MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
HUTANG PENJELASAN


__ADS_3

Sesampainya di cafe yang di katakan oleh Rania, Kenan dan Rey segera masuk ke dalam dan menghampiri Rania yang sedang menangis.


"Bagaimana bisa Elsa di culik!?" Tanya Rey.


"Kak Rey? Kak maaf kak hiksss.."


"Tadi istriku mual, aku mengantarnya ke toilet sedangkan kedua anakku berada di sini bersama Elsa." Roy menjelaskan semuanya menggantikan istrinya.


"Tadi kami bersama tante Elsa, dia menyuruh kami bersembunyi di bawah meja tapi kami tidak mau, terus ada om-om pake topi hitam bisik-bisik ke tante Elsa."


"Terus tante Elsa ikut om-om itu! Kami menariknya tapi malah di dorong sama om-om itu, lihatlah tangan adikku berdarah." ucap salah satu anak Rania.


Mendengar penjelasan itu membuat Kenan ingin melihat CCTV cafe tersebut, namun Roy sudah memintanya.


"Aku sudah meminta CCTV cafe ini, lihatlah siapa tau kalian mengenalnya dari ciri-ciri fisiknya." ucap Roy.


Kenan dan Rey memeriksa rekaman CCTV menggunakan laptop pemilik cafe, Kenan dan Rey tau pasti kalau laki-laki itu adalah Sandy.


"Sial! Kita kecolongan bang! Bagaimana bisa dia menculik Elsa di keramaian!" teriak Rey.


"Aku yakin kalau Elsa di ancam! Elsa pergi dengan tenang seperti itu pasti Sandy membisikkan sesuatu kepadanya." ucap Kenan.


Rey melihat ke arah dua anak laki-laki yang ada di sampingnya.


"Kalian berdua anak pintar bukan? Apa Elsa tidak memberikan petunjuk?" Tanya Rey.


Si kembar itu berfikir sejenak untuk mencari tau dan akhirnya mereka berdua ingat kalau Elsa sudah memberi mereka petunjuk.


"Iya! Tante Elsa memberi kami ponsel!" teriak salah satunya sambil memegang hp di tangannya.


Dengan segera Rey mengambil hp tersebut dan mengeceknya.


"Ini bukan hp Elsa." ucap Rey.


"Pasti ada sesuatu! Coba di buka dulu, pasti Elsa memberikan petunjuk kepada kita." ucap Kenan.


Akhirnya Rey mencoba untuk mengecek isi di hp tersebut dan benar saja! Ada aplikasi pelacak di dalamnya.


Rey yakin Elsa sudah menyiapkan sesuatu untuk bisa di temukan, dan benar saja kalau di sana mereka bisa melacak keberadaan Elsa.


"Aku tau dia pasti pintar! Dimana dia berada?" ucap Kenan.


"Dia ada di gedung tua ini.." ucap Rey.


Kenan terkejut melihat di mana Elsa berada, Rey yang melihat keterkejutan di wajah abangnya langsung mengetahui ada sesuatu yang membuatnya menjadi seperti itu.


"Kenapa bang? Ada sesuatu ya?" Tanya Rey.


"Telfon Ken dan Key! Kita membutuhkan mereka, oh iya Bernard juga hubungi dia!" ucap Kenan.


"Ada apa sebenarnya bang?"

__ADS_1


"CEPAT!" Teriak Kenan yang membuat Rey segera menghubungi mereka.


Rania memeluk kedua anaknya, sedangkan Roy menghampiri Kenan yang sedang frustasi.


"Ada apa? Kamu baik-baik saja?" Tanya Roy.


"Ya aku baik-baik saja, terimakasih karena sudah membantuku untuk mencari adikku." ucap Kenan.


"Tidak usah berterimakasih, dia adalah sahabat istriku tentu saja aku harus ikut mencarinya."


"Tempat itu, aku tau kamu mengetahui tempat itu." ucap Roy.


"Dulu saat aku seusia anak-anakmu, aku juga pernah di culik dan di sekap di gedung itu!" jelas Kenan yang membuat Roy terkejut.


"Apa jangan-jangan, orang yang menculiknya adalah orang yang sama!?"


"Tidak mungkin! Orang yang menculikku adalah om dan tanteku sendiri, yang tidak lain adalah orang tua Rey." ucap Kenan sambil melihat Rey yang sedang menghubungi Ken dan Key dari kejauhan.


"Apa dia tidak tau?"


"Tau, dia mengetahui semuanya itulah kenapa keluargaku tidak pernah mengungkit hal ini di hadapannya karena dia akan merasa bersalah! Mungkin penculiknya menggunakan metode yang di pakai om dan tanteku." jelas Kenan.


"Aku akan membantu kalian mencari keberadaan Elsa, jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja!" ucap Roy yang di balas anggukan oleh Kenan.


"Terimakasih." ucap Kenan yang di balas senyuman oleh Roy.


Setelah kabar hilangnya Elsa, Ken, Bernard dan Key langsung pergi ke cafe itu.


"Bagaimana bisa Elsa menghilang!?" Tanya Key yang baru sampai.


"Kak Key? Kak maafkan aku, ini semua karena aku mengajaknya keluar." ucap Rania yang merasa bersalah.


"Rania? Kamu Rania teman Elsa kan? Ini bukan salahmu jangan merasa bersalah." ucap Key sambil memegang pundak Rania.


"Roy?" ucap Bernard.


"Bernard?" balas Roy.


"Kalian berdua saling mengenal?" Tanya Kenan.


"Iya kami dulu sahabat dan kuliah di kampus yang sama." jelas Bernard.


"Sekarang bukan itu urusannya! Siapa yang mau menjelaskan padaku sebenarnya apa yang terjadi sampai Elsa di culik!?" Tanya Ken yang tidak tau apapun.


Akhirnya Rey menjelaskan semuanya kepada Ken, Ken yang mendengar penjelasan Ken langsung terkejut tidak percaya.


"Bagaimana bisa kalian menyembunyikan hal sebesar ini dariku dan orang tua kita!?" ucap Ken yang kesal.


"Tunggu! sebelum itu aku rasa seharusnya kita pergi ke rumahku saja dan membahasnya di sana, kita tidak bisa menutup kemungkinan jika ada mata-mata di sini." ucap Kenan.


Semua orang setuju dengan usul Kenan, karena Rania dan Key yang sedang hamil dan juga kedua anak laki-laki Rania yang mulai merasa kelelahan.

__ADS_1


"Aku sudah menghubungi Belinda kalau kita akan ke rumahku, ingat jangan langsung membahas tentang hal ini karena dia akan stress." ucap Kenan yang di balas anggukan oleh semuanya.


"Belinda? Belinda kembaranmu?" Bisik Roy kepada Bernard.


"Hm, dia menikah dengan Kenan! Kenapa jangan bilang kamu masih menyimpan perasaan kepada kembaranku!?" ucap Bernard.


"Gila! Aku sudah punya istri dan anak-anak yang lucu, untuk apa aku masih manyukainya!" ketus Roy.


Bernard hanya menggelengkan kepalanya dan langsung merangkul Roy sambil berjalan.


Belinda menyambut mereka dengan senyuman cerahnya, dia tidak tau kalau mereka datang ke rumahnya karena hilangnya Elsa.


"Kenapa kalian semua cemberut gitu? Kalian mau bertamu dengan wajah seperti itu? Anak-anakku akan ketakutan melihat wajah kalian." ucap Belinda kepada semuanya.


Namun Belinda terkejut melihat seseorang yang sangat dia kenal.


"Roy? Bagaimana bisa?" ucap Belinda.


"Dia! Dia bukannya mantan kekasih mas Roy?" ucap Rania sambil menunjuk Belinda dan membuat semuanya terkejut.


"Apa maksudnya? Kamu mantan istriku?" Tanya Kenan.


Roy bingung harus bicara apa, dia tidak menyangka kalau dunia harus sesempit ini.


"Dulu kami memang dekat tapi sekarang tidak lagi karena kami sudah memiliki keluarga masing-masing dan sudah bahagia dengan keluarga kami." jelas Roy.


Kenan hanya menganggukkan kepalanya lalu melihat ke arah Belinda seperti meminta penjelasan.


"Nanti, nanti akan aku jelaskan sayang.." ucap Belinda yang hanya bisa tersenyum paksa.


Akhirnya semua orang masuk ke dalam rumah Kenan dan duduk di sana, Key membantu Belinda untuk menyiapkan minuman sedangkan yang lain sedang berdiskusi.


Setelah Key dan Belinda menaruh minuman di meja, Belinda melihat sekeliling.


"Di mana Elsa?" Tanya Belinda membuat semuanya terkejut dan saling menatap satu sama lain.


"Kenapa? Kenapa kalian semua saling menatap satu sama lain?" Tanya Belinda.


"Kenan,, ada apa?"


"Sayang, duduklah dulu ya, aku akan menjelaskan semuanya." ucap Kenan dengan lembut.


Namun saat Belinda ingin duduk, Alya berteriak dari atas.


"Mom! Mommy..." teriak Alya.


"Ada apa sayang?"


"Baby El bangun mom!"


Dengan terpaksa akhirnya Belinda mengurungkan niatnya untuk duduk dan mendengar penjelasan suaminya.

__ADS_1


Kenan dan yang lainnya menghela nafas lega, namun Belinda langsung berbalik menatap tajam ke arah mereka.


"Kalian semua masih berhutang penjelasan kepadaku!" ketusnya dan akhirnya naik ke atas melihat anaknya.


__ADS_2