
Di dalam ruangan, Rose dan Ryan prihatin melihat putri sematawayang mereka terbaring lemah dengan wajah yang di penuhi banyak memar.
“Hikss,, hikss,, bagaimana bisa anak perempuanku menjadi seperti ini sayang,, kenapa dia tidak pernah bercerita kepada kita tentang perlakuan Sandy kepadanya.” Ucap Rose sambil menangis melihat lebam di tubuh anaknya.
“Tante, ini hanya beberapa! Dia pernah memiliki banyak sekali lebam saat itu, Rey juga sudah meminta visum kepada dokter untuk bukti yang bisa memberatkan Sandy.” Jelas Rey.
“Terimakasih banyak Rey, kamu sudah sangat membantu Elsa, kami berhutang banyak padamu.” Ucap Ryan yang di sambung anggukan kepala oleh Rose.
“Tidak perlu berterimakasih om, Elsa sudah Rey anggap sebagai adik Rey sendiri tentu saja Rey akan menjaganya sama seperti Rey menjaga Key.” Ucap Rey.
Ryan dan Rose hanya tersenyum mendengar ucapan Rey lalu kembali menatap Elsa yang masih belum sadarkan diri.
“Lihatlah sayang, kak Reymu yang menjagamu mati-matian, mungkin kalau tidak ada Rey kamu sudah tidak bisa terselamatkan! Walaupun dia hanya menganggapmu sebagai adiknya, tapi mama berjanji akan membuatnya menjadi milikmu dan membuatmu bahagia.” Batin Rose.
“Cinta akan datang seiring berjalannya waktu bukan? Mama yakin Rey akan sangat menyayangi dan mencintaimu suatu saat nanti.” Lanjutnya.
Rey memang sudah pernah mengungkapkan perasaannya kepada Elsa, dia bahkan pernah memiliki keinginan untuk mengejar cinta Elsa, tapi entah kenapa dia takut, dia takut kalau cintanya hanya sementara dan akan membuat Elsa tersakiti.
Sejak saat itu Rey hanya berusaha untuk meyakinkan dirinya tentang perasaannya kepada Elsa, dia tidak ingin saat dirinya sudah mendapatkan cinta Elsa justru dia malah akan membuat Elsa tersakiti.
***
Sudah sehari Elsa tidak sadarkan diri, semua orang termasuk papi Kalandra dan mami Khansa sudah mengetahui tentang kejadian penculikan Elsa.
Tentu saja mereka sangat murka dengan apa yang di lakukan Sandy kepada Elsa, namun Kenan mencoba untuk meyakinkan kedua orang tuanya untuk tidak main hakim sendiri.
“Kamu ini sama seperti mami kamu Kenan! Laki-laki sepertinya harus di beri pelajaran, jangan seenaknya di hukum di jeruji besi!” ucap Kalandra.
“Pi, wajah Sandy saja sudah tidak terlihat lagi wujudnya karena sudah babak belur, lalu mau menghajarnya sampai dia mati?” tanya Kenan.
“Biarkan saja dia mati! Dia tidak pantas untuk hidup!”
“Mas, sudahlah jangan emosi kamu sudah tua, Kenan benar, biarkan dia merasakan mendekam di penjara.” Sambung Khansa.
“Kenan benar Ndra, biarkan saja! Kita bisa kembali menyiksanya setelah dia sudah keluar dari penjara!” ucap Ryan dengan senyum sinisnya.
“Kamu benar! Aku akan mematahkan kaki dan tangannya saat dia keluar nanti!” sambung Kalandra.
Mendengar ucapan Ryan dan Kalandra membuat Rose dan Khansa menggelengkan kepala, mereka sudah hafal dengan sikap suami mereka masing-masing.
Sedangkan yang lain masih menunggu dengan khawatir karena Elsa belum juga sadarkan diri, padahal dokter sudah memindahkannya ke ruangan khusus.
__ADS_1
“Kenapa Elsa juga belum bangun?” tanya Key yang sudah tidak sabar.
“Sabar sayang, dia akan segera bangun.” Bernard mencoba untuk menenangkan istrinya.
“Tapi ini sudah sehari! Dasar laki-laki tidak tau di untung! Aku akan memberinya pelajaran setelah dia keluar dari penjara!” ucap Key dengan penuh amarah.
“Sayang! ingat kandunganmu jangan marah-marah nanti anak kita akan seperti dirimu!” ucap Bernard.
“Bagus dong! Dia akan cantik sepertiku, kenapa memangnya kalau anak kita mirip denganku?”
“Aku hanya tidak ingin memiliki anak yang suka marah-marah sepertimu, cukup kamu saja yang suka marah-marah di rumah kita.” Ucap Bernard.
Key yang kesal langsung menatap suaminya dengan tatapan tajamnya, sedangkan Bernard yang di tatap seperti itu hanya bisa memamerkan gigi putihnya.
Tidak lama kemudian, tangan Elsa bergerak, matanya yang tadinya terpejam langsung terbuka secara perlahan.
“Elsa?” ucap Rey yang langsung menyadari karena dirinya berada tepat di sebelah Elsa.
Mendengar Rey memanggil nama Elsa, semua orang langsung mengelilingi tempat tidur Elsa untuk melihatnya.
“Sayang..” ucap Ryan dan Rose secara bersamaan.
“Els..” sapa semua orang.
“Kalian datang? Senang sekali rasanya bisa melihat kalian semua di sini.” Ucap Elsa dengan lemah.
“Els, jadi karena ini kamu tidak mau kembali ke Paris? Kenapa kamu tidak cerita sama mama dan papa? Kenapa kamu menyembunyikan hal sebesar ini?” tanya Rose.
“Maaf ya ma, Elsa hanya tidak ingin membuat mama dan papa kepikiran karena kalian berdua juga sibuk dengan perusahaan yang ada di Indonesia.” Jelas Elsa.
“Sebenarnya papi juga kecewa sama kalian semua! Bagaimana bisa kalian tidak mengatakan tentang kejadian besar ini! Untung saja Dirga tidak ikut campur tangan tentang masalah ini, kalau sampai dia mendukung anak kurang ajarnya itu dia mungkin mengutus banyak bawahan untuk menghabisi kalian semua!” ketus Kalandra.
“Mas! Elsa baru sadar kenapa kamu malah marah-marah?!” bisik Khansa sambil menyubit perut suaminya.
“Aku kesal sayang! Anak kita berlaku seperti orang dewasa!”
“Mereka memang sudah dewasa mas! Mereka semua sudah memiliki keluarga mereka masing-masing, kita tidak boleh terus-terusan ikut campur dengan masalah mereka.” Ucap Khansa.
“Rey belum menikah!”
“Rey sebentar lagi akan menikah
__ADS_1
dengan Elsa, benar bukan?” ucap Rose yang dari tadi mendengar ucapan Kalandra dan Khansa.
Semua orang yang ada di sana terkejut mendengar ucapan Rose, termasuk Rey dan Elsa. Mereka berdua tidak tau menau tentang rencana Rose yang secara tiba-tiba itu.
“Benarkah!? Kalian berdua akan menikah!?” tanya Key.
“Aku dan kak Rey tidak pernah memiliki rencana seperti itu, ma kenapa mama mengatakan hal itu?” ucap Elsa.
“Karena mama yang memiliki rencana seperti itu! Selama ini Rey sudah banyak membantumu, dia juga yang selalu menjaga dan membantumu jika kamu kesulitan, akan lebih baik kalau kalian berdua menikah dan saling menjaga satu sama lain bukan?” ucap Rose.
“Benar juga! Besok aku dan Rose akan mengatakan tentang rencana ini kepada kak Robert dan hani.” Ucap Ryan.
“Bagus! Aku dan Khansa juga sangat setuju dengan rencana itu, dan keluarga kita juga akan semakin kuat dan bersatu!” sambung Kalandra yang di balas anggukan oleh Khansa.
Elsa tidak bisa mengatakan apapun, dia juga bingung apa yang harus dia ucapkan, dia hanya melihat Rey yang masih tertegun di tempatnya karena masih terkejut dengan ucapan Rose.
“Menikah? Menikah secara tiba-tiba? Bagaimana ini? Aku masih memiliki cita-cita kedepannya, kenapa aku harus menikah secepat itu?” gumam Rey.
“Rey! Rey!” panggil Kenan.
“Eh, a-apa bang?”
“Kenapa kamu diam saja? Kamu setuju bukan menikah dengan Elsa?” tanya Kenan.
Rey tidak tau harus mengucapkan apa, berada di tengah-tengah banyak orang membuatnya tidak bisa berkutik apa lagi menolak, terutama saat papi Kalandra dan mami Khansa sudah menyetujuinya.
“Kenapa diam saja Rey? Apa kamu tidak setuju dengan rencana ini?” tanya Khansa.
“B-bukan begitu mi.”
“Rey, kami hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua itulah kenapa kami menyarankan hal seperti itu.” Ucap Ryan.
“Beri Rey waktu untuk berfikir om, Rey juga harus mematangkan hati untuk menikah secara mendadak seperti ini.” ucap Ryan.
Elsa dan Rey hanya saling tatap, sedangkan yang lain hanya bisa mengangguk mengiyakan keputusan Rey.
Key juga tau betul kalau Rey dan Elsa memiliki kisah yang sangat rumit, dia menatap khawatir ke arah keduanya.
***
Hai kakak-kakak, jangan lupa ya baca novel.
__ADS_1
ELSA’S LOVE STORY