
Jangan buru-buru mengungkapkan, siapa tau itu bukan cinta tapi hanya kagum. Tunggu beberapa waktu, jika rasa itu semakin besar itulah yang di namakan cinta.
“Kenapa kalian semua diam? Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?” tanya Belinda.
“Tante, ada sesuatu yang tidak Belinda ketahui kan?” tanya Belinda kepada mami Khansa.
“Sayang, duduklah dulu karena ini adalah cerita yang sangat panjang.” Ucap mami Khansa.
Akhirnya Belinda menghampiri mami Khansa dan duduk di sebelahnya. Mami Khansa menceritakan semuanya kepada Belinda dan membuatnya terkejut.
“Apa? A-aku tidak menyangka kalau Kenan memiliki masa lalu seperti itu tante, kenapa Kenan tidak pernah bercerita seperti itu?” tanya Belinda yang terkejut mendengar penjelasan dari mami Khansa.
“Mungkin dia belum siap untuk menceritakan hal itu kepadamu Belinda, tante yakin kalau Kenan akan menceritakannya suatu saat nanti, tapi tiba-tiba ada kejadian seperti ini dan tante harap kamu akan memberikannya semangat untuk kembali melanjutkan cita-citanya.” Ucap mami Khansa.
“Belinda yakin kalau Kenan akan kembali melanjutkan cita-citanya menjadi dokter tante, Kenan berhasil menyelamatkan papinya dan Belinda juga yakin kalau Kenan akan menghilangkan rasa bersalahnya sedikit demi sedikit.” Ucap Belinda dengan senyuman di wajahnya.
Di tengah-tengah pembicaraan mereka, Kenan dan Bernard masuk ke dalam ruangan papi Kalandra. Semua orang yang ada di ruangan tersebut melihat ke arah mereka.
“Abang, bagaimana keadaan papi?” tanya Key.
“Kalian semua tenang saja, papi baik-baik saja, hanya saja pembuluh darah koroner papi tersumbat.” Jelas Kenan.
“Bisakah abang menjelaskan dengan jelas dan rinci?” tanya Key kembali.
“Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah yang mensuplai makanan ke otot jantung, nah pembuluh darah ini lah yang menyumbat sampai papi terkena serangan jantung, dan sumbatan yang papi alami adalah karena lemak kolesterol, mulai sekarang papi dan mami harus mengontrol makanan yang kalian makan.” Ucap Kenan.
“Apa? Kenapa mami juga harus mengotrol makanan yang mami makan?” tanya mami Khansa.
“Karena papi dan mami sudah tidak muda lagi, kalian berdua tidak boleh makan makanan sembarangan, karena orang tua itu rawan sekali dengan yang namanya kolesterol dan asam urat.” Jelas Kenan.
“Baiklah baik, mami akan menuruti permintaanmu.” Ucap mami Khansa sambil berjalan mendekati anak sulungnya itu.
“Sayang, terimakasih karena sudah menyelamatkan papi kamu, dan mami minta maaf karena sudah menamparmu tadi, mami tidak bermaksud seperti itu.” Ucap mami Khansa sambil memegang pipi Kenan yang tadi dia tampar dengan sangat lembut.
“Tidak apa-apa mami, Kenan tau betul kalau mami sangat menyayangi papi dan Kenan, Kenan tau mami melakukan hal itu agar Kenan bisa mengatasi trauma dan rasa bersalah Kenan kepada pasien Kenan yang dulu.” Ucap Kenan dengan senyum di wajahnya.
“Bang, sepertinya ada sesuatu yang harus abang luruskan dengan kak Belinda.” Ucap Key sambil melirik ke arah Belinda.
__ADS_1
Kenan sadar kalau dirinya harus menjelaskan tentang masa lalunya kepada Belinda, Kenan mengajak Belinda keluar dari ruangan papinya dan pergi ke taman rumah sakit untuk berbicara berdua saja.
“Kita bicara di taman rumah sakit saja ya sayang, di sana biasanya tidak banyak orang kok.” Ucap Kenan.
“Kamu udah kayak peramal saja deh.” Ketus Belinda.
Akhirnya mereka berdua sampai di taman rumah sakit dan duduk di bangku yang ada di sana.
“Oke, sekarang kamu mau tau tentang apa Belinda? Aku tau kalau mami sudah memberitahu tentang pekerjaanku dulu.” Ucap Kenan to the point.
“Kenapa kamu tidak pernah menceritakan masa lalumu itu kepadaku?” tanya Belinda.
“Karena saat itu aku masih belum bisa menghapus rasa bersalahku kepada pasienku.” Ucap Kenan.
“Lalu sekarang? Apa kamu masih merasa bersalah?” tanya Belinda.
“Tentu saja! aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu dan akan selalu merasa bersalah.” Ucap Kenan.
“Apa tidak mungkin kamu kembali menjadi dokter Kenan?” tanya Belinda.
“Apa menurutmu aku harus kembali menjadi dokter sayang?”
“Apa kamu rasa aku bisa kembali menjadi dokter yang baik?” tanya Kenan.
“Aku tidak tau, tapi aku yakin kalau kamu akan selalu menjadi yang terbaik Kenan.” ucap Belinda dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
“Terimakasih sayang, aku akan berusaha menguatkan diri untuk kembali ke rumah sakit, dan aku harap kamu akan selalu mendukungku sayang.” ucap Kenan.
“Selalu Kenan, aku akan selalu mendukung keputusanmu.” Ucap Belinda.
“Aku tidak sabar untuk segera menikah denganmu Belinda.” Bisik Kenan.
Belinda yang mendengar ucapan Kenan hanya merasa tersipu malu dan wajahnya memerah karena menahan malu.
“Jangan memikirkan hal itu! Papi kamu sedang terbaring di rumah sakit jadi tidak baik jika kita memikirkan tentang pernikahan.” ucap Belinda.
“Papi baik-baik saja sayang, dia hanya perlu beristirahat dan juga menjaga makanan yang harus dia makan.” Ucap Kenan.
__ADS_1
“Sudahlah ayo kita kembali ke kamar papi kamu, semuanya pasti sedang menunggu kita.” Ajak Belinda.
“Baiklah, aku juga ingin bertanya kepada Key apakah dia sudah mendesain gaun untuk acara pernikahan kita nanti.” Ucap Kenan sambil menggenggam tangan Belinda dan mengajaknya untuk ke kamar papinya.
Mendengar ucapan Kenan, Belinda hanya menggelengkan kepalanya dan pasrah mengikuti Kenan kembali ke kamar papi Kalandra.
Melihat Kenan dan Belinda yang sudah kembali ke kamar papi Kalandra, membuat senyum lebar di wajah Alya mengembang.
“Om, tante..” sapa Alya sambil berlari ke arah Kenan dan Belinda.
“Hai sayang, kamu nungguin om dan tante ya?” tanya Belinda dan di balas anggukan oleh Alya.
“Iya, om dan tante habis dari mana kok lama banget?” tanya Alya yang hanya di balas senyuman oleh Kenan dan Belinda.
“Sepertinya abang sudah menjelaskan semuanya kepada kak Belinda.” Ucap Key dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
“Baguslah kalau semuanya sudah beres, jadi kami tidak perlu merahasiakan tentang profesi abang yang sebenarnya.” Sambung Ken yang dari tadi hanya menggenggan tangan papinya.
“Hei kamu ini mau sampai kapan menggenggam tangan papi?” tanya papi Kalandra yang sudah sadarkan diri.
Melihat papinya yang sudah tersadar, semua orang yang ada di sana mengucapkan syukur dan mengelilingi papi Kalandra.
“Kalian ini kenapa harus mengelilingiku? Aku sudah seperti artis saja!” protes papi Kalandra.
“Papi! Mulai sekarang Ken tidak akan membiarkan papi sendirian, dan Ken juga yang akan memilihkan makanan untuk papi dan mami!” tegas Ken.
“Hey! Kalau kamu yang mengurus makanan papi dan mami, mereka akan segera kelaparan karena kamu sibuk dengan perusahaanmu! Biarkan aku aja yang mengurusnya, lagian kamu juga bukan ahli gizi!” ketus Key.
“Lalu kamu sendiri? Apa kamu seorang ahli gizi?” tanya Ken.
“Tentu saja bukan, tapi kan aku lebih sering berada di rumah dan memiliki waktu untuk melihat informasi di mbah google.” Jawab Key.
“Sudahlah kalian berdua ini selalu saja heboh! Kita akan bergantian untuk mengatur makanan papi dan mami karena kita semua memiliki kesibukan masing-masing.” ucap Kenan.
“Papi dan mami bisa mengurus makanan yang boleh dan tidak boleh kami makan, kalian meperlakukan kami seperti orang sakit saja, lagipula papi dan mami tidak ingin merepotkan kalian semua.” ucap mami Khansa.
“Mami tidak boleh bicara seperti itu! Mami lah yang selalu kami repotkan, sejak kecil kami selalu membuat mami kewalahan dengan kenakalan kami, terutama aku dan Key yang selalu bertengkar sampai membuat mami menggelengkan kepala.” Ucap Ken.
“Ken benar mi, Kenan tau tugas orang tua adalah merawat anak-anaknya, namun kewajiban seorang anak adalah berbakti kepada kedua orang tuanya, jadi sekarang adalah giliran kami yang merawat papi dan mami.” Ucap Kenan.
__ADS_1
Papi Kalandra dan mami Khansa tersenyum bangga melihat ketiga anaknya yang sudah besar dan sangat menyayangi mereka.