MENIKAH DENGAN HOT DADDY

MENIKAH DENGAN HOT DADDY
RUMAH SAKIT


__ADS_3

Ken dan yang lain masih berada di rumah sakit untuk menunggu kabar lebih lanjut dari dokter karena Andini belum bisa di pindahkan ke ruang perawatan.


Tidak lama kemudian dokter yang tadi memeriksa Andini kembali datang untuk memindahkan Andini.


"Dok, bagaimana keadaan calon istri saya?" Tanya Ken yang langsung menghampiri dokter tersebut saat melihatnya.


"Anda calon suaminya? keadaan pasien baik-baik saja, hanya saja kami tidak bisa menyelamatkan janin yang ada di dalam rahimnya." ucap dokter tersebut.


"Kapan dia akan di pindahkan ke ruang perawatan dok? Saya ingin kamar yang terbaik untuk calon istri saya." ucap Ken.


"Saya akan segera membawanya ke kamar terbaik yang ada di rumah sakit ini, setelah itu anda bisa menemuinya." ucap dokter tersebut lalu masuk ke dalam.


Tidak lama kemudian, kedua orang tua Audrey datang dan segera menghampiri Audrey yang masih menangis.


"Papa, mama.." sapa Audrey saat melihat kedua orang tuanya.


PLAK!!! Aldi menampar pipi anak perempuan satu-satunya untuk pertama kali hingga membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan melihat ke arahnya.


"Pa!" ucap mama Audrey.


"Diam! Hari ini untuk pertama kalinya aku malu memiliki anak sepertinya! Bagaimana bisa aku memiliki anak yang kelakuannya seperti monster!" ucap Aldi dengan nada yang meninggi.


"Pa, maafkan Audrey hikss.." Ucap Aldi.


"Papa mengijinkan kamu pergi ke rumah temanmu karena menurut papa kamu membutuhkan teman untuk bercerita, tapi keputusan papa salah! Kamu masih belum dewasa Audrey!" ketus Aldi.


"Hikss, papa.."


Aldi tidak menggubris ucapan Audrey, dia segera menghampiri Ken yang sedang berdiri menatapnya.


Brugh! Betapa terkejutnya Ken saat melihat Aldi sedang berlutut di hadapannya.


"Om Aldi, jangan seperti ini bangunlah.." ucap Ken sambil memegang bahu Aldi agar bangun namun tidak bisa.


"Tidak Ken, om benar-benar malu atas kelakuan Audrey kepada kamu dan Andini, om memang tidak benar mendidik Audrey, maaf Ken maaf atas semuanya, om rela kalau kamu ingin menghukumnya." ucap Aldi.


"Bangunlah om, om Aldi tidak bersalah, Audrey sudah besar harusnya dia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, tapi dia memilih jalan yang salah."


"Untuk masalah hukuman, tentu saja Ken akan menghukum Audrey, entah dengan jalur hukum atau dengan cara Ken sendiri." ucap Ken.


"Tidak masalah, jika melalui jalur hukum pun om tidak akan menyewakan pengacara untuknya." ucap Aldi.


Audrey hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya, niatnya hanya untuk menakuti Andini, tapi dia tidak tau kalau ternyata dia malah membunuh janin yang tidak bersalah.


Mama Audrey pun tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak bisa membela anaknya yang bersalah, bahkan kesalahannya sangat fatal hingga membuat papanya yang sangat menyayanginya tega menamparnya dengan keras.


"Audrey, mama harap kamu bisa belajar dari kesalahan kamu ini agar kedepannya tidak melakukan hal yang membuat orang lain terluka." Ucap mama Audrey.


"Tolong jangan hukum aku sebelum aku bertemu dengan Andini." ucap Audrey.

__ADS_1


"Bertemu dengan Andini? Untuk apa lagi!?" Tanya Key.


"Aku ingin meminta maaf secara langsung kepadanya."


"Minta maaf? Setelah kehilangan anaknya karena dirimu apa kamu fikir dia mau melihat wajahmu!?" Tanya Key.


"Aku mohon, biarkan aku bertemu dengan Andini sebentar saja, hikss.." ucap Audrey sambil menangis tersedu-sedu.


"Biarkan saja dia bertemu dengan Andini, dia memang harus meminta maaf langsung kepada Andini." Sahut Rey.


Ken hanya diam tidak menggubris ucapan mereka bertiga, dia hanya memikirkan bagaimana keadaan Andini.


Tidak lama kemudian, para perawat membawa Andini keluar dari ruangan tersebut dan menuju lantai atas menggunakan lift khusus.


Ken yang melihat Andini sudah keluar dari ruangan segera menghampirinya.


"Bagaimana keadaan calon istri saya sus?" Tanya Ken.


"Pasien sudah baik-baik saja, pasien akan di pindahkan ke ruang perawatan di lantai paling atas, yang ingin menjenguknya silahkan masuk secara bergantian, tidak boleh lebih dari 3 orang." ucap perawat tersebut.


Mendengar hal itu semua orang ikut ke lantai atas untuk menjenguk Andini menggunakan lift yang lain.


Sesampainya di lantai atas, Ken langsung berlari ke ruangan Andini bersama dengan Key dan Rey. Sedangkan Audrey, Lily dan kedua orang tua Audrey menunggu giliran.


"Audrey ingin masuk ma.."


Di dalam ruangan, Ken merasa sesak melihat Andini yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur dan belum sadarkan diri.


"Andini, maafkan aku karena tidak bisa menjagamu,, maafkan aku Andini hikss.." ucap Ken sambil memegang tangan Andini dengan erat dan air mata yang sudah membasahi pipinya tanpa di duga.


"Ken, aku sudah menyuruh papi dan mami kemari, bagaimanapun juga mereka akan segera mengetahui hal ini." ucap Key.


"Aku kan sudah bilang dari tadi kalau kita harus memberitahu om dan tante." sahut Rey.


"Diamlah, kamu hanya akan membuat Andini tidak akan siuman!" ketus Key.


Rey hanya menatap tajam ke arah saudaranya itu, tidak lama kemudian tangan Andini bergerak membuat Ken terkejut.


"Andini? Apa kamu sudah sadar?" Tanya Ken.


Andini membuka matanya dengan perlahan dan menatap ke arah Ken.


"Ken? Apa anakku baik-baik saja? Apa dia masih berada di dalam perutku Ken!?" Tanya Andini seketika membuat Ken tidak bisa berkata apa-apa.


"A-anak kita... dia.." Ken berbicara dengan terbata-bata hingga membuat Andini tidak sabar.


"Kenapa Ken!? Kamu mau ngomong apa, kemana anakku!?" Tanya Andini dengan nada berteriak.


"Dokter bilang janin yang kamu kandung tidak bisa di selamatkan karena terlalu lemah." sahut Key.

__ADS_1


"Apa!? Hahahaha.... hiksss.." ucap Andini yang tertawa lalu menangis secara bersamaan hingga membuat semuanya bingung.


"Andini, jangan seperti ini, aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa menjagamu maaf.." ucap Ken sambil mengelus kepala Andini.


"Jika saja aku tidak mau menikah denganmu mungkin hal ini tidak akan terjadi Ken! Jika aku menolak untuk menikah denganmu mungkin Audrey tidak akan menculikku dan membunuh anakku!" ketus Andini.


"Andini! Kenapa kamu mengatakan hal itu!" bentak Ken.


"Kenapa? Benar bukan? Tapi tidak apa, setidaknya anakku tidak akan di ejek karena menjadi anak di luar nikah nantinya." ucap Andini lagi.


"ANDINI!" bentak Ken untuk kedua kalinya.


"Ken, sudahlah jangan membentak Andini seperti itu!" ucap Key.


"Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu saat anaknya meninggal Key?!" ucap Ken.


"Bawa Ken keluar Rey, aku akan berbicara dengan Andini berdua." ucap Key yang di mengerti oleh Rey.


Rey segera membawa Ken keluar dan membiarkan Ken berbicara dengan Andini.


Tanpa mengatakan apapun Key segera memeluk tubuh Andini dengan erat, Andini langsung menangis kencang saat tubuhnya di peluk oleh Key.


"Menangislah Andini, aku tau kamu sangat merasa kehilangan, jangan di tahan." ucap Key sehingga Andini menangis semakin kencang.


"Hikss,, hikss, A-aku merasa sangat bersalah kepada anakku hikss,, k-kenapa aku tidak bisa menjaganya tadi hikss.." ucap Andini terbata-bata.


"Aku tau kamu merasa bersalah, tapi percayalah itu bukan kesalahanmu Andini, semuanya terjadi begitu saja tanpa sepengetahuanmu jadi jangan menyalahkan dirimu lagi ya." ucap Key.


"Oh iya, Audrey ingin bertemu denganmu, apa kamu mau menemuinya? Kalau tidak, aku akan mengatakan padanya." ucap Key.


"Untuk apa dia ingin menemuiku lagi!? Apa dia ingin mengejekku karena aku sudah kehilangan anakku?" Tanya Andini.


"Dia ingin meminta maaf padamu."


Setelah berfikir beberapa saat, akhirnya Andini mengijinkan Audrey untuk masuk ke dalam ruangannya.




Kakak-kakak sekalian, Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena selama Bulan ramadhan ini author tidak bisa update banyak atau tepat waktu🥺 kebetulan Bulan ramadhan ini alhamdulillah author lagi banjir orderan kue jadi author jarang buka hp huaaa😭



Maaf karena membuat kakak-kakak semua menunggu🙏🥺😭



Author akan berusaha untuk update rutin setelah lebaran yaa🤗💙

__ADS_1


__ADS_2