kadang Belinda juga pusing kalau mau ngapa-ngapain, pasti Belinda nanya dulu ke Kenan dari pada salah.” Balas Belinda dengan berbisik.
__ADS_1