MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
RUMAH SAKIT


__ADS_3

Seseorang dikatakan gagah perkasa, itu bukanlah orang yang bertubuh besar dan kuat, namun orang yang mampu mengendalikan emosi pada waktu dia marah.



Kalandra terbangun karena mendengar tangisan anak-anaknya lalu melihat jam yang ada di dinding kamarnya yang masih menunjukkan pukul 23.00, Kalandra melihat Khansa yang masih terlelap karena baru saja tertidur setelah menidurkan anak-anaknya.



Akhirnya Kalandra beranjak dari tempat tidur tanpa membangunkan istrinya itu, Kalandra berjalan menuju kamar anak-anaknya, Kalandra melihat Rey sedang menangis kencang dan langsung di hampiri olehnya.



“Hai jagoan, kamu kenapa menangis? apa kamu sudah haus lagi?” tanya Kalandra sambil mengangkat Rey.



“Wah ternyata pampersmu sudah penuh ya? baiklah papi Andra akan menggantikan pamersmu agar kamu bisa kembali tertidur dengan nyenyak.” Ucap Kalandra yang sudah memegang popok Rey.



Kalandra menidurkan Rey di meja bayi yang biasa digunakan untuk mengganti pakaian anak-anaknya. Kalandra mencoba untuk menggantikan pampers Rey yang sudah penuh itu.



Setelah selesai mengganti pampers Rey, Kalandra kembali menggendong Rey dan berusaha untuk menidurkannya kembali.



“Rey, papi Andra tau jika perlakuan kedua orang tuamu kepada keluarga papi Andra itu benar-benar sulit untuk di maafkan, tapi papi Andra tidak pernah membenci mereka dan membencimu. Papi Andra ingin kamu bisa menjadi laki-laki yang baik dan berwibawa saat dewasa nanti, papi Andra ingin Rey agar selalu akrab dengan saudara-saudaramu dan tolong jaga Key sekuat tenagamu ya, dia adalah satu-satunya putri kecil papi yang akan papi jaga dari siapapun yang akan menyakitinya.”



“Papi Andra ingin Rey, Ken dan abang Kenan bisa bersatu untuk menjaga Key dari orang-orang yang berniat jahat kepadanya, papi Andra juga tidak akan membiarkan orang lain menyakiti kalian papi Andra janji akan menjaga kalian meskipun nyawa taruhannya.” Ujar Kalandra.



Kalandra mencoba untuk mengeluarkan keinginan dan harapannya kepada Rey, dia sangat ingin jika Rey bisa selalu menyayangi saudara-saudaranya layaknya saudara kandung.



Tidak lama kemudian, Rey kembali tertidur Setelah mendengar cerita Kalandra yang panjang. Kalandra kembali menaruh Rey di tempat tidurnya dan dia pun ikut tertidur di sofa karena masih mengantuk.



![](contribute/fiction/1401978/markdown/4875207/1606997224092.jpg)



Lila & Riko


“AAAHHH!!!” teriak Lila.


Riko yang baru saja membuka bajunya dan berniat untuk mandi malam itu setelah lembur bekerja mendengar teriakan istrinya dengan segera langsung berlari menghampirinya.


“Ada apa sayang!?” tanya Riko dengan wajah paniknya.


“Perutku,, perutku ko s,sakitt sekali…” ucap Lila dengan terbata-bata.


Riko panik karena melihat ada cairan yang keluar dari perut Lila.


“T,,tunggu sebentar aku akan memakai pakaianku dulu setelah itu aku akan segera membawamu ke rumah sakit, Tarik nafasmu perlahan sayang..” ucap Riko.

__ADS_1


Riko segera menggunakan pakaiannya kembali dan mengambil hpnya untuk menghubungi dokter kandungan Lila. setelah menghubungi dokter kandungan Lila, Riko segera menggendong Lila dan membawanya masuk ke dalam mobil unuk segera menuju ke rumah sakit.


Di rumah sakit, dokter kandungan Lila sudah menyiapkan tempat tidur pasien untuk Lila.


“Dok, tolong istri saya saya mohon dok..” ucap Riko dengan putus asa.


“Tenangkan diri anda tuan, istri anda akan baik-baik saja tenang saja.” dokter tersebut mencoba untuk menenangkan Riko.


“Baik dok, tolong selamatkan istri dan anak saya.”


Dokter tersebut masuk ke dalam ruangan untuk memeriksa keadaan Lila terlebih dahulu, Riko melihat jam di layar hpnya masih tengah malam untuk menghubungi kerabatnya, namun Riko juga panik jika berada di rumah sakit sendirian karena ia tidak mengerti mengenai apapun. Akhirnya Riko memberanikan diri untuk menghubungi Khansa.


Lama sekali Riko mencoba untuk menghubungi Khansa tapi tidak di jawab olehnya, mungkin Khansa masih tertidur piker Riko namun tidak lama kemudian ada telfon balik dari Khansa, dengan segera Riko mengangkat telfon tersebut.


“Halo ko, ada apa malam-malam begini?” tanya Khansa.


“Halo sa, anu em sorry ganggu malem-malem, tapi emm..” Riko bingung harus berbicara apa kepada Khansa karena ia juga tidak enak karena sudah mengganggu tidur sahabatnya itu.


“Ada apa sih ko em am em doang perasaan dari tadi.” protes Khansa.


“Lila sa, Lila sepertinya mau lahiran. Aku sekarang sedang berada di rumah sakit, tadi ada cairan yang keluar sepertinya dari dalam perutnya.” Jelas Riko.


“APA!? Lalu bagaimana keadaannya sekarang? Aku akan segera kesana dengan suamiku, tunggu aku dan jangan panik tolong jaga Lila oke?” ucap Khansa lalu mematikan telfonnya.


Riko sedikit lebih tenang karena Khansa akan menyusul ke rumah sakit.




Khansa yang baru saja menutup telfon dari Riko menoleh ke sampingnya, namun ia tidak melihat suaminya di sana. Khansa sudah hafal dimana suaminya itu berada Khansa segera menyusul suaminya di kamar anak-anaknya dan melihat jika suaminya sedang tertidur pulas.




Khansa menghampiri suaminya, ia ingin membangunkannya namun ia kasihan untuk membangunkan suaminya itu, namun ia juga tidak ingin pergi tanpa berpamitan kepada suaminya. Akhirnya Khansa memutuskan untuk membangunkan suaminya dengan perlahan.



“Mas,,” ucap Khansa namun tidak di gubris oleh suaminya.



Beberapa kali Khansa mencoba untuk membangunkan suaminya hingga akhirnya Kalandra terbangun dan menatap Khansa yang berada di hadapannya.



“Sayang kamu udah bangun? Jam berapa ini?” tanya Kalandra.



“Ini masih jam 00.30 mas, aku membangunkanmu karena mau meminta ijin untuk keluar mas.” Ucap Khansa.



“Ha? ijin ke mana tengah malam begini sayang?” tanya Kalandra.



“Ke rumah sakit mas, Lila sepertinya akan segera melahirkan tadi Riko menelfonku.” Ucap Khansa.

__ADS_1



“Aku akan menemanimu.” Ujar Kalandra yang langsung berdiri.



“Tidak mas, kamu istirahatlah nanti kamu akan bekerja.”



“Kamu juga nanti akan bekerja sayang, pokoknya harus aku yang nganter kamu atau engga sama sekali.” tegas Kalandra.



“Lalu anak-anak bagaimana?” tanya Khansa.



“Anak-anak baru saja tertidur, aku akan membangunkan mama dan bi Rini untuk menjaga mereka.”



“Apa tidak akan merepotkan mereka mas?” tanya Khansa.



“Tidak ada yang di repotkan di sini sa, sudahlah kamu bersiap saja sekarang aku akan membangunkan mama.”



Khansa hanya pasrah mengikuti ucapan suaminya itu, Khansa segera masuk ke dalam kamar untuk mengganti bajunya dan kembali ke kamar anak-anaknya.



“Anak-anak mami sayang, jangan rewel ya mami mau pergi sebentar dan akan segera kembali oke?” ucap Khansa sambil membelai satu per satu kepala ketiga anaknya itu.



Khansa segera menghampiri kamar anak pertamanya untuk memasukkan tugas yang semalam sudah ia teliti ke dalam tas sekolah Kenan agar tidak tertinggal saat buru-buru nanti.



Setelah merasa sudah siap semua, Khansa segera menghampiri suaminya yang masih berada di kamar mertuanya.



“Yaampun mas, kaget aku.” Ucap Khansa yang hampir saja menabrak suaminya.



“Apa kamu sudah siap sayang?” tanya Kalandra.



“Hm sudah mas, bagaimana dengan mama?”



“Dia akan menjaga anak-anak sayang kamu tenang saja.” ucap Kalandra.


__ADS_1


Akhirnya Khansa dan Kalandra segera berangkat ke rumah sakit untuk melihat keadaan Lila yang akan melahirkan.


__ADS_2