MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
PENCARIAN ANDINI


__ADS_3

"Aku sudah menodai seorang wanita." Ucap Ken.


Kata-kata itu adalah kata-kata yang sangat menyakiti mami Khansa. Dia tidak menyangka kalau ternyata anak laki-lakinya berani menodai seorang wanita.


"Sayang, tenanglah." Ucap papi Kalandra.


"Jangan menyuruhku tenang untuk kali ini mas, dia sudah berani membuatku malu!" tegas mami Khansa sambil meneteskan air mata.


"Mi, kita bicarakan di rumah saja ya." ucap Key.


"Tidak Key, dia berani bicara seperti ini di depan umum berarti dia juga harus mau di marahi di depan umum!" Ucap mami Khansa.


"Mami, maafkan Ken mi Ken benar-benar tidak sadar saat melakukan hal itu." ucap Ken dengan mata yang berkaca-kaca.


Plak! Mami Khansa kembali menampar wajah Ken.


"Kenapa kamu harus meminta maaf kepadaku? harusnya kamu meminta maaf kepada wanita yang sudah kamu nodai, harusnya kamu berlutut di hadapan wanita tersebut!" bentak mami Khansa.


"Kenapa kamu melakukan hal seperti itu Ken? Kamu lahir dari rahim seorang perempuan, kamu juga memiliki adik perempuan, bagaimana perasaanmu jika adikmu yang di perlakukan seperti itu!?" Tanya mami Khansa.


"Mami, Ken tidak berniat melakukan hal itu, Ken tidak sadar mi." Ucap Ken.


"Sadar atau tidak sadar kamu tetap harus bertanggung jawab Kenzo! Jangan jadi pengecut seperti ini!"


"Tapi wanita itu belum tentu hamil mami."


Plak! Tamparan ketiga sudah yang diberikan oleh mami Khansa.


"Bodoh! Hamil atau tidaknya wanita itu kamu harus menikahinya! Kamu sudah menghancurkan masa depannya Ken! Laki-laki mana yang mau menerima wanita yang sudah tidak perawan lagi ha!? Kalaupun ada, dia akan di remehkan oleh suaminya!" tegas mami Khansa.


"Tapi Ken tidak tau namanya siapa dan di mana dia berada saat ini mi."


"Mami tidak mau tau, kamu harus mencarinya sampai ketemu dan nikahi dia, sebelum kamu menemukannya jangan harap mami akan memaafkanmu!" ucap mami Khansa.


"Aku mau pulang mas, aku ga kuat melihat wajahnya!" ucap mami Khansa sambil menatap tajam ke arah Ken.


"Papi benar-benar kecewa denganmu Kenzo! Papi tidak pernah mengajarkan kamu untuk menodai seorang wanita! Sampai wanita itu di temukan, kamu tidak boleh pergi ke perusahaan! Biar Key dan Rey yang mengurus semua pekerjaanmu! Kamu hanya perlu fokus mencari wanita itu!" tegas papi Kalandra.


"Kamu beruntung mami kamu yang menamparmu, kalau itu papi, papi tidak akan segan untuk menghajarmu habis-habisan!" Ketus papi Kalandra yang langsung pergi meninggalkan Ken dan Key.


Ken menundukkan kepalanya dan meneteskan air mata, untuk pertama kalinya dia membuat maminya menangis karena kecewa padanya.


Brugg!!


Key meninju perut Ken dengan kencang namun Ken tidak berkutik sedikitpun.

__ADS_1


"Kamu! Kamu sudah membuat keluarga kita kecewa Ken! Mami menyelamatkan kamu dari amukan papi hari ini! Jika abang mengetahui hal ini, dia akan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menuntunmu dengan benar!" ketus Key.


"Key tolong bantu aku!" ucap Ken.


Key yang tadinya mau pergi langsung menoleh kembali ke arah Key.


"Bantu aku menemukan wanita itu, wanita yang dulu berdebat denganmu di kantin kampusku." ucap Ken.


Key kembali mengingat wanita yang di maksud oleh Ken, ketika mengingatnya Key langsung membulatkan kedua matanya.


"Jangan bilang kalau wanita itu?" Tanya Key yang di balas anggukan kepala oleh Ken.


"Bagaimana bisa kamu bertemu dengannya di sana?!" Tanya Key.


"Dia bekerja di sana, ya intinya begitu aku mohon bantu aku mencarinya dengan Rey." ucap Ken.


"Baiklah! Aku ingin membantumu karena aku tidak mau memiliki saudara yang tidak bertanggung jawab!" ketus Key


Key mencoba untuk menelfon Rey untuk menanyakan tentang wanita itu.


"Halo Rey, apa kamu menemukan wanita itu?" Tanya Key.


"Wanita yang mana?" Tanya Rey yang pura-pura tidak tau apa-apa.


"Tidak usah pura-pura! Aku, papi dan mami sudah tau semuanya, Ken sudah memberitahuku!" ucap Key.


"Laki-laki sejati palalu peyang! Dia bukan laki-laki sejati kalau dia menodai seorang wanita!" ketus Key.


"Oke, aku sudah menemukan wanita itu, namanya Andini, dia tinggal bersama ayahnya di daerah M." ucap Rey.


"Aku akan ikut kesana denganmu dan Ken! Jangan beritahu tentang hal ini kepada siapa-siapa dulu, oke?" ucap Key.


"Baiklah, aku akan segera menjemputmu dan Ken kerumah kalian."


"Jangan kerumah, aku dan Ken berada di restaurant milik Ken, kami akan menunggumu." ucap Key lalu segera mematikan telfonnya.


Key melihat ke arah Ken yang masih menunduk karena merasa bersalah, Key hanya bisa menghela nafas panjang dan menghampiri Ken.


"Bangunlah! Kita akan mencari wanita itu, namanya Andini, ingat itu!" ucap Key.


"Aku benar-benar tidak menyangka kalau aku bisa melakukan hal itu." Ucap Ken.


"Kamu saja tidak menyangka, lalu bagaimana dengan papi, mami dan aku?!"


Tin..tin..

__ADS_1


Klakson mobil berbunyi dengan kencang, Key yakin kalau itu adalah Rey. Key segera menggandeng tangan Ken dan menuntunnya untuk menghampiri Rey.


"Waw Ken! Siapa yang menampar wajahmu sampai seperti ini?" Tanya Rey yang melihat pipi saudaranya memerah.


"Mami! Sudah jangan banyak bicara, ayo kita segera berangkat agar semua masalah cepat terselesaikan!" Ucap Key.


Akhirnya mereka bertiga segera berangkat menuju rumah Andini.


"Kamu hebat sekali berani memberitahu keluargamu Ken!" puji Rey.


"Tidak usah memujinya! Tetap saja dia laki-laki kurang ajar!" ketus Key.


"Lalu jika kita sudah bertemu dengannya, apa yang akan kamu lakukan Key?" Tanya Rey.


"Mami menyuruh Ken menikahinya!"


"What?! menikah dengan wanita yang sudah berdebat dengan adiknya sendiri? Aku tidak bisa bayangkan bagaimana jadinya jika kalian menjadi ipar haha." ucap Rey.


"Diam kau!" Ketus Key.


"Lalu bagaimana dengan Audrey? Apa kamu tidak akan memberitahunya?"


"Tidak usah membahasnya! Dia yang sudah membuat Ken menunggunya, biarkan dia menerima akibatnya telah membuat Ken menunggu!" ketus Key.


Sedangkan Ken dari tadi hanya mendengarkan Rey dan Key berbicara tanpa mengucapkan apapun. Ken melihat keluar jendela dengan tatapan kosong, entah apa yang sedang ia fikirkan.


Setelah melakukan perjalanan beberapa menit, mereka sampai di alamat rumah yang di berikan oleh temannya.


"Kamu yakin di sini rumahnya?" Tanya Key sambil melihat rumah yang sudah sangat tua dan tidak terawat.


"Aku yakin, temannya temanku adalah temannya." ucap Rey yang membuat Key tidak mengerti.


"Kamu ini bicara apa sih! ga jelas deh!" ketus Key.


Key, Ken dan Rey segera turun dari mobil dan mencoba untuk berjalan menghampiri rumah tersebut.


Plak! "Anak tidak tau diri kamu! Kenapa kamu berhenti bekerja di club malam!? Kamu mau nyari alasan agar tidak memberi aku uang kan!?" teriak seorang laki-laki dari dalam rumah.


"Tidak ayah, Andini akan mencari pekerjaan yang lain, Andini tidak mau bekerja di club malam lagi hikss,, hikss.." ucap seorang perempuan dengan tangisannya.


Ken, Key dan Rey tau kalau Andini lah wanita yang sedang menangis itu, mereka bertiga tetap ingin menghampiri rumah tersebut namun tiba-tiba.


Brug!! Seorang pria mendorong tubuh wanita tersebut keluar rumah hingga jatuh terguling tepat di hadapan Ken.


__ADS_1


"Hikss,, hikss ampun ayah maafkan Andini.." ucap Andini yang segera berlutut memohon kepada ayahnya, dia belum sadar jika dari tadi ada tiga orang yang sudah melihatnya.


__ADS_2