
Kejar apa yang pantas dikejar, tinggalkan apa yang pantas ditinggalkan. Selalu berpikiran tentang kemungkinan terburuk agar tidak sering terlanjur terpuruk.
Di kamar, Khansa terbangun karena ada suara telfon yang berasal dari hpnya. Dengan setengah sadar, Khansa meraba meja disebelahnya untuk mencari keberadaan hpnya dan mengangkatnya.
“halo..” ucap Khansa dengan suara yang masih serak.
“halo sa, kamu masih tidur?”
“lila? iya nih kesiangan aku. Ada apa lil?”
“aku mau ngasih kabar bahagia nih sa”
“kabar bahagia apa lil?”
“aku dan Riko akan menikah”
Khansa yang mendengar kabar itu langsung duduk hingga membangunkan Kalandra yang berada di sebelahnya.
“serius lil? yaampun selamat ya akhirnya setelah bertahun-tahun pacaran kalian nikah juga ya lil”
“iyanih, kamu kapan pulang ke Indonesia sa? Aku menikah di akhir bulan loh”
“emm, aku gatau kapan pulang lil” ucap Khansa dengan lemas.
“besok kami akan pulang, bilang pada Riko aku yang akan membiayai bulan madu kalian.” Ucap Kalandra tiba-tiba
Sontak Lila yang mendengarnya langsung gembira. Dan berterimakasih lalu mematikan telfonnya untuk mengabari Riko.
“mas, kamu serius mau biayain bulan madu mereka?” tanya Khansa yang masih tidak percaya.
“serius sayang, Lila adalah sahabatmu, Riko adalah karyawanku yang memiliki potensi yang bagus dalam pekerjaannya”
“astaga terimakasih banyak ya mas,, sekarang ayo masak lagi buat aku, aku mau ke kamar kak Edo mau jemput Kenan.” Khansa beranjak dari kasurnya dan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya, lalu ia keluar menuju kamar Edo.
"*astaga, habis terimakasih langsung disuruh masak ini? hadeehh sabar Ndra sabar*"
Khansa sudah berada di depan kamar Edo dan mengetuknya.
“kak Edo..” ucap Khansa
“iya sa,, mau jemput Kenan ya? Tuh dia udah rapih” Khansa melihat ke belakang punggung Edo dan terlihat Kenan sudah mandi dan berpakaian dengan rapih.

“astaga anak mami sudah ganteng sekali”
__ADS_1
“iya dong mami, kan kata mami kita akan jalan-jalan berdua”
Khansa baru ingat jika kemarin ia sudah berjanji akan menemani Kenan untuk jalan-jalan.
“iya sayang, tapi kita sarapan dulu ya papi udah masak buat kita. Terus mami mau mandi dan bersiap dulu.”
“kak Edo terimakasih banyak ya sudah menjaga Kenan” Khansa berterimakasih kepada Edo dan dibalas dengan anggukan.
Kenan mengikuti Khansa menuju kamarnya untuk sarapan bersama.
“hai papi,, sekarang papi jadi koki khusus buat mami ya?” ledek Kenan
“kamu mau gantiin papi?” ucap Kalandra dengan tatapan sinis.
Kenan yang mendengar ucapan Kalandra hanya menggelengkan kepalanya dan duduk dengan manis.
“ayo sekarang kalian makanlah dan kita akan berbelanja untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga kita, kita akan pulang ke Indonesia besok.” Jelas Kalandra.
Khansa dan Kenan sangat bersemangat untuk berbelanja karena mereka sama-sama sangat suka jalan-jalan.
"yah papi tapikan aku dan mami mau pergi berdua saja.." ucap Kenan kecewa.
"kalian pergi berduanya nanti saja di Indonesia oke?"
Kenan hanya pasrah dan menuruti permintaan papinya itu.
“do, kamu beli apapun yang kamu mau, aku yang akan membayarnya.”
“wah serius Ndra?”
“iya serius, anggep aja bonus kamu udah jagain Kenan selama disini” ucap Kalandra

Khansa dan Kenan sudah berjalan lebih dulu mencari-cari baju untuk keluarga di Indonesia, sedangkan Kalandra dan Edo berjalan di belakang mereka sambil berbicara masalah perusahaan.
“bagaimana keadaan perusahaan di Indonesia?” tanya Kalandra
“harga saham sudah mulai naik Ndra, kita sudah tau perusahaan mana yang menyerang perusahaan kita namun itu hanya perusahaan kecil dan CEO perusahaan itu tidak di ketahui asal usul dan keberadaannya.” Jelas Edo
“aku hanya takut jika dia kembali dan ingin membalas dendam, aku takut ia akan menyakiti istri dan anakku” ucap Kalandra sambil menatap lurus ke arah Khansa dan Kenan.
“*aku akan menjaga keluargamu walaupun nyawaku taruhannya Ndra, aku berhutang banyak padamu, jika bukan karena dirimu mungkin aku akan jadi pengemis sekarang*” batin Edo
Khansa dan Kenan sedang memilih-milih pakaian sambil bercanda, namun dengan tidak sengaja Khansa menabrak seorang pria yang sedang berbelanja bersama wanitanya dan membuat barang yang mereka bawa berantakan ke lantai.
__ADS_1
“ah maaf, maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja” ucap Khansa sambil memunguti barang orang itu yang berserakan di lantai.
“kalo jalan tuh liat-liat dong! Gapunya mata ya!? Dasar orang kampung, kok bisa-bisanya orang kampung kayak dia bisa ada di mall sebagus ini!” ucap wanita itu.
“heh tante! mamiku itu bukan orang kampung, tante tuh yang mulutnya kayak mulut orang kampung! Kan mami udah minta maaf dan udah bantuin ambil barangnya juga” Kenan kesal mendengar maminya di hina oleh orang lain.
“heh anak ingusan! Kamu ikut-ikut aja dasar anak kampung!”
Khansa yang kesal mendengar perkataan wanita itu langsung berdiri menatap tajam kearah mereka, namun laki-laki itu terkejut melihat Khansa lalu tersenyum.
“*kita bertemu lagi*” batin laki-laki itu
“heh mbak! Kalo mau ngehina ya ngehina saya aja tapi jangan pernah menghina anak saya, saya juga udah minta maaf dan bantuin kamu ngambil barang-barang ini kan!” Khansa yang kesal langsung melempar kembali baju yang sudah ia ambil ke lantai.
“kurang ajar kamu! Gatau sopan santun ya!” teriak wanita itu sambil mendorong Khansa hingga terjatuh.
“MAMI!!” teriak Kenan yang terdengar oleh Kalandra dan Edo yang sedang berbicara sambil memilih-milih baju dibagian pakaian pria.

Kalandra langsung menoleh dan berlari menghampiri Khansa, begitu pun Edo yang berlari di belakang Kalandra.
“ada apa ini!!” teriak Kalandra sambil mengangkat Khansa yang sedang terjatuh dilantai.
Lalu tiba-tiba lelaki yang sedari tadi hanya terdiam akhirnya angkat bicara.
“Kalandra!?” ucap lelaki itu dengan tatapan penuh kebencian
Kalandra dan Edo yang sedang membantu Khansa menoleh kearah asal suara dan mereka berdua sama-sama terkejut.
“Ryan!?” ucap Kalandra dan Edo secara bersamaan.
Ryan hanya menatap dengan penuh dendam kepada Kalandra dan Edo lalu pergi meninggalkan mereka, sedangkan wanita tadi bingung dan mengikuti Ryan pergi.
“kamu kok pergi sih sayang, kamu kenal sama pria itu?” Tanya wanita itu kepada Ryan.
“DIAM!” teriak Ryan yang membuat wanita itu terkejut.
“kamu kenal pria itu mas?” ucap Khansa sambil memegangi perutnya.
“ga kenal. Kamu ga apa-apa sayang? Apakah perutmu sakit? Ayo kita ke dokter!” ucap Kalandra
“tidak mas tidak ada yang sakit untung saja aku terjatuh tidak begitu keras.” Ucap Khansa.
“pasti ada yang di sembunyiin sama mas Andra, jelas-jelas dia tadi nyebut nama orang itu”
“Kenan sayang kamu gapapa?” tanya Khansa kepada Kenan karena ia tau pasti Kenan sangat terkejut melihat kejadian tadi.
“Kenan gapapa mami, tapi Kenan takut mami kenapa-kenapa tadi” ucap Kenan dengan suara bergetar menahan tangisnya.
“jangan nangis sayang, masa udah mau jadi abang nangis sih” canda Khansa yang akhirnya membuat Kenan kembali tersenyum.
*Ruang kerja Ryan*
__ADS_1
“aarghh! Sialan! Kenapa harus Kalandra lagi! Kenapa harus Kalandra!? tapi apa hubungan Kalandra dengan wanita itu?” Ryan yang berada di ruang kerjanya membating semua barang yang ada di meja kerjanya karena kesal dengan kejadian yang sudah ia alami di mall tadi.
“jika wanita itu adalah istri Kalandra, aku akan merebutnya dari Kalandra! aku tidak akan membiarkan Kalandra hidup tenang dan bahagia!” gumam Ryan.