
Setelah pernikahan mereka, Bernard membawa Key untuk tinggal di rumahnya yang ada di Indonesia. Sebenarnya mami Khansa sudah menyuruh mereka tinggal bersama untuk sementara waktu namun Key menolaknya karena menurutnya dia harus mengikuti kemanapun suaminya berada.
Key sedang berada di dalam kamar untuk memasukkan pakaiannya ke lemari yang sudah di siapkan oleh suaminya.
“Sudahlah sayang nanti saja merapihkan pakaiannya, apa kamu tidak lelah langsung merapihkan pakaianmu setelah selesai resepsi pernikahan?” tanya Bernard.
“Aku tidak lelah sama sekali, biarkan aku merapihkan pakaianku terlebih dahulu.” Ucap Key.
“Kamu bahkan masih memakai gaun pengantinmu, setidaknya ganti dulu pakaianmu dengan pakaian tidur agar lebih nyaman.” Ucap Bernard.
Key sama sekali tidak menggubris ucapan laki-laki yang sekarang sudah menjadi suaminya, dia tetap melakukan aktifitasnya untuk merapihkan pakaiannya ke dalam lemari.
“Apa jangan-jangan kamu sengaja agar kita tidak melakukan malam pertama ya?” selidik Bernard hingga membuat Key menjatuhkan barang yang ada di tangannya.
Seketika Key gugup dengan ucapan Bernard mengenai malam pertama, dia tidak bisa berkutik ketika Bernard membicarakan masalah itu.
“Kenapa kamu jadi gugup begitu? Jangan-jangan kamu benar-benar sedang menghindar ya?” ucap Bernard sambil mendekati Key secara perlahan.
“D-diam! Jangan mendekat!” ucap Key saat menyadari jika Bernard sedang berjalan ke arahnya.
“Kenapa? Kamu benar-benar ketakutan kalau kita akan melakukan malam pertama? Bukankah itu sudah menjadi kewajiban seorang istri?” tanya Bernard menggoda Key.
“Om beruang diamlah! Aku sedang merapihkan pakaianku.” Ucap Key.
Bernard ikut duduk di lantai tepat di sebelah Key dan membantunya merapihkan pakaiannya ke dalam lemari.
“Kamu ngapain? Biarkan aku yang merapihkannya, kamu istirahat saja.”
“Aku tidak bisa beristirahat di saat istriku sedang sibuk merapihkan pakaiannya.”
Bernard tidak sengaja mengambil dalaman yang ada di koper milik Key dan menggoyangkannya di hadapan Key hingga membuat Key membulatkan kedua matanya.
“Ih kamu jangan sembarangan memegang barang milik orang lain!” ketus Key sambil menarik dalaman miliknya.
Bernard tersenyum melihat wajah Key yang sudah memerah karena malu, akhirnya dia memutuskan untuk membersihkan dirinya karena ingin memberikan waktu kepada Key untuk menenangkan dirinya.
“Aku mandi dulu, kamu selesaikanlah pekerjaanmu tidak usah gugup.” Ucap Bernard sambil mengacak-acak rambut Key.
Saat Bernard masuk ke dalam kamar mandi, Key di kejutkan dengan hpnya yang berdering hingga membuatnya hampir loncat karena terkejut.
“Duh ini hp ngagetin aja sih!” gumam Key sambil melihat siapa yang menelfonnya.
__ADS_1
“Halo Lana, ada apa?” tanya Key yang baru saja mengangkat telfon dari sahabatnya itu.
“Hai Key, bagaimana? Apa kamu sudah melakukan malam pertama?” tanya Lana dengan bersemangat.
“Kamu ini semangat banget sih Lan! aku bahkan tidak bisa melihat wajah om beruang bagaimana bisa aku memikirkan masalah malam pertama!” ketus Key dengan nada berbisik agar tidak terdengar oleh Bernard.
“Ah kamu ini tidak seru sekali Key! Aku kan sudah mengirimkan artikel mengenai malam pertama, kamu harus memakai pakaian yang sexy dan kamu harus menggoda suamimu!”
“Kamu fikir aku gila sampai melakukan hal seperti itu?! Aku tidak mau! Memikirkannya saja aku tidak bisa!”
“Ayolah Key, aku bahkan sudah memberikan hadiah special untukmu!”
“Hadiah apa?” tanya Key yang belum melihat hadiah dari sahabatnya itu.
“Lihatlah di resleting belakang kopermu! Aku menyelipkannya di sana dan aku ingin kamu memakainya!” ucap Lana.
Key hanya menggelengkan kepalanya dan mematikan telfon dari sahabatnya itu, dia segera membuka resleting yang ada di belakang kopernya dan mengeluarkan pakaian yang sangat tipis berwarna merah.
“Apa-apaan ini! Bagaimana bisa dia memberikanku pakaian tidak layak pakai seperti ini!” ketus Key sambil memegang pakaian sexy yang di berikan sahabatnya itu.
Tanpa sengaja Bernard yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat pakaian yang sedang di pegang oleh Key.
“Wah, kamu berniat untuk memakai pakaian itu? Kamu benar-benar bersemangat sekali sayang..” goda Bernard.
“Aaaa!!”
“Apaan Key? Kenapa kamu berteriak seperti itu?” tanya Bernard.
“Kenapa om beruang tidak memakai baju!”
“Aku kan habis mandi jadi aku tidak pakai baju.”
“Ih jorok! Cepat pakai baju!” ucap Key yang masih menutupi kedua matanya dengan tangannya.
Bernard tersenyum melihat tingkah istrinya itu, dia tidak tahu kalau Key memiliki sisi yang menggemaskan seperti itu.
“A-aku mau mandi!” ucap Key yang langsung berlari ke kamar mandi.
Bernard langsung menuju lemari pakaiannya dan mengambil kaos berwarna putih yang sangat tipis sehingga siapapun masih bisa melihat roti sobek miliknya.
“Aaaaa!!!” teriak Key dari dalam kamar mandi membuat Bernard terkejut dan segera berlari ke kamar mandi.
__ADS_1
“Ada apa Key!?” teriak Bernard sambil menggedor pintu kamar mandi.
Key segera membuka pintu kamar mandi dan berlari naik ke atas tempat tidur membuat Bernard mengerutkan keningnya.
“Kamu kenapa?” tanya Bernard kembali.
“Ada kecoa di dalam kamar mandi!” teriak Key sambil menunjuk ke arah kamar mandi.
“Apa kamu bilang!?” teriak Bernard yang ikut melompat ke atas tempat tidur membuat Key terkejut.
“Kenapa om beruang malah ikut naik ke atas tempat tidur?” tanya Key.
“Aku juga takut dengan kecoa!” teriak Bernard.
“Apa!? Bagaimana bisa om beruang takut dengan kecoa? Om beruang kan laki-laki!”
“Emang kamu fikir laki-laki tidak boleh takut sama kecoa!”
“Aih! Terus gimana? Siapa yang mau ngambil kecoa itu!”
“Aku juga ga tau!”
“Gimana dong, aku belum mandi tau!”
“Ya ga usah mandi! Lebih baik kita keluar saja, kamu mandi di kamar mandi bawah!” ucap Bernard.
Mendengar ucapan Bernard akhirnya Key mengangguk setuju dan memutuskan untuk turun bersama-sama.
Namun saat mereka ingin turun, tiba-tiba saja kecoa yang ada di dalam kamar mandi malah berjalan keluar sehingga membuat keduanya mengurungkan niatnya untuk turun dan berteriak satu sama lain.
“Aaaa!! Bagaimana ini?” tanya Key sambil memegangi lengan Bernard dengan kencang.
“Aku juga tidak tahu! Bagaimana ini, aku takut kalau dia terbang!”
Belum saja Bernard berhenti bicara tiba-tiba kecoa itu benar-benar terbang hingga membuat keduanya semakin histeris.
Hingga beberapa menit telah berlalu dan akhirnya Bernard dan Key berhasil keluar dari kamarnya, Bernard segera menghubungi satpam yang ada di depan rumahnya untuk menangkap kecoa yang ada di dalam kamarnya karena dia sengaja meliburkan pelayan di rumahnya.
Setelah berhasil menangkap kecoa yang ada di kamarnya, Bernard dan Key bisa bernafas dengan lega dan Key kembali ke kamar mandi untuk melanjutkan mandinya, namun Key mandi di kamar mandi bawah karena takut kalau ada kecoa yang lain di dalam kamar mandi.
“Dasar anak orang kaya! Sama kecoa aja takut sampe teriak-teriak begitu.” Batin satpam yang baru saja keluar dari rumah Bernard dengan kecoa mati di tangannya.
__ADS_1
Sedangkan Bernard tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian yang baru saja terjadi, dia tidak menyangka kalau malam pertamanya akan di suguhkan oleh teriakan di dalam rumahnya karena seekor kecoa.