
Akhirnya proses pencabutan tuntutan atas Dafa pun dilakukan. Nathan mau tidak mau juga mencabut tuntutannya atas masalah penculikan Jeslyn. Gladys senantiasa berada di sebelah Dafa, menunggunya siuman. Sementara Nathan, Mahesa dan juga Marko meninggalkan tempat.
Setelah mengantar papanya, Nathan langsung pergi lagi. Ada sebuah event yang diadakan di sebuah hotel. Dia diundang sebagai motivator. Setelah issu-issu buruk yang menerpanya, kini Nathan mendadak terkenal sebagai seorang CEO muda yang menginspirasi.
Kedatangannya disambut oleh 200 mahasiswa yang menghadiri acara itu. Riuh tepuk tangan memenuhi ruangan. Nathan bukan hanya berwibawa. Tapi pesona ketampanannya juga yang membuat para perempuan yang ada disana fokus melihat dirinya yang sedang berbicara.
Di akhir acara, Nathan pun memberikan kesempatan untuk para mahasiswa bertanya kepadanya. "Mungkin ada yang ingin bertanya?"
Langsung banyak sekali yang mengangkat tangan. Didominasi oleh perempuan. Nathan pun menunjuk satu perempuan yang terlihat saat antusias.
"Mohon maaf sebelumnya, Apakah kakak sudah menikah?" Tanya seorang perempuan dengan malu-malu. Pertanyaan ini membuat semuanya riuh bersorak. Nathan tersenyum tipis mendengar pertanyaan yang dilontarkan. Kemudian dirinya mengangkat tangan kanan menunjukkan cincin yang tersemat dijarinya.
"Yah gagal deh padahal mau mencalonkan diri." Ucap perempuan pelontar pertanyaan. Suara riuh tawa pun mengakhiri sesi acara itu. Nathan pamit meninggalkan podium tempatnya berdiri diatas panggung.
🌻🌻
Masih di dalam mall, Keempat wanita yang sudah hampir tiga jam berbelanja mulai merasa lelah. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan dan menyudahi sesi belanja hari ini. Belanjaan hari ini dibayar oleh Jeslyn semua. Tentu Cecilia, Olif dan Sabila tidak menyiakan kesempatan itu.
Kini mereka duduk di sebuah rumah makan ala jepang. Merasa kehabisan energi, mereka berempat makan dengan lahapnya.
"Jess ini kan suamimu," Ucap Sabila sembari menunjukkan layar ponselnya kepada Jeslyn.
"Uww cool banget loh dia. Nunjukin cincin pernikahan." Ucap Olif yang juga melihat video di ponsel miliknya.
Video Nathan tersebar di sosial media. Dia mendadak terkenal sekarang. Dalam trending pencarian pun tertulis 'Siapa istri CEO Nathanael' , 'Istri Nathanael CEO muda seorang model terkenal'
"Wah adikku menjadi terkenal sekarang." Ucap Cecilia merasa senang. Tapi tidak dengan Jeslyn. Dia tiba-tiba overthinking.
__ADS_1
"Coku kelihatannya jadi banyak fans. Dulu Sandra doang aja bahaya banget. Ini malah hampir seluruh perempuan di sosial media memujanya. Gimana coba kalau sampai ada yang nekat deketin kaya Sandra dulu. Apalagi kalau dia lebih cantik, lebih menarik dariku." Otak Jeslyn berfikir keras. Dia jadi membayangnya hal yang tidak-tidak. Kemudian dengan tiba-tiba Jeslyn beranjak dari tempat duduknya. Dia berlari ke toilet.
"Tuh anak kenapa sih," Ucap Olif
"Kebelet kali," terka Sabila. Sementara Cecilia hanya mengangkat bahunya.
Kebetulan sekali di dalam toilet ada yang Jeslyn cari. Yaitu kaca besar. Dirinya langsung melihat dengan seksama bentuk tubuhnya dari ujung kepala hingga kaki.
"Astaga, sepertinya aku semakin gendutan. Semenjak berhenti aktivitas jadi model, aku nggak kontrol makan. Apalagi saat hamil aku makan banyak banget." Ucap Jeslyn sembari mencubiti area tubuhnya yang berlemak. Bukan hanya overthinking kini dirinya juga merasa insecure. Dia takut jika ada fans Nathan yang melihatnya kemudian menilainya tidak cantik dan tidak pantas menjadi istri Nathan.
"Aaa aku harus diet." Ucap Jeslyn bertekad. Kemudian dia kembali dan mengajak kakak ipar dan dua sahabatnya pulang. Padahal makanan dipiringnya masih banyak. Tapi Jeslyn beralasan sudah kenyang dan ingin pulang saja.
🌻🌻
Nathan baru sampai dirumah ketika malam hari. Hari ini dia benar-benar sangat sibuk diluar dan dikantor. Jam menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit. Tapi Jeslyn terlihat sudah berbaring miring dengan selimutnya. Nathan pun tidak ingin mengganggu sang istri yang dikiranya sedang tidur. Dia pun langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sepuluh menit kemudian dia sudah keluar. Nathan pun naik keatas kasur mendekati sang istri. Dia takut kalau istrinya sakit, karena baru jam segini istrinya sudah terlelap.
"Hmm.." Jeslyn hanya mengeluarkan suara seperti itu dan menggeliat mengisyaratkan tidak mau. Akhirnya Nathan pun keluar kamar untuk makan sendirian.
"Apa coku memanggilku sayang lagi." Gumam Jeslyn girang. Sebenarnya dia belum tidur. Hanya saja dia menghindari diajak makan oleh Nathan. Dia memutuskan diet ketat mulai hari ini juga. Kalau tidak pura-pura tidur Nathan akan menggagalkan dietnya.
Nathan melihat meja makan, disana semua makanan masih utuh belum tersentuh. Akhirnya dia masuk ke dapur untuk bertanya pada dua asisten rumah tangganya.
"Inem, makanannya kok masih utuh? Jeslyn belum makan ya?"
"Belum pak, Sejak tadi sore mbak Jeslyn juga belum kelihatan keluar kamar." Jawab Inem
"Hemm.. Yasudah."
__ADS_1
Nathan pun bertanya-tanya sendiri, apa yang terjadi kepada sang istri hingga mogok makan. Akhirnya dia kembali ke kamar dan mendapati istrinya hanya pura-pura tidur.
"Cebor, aku tahu kamu cuma pura-pura tidur. Ayo ah makan bareng. Inem masakin menu kesukaan kamu tuh aroma enak banget loh." Ucap Nathan sembari menggoyangkan tubuh Jeslyn.
"Arrgh, Coku.. Aku nggak mau makan. Aku tuh mau diet." gerutu Jeslyn dibalik selimut yang semakin dia eratkan. Tapi Nathan membuka paksa selimut itu.
"Apasih yang mau dikecilin lagi? Nyari penyakit aja." Ucap Nathan
"Coku asal kamu tahu berat badanku naik satu kilogram." Ucap Jeslyn dengan ekspresi sedih yang berlebihan. Nathan menghela nafas kasar mendengar pernyataan sang istri.
"Mau naik satu kilo, dua kilo, bahkan dua puluh lima kilo pun kamu tetap istriku." Ucap Nathan membuat Jeslyn sedikit luluh.
"Uw so sweet. Tapi ya janganlah kalau sampai dua puluh lima kilo. Aku bisa kalah dengan para fansmu yang memujamu di sosial media itu." Ucap Jeslyn dengan ekspresi kesal dia kembali beroverthinking.
Akhirnya diet Jeslyn pun gagal dilakukan karena bujukan Nathan meruntuhkan niatnya. Apalagi masakan Inem sangat menggugah seleranya.
"Oh iya kamu tadi pagi berangkat jam berapa?" Tanya Jeslyn
"Jam enam pagi. Soalnya aku dapet telfon dari kantor polisi. Dafa kecelakaan didalam lapas. Dia nyelamatin temennya yang terjebak di kebakaran." Jawab Nathan
"Trus Dafanya gimana, dia terluka parah gitu?" Tanya Jeslyn merasa penasaran.
"Kakinya patah ketimpa kayu. Tapi dia sekarang udah baik-baik saja dan akan segera bebas."
"Apa?" Pekik Jeslyn mendengar penuturan sang suami tentang kebebasan Dafa.
"Gladys mencabut semua tuntutannya dan membayar dendanya juga. Dia berkata masih mencintai Dafa dan ingin kembali bersama karena menurutnya Dafa sudah berubah." Tutur Nathan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
"Hmm semoga saja dia benar-benar berubah ya, Dan yang paling penting dia tidak mengganggu kita lagi." Ucap Jeslyn, dalam hatinta masih merasa janggal. Rasanya tidak mungkin Dafa secepat itu berubah. Dan lebih mengejutkannya lagi Gladys memaafkannya dengan begitu mudahnya. Padahal Dafa sudah hampir menghilangkan nyawanya.