
Seluruh keluarga papi Kalandra sudah berkumpul bersama di ruang tamu, mereka semua tidak tau jika papi Kalandra dan mami Khansa akan mengenalkan Andini dan mengumumkan pernikahan Ken.
Ken juga sudah ada di bawah bersama yang lain, dia masih memikirkan wajah anggun Andini yang tadi di lihatnya sambil sesekali tersenyum membuat Key melihat aneh ke arahnya.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri? Habis ngapain kamu sama Andini di kamar?!" Tanya Key penuh tanda tanya.
"Apaan sih Key! Aku ga ngapa-ngapain, aku juga mandi di kamarmu tadi!" jawab Ken.
"Cih! Tapi kenapa kamu senyum-senyum sendiri? Wajahmu juga memerah!" ketus Key.
Ting,,,ting,,ting,,
Papi Kalandra membunyikan gelas miliknya menggunakan garpu untuk mendapatkan perhatian dari yang lainnya.
"Mohon perhatiannya, pertama saya sangat berterimakasih kepada semua keluarga saya yang sudah meluangkan waktunya untuk menghadiri makan malam bersama ini." ucap papi Kalandra.
"Mungkin kalian merasa aneh karena saya melakukan pidato seperti ini hanya untuk makan malam, tapi ini bukanlah makan malam biasa, kami di sini ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian semua, seorang wanita yang akan menjadi istri Kenzo dan menantu keluarga kami." lanjutnya.
Semua orang terkejut mendengar ucapan papi Kalandra, mereka tidak menyangka papi Kalandra akan mengenalkan calon menantunya malam itu.
"Apa semua itu benar? Siapa wanita beruntung itu? Kami sangat ingin melihat wajah calon menantumu ndra.." ucap papa Ryan.
Papi Kalandra tersenyum mendengar pertanyaan Ryan, dia memberi isyarat kepada Key untuk memanggil Andini ke bawah.
Key yang mengerti akan tanda yang di berikan papinya segera naik ke atas untuk menjemput Andini.
"Andini, ayo ikut! Sudah saatnya kamu keluar sekarang, semua orang sudah menunggumu." ucap Key yang sudah membuka pintu kamar.
Andini segera berdiri saat Key menjemputnya, dia mencoba untuk menetralkan nafasnya, Andini sangat gugup saat itu dia takut jika keluarga besar Ken tidak menerimanya.
"Kamu gugup ya? Tenanglah, semua keluargaku sangat baik mereka tidak pernah memandang seseorang dari statusnya." ucap Key yang mencoba untuk menghilangkan kegugupan Andini.
"Apa mereka akan menyukaiku?"
"Tentu saja! Mereka tidak memiliki alasan untuk tidak menyukaimu." Ucap Key sambil mengulurkan tangan kepada Andini.
Andini menarik nafas panjang lalu meraih uluran tangan Key, Key dan Andini saling bergandengan tangan menuju ke ruang tamu.
Semua orang melihat ke arah tangga saat mendengar suara langkah kaki.
"Wah, dia adalah gadis yang sangat cantik." ucap mama Rose.
Semua orang memuji Andini, mereka semua sangat menyukai kecantikan dan keanggunan Andini kecuali Elsa, Elsa terkejut melihat wanita yang pernah membuat kakaknya marah itu.
"Dia, bukankah dia?" ucap Elsa yang berdiri sambil menunjuk ke arah Andini tidak percaya.
__ADS_1
Para orang tua merasa aneh dengan reaksi Elsa, sedangkan Lana yang ada di sebelah Elsa segera menariknya agar kembali duduk di tempatnya.
"Diamlah! Aku dan Key akan menjelaskan semuanya kepadamu nanti." Bisik Lana.
Mendengar ucapan Lana membuat Elsa menjadi sedikit lebih tenang dan kembali duduk di tempatnya.
"Dia adalah calon menantuku, dia akan memperkenalkan dirinya sendiri kepada kalian semua." ucap mami Khansa sambil menatap ke arah Andini.
"Perkenalkan nama saya Andini Rider, saya hanya seorang anak yang berasal dari keluarga biasa dan beruntung karena bisa masuk ke dalam keluarga yang sangat baik seperti kalian semua, terimakasih karena sudah menerima saya di dalam keluarga kalian semua, saya benar-benar beruntung." ucap Andini.
Rose, Lila, dan Hani berjalan menghampiri Andini, mereka memeluk Andini satu per satu dengan erat. Andini benar-benar sangat bahagia karena akan memiliki keluarga yang sangat menyayanginya.
"Kamu jangan berbicara seperti itu, dari manapun asalmu kami tidak pernah mempermasalahkannya, kami juga berasal dari keluarga yang sederhana." Ucap Hani.
Andini tersenyum mendengar ucapan Hani, dia senang karena dia benar-benar di terima di keluarga itu.
Ken yang melihatnya juga sangat senang, semua keluarganya sangat baik, keluarganya tidak pernah menyuruh keturunannya menikah dengan orang yang berasal dari keluarga yang mapan. Mereka juga tidak pernah menjodoh-jodohkan anak-anak mereka.
"Ken, kemarilah, kamu harusnya berada di sebelah calon istrimu." ucap mama Rose.
Rey mendorong tubuh Ken agar lebih dekat dengan Andini hingga membuat semuanya tertawa melihat tingkah Rey.
"Jadi, kapan rencana kalian akan menikah?" Tanya mama Lila.
"Secepatnya, aku ingin kita berdua menikah secepatnya." ucap Ken.
"Tenang saja kak Sasa, kami semua akan siap siaga menyiapkan semua kebutuhan mereka berdua." ucap mama Rose.
"Karena anak nakal ini akan menikah, aku akan memberikan mereka fasilitas untuk berbulan madu di manapun mereka mau." ucap papa Robert.
"Benarkah om? Aku bisa memilih di manapun?" Tanya Ken dengan semangat.
"Kenapa kamu semangat sekali Ken? Apa kamu sudah tidak sabar ingin berduaan dengan calon istrimu?" goda papa Ryan.
Mendengarnya ucapan papa Ryan membuat Andini dan Ken malu, wajah mereka berdua memerah karena menahan malu.
"Padahal bukan itu maksudku.." gumam Ken.
Semua orang menertawakan tingkah Ken dan Andini yang menurut mereka sangat lucu itu, mereka semua jadi mengingat masa-masa muda mereka saat mereka baru mulai menyukai pasangan mereka masing-masing.
Drrtt,, drrtt..
Hp Ken berbunyi di tengah-tengah perbincangan mereka semua namun Ken tidak mendengarnya, justru Andini yang berada di sebelahnya lah yang mendengar suara hp Ken.
"Ken hpmu berbunyi sejak tadi." Bisik Andini sambil menyikut Ken pelan.
__ADS_1
Ken langsung menoleh ke arah Andini lalu mengambil hp dari dalam sakunya.
'Audrey🖤' Nama itulah yang terpampan jelas di layar hp Ken, Ken memang belum mengubah nama Audrey di kontaknya.
Andini yang tidak sengaja melihatnya hanya bisa tersenyum getir sambil memalingkan wajahnya. Ken menyadari hal itu dia segera mematikan panggilan dari Audrey karena ingin menghargai Andini.
Namun Audrey terus saja menelfon Ken hinggal membuat Andini merasa risih.
"Angkatlah! kamu tidak perlu menjaga perasaanku karena itu tidak akan mengubah kenyataan kalau tidak ada perasaan apapun di antara kita." Ucap Andini dengan sedikit berbisik namun ada ketegasan di setiap katanya.
Sakit! Itu yang di rasakan oleh Andini, dia tidak menyangka kata-kata yang terucap dari mulutnya bisa membuat hatinya tertusuk.
Ken segera beranjak dari kursinya dan menjauh dari kerumunan untuk menjawab panggilan Audrey. Andini yang melihatnya hanya bisa tersenyum sambil menahan rasa sakit yang ada di dalam hatinya.
"Aku memang di terima di keluarga ini, tapi tidak di hatimu Ken." gumam Andini sambil melihat kepergian Ken.
Ken yang sudah menjauh dari kerumunan langsung mengangkat telfon dari Audrey.
"Apa lagi? Apa yang kamu inginkan Audrey?" Tanya Ken.
"Ken, aku sedang di perjalanan."
"Lalu? Apa hubungannya denganku? Terserah kamu ingin kemanapun juga!" ketus Ken.
"Aku akan pergi ke Indonesia dan menghampiri kamu Ken! Aku akan memperjuangkan cinta kita!" Ucap Audrey.
Jgeeer!! Bak di sambar petir Ken tidak sengaja menjatuhkan hpnya saat mendengar kabar dari Audrey hingga semua orang menatap ke arahnya.
"Ke Indonesia? Menyusulku? Kenapa? Kenapa dia harus ke Indonesia di saat seperti ini?" gumam Ken.
"Ken? Kamu tidak apa-apa? Ada apa Ken?" Tanya Key sambil mengambil hp Ken yang terjatuh di lantai.
"Audrey?" gumam Key yang melihat layar hp Ken dan segera mematikan sambungan telfonnya lalu menatap tajam ke arah Ken.
"Apa yang sudah di katakan Ken!? Katakan padaku dia bicara apa!?" Tanya Key dengan setengah berteriak.
Semua orang melihat ke arah Ken dan Key dengan penuh tanda tanya, mereka semua tidak tau apa yang sedang terjadi di antara mereka berdua.
Hai kakak-kakak~
Kakak-kakak semua tenang aja, author akan melanjutkan novel ini sampai tamat kok🥰 Insyaallah author tidak akan putus di tengah jalan yaaa~
__ADS_1
Awalnya author juga mau melanjutkan semua cerita di satu novel, tapi kok babnya jadi banyak banget, Author takut kakak-kakak semua bosen bacanya makanya author mau menamatkan novel ini setelah semua anak papi Kalandra dan yang lainnya menikah huhuhu🥺