MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
PERTEMUAN TRIO WEK-WEK


__ADS_3

Kalandra sudah bersiap untuk berangkat menemui sahabat lamanya itu.


“mas, kamu yakin dengan hal ini?” ucap Khansa yang merasa takut.


“aku yakin sayang, aku memang seharusnya menyelesaikan ini sejak lama, hanya saja aku tidak pernah mengetahui keberadaannya.”


“aku takut jika dia merencanakan sesuatu mas.”


“Ryan memang membenciku, tapi aku yakin dia tidak akan sekejam itu. Buktinya saat kita di Jepang dia menyerang perusahaanku hingga mengalami penurunan harga saham, tapi tidak sampai membahayakan perusahaan dan membuatnya bangkrut jadi aku dan Edo hanya membiarkannya bermain denganku. Jadi aku yakin dia tidak akan melakukan hal itu.” Jelas Kalandra.


“baiklah jika memang begitu, tapi kak Edo datang bersamamu kan mas?”


“iya sayang, Edo sebentar lagi datang dan akan berangkat bersamaku.”


“baiklah mas…”


“kamu serius gamau diantar sampai kerumah sakit?” Tanya Kalandra


“gausah mas, aku dan Kenan akan bersama pak Asep menjemput Lila terlebih dahulu baru aku menuju rumah sakit.”


“baiklah, ayo aku akan mengantarmu sampai ke depan sambil menunggu Edo.”


Kalandra mengantar Khansa dan Kenan sampai depan rumah. Tidak lama setelah Khansa dan Kenan berangkat, Edo datang dan berangkat bersama Kalandra menuju tempat yang sudah dijanjikan oleh Ryan.



Di perjalanan menuju ke rumah Lila, Khansa selalu memikirkan tentang suaminya. Ia merasa tidak tenang dan khawatir.



“mami sakit ya?” tanya Kenan yang dari tadi melihat maminya gelisah.



“eh, engga kok sayang..”



“tapi dari tadi Kenan liat mami ga tenang. Mami kenapa?”



“gapapa sayang, ini karena mami senang soalnya mau ketemu sama tante Lila setelah sebulan ga ketemu.” Ucap Khansa berbohong kepada Kenan.



Kenan percaya dengan yang dikatakan maminya dan tidak menanyakan apa-apa lagi. Sesampainya di rumah Lila, Khansa sangat antusias dan memeluk erat tubuh sahabatnya itu.



“yaampun lil, aku kangen banget…” ucap Khansa dengan tetap memeluk Lila dengan sangat erat.



“sama sa, aku juga kangen banget sama kamu..”



“eh ayo kita masuk mobil dulu, kita ngobrol di mobil aja.” Ajak Khansa



Kenan yang melihat Lila masuk ke dalam mobil tersenyum dan mencium punggung tangan sahabat baik maminya itu.



“halo gantengnya tante,, duh kamu makin terlihat besar saja ya sayang” ucap Lila sambil mengelus rambut halus Kenan.



“iya dong tante kan Kenan dikasih makan sama mami, masa Kenan disuruh kecil terus sih.” Ucap Kenan polos hingga membuat Lila dan Khansa tertawa.

__ADS_1



“eh kamu dan ponakan kecilku apa kabar sa?” tanya Lila.



“alhamdulillah baik lil, kamu apa kabar? Gimana malam pertamanya? Hihihi” ledek Khansa sambil cekikikan.



“ya begitu, kayak yang gapernah ngerasain malam pertama aja kamu sa.” Ketus Lila



“hahaha, belum isi keponakan aku tuh diperutmu?” tanya Khansa sambil melihat kea rah prut rata Lila.



“emm, gatau ya sa, masa sebulan udah isi..” jawab Lila



“mungkin aja lil, aku hampir 2 bulan udah isi kok dulu. Atau nanti sekalian sama kamu cek disana.” Saran Khansa kepada Lila.



“emm,, aku takut kecewa sa”



“tidak ada salahnya mencoba lil, siapa tau ada isinya terus anak kita bisa berteman deh.”


“baiklah akan kucoba”



Khansa, Kenan dan Lila sudah berada di rumah sakit dan menaiki lift untuk ke ruangan dokter kandungan yang berada di lantai 2.




“tentu saja sayang, kita akan melihat keadaan adik bersama-sama” ucap Khansa



Di dalam ruangan, Khansa berbaring di kasur dan siap untuk diperiksa, sedangkan Kenan dan Lila menunggu disamping kasur pasien.



“wah sepertinya benar-benar kembar nih bu, selamat ya..” ucap dokter itu saat melakukan USG pada perut Khansa.



Lila yang mendengar kabar itu sangat terkejut dan senang. Sedangkan Kenan yang belum mengerti arti kembar itu hanya melihat mimik wajah dari Lila.



“tante kok seneng? Emang arti kembar itu apa?” tanya Kenan dengan polosnya kepada Lila.



“kembar itu artinya adek Kenan ada 2 diperut mami.” Ucap Lila dengan mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya.



“wah, jadi Kenan langsung punya 2 adik sekaligus?” tanya Kenan lagi



“iya sayang, selamat ya Kenan akan menjadi abang dari 2 adik-adik yang lucu-lucu” ucap Lila.

__ADS_1



“jangan beritahu hal ini kepada papi ya sayang, mami akan memberikan kejutan untuk papi saat hari ulang tahunnya.” Ucap Khansa kepada Kenan untuk merahasiakan kabar ini, Kenan hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.



Setelah pemeriksaan Khansa selesai, akhirnya giliran Lila untuk mengetes apakah ia hamil atau tidak.



“dok, tapi saya takut kecewa dengan hasilnya” ucap Lila



“tidak perlu terlalu khawatir bu, berdoa saja semoga hasilnya sesuai dengan keinginan” ucap dokter itu menenangkan.



Lila yang sudah memberikan urine yang sudah ia ambil tadi tinggal menunggu hasil yang akan di terima.



Kalandra dan Edo sudah sampai di tempat yang sudah sangat lama tidak mereka jumpai.


“wah Ndra, tempat ini ternyata masih sama seperti dulu ya..” ucap Edo yang melihat tempat berkumpul mereka dulu masih tetap berdiri kokoh dan sama seperti dulu, hanya saja warnya temboknya yang sudah mulai memudar.


Kalanda dan Edo sudah masuk ke dalam ruangan itu, sedangkan bodyguard yang disuruh Kalandra memantau tidak jauh dari tempat dimana Kalandra berada.


Di dalam ruangan itu, Ryan sudah menunggu mereka dan duduk di kursi yang ada di ruangan itu dengan menyilangkan kakinya dengan senyum sinisnya.


“hai yan, apa kabar?” tanya Edo


“haha, aku selalu baik-baik saja sahabat lamaku. Tidak perlu basa-basi, mana barang yang akan kau berikan kepadaku.” Ketus Ryan


Kalandra berjalan ke arah Ryan dan memberikan kotak berukuran sedang yang sudah disimpannya sejak lama.


“sudah 6 tahun aku menyimpan ini dengan baik, ini adalah rasa penyesalan Amelia selama ini, aku harap kau bisa memaafkan dan merelakannya agar dia tenang disana.” Ucap Kalandra.


Ryan membuka kotak tersebut dan terkejut melihat barang-barang couplenya dengan Amelia. Mata Ryan mulai berkaca-kaca namun ia tahan. Ryan mulai mengambil dan membuka surat yang sudah tidak berwarna putih lagi.


Isi surat tersebut:


Untuk cintaku Ryan,


Ryan, kekasihku dan cinta pertamaku. Apa kamu tau jika aku selalu mencintaimu? Apa kamu tau jika kamu akan tetap menjadi cinta pertama dan terakhirku? Aku mohon maafkan aku yang sudah mengkhianatimu karena menikah dengan sahabatmu, aku mohon jangan membencinya karena Kalandra hanya membantu kita.


Sebenarnya sebulan setelah kepergianmu ke luar kota, aku baru mengetahui jika aku sedang mengandung anak kita, saat itu aku benar-benar takut dan bingung, aku menyembunyikan hal ini dari orang tuaku tapi mereka ternyata menemuka tes kehamilan yang sudah aku sembunyikan, orang tuaku sangat marah dan memukuliku setiap hari karena aku tidak mau menggugurkan anak ini, aku bingung dengan apa yang akan aku lakukan hingga aku mendatangi Kalandra dan Edo untuk mencari jalan keluar, lalu Kalandra menawarkan dirinya untuk menikahiku dan bilang kepada orang tuanya kalau aku hamil karena dirinya.


Aku tidak memiliki pilihan lain, aku sangat takut dengan orang tuaku dan akhirnya aku menerima tawaran yang diberikan oleh Kalandra. Kalandra tidak pernah menyentuhku dari awal kami menikah hingga hari ini, dia sangat menghormatiku dan keluarganya sangat menyayangiku. Aku tau jika kau membaca surat ini berarti aku sudah tenang disana sambil melihatmu dan anak kita dari alam yang berbeda.


Aku selalu mendoakan kalian semua agar selalu berbahagia. Ryan, aku mohon maafkan aku, jangan membeci Kalandra dan Edo, mereka sangat menyayangimu mereka selalu mencarimu mereka selalu berusaha menghubungimu namun nomer telfonmu tidak aktif, mereka selalu berusaha untuk menjelaskannya kepadamu. Demi aku dan anak kita Kalandra bahkan rela melepaskan masa mudanya dan menikahi aku, sedangkan diluar sana banyak sekali wanita cantik yang mendambakannya.


Jika kamu tidak sibuk, datanglah ke kuburanku dan doakanlah aku agar aku lebih tenang karena menerima doa darimu.


Dari kekasihmu Amelia.


Ryan yang membaca surat itu menangis sejadi-jadinya ia menjatuhkan dirinya ke lantai dan mengacak-ngacak rambutnya, ia memukuli kepalanya karena sudah benar-benar salah paham kepada mereka semua.


Kalandra dan Edo yang melihat Ryan seperti orang gila langsung menghampirinya dan memeluk sahabatnya itu. Mereka tidak tau apa isi surat tersebut, namun mereka tau bahwa isi surat itu sangat membuat Ryan terpukul.


“hikss,, maafkan aku maafkan aku karena menyalahkan kalian selama bertahun-tahun, aku benar-benar minta maaf..” ucap Ryan dengan nafas yang sesegukan.


Kalandra dan Edo hanya memeluk Ryan sambil mengelus pundaknya untuk menenangkannya.


“jadi, maksudmu Kenan adalah anakku?” tanya Ryan di sela tangisannya.


Kalandra yang mendengar pertanyaan Ryan hanya tersenyum dan mengangguk.


“bisakan aku bertemu dengannya?” tanya Ryan


“tentu saja bisa, tapi jangan beri tau kebenaran ini padanya dulu karena dia masih kecil dan masih belum menerima semua ini.” ucap Kalandra

__ADS_1


“baiklah, aku hanya akan menemuinya sebagai sahabatmu” ucap Ryan, dan dibalas senyuman oleh Kalandra.


“terimakasih yaAllah, karena telah menyelesaikan kesalah pahaman antara kami.” Batin Kalandra.


__ADS_2