Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 31


__ADS_3

Saat ini Cecilia, Nathan, dan Jeslyn sedang duduk di ruang tamu bak orang sedang rapat penting. Nathan menatap tajam kakaknya itu. Sedangkan Cecilia tersenyum cengengesan sejak tadi.


"Kok suasananya jadi angker ya diem-dieman gini dari tadi." Ucap Jeslyn membuka pembicaraan.


"Ehmm.. Kak cili nggak boleh nginap disini." Ucap Nathan


"Cecilia not cili!"


"Ya terserah apalah pokoknya kak cili nggak boleh nginap disini. Kan kakak bisa menginap dirumah papa." Ucap Nathan yang terus menolak kakak perempuannya itu menginap dirumahnya.


"Please, for 3 day," Ucap Cecilia


"Malam ini aja cukup, besok kakak pulang kerumah papa. " Tegas Nathan


"Oke deh. I paham kok kenapa you nggak mau I lama-lama menginap disini, karena you takut I ganggu pas lagi kucing-kucingan sama adik iparku yang manis ini kan," Ucap Cecilia disusul dengan tawa kecil,


"Jangan bicara aneh-aneh deh, trus nggak usah sok bule deh I u I u. Risih dengernya." Ucap Nathan


"Astaga protes mulu ketusnya nggak berubah dari dulu. Kamu kok mau sih jes dinikahi adikku yang ngomongnya nggak bisa santai ini," Ucap Cecilia yang akhirnya berbicara biasa tidak campur aduk dengan bahasa inggris.


Nathan dan Cecilia dari kecil memang tidak pernah akur, karena perbedaan sifat yang sangat jauh. Cecilia itu tipe orang yang jail, kocak, humoris, sementara Nathan pendiam dan cuek. Tapi mereka saling menyayangi satu sama lain.


...----------------...


Seusai makan malam Cecilia bercerita kepada Nathan dan Jeslyn tujuannya kembali ke indonesia. Usaha suami Cecilia bangkrut disana jadi dia akan mulai fokus mengurus restoran yang diberikan oleh Mahesa. Cecilia memang tidak tertarik dengan perusahaan, jadi papanya memberikannya restoran untuk bisa dikelola. Sedangkan perusahaan akan dibagi dua untuk Nathan dan Dafa.


"Aku pengen buka restoran itu lagi, tapi masih bingung nyiapin konsepnya. Soalnya dulu aja sepi gitu makanya aku tutup." Ucap Cecilia


"Salah sendiri punya usaha nggak diurusin, mentang-metang di luar negeri usahanya udah maju, Papa kan udah sering ingatin kak cili." Ucap Nathan

__ADS_1


"Ya itu memang salahku nggak dengerin papa tapi saat ini bukan waktunya untuk berceramah. Kamu bisa nggak bantuin dikit aja dana buat kembali mengelola restoran itu. Aku sudah bicara sama papa tapi kan semua keuangan keluarga sekarang kamu yang pegang." Ucap Cecilia


"Iya tapi janji kak Cili jangan main-main lagi harus serius ngejalanin bisnis itu." Ucap Nathan


"Yeyy.. thank's. You memang adik I yang paling the best." Cecilia kumat lagi berbicara campuran. Dia memeluk erat Nathan. Jeslyn tersenyum melihatnya. Karena selain Dafa, Nathan masih punya saudara yang tidak memusuhinya.


Setelah itu Cecilia langsung berbincang-bincang dengan Jeslyn. Mereka langsung akrab. Besok Jeslyn akan mengajak Cecilia ke studio. Tentunya Cecilia sangat senang, dia sudah lama mengidolakan Jelsyn. Dan sekarang dia bisa mengikuti kesehariaanya kapan saja. Bisa berfoto dengannya sepuasnya juga. Dulu Cecilia sempat menjadi model juga, tapi tidak sampai menjadi terkenal seperti Jeslyn. Karirnya berhenti setelah ia menikah dan ikut suaminya menetap di luar negeri.


Tak terasa sudah jam setengah sepuluh malam. Mereka naik ke lantai dua untuk beristirahat. Jeslyn dan Nathan saling bertatapan satu sama lain.


"Kakak masuk dulu ya, good night." Ucap Cecilia seraya melangkah masuk ke kamarnya.


"Iya kak," Jawab Jeslyn dan Nathan serempak. Saat ini mereka berdiri di depan pintu kamar Nathan. Karena setahu Cecilia itulah kamar mereka. Jeslyn tidak mungkin jujur kalau kamarnya terpisah dari Nathan.


"Mau tidur sekamar denganku malam ini?" Bisik Nathan menggoda Jeslyn.


"Coku.." Ucap Jeslyn sambil melotot kearah Nathan


"Tunggu.." Nathan kembali menarik tangan Jeslyn hingga mendekat kembali padanya. Satu ciuman langsung mendarat di kening Jeslyn.


"Selamat tidur cebor, istriku." Ucap Nathan, Jantung Jeslyn rasanya ingin meledak. Semakin hari suaminya semakin bersikap manis membuat perasaanya tidak karuan. Mungkin dulu kalau di beginikan Jeslyn akan marah, tapi sekarang rasanya malah senang.


"Emm iya, selamat tidur juga coku, Suamiku." Balas Jeslyn dengan senyum yang disukai oleh Nathan.


Jeslyn sudah masuk kedalam kamarnya tapi masih di depan pintu. Begitu juga Nathan. Mereka masih saling bertatapan. Saat asyik bertatapan, tiba-tiba Cecilia keluar dari kamarnya. Memergoki Jeslyn dan Nathan yang pisah kamar.


"Loh kalian kok pisah kamar?" Tanya Cecilia merasa aneh, sudah suami istri tapi kenapa pisah kamar.


Sontak Jeslyn dan Nathan kebingungan harus menjawab apa. Mereka terdiam sejenak, sementara Cecilia masih menunggu jawaban dengan menatap silih berganti kepada mereka.

__ADS_1


"Hello kok malah hening, kenapa kalian pisah kamar? Jangan-jangan selama ini kalian…" Terka Cecilia namun langsung dipotong oleh Jeslyn.


"Eh jangan berfikir yang negatif dulu kak, Kita nggak tiap hari pisah kamar kok. Kalau pas aku capek aja." Ucap Jeslyn mengarang


"Kenapa begitu?" Tanya Cecilia yang tidak paham. Nathan pun menatap kearah Jeslyn penuh pertanyaan.


"Ahaha masak kak Cecil nggak ngerti sih, Suamiku ini suka cosplay jadi harimau yang menerka mangsanya setiap saat nggak perduli jam berapa. Hehe. Makanya kalau lagi capek begini mending tidurnya misah dulu." Ucap Jeslyn mengarang cerita,


"Auw, ternyata hot juga adikku ini. Yasudah kalau begitu silahkan istirahat adik iparku yang manis. Aku mau ambil minum ke dapur dulu." Ucap Cecilia


"Rrarr.." Goda Cecilia saat melewati Nathan. Dia menuruni tangga untuk ke dapur.


"Huuftt untungnya kak Cecil percaya, sorry ya coku aku harus bicara kaya gitu tadi. Yaudah dah sampai besok coku." Ucap Jeslyn sebelum menutup pintu kamarnya. Dia tidak mau Nathan meminta penjelasan tentang perkataannya pada Cecilia.


"Suatu saat nanti aku akan mewujudkan perkataanmu itu cebor," Gumam Nathan


...****************...


Jeslyn dan Cecilia sudah berada di studio. Jelsyn langsung berganti baju untuk pemotretan. Sementara Cecilia disuruh duduk di kursi tempat make up Jeslyn.


Herlin yang baru saja datang menatap sinis kearah Cecilia. "Siapa dia? Asisten baru Jeslyn kah? Tapi gayanya kok kaya model. Apa jangan-jangan dia model baru pengganti Jeslyn? Tapi beraninya dia duduk disitu. Kalau Jeslyn keluar dari sini itu tuh jadi singgasana gue." Batin Herlin


"Heh lo siapa? Asisten baru atau model baru? Kalau lo model baru pergi dari sini. Ini tuh tempat duduk gue nggak ada yang boleh duduk disini selain gue. Dan lo inget ya, gue ini model nomor satu di agency ini." Ucap Herlin dengan sinis, Namun Cecilia malah menatapnya aneh.


"Ngapain liat-liat gue kaya gitu, ya gue emang cantik tapi biasa aja dong." Ucap Herlin ke PD an.


"Heh siapa lo berani usir kakak ipar gue, dan apa lo bilang lo cantik lo model nomor satu disini hahaha dasar halu." Ucap Jeslyn yang sudah selesai berganti pakaian.


"Astaga gue udah bikin kesalahan besar. Gue bentak kakak kandung Dafa, Aduhh jelek deh image gue ke dia." Batin Herlin.

__ADS_1


.


.


__ADS_2