
Saat seorang wanita sedang curhat lalu dia menangis, disitulah titik lemah lelahnya seorang wanita saat menghadapi tekanan atau keadaan yang dia rasakan.
Kenan sudah berada di depan gedung apartment Belinda, Kenan langsung keluar dari mobilnya dan naik ke atas menuju apartment Belinda, sesampainya di depan apartment Belinda, Kenan langsung mengetuk pintu apartment.
Tidak lama setelah mengetuk pintu apartment, Belinda membukakan pintu apartmentnya dan tersenyum melihat kedatangan Kenan, namun tidak dengan Kenan karena dia melihat rumah Belinda berantakan seperti habis di rampok oleh seseorang.
“Apa terjadi sesuatu di sini? Apa ada seseorang yang masuk ke dalam apartmentmu sayang?!” tanya Kenan sambil menggoyang-goyangkan tubuh Belinda dengan kedua tangannya.
“Tidak ada apa-apa Kenan tenanglah, ini kerjaan Bernard, aku tidak tau dia mencari apa hingga membuat semua berantakan dan sekarang aku juga tidak tau kemana dia.” Jelas Belinda.
“Bernard? Kenapa dia membuat apartmentnya berantakan?” tanya Kenan.
“Entahlah, saat aku keluar dari kamarku tiba-tiba saja di sini sangat berantakan, memang kami belum merapihkan semua barang-barang kami, tapi aku tidak tau kalau dia akan membuka barang-barangnya di ruang tamu bukannya di kamarnya.” Ucap Belinda.
“Aku tidak menyangka kalau Bernard akan melakukan hal ini.” ucap Kenan sambil menggelengkan kepalanya.
“Biasanya Bernard ga seperti ini kok, dia itu sangat bersihan orangnya tapi aku tidak tau kenapa dia menjadi seperti ini karena terburu-buru.” Jelas Belinda.
Kenan masuk ke dalam apartment Belinda dan mulai memungut satu per satu pakaian yang berserakan di ruang tamu, Belinda yang melihat Kenan langsung menghentikannya.
“Kamu ngapain Kenan?” tanya Belinda.
“Aku ingin membantumu merapihkan pakaian ini.” ucap Kenan.
“Tidak usah, biarkan saja pakaian ini tetap berantakan, aku akan menyuruh Bernard bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat.” Ucap Belinda.
“Tapi dia terburu-buru seperti ini karena dia ingin cepat-cepat menjemput Key.” Ucap Kenan.
“Apa? Jadi dia pergi ke rumahmu? Yaampun pantas saja dia buru-buru sekali. Sudahlah tidak usah merasa bersalah, dia lah yang tidak benar dan terlalu bersemangat, kamu duduklah dulu di tempat yang bisa kamu duduki, aku akan membawakan kamu minuman dan pergi mengganti bajuku.” Ucap Belinda.
Akhirnya Kenan mendengar ucapan Belinda yang menyuruhnya duduk dan menunggu Belinda menyediakan air untuknya.
“Ini minumlah untuk menyegarkan tenggorokanmu, tunggu aku di sini aku akan segera kembali.” Ucap Belinda sambil menaruh nampan yang berisi segelas orange juice untuk Kenan.
Kenan hanya mengangguk mengiyakan ucapan Belinda, dia meminum minuman yang sudah di sediakan oleh Belinda dan menunggu Belinda mengganti bajunya.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa hari, Belinda keluar dari kamarnya dan menghampiri Kenan.
“Ayo, aku sudah selesai.” ajak Belinda.
“Baiklah, ayo teman-temanku juga sudah menunggu di lapangan.” Ucap Kenan.
Akhirnya Belinda dan Kenan pergi menuju lapangan futsal, sepanjang perjalanan Belinda dan Kenan hanya saling diam dan hanya melihat ke depan.
“Belinda, setelah ini aku akan mengajakmu untuk ke butik dan melihat pakaian untuk kita pakai di hari pernikahan kita.” Ucap Kenan.
“Fitting baju pernikahan? apa kamu serius Kenan?” tanya Belinda dengan antusias.
“Sesenang itukah kamu melakukan fitting pakaian?” tanya Kenan yang tersenyum melihat Belinda sangat bersemangat.
“Tentu saja, aku sangat menyukainya! Tapi kenapa kamu tiba-tiba mau melakukan fitting pakaian hari ini?” tanya Belinda.
“Karena menurutku hanya hari ini lah watunya untuk fitting pakaian pernikahan, karena besok kita akan kembali bekerja.” Ucap Kenan.
“Apa setelah kita menikah, kamu mau berhenti bekerja?” tanya Kenan.
“Em, apa kamu mengijinkanku untuk tetap bekerja Kenan?"
“Aku akan selalu mendukung apapun keputusanmu Belinda, kalau memang kamu mau bekerja silahkan saja, aku tidak akan pernah melarangmu.” Ucap Kenan.
“Baiklah kalau begitu, aku akan tetap bekerja dan menemani kamu di kantor sampai aku mengandung. Setelah aku mengandung aku akan resign dari pekerjaanku dan fokus untuk mengurus keluarga kecil kita.” Ucap Belinda.
Kenan yang mendengar ucapan Belinda hanya tersenyum senang karena dia tidak menyangka kalau Belinda sudah memikirkan tentang keluarga kecil mereka kedepannya.
“Kamu bermain futsal di sini?” tanya Belinda sambil melihat gedung besar yang terlihat bagus untuk ukuran lapangan futsal.
“Iya, kenapa? Apa kamu tidak menyukainya?” tanya Kenan.
“Tidak, hanya saja aku tidak menyangka kalau gedung ini terlihat sangat bagus untuk lapangan futsal.” Ucap Belinda.
__ADS_1
“Kamu akan semakin terkejut saat masuk ke dalam dan melihat lapangan futsalnya.” Ucap Kenan.
Akhirnya Belinda dan Kenan turun dari mobilnya dan masuk ke dalam gedung tersebut, dan benar apa yang di katakana oleh Kenan, kalau lapangan futsal itu benar-benar bagus, rumput sintetisnya sangat indah dan tersedia café mewah dan juga toilet dan kamar mandi yang terpisah dan sangat bersih.
“Wah, kenapa bagus sekali? biasanya lapangan futsal akan berada di dalam gedung yang terlihat biasa saja dan lampunya akan terlihat sangat remang-remang.” ucap Belinda.
“Tentu saja, ini adalah gedung futsalku sendiri, aku sendiri yang mendesain semuanya, apa kamu menyukainya?” bisik Kenan.
“Apa!? Gedung ini milikmu?” tanya Belinda yang terkejut mendengar ucapan Kenan.
Karena suara Belinda sangat kencang, hingga membuat teman-teman Kenan yang sudah ada di sana menoleh ke asal suara dan melihat Kenan yang sudah datang.
“Kenan! kenapa kamu lama sekali?” tanya salah satu teman Kenan sambil melambaikan tangannya ke arah Kenan.
Kenan hanya tersenyum dan membalas lambaian tangan kepada temannya itu, Kenan menggenggam tangan Belinda dan menuntunnya mendekati teman-temannya.
“Wah, siapa wanita cantik yang ada di sebelahmu Kenan?” tanya salah satu wanita yang ada di sana dan tidak lain adalah pacar dari salah satu teman Kenan.
“Dia adalah calon istriku!” tegas Kenan hingga membuat semua orang yang ada di sana terkejut mendengar ucapan Kenan.
“Kamu akan segera menikah? Benarkah itu? Seingatku terakhir kali kamu membuat seluruh negeri ini heboh dengan kehidupan cintamu dengan seorang model, dan sekarang kamu sudah memutuskan untuk menikah?” tanya salah satu teman Kenan yang lain.
“Kenapa kalian sangat terkejut mendengar aku akan menikah? Bukan kah aku sering kali bicara pada kalian semua kalau aku ingin menikah setelah aku meneruskan perusahaan papi dan membuat perusahaan itu semakin terkenal di manapun.” Ucap Kenan.
“Kami tau, tapi kami fikir itu hanyalah candaan biasa.” Ucap temannya dan di balas anggukan oleh yang lainnya.
“Sudahlah, kalian semua harusnya bersyukur karena sahabat kalian akan segera menikah, daripada aku yang sudah berpacaran bertahun-tahun tapi tidak di beri kepastian.” Ucap pacar salah satu sahabat Kenan sambil menyindir sang kekasihnya.
Mendengar ucapan wanita itu, semua orang yang ada di sana termasuk Belinda tertawa secara bersamaan.
“Hai, aku Cintya, salam kenal ya dan selamat atas rencana pernikahanmu dengan Kenan.” ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya kepada Belinda dan tersenyum kepadanya.
“Hai salam kenal juga, namaku Belinda, terimakasih atas ucapan selamatnya semoga kamu segera di beri kepastian.” Ucap Belinda sambil membalas uluran tangan Cintya.
Kenan sangat senang karena Belinda bisa dengan mudah beradaptasi dengan teman-temannya, dan dia melihat kalau semua teman-temannya menyukai Belinda.
__ADS_1
Akhirnya setelah berbincang-bincang, para laki-laki masuk ke dalam lapangan futsal dan mulai bermain, sedangkan Belinda dan Cintya duduk di pinggir lapangan sambil menonton pacar mereka dan sesekali mengobrol.