Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 28


__ADS_3

Wanita cantik dengan dress putih bersepatu high heels, berjalan memasuki kantor milik Mahesa sanjaya. Dia berjalan bak sedang catwalk di runway. Dia berhenti di depan resepsionis.


"Maaf mbak ada kepentingan apa?" Tanya satpam yang berada di depan pintu masuk.


Wanita itu melepaskan kacamata yang dipakainya. Dia menatap tajam kearah satpam itu.


"Saya mau masuk." Ucapnya


"Mohon maaf mbak peraturan di kantor ini tidak semua orang bisa masuk kecuali sudah ada perjanjian dengan pak mahesa dan pak Nathan ataupun ada kepentingan disini."


"Hmmmh.." Wanita itu menghela nafas panjang. Tanpa perlu basa-basi dia menunjukkan sebuah foto dari hpnya.


"Astaga, mbak ini istrinya pak Nathan eh bu.."


"Iya saya Jeslyn menantu dari pemilik perusahaan ini. Saya boleh masuk kan pak?"


"Oh ya silahkan bu, maaf saya tidak tahu kalau bu Jeslyn istrinya pak Nathan."


"Iya nggak papa kok santai aja pak," Ucap Jeslyn kemudian melenggang masuk kedalam.


Jeslyn bertanya pada resepsionis dimana letak ruangan Nathan. Setelah mengetahuinya, Jeslyn langsung naik lift menuju lantai 2 dimana ruangan suaminya berada. Keluar dari lift, Jeslyn berjalan melewati bilik-bilik tempat karyawan disana bekerja. Jeslyn langsung menjadi pusat perhatian disana.


"Siapa dia? Apa dia karyawan baru disini?" Bisik salah satu karyawan kepada rekan disebelahnya.


"Nggak mungkin ah, pakaiannya aja gitu. Atau dia klien pak Bima ya. Tuh dia belok kesana, itu kan mengarah ke ruangan pak Bima."


"Dia yang lewat barusan itu kan model yang terkenal itu, Atau jangan-jangan itu istri pak Bima, denger-denger kan dia udah nikah."


Satu ruangan disana semuanya membicarakan tentang Jeslyn. Mereka semua jadi penasaran.


"Mbak ruangan co eh Nathan yang mana ya?" Tanya Jeslyn pada Sandra yang berpapasan dengannya.


"Ini kan model terkenal itu, ngapain dia nyariin cowo gue," Batin Sandra dengan tatapan sinis.


"Hellow mbak? Kok bengong sih, tau enggak ruangan Nathan dimana?" Tanya Jeslyn sekali lagi,


"Ee tau lah mbak kan dia bos saya. Tapi dia sedang sibuk sekarang nggak menerima tamu."


"Saya nggak mau tau, dimana ruangannya?"

__ADS_1


"Apakah sebelumnya mbak punya janji, mana? boleh ditunjukkan pesan atau apapun bentuk janji ketemunya?" Sandra mempersulit akses Jeslyn untuk bertemu Nathan.


"Ohoo kamu nggak tahu siapa saya ya," Ucap Jeslyn dengan senyum tipis di bibirnya.


"Itu nggak penting mbak, mbak bukan klien perusahaan ini kan? Mari silahkan saya antar keluar. Bikin janji dengan pak Nathan dulu, baru kembali kesini lagi." Sandra mencoba mengusir paksa Jeslyn dari sana. Dia menarik tangan Jeslyn agar pergi darisana.


"Pokonya nggak ada yang boleh deketin Nathan selain gue. Nathan itu milik gue."


"Coku... Coku... Keluar coku.." Teriak Jeslyn sekencang-kencangnya.


Nathan yang semula sedang berkutat dengan laptopnya langsung menghentikan aktivitasnya.


"Apa aku nggak salah denger? Ahh suara Jeslyn kenapa terngiang-ngiang dikepalaku terus." Nathan masih berfikir itu hanya suara dari angannya yang terus memikirkan Jeslyn.


"Coku.... keluar.. Aku disini..Cokuu..." Teriak Jeslyn lebih keras membuat Nathan yakin kalau itu bukan dari angannya, tapi memang ada Jeslyn di luar ruangannya. Nathan buru-buru keluar ruangannya. Karyawan yang tadi membicarakan Jeslyn pun semuanya keluar dari bilik untuk mengintip apa yang terjadi.


"Mbak jangan teriak-teriak dong. Ini itu kantor bukan lapangan." Ucap Sandra yang masih memegang kuat tangan Jeslyn


"Lepasin saya, kamu gila ya. Saya itu mau ketemu Nathan. Kalau dia tahu kamu begini sama saya dia pasti akan marah besar sama kamu." Ucap Jeslyn


"Ahaha nggak mungkin mbak pak Nathan marah sama saya, Saya kan...."


Bukan hanya Sandra yang kaget, tapi para karyawan yang sedang mengintip juga sama kagetnya. Dafa yang baru saja keluar dari ruangannya melihat sekretarisnya yang ikut mengintip bersama karyawan lain.


"Mischa, lagi liat apa kamu?"


"Astaga pak Dafa, ee itu Sandra beraninya ngelarang istri pak Nathan masuk keruangan pak Nathan. Dia mencengkeram tangannya sampai kesakitan itu pak." Jawab Mischa


"Hey hey kalian semua bubar bubar. Kembali bekerja." Ucap Dafa membubarkan kerumunan karyawan yang sedang mengintip.


"Sayang sekali kamu kesini bukan untuk menemuiku." Gumam Dafa setelah semuanya bubar.


Dafa melihat gelagat aneh dari Sandra, dari ekspresinya terlihat Sandra sangat cemburu pada Jeslyn yang dibela oleh Nathan.


"Apakah wanita itu suka dengan bang Nathan? Sepertinya aku tidak asing dengan dia," Ucap Dafa


"Hmm nanti kucari tahu tentang dia. Dia bisa kujadikan umpan untuk mendapatkan Jeslyn kembali." Ucap Dafa yang kemudian langsung pergi.


Sementara Nathan menyuruh Sandra kembali bekerja dan mengajak Jeslyn masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


Ruang kerja Nathan cukup luas, disana juga terdapat kamar kecil untuknya beristirahat saat tidak bisa pulang karena pekerjaan yang numpuk. Ruangan Nathan bersih rapi dan juga wangi. Jeslyn duduk di kursi sofa yang ada didalam sana.


"Kamu ngapain kesini?" Tanya Nathan, dia duduk di kursi kerjanya.


"Nggak boleh ya aku kesini? Aku pulang kalau gitu." Jeslyn langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Istri seorang CEO kok ngambekan," Ucap Nathan, senyum tipis terukir di bibirnya.


Jeslyn melangkah mendekat ke tempat Nathan duduk, menyandarkan diri di meja kerja Nathan. Dia menyilangkan kedua tangannya di perut.


"Haha istri seorang CEO katamu? Aku ini cuma istri seorang coku. Buktinya karyawan kamu aja nggak ada yang tahu aku istrimu."


"Yang minta pernikahan kita privat siapa? Kan kamu sendiri. Hmm.. kamu benar-benar ingin dikenal sebagai istriku?"


"Ya kan memang seharusanya begitu, Jangan-jangan cewe tadi suka ya sama kamu? Dan dia nggak tahu kalau kamu udah nikah sama aku." Jeslyn memasang wajah cemberut.


Nathan tersenyum, dia melihat sepertinya istrinya sudah mulai merasakan kecemburuan. Itu artinya pintu hati istrinya sedikit-sedikit akan terbuka.


"Coku kok diem aja sih, Aku yakin dia itu ada apa-apa sama kamu. Dia aja sampek bohong katanya sibuk nggak boleh diganggu. Setelah tahu aku istrimu wajahnya syok tapi lebih ke wajah-wajah cemburu gitu."


"Udah ngomongnya? Yuk ikut aku sekarang."


"Mau kemana coku? Kamu kan belum jawab pertanyaanku."


Nathan menarik tangan Jeslyn keluar ruangan. Setelah itu berhenti di depan bilik karyawan.


"Semuanya bisa berkumpul sebentar, Ada yang ingin saya umumkan." Teriak Nathan


"Coku apaan sih mau ngapain?" Bisik Jeslyn


"Katanya mau diakuin jadi istrinya seorang CEO disini." Jawab Nathan dengan senyum yang manis.


"Semuanya sudah berkumpul disini, Saya mau memperkanalkan wanita yang berada di sebelah saya ini adalah Jeslyn, istri saya. Ya, berita tentang pernikahan saya itu benar adanya." Ucap Nathan sambil memegang pinggang ramping istrinya.


"Salam kenal semuanya," Imbuh Jeslyn seraya tersenyum kepada semua karyawan yang berada di depannya.


"Iya bu Jeslyn." Ucap serempak.


Sandra mengintip di sudut tembok, dia menatap tidak suka kepada Jelsyn.

__ADS_1


"Secepatnya aku akan menggeser posisimu itu, Nathan itu milikku." Gumam Sandra dengan tatapan sinis. Dia benar-benar sudah terobsesi parah terhadap Nathan. Apapun akan dilakukannya. Sekalipun harus membuat orang lain terluka.


__ADS_2