
Tiba pada hari dimana Dafa kembali kerumah. Gladys terus bersamanya hingga detik ini. Sampainya dirumah Dafa langsung bersujud di kaki papanya. Dia berulang kali mengucap maaf atas segala kesalahannya.
Jeslyn yang juga sedang berada disana menatap menelisik. Dirinya tidak bisa percaya begitu saja dengan Dafa. Tiba-tiba Dafa menghampirinya dan beralih bersujud diantara dirinya dan Nathan. Refleks Jeslyn langsung mundur.
Nathan meraih bahu sang adik untuk kembali berdiri. Dia berkata sudah memaafkan segala kesalahannya. Namun sebenarnya di hati Nathan masih ragu, sama seperti Jeslyn.
Nathan dan Jeslyn tidak berlama-lama berada disana. Karena Nathan masih banyak pekerjaan di kantornya. Jeslyn pun memutuskan ikut ke kantor dengan suaminya. Dia merasa bosan berada dirumah tidak ada kegiatan. Biasanya dia selalu bersama Cecilia, tapi kakak iparnya itu sudah kembali ke Belanda lagi.
Sampai di kantornya, Nathan langsung berkutat dengan laptopnya. Sementara Jeslyn hanya duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Sesekali dia juga mengganggu sang suami yang sedang fokus itu.
"Aa coku aku bosan." Rengek Jeslyn
"Aku rindu aktivitas modeling. Aku rindu berpose di depan kilatan lampu kamera yang menjadi rutinitasku dulu." Ucap Jeslyn yang saat ini sudah duduk di kursi depan meja kerja Nathan.
"Temanku sedang mencari brand ambassador untuk produk baru perusahaanya. Apa kamu mau?" Ucap Nathan dengan tetap fokus pada laptopnya.
"Itu perusahaan apa?" Tanya Jeslyn
"Perusahaan fashion gitu, kemarin kita tidak sengaja ketemu. Trus dia bilang mau jadiin kamu BA. Tapi kalau mau sih," Ucap Nathan
"Nama perusahaannya apa?" Tanya Jeslyn lagi
"D&I fashionable." Jawab Nathan
Jeslyn langsung kaget mendengar nama perusahaan itu. Dia langsung antusias untuk menerima tawarannya. Karena itu salah satu merk fashion terkenal. Selain feenya besar, dia juga akan lebih terkenal dari sebelumnya.
🌺🌺
Dua minggu kemudian akhirnya Jeslyn resmi menjadi brand ambassador D&I fashionable. Dia sudah menandatangani kontrak kerjanya. Kini dirinya kembali ke rutinitas seperti dulu. Menjadi seorang model profesional.
Pamornya pun kembali setelah meredup dalam beberapa waktu belakangan. Sebelumnya dia memang pernah menjadi BA sebuah brand ternama. Tapi karena masalah yang bertubi-tubi karena ulah Dafa, brand itu menggantikan posisinya sebelum kontrak habis.
Kini berbagai tawaran pekerjaan membanjirinya. Oning yang semula menjadi asistennya, kini merangkap sebagai managernya juga. Pekerjaan demi pekerjaan dikerjakan Jeslyn dengan penuh semangat. Tapi suatu hari sesuatu membuatnya tidak lagi nyaman melakukan pekerjaannya. Karena entah disengaja atau tidaknya, Dafa masuk ke perusahaan yang sama dengannya. Dafa menggantikan salah satu fotografer yang mengundurkan diri.
__ADS_1
"Kebetulan sekali ya kita bisa satu project sama seperti dulu. Aku tidak tahu kalau kamu BA perusahaan ini." Ucap Dafa
"Rasanya aneh kalau dia tidak tahu aku BA disini. Fotoku terpampang nyata di lobby kantor ini." Ucap Jeslyn dalam benaknya.
"Sayang," Panggil Gladys yang baru saja datang.
"Ya sayang, kakak ipar inilah alasanku melamar kerja disini. Karena Gladys." Ucap Dafa sembari merangkul Gladys.
Gladys ternyata juga bekerja disana sudah sekitar tiga bulan, hanya selisih beberapa hari dengan Jeslyn. Mereka tidak pernah bertemu karena tempat kerja mereka tidak berada dalam satu lantai.
"Oh ya mungkin memang hanya kebetulan. Dafa memang kerja disini karena rekomendasi dari Gladys." Batin Jeslyn mencoba berfikir positif.
Selesai melakukan pemotretan hari ini. Jeslyn pun bersiap untuk pulang kerumah. Dia menelfon suaminya agar menjemputnya. Mereka sudah membuat janji makan malam bersama hari ini.
Tepat jam lima sore, Nathan datang menjemput Jeslyn. Dia turun dari mobil untuk membukakan pintu. Sebelum masuk mobil mereka berpelukan sejenak. Hubungan mereka semakin hari semakin romantis.
Dari kejauhan Dafa menyaksikan itu semua. Masih terasa sakit di hati ketika melihat mantan kekasihnya kini menjadi istri abangnya sendiri.
"Dorr.. Hayo ngeliatin apa nih?" Sapa Gladys mengagetkan Dafa.
"Tidak ada, aku nungguin kamu lama banget." Ucap Dafa sambil mengusap gemas rambut Gladys. Dia terus mencoba untuk mencintai Gladys.
"Ish, rambut aku jadi berantakan." Ucap Gladys memasang wajah cemberutnya.
"Nggak papa tetap cantik kok. Malam ini kita dinner yuk," Ajak Dafa dengan senyum yang membuat hati Gladys selalu bergetar. Menurutnya pria dihadapannya benar-benar sudah berubah lebih baik.
"Jangan-jangan Dafa mau melamarku, semoga saja benar. Aku sudah menunggu lama." Batin Gladys merasa senang. Kemudian dia mengangguk dan tersenyum. Menerima ajakan Dafa.
Memang sejak bebasnya Dafa, hubungan mereka hanya sekedar dekat dan saling sayang saja. Gladys tahu, Dafa mungkin belum sepenuhnya mencintainya. Jadi dia mau menunggu sampai Dafa benar-benar mencintainya. Setelah Dafa benar-benar yakin, mereka baru akan menikah.
🌺🌺
Arabelle Restaurant
__ADS_1
Disinilah Jeslyn dan Nathan berada. Disebuah restoran yang menyajikan tempat duduk outdoor. Berada di atas rooftop yang menampilkan keindahan malam kota. Langit pun seakan mendukung acara makan malam romantis mereka. Bintang gemerlap bertaburan di langit malam ini.
Mereka berdua memakai baju formal pesta pada malam ini. Nathan mengenakan setelan jas abu muda dan Jeslyn memakai gaun berwarna putih susu. Jeslyn tampil sangat cantik malam ini. Tanpa dia duga, Nathan membooking satu rooftop untuk makan malam ini.
"Coku kamu serius membooking tempat ini hanya untuk kita berdua." Ucap Jeslyn dengan tersenyum tipis.
"Ya, untuk hari spesial kita." Ucap Nathan seraya beranjak dari tempat duduknya. Saat itu juga suara alunan musik biola terdengar. Menambah suasana romantis disana.
Nathan berdiri tepat dibelakang istrinya duduk. Dia memasangkan kalung berlian nan indah di leher istrinya.
"Happy brithday cebor," Ucap Nathan
"Coku ini indah sekali. Kamu tahu hari ulang tahunku. Kukira kamu enggak tahu."
"Jangankan hari ulang tahun nomor milikmu itu aja aku tahu." Ucap Nathan
"Haa apa?"
"Nomor sepatu maksudnya."
Mereka tertawa bersama. Nathan yang dulunya cowok kaku sekarang sedikit bisa ngelucu juga tapi hanya bersama Jeslyn.
Di restoran yang sama, Dafa dan Gladys baru saja datang. Mereka ingin tempat duduk yang berada di rooftop. Tapi sayangnya itu sudah dibooking. Melihat nama orang yang membooking roftoop, Dafa langsung teringat jika hari ini adalah hari ulang tahun Jeslyn.
Setelah mendapatkan tempat duduk, Dafa berpamitan kepada Gladys untuk pergi ke toilet. Namun yang terjadi Dafa malah pergi ke rooftop. Dia merasa penasaran sedang apa Nathan dan Jeslyn disana.
Begitu sampai di sana, Hati Dafa seakan hancur berkeping-keping untuk kesekian kalinya. Dua tangannya terkepal untuk menahan emosinya. Dilihatnya Nathan dan Jeslyn yang sedang berciuman mesra.
Dafa pun segera pergi dari sana. Dia kembali ke tempat Gladys berada. Makanan yang mereka pesan sudah terhidang.
"Kita pulang sekarang, aku mendadak tidak enak badan." Ucap Dafa kemudian langsung berjalan meninggalkan Gladys.
"Loh loh kok," Gladys merasa bingung, perasaan tadi Dafa baik-baik saja. Kenapa setelah kembali dari toilet dia jadi seperti itu.
__ADS_1