MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
LAMARAN EDO


__ADS_3

Jika kamu mencintai seseorang, cintailah dia apa adanya, bukan karena kamu ingin dia menjadi seperti yang kamu inginkan, karena sesungguhnya kamu hanya mencintai cerminan diri kamu pada dirinya.



***Rumah Sakit***



Setelah Kalandra sadar dari komanya, semua kerabatnya datang untuk menjenguknya.



Karena perusahaan papa Arnold di luar negeri tidak ada yang menghandle, jadi orang tua Kalandra memutuskan untuk kembali.



“Sayang, tolong jaga anak mama ya. Kamu harus sabar untuk membuatnya mengingat tentangmu.” Ucap mama Alisha kepada Khansa.



“Apa mama harus pulang secepat ini?” tanya Khansa.



“Iya sayang, mama harus menemani papa pulang.”



“Lalu bagaimana jika sasa membutuhkan teman ngobrol ma?”



“Ya ajak ngoborol suami kamu dong sa..”



“Semenjak mas Andra kehilangan ingatannya, sasa jadi takut untuk berbicara dengan mas Andra ma”



“Kenapa takut?”



“Khansa takut salah bicara terus membuat mas Andra marah.”



Mama Alisha tersenyum melihat menantunya itu.



“Mama yakin dia tidak akan marah padamu, tidak ada yang bisa marah denganmu sa.” Mama Alisha berusaha untuk menenangkan menantu kesayangannya itu.



Setelah menasehati Khansa, mama Alisha masuk ke dalam ruangan anaknya untuk berpamitan kepadanya.



“Mama pulang ya Ndra..” pamit mama Khansa.



“Apa harus secepat ini ma? Mama ga mau liat Andra sampe Andra bisa jalan lagi?” rengek Andra



“Kamu kayak anak kecil aja deh Ndra. Toh kamu tidak bisa jalan karena terlalu lama koma, bukan karena lumpuh. Sebentar lagi juga kamu akan bisa berjalan, apa lagi Khansa selalu menemanimu saat kamu terapi berjalan.” Ucap mama Alisha.



“Iya iya, mama emang selalu benar.” Ucap Kalandra mengalah.



“Hati-hati ya ma, kabarin Andra kalo udah sampe disana.” Lanjutnya.



“Iya sayang, mama pasti langsung ngabarin kamu. Dan satu hal lagi, kamu harus membuka hati untuk Khansa.” Ucap mama Alisha sambil tersenyum.



Kalandra hanya mengangguk dan tersenyum kepada mamanya.


__ADS_1


Mama Alisha keluar dari ruangan Kalandra dan melihat Khansa sedang duduk di depan ruangan.



“Sa, mama pamit ya. Kamu hati-hati di sini, jaga kesehatan dan jangan lupa selalu hubungi mama oke?”



“Iya ma, mama ga mau nunggu Kenan pulang dulu?”



“Engga sayang, mama sudah pamit kok sama Kenan kemarin. Oh iya ada salam dari papa, papa ga naik kesini soalnya takut nangis mau ninggal anaknya yang masih sakit. Papa itu hatinya lembut banget selembut kulit bayi.” Canda mama Alisha.



Khansa tertawa mendengar candaan dari mama mertuanya itu, dia lalu mengantar mama Alisha sampai ke depan rumah sakit.


Setelah melihat kepergian mama dan papa mertuanya, Khansa segera kembali ke ruangan suaminya.



“Mas, sekarang waktunya terapi jalan lagi.” Ucap Khana.



“Memang sampai kapan aku bisa berjalan lagi?” tanya Kalandra.



“Sampai kamu mengingan istri dan anakmu.” Ketus Anita yang baru saja masuk ke dalam ruangan.



“Kamu jahat banget nit doain aku kayak begitu.” Ujar Kalandra.



“Ya makanya kamu cepetan inget dong.”



“Aku juga lagi berusaha mengingat nit.”



Anita langsung mendorong kursi roda ke samping tempat tidur Kalandra, Khansa membantu suaminya untuk menaiki kursi roda itu.




Khansa tersenyum membalas ucapan terimakasih dari suaminya. Anita mendorong Kalandra sampai di ruangan khusus untuk terapi berjalan.



Sudah dua hari Kalandra terapi berjalan karena otot kakinya sudah mulai kendor karena sudah 3 bulan koma. Anita sangat bersyukur karena sepupunya itu tidak mengalami kelumpuhan sesuai prediksinya.



Kalandra sangat berambisi untuk bisa berjalan kembali, karena dia memiliki janji dengan anak dan istrinya untuk berwisata bersama dan membangun kenangan indah kembali.



*FLASHBACK*



“Mas, apa kamu mau jika setelah kamu sudah bisa berjalan kembali kita mengajak Kenan untuk berwisata bertiga.” Ajak Khansa.



“Tentu saja mau, aku sangat ingin mengingat tentang kenangan indah yang sudah aku lupakan.”



Khansa senang karena ternyata Kalandra menyetujui ajakannya untuk berwisata bersama.



“*Pasti Kenan sangat senang jika dia tau kalau kita bertiga akan bertamasya bersama*.” Batin Khansa.



**FLASHBACK END**


__ADS_1


“Oh iya Ndra, karena kamu sudah sadar apa kamu akan kembali ke perusahaan?” tanya Anita.



“Ah berbicara tentang perusahaan, aku melihat berita jika kamu mengatakan akan mengutus Khansa untuk menggantikanku sementara?” tanya Kalandra.



“Hmm, dulu kamu bilang jika Khansa memiliki kemampuan dan kamu sangat mempercayainya. Kamu juga bilang jika kamu sangat ingin menguliahkan Khansa kembali.”



“Benarkah?”



Anita hanya mengangguk mengiyakan ucapan Kalandra.



“Jika begitu biarkan dia menggantikanku untuk sementara sampai kakiku sembuh. Dan jangan lupa untuk selalu mengawasinya, aku ingin Edo untuk mengawasi pekerjaannya dan membantunya untuk mengajari semua tentang perusahaan, sedangkan aku ingin kamu untuk memantau keadaannya nit, hatiku merasa tidak enak membiarkannya mengurus perusahaan dalam kondisi hamil.” Ucap Kalandra.



“Tenang saja, aku tau mungkin awalnya akan sulit tapi aku yakin dia pasti bisa membanggakan kita semua dengan kemampuannya.” Ucap Anita.



Kalandra tersenyum merespon ucapan sepupunya itu.



“*Aku harap juga begitu*.” Batin Klandra.



Anita&Edo


Setelah menjenguk Kalandra, Edo berinisiatif untuk mengajak Anita makan bersama di luar.


Edo melihat Anita yang baru saja memeriksa kondisi Kalandra.


“Nit, kamu sibuk?” tanya Edo yang baru saja melihat Anita keluar dari ruangan Kalandra.


“Ada apa do?”


“Keluar yuk, kita makan bareng.” Ajak Edo.


Anita menoleh ke arah Edo.


“Kamu ngajak aku kencan?” tanya Anita dengan nada mengejek.


“Yaudah kalo gamau.” Ucap Edo lalu membalikkan badannya.


“Eh tunggu! Iya iya aku ikut, kita makan di luar. Aku ganti baju dulu.”


Edo tersenyum karena Anita mau makan bersamanya.


Setelah selesai berganti pakaian, Anita langsung menghampiri Edo yang sudah menunggunya di mobil, Anita membuka pintu mobil dan duduk di sebelah Edo.


“Kita mau makan dimana do?” tanya Anita.


“Entah, aku juga ga tau hehe.”


“Dasar aneh.” Gumam Anita.


Setelah mengendarai mobil beberapa menit, Edo memberhentikan mobilnya di salah satu restoran yang tidak jauh dari rumah sakit.


Edo keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Anita. Anita yang mendapat perlakuan manis dari Edo hanya menunduk malu dan tersenyum menahan rasa bahagianya.


Di dalam restoran, Anita dan Edo sudah memesan makan dan minum. Sambil menunggu pesanannya datang, Anita dan Edo penuh dengan kecanggungan tanpa berbicara sepatah katapun.


“Nit, sebenernya ada yang mau aku omongin sama kamu.” Ucap Edo memulai percakapan di tengah kecanggungan di antara mereka.


“Ada apa do?”


“Sebenernya aku mau ngomong ini udah lama, tapi karena banyak kejadian yang terjadi aku menunda semuanya.”


Anita semakin merasa penasaran dengan ucapan Edo.


Tiba-tiba Edo mengeluarkan kotak kecil dan membukanya di hadapan Anita. Anita yang melihat isi kotak itu merasa terkejut dan tidak bisa mengatakan apa-apa.



“I,,ini apa maksudnya?” tanya Anita.


“Aku tau kita tidak pernah memiliki sebuah hubungan, aku juga tau kalau kita juga baru dekat beberapa bulan yang lalu, tapi sejak pertama mengenalmu aku sudah yakin akan pilihanku dan ingin sekali melamarmu, tapi karena ada banyak kejadian yang tidak terduga akhirnya aku menundanya.” Ujar Edo.

__ADS_1


“Aku tau aku tidak bisa seromantis lelaki yang lain, tapi aku yakin akan pilihanku dan ingin langsung menjadikanmu istriku.” Lanjutnya.


Anita hanya bisa diam seribu bahasa, tidak terasa air matanya terjatuh di pipinya karena sangat bahagia mendapat perlakuan yang menurutnya sangat romantis dari Edo, orang yang sangat dia sukai sejak lama.


__ADS_2