
Jika anda jatuh ribuan kali, berdirilah jutaan kali karena anda tidak tahu seberapa dekat anda dengan kesuksesan.
Sesuai perintah Kalandra, Rose datang ke alamat yang sudah di beritahu oleh Edo. Rose sampai di depan rumah yang sangat megah.
“*Wah, bahkan bagian depan rumahnya saja terlihat begitu mewah. Tidak salah jika mereka memiliki banyak musuh dan membutuhkan asisten bahkan untuk istrinya yang hanya sebagai ibu rumah tangga*.” Gumam Rose yang mengagumi kemegahan rumah bosnya itu.
Rose memberanikan diri untuk mendekati pagar dan disana ada satpam yang menghampirinya.
“Ada perlu apa ya?” tanya satpam disana kepada Rose.
“Saya ingin bertemu dengan tuan Kalandra, saya asisten nyonya muda.” Ucapnya
“Tunggu sebentar”
Satpam itu langsung menelfon untuk memastikan kebenaran perkataan Rose.
Setelah memastikan, satpam itu langsung mempersilahkan Rose untuk masuk ke dalam.
Rose masih harus berjalan melewati halaman yang luas untuk sampai di depan rumah sang majikannya.
“Assalamualaikum..” ucap Rose yang sudah berada di depan rumah Kalandra.
Khansa langsung menghampiri Rose dan menggenggam tangannya.
“Hai Rose, kita bertemu lagi. Saya Khansa istri mas Andra, kamu bisa panggil saya kak sasa” ucap Khansa
Rose sangat terkejut karena ternyata wanita kemarin adalah calon majikannya.
“N..nyonya Kalandra?”
“Kak sasa, jangan panggil nyonya aku ga suka” ucap Khansa mengingatkan.
“I,,iya kak sasa” ucap Rose gugup.
Dengan segera Khansa menarik lengan Rose dan menyuruhnya untuk duduk di kursi tamu.
Rose terkejut mendapat perlakuan sebaik itu, padahal dirumahnya dia sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan nyonya kaya raya yang sombong dan akan selalu memarahinya.
Tapi dia sangat senang karena orang yang akan menjadi majikannya adalah wanita yang baik hati.
“Jangan sungkan sama aku ya, anggep aja kakak sendiri soalnya umur kamu sama kayak adikku” ucap Khansa
Tidak lama kemudian, Kalandra menuruni tangga lalu menghampiri Khansa dan Rose yang sedang duduk di ruang tamu.

“S,,selamat pagi tuan” ucap Rose yang dengan sopan langsung berdiri dan membungkukkan badannya.
“Duduklah” ucap Kalandra dengan nada dinginnya.
“Mas, kamu jangan kayak es batu dong kasian tuh Rose langsung kaku mukanya.” Bisik Khansa kepada suaminya.
Kalandra hanya berdehem dan diam saja mendengar ucapan istrinya.
__ADS_1
“Kamu datang tepat waktu, saya mau setiap hari kamu datang tepat waktu ke rumah saya”
“Baik tuan, saya akan selalu bekerja dengan tepat waktu.”
“Semoga kamu betah bekerja di sini”
“Tentu saja saya akan betah tuan, karena kak sasa sangat baik” ucap Rose
“Kak sasa?” tanya Kalandra yang heran karena Rose memanggil istrinya dengan sebutan kak sasa.
“Mas, aku yang nyuruh dia panggil aku kakak. Dia kan seumuran sama Leo jadi dia juga adikku” ucap Khansa yang menenangkan suaminya agar tidak marah.
“Tapi dia asistenmu sayang”
“Aku tau, tapi akan lebih nyaman jika dia menjadi adikku, musuhmu juga tidak akan mengira jika dia adalah asistenku jika kami menjadi adik kakak.” Ucap Khansa
Kalandra hanya mengangguk mengiyakan ucapan istrinya yang menurutnya sangat masuk akal.
Leo baru saja turun dari kamarnya dan menghampiri Kalandra karena mereka akan segera ke kantor bersama. Kalandra yang melihat Leo sudah siap untuk berangkat ke kantor langsung berdiri dan bersiap untuk berangkat.
“Baiklah, semoga kamu tidak akan mengecewakanku.” Ucap Kalandra dan dijawab anggukan oleh Rose.
Kalandra dan Leo bersiap untuk berangkat, Khansa mengantar suami dan adiknya sampai ke depan pintu dan mencium punggung tangan suaminya seperti biasanya.
Rose yang melihat keharmonisan rumah tangga majikannya itu tersenyum.
“*Semoga aku memiliki keluarga yang harmonis seperti mereka suatu saat nanti*” batin Rose di dalam hatinya.
“Sebentar lagi aku akan mengantar anakku, setelah itu kita akan bertemu dengan sahabatku, aku akan mengenalkanmu kepada sahabatku sebagai asisten sekaligus adikku oke?” ucap Khansa kepada Rose.
Rose hanya tersenyum mendengar ucapan majikannya itu. Tidak lama kemudian Kenan turun dan menghampiri maminya.
“Selamat pagi mami..” sapa Kenan kepada maminya.
“Selamat pagi sayang…” ucap Khansa sambil mencium kening anaknya.
“Tante ini siapa mami?” tanya Kenan melihat wanita yang tidak di kenalnya.
“Namanya Rose sayang, kamu panggil dia tante Rose ya dia sama kayak om Leo, dia juga akan jadi adiknya mami” jelas Khansa.
“Jadi tante Rose tinggal di sini?”
“Tidak sayang, tante Rose bekerja disini untuk menjaga mami dan Kenan”
“Ooh begitu mi.”
Khansa menyuruh Kenan untuk bersalaman dan berkenalan dengan Rose.
“Hai tante, aku Kenan” ucapnya.
“Hai Kenan, kamu tampan sekali” puji Rose yang dijawab senyuman oleh Kenan.
__ADS_1
“Baiklah, ayo sekarang kita harus ke sekolah sayang. Mami mau ganti baju dulu ya kamu temenin tante Rose dulu ya sayang”
“Iya mami”
Khansa langsung meninggalkan Kenan dan Rose untuk mengganti baju di kamarnya.
“Tante tinggal dimana?” tanya Kenan yang memulai percakapan dengan Rose.
“Di deket kantor papi kamu” ucap Rose dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
“Tante naik apa kesini?”
“Tante naik ojek online, Kenan biasa dianter ke sekolah sama siapa?” Rose kembali bertanya kepada Kenan.
“Kadang sama papi dan om Leo kadang sama mami”
Setelah selesai mengganti bajunya, Khansa menuruni tangga dan menghampiri Rose dan Kenan.

“Bagaimana bisa ada wanita cantiknya senatural dia” batin Rose yang masih saja mengagumi kecantikan majikannya itu.
“Rose?” Khansa membuyarkan lamunan Rose.
“Ah iya kak, ayo kita berangkat” ucap Rose kepada Khansa.
Khansa, Rose dan Kenan menaiki mobil dan diantar oleh pak Asep sampai ke sekolah Kenan.
“Bye mami, bye tante..” ucap Kenan berpamitan dengan Khansa dan Rose.
Setelah melihat Kenan sudah memasuki ruang kelasnya, Khansa dan Rose melanjutkan perjalanannya menuju ke salah satu mall yang ada disana karena mereka akan bertemu dengan Lila di salah satu café yang ada di mall itu.
“Kita langsung ke café aja ya Rose, kita tunggu temanku di sana” ajak Khansa kepada Rose.
Khansa dan Rose duduk di salah satu meja café yang ada di pojok ruangan. Khansa melihat Rose yang sepertinya merasa tidak nyaman.
“Kamu ga nyaman ya Rose?” tanya Khansa yang hanya dijawab anggukan dan senyuman di wajahnya.
“Gausah takut, temenku baik banget loh, mungkin nanti kamu akan lebih sering bertemu dengannya karena aku dan dia selalu kontrol kandungan bersama.” Jelas Khansa.
“Loh, kakak sedang hamil?” tanya Rose yang tidak tahu jika majikannya itu sedang mengandung karena perut Khansa memang belum terlalu terlihat.
“Kamu ga di kasih tau sama mas Andra kalo aku lagi hamil?”
“Engga, tuan Andra Cuma bilang kalo saya ditugaskan untuk menjaga istri dan anak-anaknya”
“Dia udah bilang kok tapi kamu aja ga paham maksud dari perkataan suamiku” ucap Khansa tersenyum
Rose yang heran dan tidak mengerti dengan perkataan Khansa itu hanya diam dan menatap Khansa penuh dengan tanda tanya.
“Dia bilang anak-anakku, kalo anakku hanya 1 seharusnya dia bilang istri dan anakku tapi dia bilang istri dan anak-anakku, berarti anaknya ada lebih dari 1 bukan?” jelas Khansa.
Rose menganga tidak menyangka dengan penjelasan Khansa.
__ADS_1
“*Astaga, pantes aja mereka cocok. Bahkan hal sedetail itupun dia bisa mengerti*” batin Rose.