
Kedatangan dafa di studio bintang agency, membuat semuanya terkejut. Dafa langsung menuju ruang model untuk mencari jeslyn. Tapi jeslyn tidak ada disana, karena memang dia tak ada jadwal pemotretan minggu ini. Herlin yang melihat kedatangan dafa langsung terperanjat kegirangan. Dafa pergi ke ruangan radit setelah melihat jeslyn tidak ada diruang model.
"Udah udah cukup gue mau nyamperin cowo gue." Herlin belum selesai di make up tapi dia ingin segera buru-buru mengejar dafa.
Radit pun kaget dengan kedatangan dafa yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya. Tanpa basa-basi dafa langsung menanyakan tentang jeslyn.
"Daf akhirnya lo muncul juga, lo kemana aja sih?" Tanya radit
"Itu nanti aja, sekarang gue cuma mau nanya jeslyn nggak dateng?"
"Dia nggak ada jadwal pemotretan sampek minggu depan. Jadi dia nggak ada disini." Jawab radit
"Gue minta alamat rumahnya dong. Gue harus jelasin sesuatu yang penting sama dia."
"Emm nih alamatnya, tapi.." Belum selesai radit berbicara, dafa sudah langsung mengambil alamat itu dan pergi meninggalkan ruangan radit. Padahal radit ingin memberitahu kalau itu alamat orang tua jeslyn, pastinya jeslyn tidak ada disana karena sekarang dia sudah menikah dan tinggal bersama suaminya.
Dafa berjalan dengan sangat terburu-buru sampai ketika keluar dari ruangan radit dia menabrak herlin yang memang ingin menemuinya. Herlin hampir terjatuh, tapi dafa dengan sigap langsung menangkapnya sehingga mereka berpelukan. Herlin sangat senang sekali. Tapi tak lama dafa langsung melepaskannya dan hendak pergi begitu saja. Herlin menghadangnya.
"Hey hey daf lo mau kemana sih, Baru juga dateng. Lo nggak kangen apa sama gue," Ucap jeslyn dengan pd nya.
"Sorry hel gue ada urusan penting. Gue harus ketemu pacar gue sebelum dia semakin salah paham." Ucap dafa yang kemudian langsung pergi dari studio.
"Jeslyn jeslyn jeslyn teruss.. Padahal cantikan gue. Tapi jeslyn kan udah nikah, ngapain dafa nyamperin dia? Oh iya dia kan belum tahu. Wah bakal ada drama baru nih. Pasti dafa bakal benci banget sama jeslyn, itu akan mempermudah pendekatanku sama dia." Ucap herlin merasa menang karena dafa dan jeslyn tak akan bisa bersatu kembali.
🌷🌷🌷
Bruumm...Brummm..Bruumm..
Dafa sampai didepan rumah orang tua jeslyn. Baru pertama kali dia menginjakkan kaki dirumah itu. Dia langsung mengetuk pintu pagar beberapa kali sampai seorang satpam keluar.
"Mohon maaf cari siapa mas?"
"Bener ini rumah jeslyn pak? Saya mau ketemu sama dia."
__ADS_1
"Iya benar, ini rumah orang tua nona jeslyn. Tapi dia sudah tidak tinggal disini mas."
"Loh maksudnya gimana? Jeslyn udah punya rumah sendiri gitu?"
"Non jeslyn tinggal sama suaminya."
Jawaban satpam membuat dafa langsung lemas. Ternyata jeslyn berkata jujur, memang dia sudah menikah. Dafa coba meminta alamat rumah jeslyn, tapi satpam tidak berani memberikannya dan malah menyuruh dafa pergi dari sana. Akhirnya dafa pergi, bersamaan dengan datangnya mobil kedua orang tua jeslyn. Dafa mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi hingga menciptakan suara bising.
"Siapa sih itu pak satpam?" Tanya kinan yang baru saja datang
"Nggak tahu nyonya, dia kesini nyari non jess. Dia tadi maksa agar saya mau ngasih tahu alamat non jess yang sekarang. Tapi saya usir aja soalnya mencurigakan."
"Bagus, lain kali kalau ada yang gak jelas langsung usir aja." Saut hilman
Saat masuk ke dalam rumah kinan baru teringat kalau jeslyn sebelum menikah masih punya pacar. Dia berkata pada hilman kalau yang datang tadi itu mungkin pacarnya jeslyn. Kalau memang iya, hilman sangat bersyukur anaknya sudah menikah dengan pria lain. Hilman menilai dafa tadi pria yang tidak sopan karena didepan rumah orang berani naik motor sekencang itu.
🌷🌷🌷
Sudah jam 1 siang, Jeslyn sudah selesai berdandan. Tapi kali ini lebih sederhana dibanding tadi pagi. Nathan pun juga sudah siap. Tanpa diduga mereka berdua mengenakan baju warna senada seperti baju couple. Jeslyn mengenakan dress warna cream dan nathan mengenakan kemeja warna cream juga. Hanya berbeda sedikit, kemeja nathan lebih gelap.
"Coku baju lo ngikutin gue?!"
"Emangnya gue pake dress? Kan enggak. Ngikutin apaan?"
"Maksud gue tuh warna baju lo kenapa sama kaya yang gue pakek??"
"Gak suka ya ko ganti aja sana. Yang pasti gue nggak ngikutin elo."
"Dih lo aja sana yang ganti, gue udah perfect gini. Pokoknya elo yang harus ganti." Jeslyn malah berbalik memaksa nathan untuk berganti pakaian, tapi sama sekali tidak dihiraukan olehnya. Sampai pada akhirnya jeslyn mengalah untuk berganti pakaian. Dengan kesal dia kembali masuk ke dalam kamar. Sementara nathan turun kebawah menuju ruang tamu.
🌷🌷🌷
"Kemana sih ni anak, udah dibilangin jangan kemana-mana kalau udah sampek rumah tapi kok malah ngelayap gak pamit pergi gitu aja."
__ADS_1
Mahesa mencari dafa yang tidak ada dirumah. Padahal dia sudah berpesan kalau hari ini akan ada acara keluarga. Mahesa mencoba menelfon dafa karena sebentar lagi dia akan berangkat ke rumah nathan.
"Halo daf kamu ini dimana? papa kan sudah bilang jam 1 kita pergi kerumah kakakmu." Ucap mahesa lewat telfon.
"Ee papa berangkat dulu saja. Aku jauh dari rumah. Kirim alamatnya aja nanti aku nyusul."
Mahesa pun berangkat tanpa menunggu dafa. Sementara dafa masih termenung di taman, tidak percaya kalau pujaan hatinya benar-benar sudah menikah. Dia jadi sangat menyesal dengan keputusannya untuk pergi ke luar negeri tanpa kabar. Moodnya sangat jelek ditambah lagi dia harus pergi kerumah nathan yang dianggapnya sebagai musuh, bukan sebagai kakak kandung. Tapi mau tidak mau dia harus tetap pergi kesana, karena dia harus menjaga image anak baik didepan papanya.
🌷🌷🌷
Mahesa datang bersamaan dengan hilman dan kinan. Nathan menyambut kedatangan mereka. Jeslyn belum terlihat disana karena dia masih bingung memilih baju.
"Gara-gara coku gue jadi bingung mau pake baju yang mana, percuma dong kemaren gue beli baju ini. Kalau pakai yang tadi pagi ntar dikatain kek penyanyi dangdut sama si coku. Huhh pusing deh."
Jeslyn sibuk memilih baju di kamarnya sampai tidak mengetahui kalau dafa sudah berada di halaman rumahnya. Dafa langsung masuk ke dalam rumah, yang dia tahu itu rumah kakaknya. Dafa bersalaman dengan semua yang disana. Dia juga pura-pura akrab dengan nathan.
"Oh jadi ini anak kedua pak mahesa? Wah hebat ya udah ganteng lulusan s2 belanda." Ucap hilman.
"Iya tapi dia belum lulus masih otw. hehehe." Jawab mahesa.
Kinan sedikit terkejut karena dia mengenali sosok dafa yang tak lain adalah pacar dari jeslyn. Tapi dia diam saja pura-pura tidak tahu.
Dafa baru sadar kalau disana tak ada sosok wanita selain kinan. Dia jadi semakin penasaran siapa istri kakaknya.
"Istrimu mana sih kok nggak muncul-muncul dari tadi?" Tanya mahesa
"Bentar aku panggilin dulu," Jawab nathan
Tapi baru mau beranjak jeslyn sudah melangkah menuruni tangga.
"Maaf ya nunggu lama, yuk aku udah siap." Ucap jeslyn, tapi saat itu dafa izin keluar untuk menjawab telfon jadi jeslyn belum melihat kehadirannya.
Jeslyn mencium tangan kedua orang tuanya juga papa mertuanya. Nathan menatapnya dengan heran karena setelah berlama-lama dikamar ternyata jeslyn tidak jadi berganti pakaian. Sementara kinan jadi sedikit deg-deg an karena takut akan terjadi sesuatu hal saat jeslyn bertemu dafa. Setelah dafa kembali masuk ke dalam, benar saja jeslyn yang tadinya ceria berubah ekspresi.
__ADS_1
"Hey dafa itu istri kakakmu namanya jeslyn." Ucap mahesa mengenalkan.
Seperti di sambar petir dafa sangat terkejut tak percaya dengan apa yang dikatakan papanya. Ternyata pujaan hatinya telah menjadi istri kakak kandungnya yang sangat dia benci.