MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
SEASON 2 (PREPARE 3)


__ADS_3

Kadang kamu menjauh dari seseorang, bukan berarti kamu tak memikirkan dia, tapi kamu tahu bahwa kamu tak mungkin bisa bersamanya.




Lana & Jonathan



“Ma, pa, Lana persiapan berangkat dulu ya.. itu sepertinya Lana sudah di jemput!” ucap Lana sambil melihat mobil yang baru saja masuk ke halamannya.



“Sayang, kamu harus hati-hati di sana jaga diri baik-baik dan tetap hubungi papa dan mama kapanpun oke?” ucap papa Riko yang mengkhawatirkan anak perempuannya.



“Duh pa, tenang saja mereka akan pergi dengan nak Bernard dan sepertinya dia bisa di percaya.” Ucap mama Lila.



“Walaupun bisa di percaya tapi yang namanya setan ada di mana-mana ma!” tegas Riko.



“Mama juga tau kalau setan di mana-mana pa!” balas mama Lila.



“Sudah-sudah! Lana akan menjaga diri baik-baik! Kalian bisa percaya sama Lana kalau Lana tidak akan melakukan hal-hal yang akan membuat mama dan papa khawatir.” Ucap Lana yang berusaha menenangkan kedua orang tuanya.



Tin,,tin,,



Mobil itu berhenti di depan rumah Lana dan Jonathan keluar dari mobil tersebut dan membuat papa Riko dan mama Lila terkejut dan heran karena bukan Bernard yang menjempun anak mereka.



“Kamu siapa!? Kenapa bukan Bernard yang menjemput anak kami!?” tanya mama Lila.



“Ma! Jangan begitu, ini adalah asisten pribadi om Bernard yang juga ikut ke Jepang.” Jelas Lana.



“Kenalkan, nama saya Jonathan saya adalah asisten pribadi tuan Bernard yang ikut pergi ke Jepang bersama mereka. Tuan Bernard menyuruh saya menjemput nona Lana dan langsung berangkat ke bandara agar tidak terlambat ke bandara jadi kita bisa sama-sama sampai bandara tepat waktu.!” Jelas Jonathan.



Riko dan Lila masih menatap Jonathan dengan tatapan tajamnya, sedangkan Lana yang melihat orang tuanya itu hanya menghela nafas panjang.



“Pa, ma, sudah ya Lana berangkat dulu.” Pamit Lana.


__ADS_1


“Kamu harus janji jaga anak saya baik-baik!” tegas Riko.



“Tenang saja om, tugas saya di ajak ke Jepang adalah untuk menjaga nona Lana, karena tuan Bernard tidak mungkin menjaga dua gadis muda secara bersamaan!” jelas Jonathan.



“Baguslah! Hati-hati di jalan, jangan lupa hubungi papa dan mama ya sayang.” ucap papa Riko.



Setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya, Jonathan memasukkan barang-barang yang di bawa Lana dan membukakan pintu untuk Lana di belakang.



“Om Jojon! Lana duduk di depan aja di sebelah om Jojon biar om punya teman ngobrol.” Ucap Lana yang langsung berjalan ke pintu mobil depan dan naik ke dalam mobil.



Sedangkan Jonathan yang mendapat panggilan om Jojon itu merasa seperti ada batu yang menimpanya.



“*Orang tuaku memberi nama kepadaku bagus-bagus, kenapa namaku di rubah menjadi Jojon*?” batin Jonathan sambil masuk ke dalam mobil.



Jonathan menoleh ke arah Lana dan melihat Lana yang sudah duduk dengan wajah yang sumringah karena senang, Jonathan menghela nafas panjang dan mulai melajukan mobilnya dengan perlahan.




“Saya tidak tau nona, dan bisakah nona jangan memanggil saya dengan sebutan om jojon?” ucap Jonathan.



“Emang kenapa om? Key aja manggil om Bernard beruang, masa Lana ga boleh manggil om Jojon?” tanya Lana.



“Jojon itu nama pelawak dan sudah meninggal, apa nona mau di datengin gara-gara manggil saya sama kayak namanya?” tanya Jonathan yang berniat untuk menakut-nakuti Lana.



“Kan yang namanya Jojon bukan dia aja om! Atau om Jojo saja ya, atau om Jon?” ucap Lana yang membuat Jonathan semakin frustasi.



“Terserah nona saja lah, percuma saya ngomong juga nona ga akan dengerin.” Ucap Jonathan pasrah.



“Om, bisa tidak jangan panggil nona kayaknya kaku banget, Lana ga suka kita kan lagi mau liburan jadi bahasanya santai aja ya om.” Ucap Lana.



“Baiklah Lana.” Ucap Jonathan.


__ADS_1


“Om, apakah Key sudah sampai bandara? Kenapa kita lama sekali jalannya? Om Jojo ga bisa ngebut ya? jangan-jangan om Jojo takut?” ejek Lana.



Jonathan yang semakin kesal tiba-tiba menancap gas dengan kuat dan membuat mobil mereka berjalan lebih cepat layaknya seorang pembalap.



“Yuhu!!!” teriak Lana yang gembira menikmati mobil mereka yang berjalan lebih cepat.



“*Apa dia sudah gila! Bukankah jika wanita normal akan takut jika aku membawa mobil seperti ini*?” batin Jonathan yang heran melihat Lana yang gembira.



Merka sudah sampai di bandara lebih dulu karena kecepatan menyetir Jonathan, karena belum melihat mobil tuannya, Jonathan memutuskan untuk tetap di dalam mobil dan menunggu mereka.



“Apa kamu tidak takut saat aku menyetir seperti tadi?” tanya Jonathan yang di balas gelengan kepala oleh Lana.



“Aku malah senang sekali om, em.. mau aku ceritakan sebuah rahasia?” tanya Lana yang dibalas anggukan oleh Jonathan.



“Om tau? Key itu sebenarnya punya sim A tapi selama ini dia tidak pernah di bawakan mobil sendiri itu ada alasannya om! Dulu Key sering menaiki mobil sport miliknya, dan sering ngebut kayak om ini! Key itu kalau lagi stress pasti dia pergi balapan, latihan tembak atau latihan memanah! Aku juga sering ikut Key kalau dia lagi balapan dan aku lah yang sering mengingatkannya untuk tidak mengebut berlebihan karena aku duduk di sebelahnya.”



“Dan ada satu masa, Key balapan tanpa aku karena saat itu aku lagi ada urusan di kampus. Lalu Key mengalami kecelakaan, dia sempat di rawat selama sebulan di rumah sakit dan kakinya retak saat itu sampai dia di bawa ke Paris untuk di rawat di rumah sakit tantenya. Sejak saat itu semua keluarganya tau kalau Key selama ini suka balapan dan mengambil semua fasilitas menyetirnya seperti mobil dan sim nya. Untung saja saat balapan Key selalu memakai pakaian khusus lengkap jadi tidak ada luka yang berlebihan selain kakinya.” Jelas Lana.



Jonathan yang mendengar cerita Lana itu terkejut karena dia tidak menyangka gadis kecil seperti Key menyukai olahraga extreme seperti itu.



“Apa kaki nona Key baik-baik saja sekarang?” tanya Jonathan.



“Hm, tentu saja! rumah sakit tantenya adalah rumah sakit terbaik di Paris dan mereka merawat Key dengan sangat baik! Lagipula retak di kakinya tidak parah om jadi dia bisa cepat pulih. Mungkin ada masa di mana kakinya sakit tiba-tiba saat melakukan sesuatu yang berlebihan.” Jelas Lana lagi.



“Pantas saja kamu malah senang jika aku mengebut, ternyata kamu berteman dengan wanita perkasa ya!” ucap Jonathan.



“Hahaha, wanita perkasa? Key itu sebenarnya sama kayak wanita lain! Dia itu sebenarnya lemah, kadang hatinya bisa sangat sensitive karena sesuatu, hanya saja dia selalu menutupi hal itu dan tidak pernah menunjukkan jika dirinya itu lemah.”



“Di kampus juga sebenarnya dia sering sekali di kerjai dengan anak-anak yang lain khususnya para perempuan. Mereka tidak tau siapa Key sebenarnya, mereka selalu mengatai Key wanita murahan yang memiliki sugar daddy karena barang yang Key pakai selalu saja barang yang harganya mahal dan kadang abang Kenan juga mengantar Key tepat di depan gedung kampus dan membuat Key menjadi pusat perhatian dan akhirnya mereka kembali menghina Key.” Lanjutnya.



“*Ternyata ada banyak sekali hal yang terjadi di kehidupan nona Key, aku harus memberi tau tuan Bernard agar dia bisa lebih megenal nona Key dengan baik. Aku juga berharap agar tuan Bernard bisa mencintai nona Key karena nona Key adalah wanita yang baik tidak seperti wanita itu*!” Batin Jonathan.

__ADS_1


__ADS_2