Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 30


__ADS_3

Nathan sudah menyelesaikan proposal yang akan dijadikan untuk kerjasama dengan Stars city. Dia sudah mempersiapkan secara matang apa yang akan dipresentasikannya nanti. Nathan meninggalkan ruangannya untuk pergi ke ruangan papanya. Saat itu dimanfaatkan Sandra untuk masuk ke ruangan Nathan.


Sandra membuka laptop Nathan, dia mengeluarkan flashdisk dan mencopy data yang ada di dalam laptop Nathan itu. Kemudian dengan sengaja Sandra menghapus file dalam laptop Nathan. Setelah itu dia keluar.


"Sandra lo ngapain dari ruangan pak Nathan? Gue tadi abis papasan sama pak Nathan disana. Orangnya nggak ada lo kok berani main masuk sih. Jangan-jangan.."


"Heh apaan sih lo, gue disuruh sama pak Nathan ambil berkas tadi sebelum orangnya pergi." Ucap Sandra mengelak.


"Trus berkasnya mana sekarang, lo kok nggak bawa apa-apa?"


"Aduhh lifia.. Segitunya lo interogasi gue. Gue nggak jadi ambil itu berkas karena ada satu yang belum ditandatangani sama pak Nathan. Mau interogasi gue apalagi?" Ucap Sandra dengan sinis.


"Ihh san biasa aja dong gue kan cuma nanya doang. Yaudah kalau gitu." Ucap Lifia melenggang pergi menuju bilik kerjanya.


Sementara Sandra langsung bergegas menuju ruangan Dafa. Dia ingin menyerahkan flashdisk berisi apa yang dibutuhkan Dafa. Lifia terus menatap Sandra dengan penuh kecurigaan. Dia mengikutinya sampai melihat Sandra masuk ke dalam ruangan Dafa. Dari luar ruangan Lifia mengintip dari kaca kecil. Dia melihat Sandra menyerahkan sebuah flashdisk, yang dia lihat memang dipegang sejak keluar dari ruangan Nathan tadi. Setelah menerima Flashdisk itu Dafa terlihat tertawa bahagia.


"Apa isi dalam flashdisk itu, kok pak Dafa langsung sebahagia itu? Apa Sandra disuruh mengambil sesuatu dari ruangan pak Nathan tadi? Soalnya hubungan pak Nathan dan adiknya ini kan sedang memanas." Gumam Lifia, tapi setelah itu dia segera menyingkir karena Sandra sudah akan keluar dari ruangan Dafa.


.


.


"Pah aku udah selesai bikin rancangannya, aku yakin owner stars city bakal jatuhin proyek pembangunannya pada perusahaan kita lagi." Ucap Nathan


"Bagus, besok kan hari terakhir untuk Dafa. Dia pasti akan gagal dalam meetingnya. Setelah itu kamu ambil alih lagi semuanya." Ucap Mahesa


"Tentu pah, tapi aku malah takut Dafa akan semakin membenciku pah,"


"Tenang saja, Dafa akan tetap ada dikantor ini tapi bukan sebagai CEO untuk gantiin kamu. Dia akan mendapat jabatan sesuai dengan kemampuannya." Ucap Mahesa yang selalu berlaku adil untuk semua anaknya.


...****************...


Tokk... tokk..


"Ya sebentar," Teriak Jeslyn dari dalam rumahnya. "Asih sama Inem kebiasaan deh, kemana coba mereka jam segini?" Gumam Jeslyn seraya melangkah kearah pintu.


Saat pintu terbuka tiba-tiba seorang wanita yang bertamu di rumahnya itu langsung masuk dan memeluknya dengan erat. Itu membuat Jeslyn kebingungan dan merasa takut.


"Astaga mbak siapa.. uhukk.. lepasin mbak aduh sesek nih," Ucap Jeslyn. Wanita itu melepaskan pelukannya. Tapi dia menatap Jeslyn dengan senyum yang sumringah.


"Astaga jangan-jangan dia fans fanatik gue lagi, mana bawa-bawa koper. Aduh dirumah lagi nggak ada siapa-siapa, tenang jes lo harus tenang." Batin Jeslyn, dia mundur dua langkah menjauh dari wanita itu.

__ADS_1


"OMG!! you look so very very beautiful, bahkan lebih dari foto yang I lihat dari hp." Ucap wanita itu, dia berbicara ala-ala bule.


"I'm your fans for a long time, and now I can meet and even hug you." Ucap Wanita itu sangat antusias. Dia mengaku sebagai penggemar Jeslyn. Tapi Jeslyn malah terlihat takut.


"Oh ya sorry I membuat you ketakutan. Perkenalkan, Cecilia putri sanjaya." Wanita itu memperkenalkan diri sambil tersenyum ramah.


"Kok nama belakangnya sama kaya coku sih, Apa dia kakak perempuan coku? Kan dia tiga bersaudara."


"Kakak ipar..." Ucap Jeslyn ragu-ragu


"Ya I am your sister in-law. I boleh masuk kan, Soalnya kaki I pegal berdiri terus dari tadi."


Jeslyn mengajaknya masuk, dia mempersilakan kakak iparnya itu duduk. Tapi kemudian dia bingung harus berbuat apa. Jeslyn diam membisu berdiri bak patung di ruang tamu rumahnya sendiri.


"Hellow pretty, why? Duduk sini dong." Ucap Cecilia seraya menepuk sofa empuk yang sedang ia duduki itu. Jeslyn pun duduk tapi dia tak duduk tepat di sebelah Cecilia.


Cecilia menatap Jeslyn dengan mata yang berbinar. Dia masih tidak percaya adiknya bisa menikah dengan model yang sangat ia idolakan.


"Kakak coku kenapa sih kok natap gue sampek segitunya, Apa ada yang salah ya sama gue?" Batin Jeslyn.


"Kak? Kakak ipar nggak kenapa-kenapa kan?" Tanya Jeslyn dengan menatap heran Cecilia.


"Oh iya I boleh ya nginap disini?" Pungkas Cecilia seraya mengedip-ngedipkan matanya.


"Aduh kalau kakak ipar nginap disini ketahuan dong kalau gue sama coku masih pisah kamar. Gue belum siap kalau harus sekamar sama coku."


"Hallow kok malah bengong?"


"Eh tentu boleh kok kakak ipar," Ucap Jeslyn


"Nggak usah kaku gitu dong adik ipar I yang cantik, panggil I kak Cecil, C-e ce c-i el. hehe."


"Kocak banget nih kakaknya Coku nggak kaya adiknya super duper datar kek garis lurus." Batin Jeslyn


Jeslyn pun mengantar kakak iparnya menuju kamar tamu yang terletak tak jauh dari kamarnya.


"Ini kamarnya, kak Cecil bisa istirahat disini. Emm kak aku tinggal nggak papa kan? Aku ada pemotretan. Nanti kalau butuh apa-apa panggil Asih sama Inem aja ya, nanti aku kasih tahu mereka untuk melayani kak Cecilia." Ucap Jeslyn


"Hmm it's oke, sebenarnya I ingin sekali ikut tapi I sedikit jetlag. Tomorrow I ikut ya," Ucap Cecilia


"Iya kak, aku tinggal ya." Ucap Jelsyn dengan senyum manis

__ADS_1


"Pantas lah Nathan langsung mau she is very very pretty." Gumam Cecilia.


...----------------...


Sore harinya Nathan pulang kerumah. Dia berharap akan mendapatkan sambutan seperti biasanya. Pelukan hangat dari Jeslyn. Nathan bergegas masuk ke dalam namun sampainya didalam tidak terlihat siapapun disana.


"Cebor... aku pulang," Teriak Nathan sambil melihat sekeliling rumah.


"Cebor.. cebor.. Kamu dimana?" Nathan mencari Jeslyn bak anak kucing kehilangan induknya. Dia mulai menaiki tangga berfikir mungkin Jeslyn sedang ada dikamar.


"Cebor.. Aku pulang nih,"


Cecilia yang sedang berada dikamar mendengar suara itu. "What's? Cebor? tapi itu seperti suara Nathan." Cecilia bergegas keluar dari kamarnya.


"Coku..." Panggil Jeslyn yang baru saja pulang pemotretan. Nathan pun kembali turun dari tangga untuk menghampiri Jeslyn. Nathan langsung memeluk Jeslyn begitu dia dekat.


"Eh apanih main peluk aja," Protes Jeslyn, tapi dia tidak menunjukkan penolakan. Dia tetap diam dipeluk oleh Nathan.


"Aku capek jadi aku butuh energi dari kamu," Ucap Nathan


"Hihh coku, sejak kapan capek ngambil energinya dari pelukan gini?" tukas Jeslyn seraya menahan tawanya.


"Si cebor yang ngajarin." Ucap Nathan


"Aku juga capek tahu coku, aku kan juga habis kerja. Masa energi aku mau kamu ambil semua."


"Kalau gitu peluk aku dong." Nathan menuntun tangan Jeslyn agar membalas pelukannya.


"Ahahah dasar coku."


"Dasar cebor." Mereka berdua sama-sama merasa nyaman dalam pelukan seperti itu.


Cecilia sedari tadi memperhatikan mereka dari lantai dua. Dia tersenyum sendiri melihat keromantisan adiknya.


"OMG, Coku and Cebor ahaha.. Uhh so sweet.. plok.. plokk.." Ucapnya sambil bertepuk tangan.


Jeslyn dan Nathan pun saling melepaskan pelukannya. Mereka mendongak keatas.


"Kak cili? Kok ada disini?" tukas Nathan kaget.


"Please ya, my name Cecilia not cili. C-e ce C-i ci L-i li A."

__ADS_1


__ADS_2