Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 17


__ADS_3

"Tidak Dafa! kamu tidak bisa seenaknya begitu." Bentak mahesa pada anak ke-duanya itu


"Kenapa pa? Papa kan sudah janji kalau aku mau serius kuliah di belanda papa bakal ngasih aku kedudukan tinggi di perusahaan ini."


"Iya tapi tidak sekarang. Apalagi kamu ingin menggeser posisi kakakmu sendiri sebagai CEO, itu tidak mungkin. Kamu aja masih belum lulus dari belanda. Kamu juga belum punya pengalaman apa-apa tentang perusahaan." Ucap mahesa dengan tegas.


Nathan masih tetap diam melihat adiknya yang tengah berusaha merebut posisinya. Nathan yakin dafa melakukan ini setelah mengetahui pacarnya telah dinikahi olehnya.


"Papa memang selalu tidak adil sama aku. Papa selalu mengedepankan bang nathan dibanding aku. Pa aku juga anak papa loh," Dafa terus protes kepada papanya.


"Nggak adil gimana sih daf, papa kan berikan fasilitas untuk anak-anak papa itu sama rata semua. Tapi emang kalau masalah kantor ini bukan buat main-main apalagi kamu minta jabatan CEO." Ucap mahesa.


"Iya daf, bukannya gue sok pinter tapi yang diomongin papa itu bener." Sahut nathan


"Hah.. haha.. takut posisi lo gue geser bang?" Dafa malah mencibir kakaknya.


"Nggak siapa takut. Oke lo boleh ambil posisi gue sebagai CEO tapi dengan syarat lo harus bisa dapetin proyek Stars city. Kalau lo berhasil gue mindur dari perusahaan ini. " Ucap nathan menantang adiknya itu.


"Nathan gak bisa gitu dong, Stars city itu proyek besar. Kalau kita dapetin itu perusahaan kita pasti akan lebih terkenal dan maju. Tapi kamu serahin sama adik kamu in? Hah .. kita akan kehilangan semua kesempatan itu." Ucap mahesa tidak setuju dengan usul nathan, karena tidak mungkin dafa bisa mendapatkan proyek itu.


"Oke aku terima tantangan lo bang. Liat aja pah, aku pasti bisa." Ucap dafa yang kemudian langsung pergi.


Dafa sebenarnya hanya asal menerima tantangan nathan. Dia sendiri sekarang jadi bingung hal apa yang harus dia lakukan untuk mendapatkan proyek itu.


.


.


.


Nathan sudah kembali ke ruangannya, dia menatap kotak makan pemberian jeslyn tadi.



"Hah .. aha.. Dia pikir aku anak tk bekalnya kaya gini." Ucap nathan merasa lucu. Dalam kotak makan itu juga tertempel surat.


Coku dimakan ya, ini sebagai ucapan terimakasih gue buat semalem. Jangan lupa di makan pokoknya. Semangat kerjanya coku :)

__ADS_1


Nathan tersenyum membaca surat itu. Dia jadi teringat akan seseorang. Orang yang selalu memberinya semangat. Dia adalah Asya, mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.


Sesuap demi sesuap masuk kedalam mulutnya sampai nasi goreng itu habis tak bersisa. Kemudian nathan kembali fokus ke pekerjaannya.


🌷🌷🌷


Kinan tiba-tiba datang kerumah Jeslyn setelah melihat video yang dikirimkan oleh Asih. Asih juga memberitahu kalau semalam jeslyn mual muntah. Kinan langsung mengira anaknya itu sedang hamil. Dia datang membawa sekranjang buah, dia juga membelikan tespek.


"Hai sayang, lagi sarapan ya, ini mama bawai kamu buah yang banyak."


"Mamah, kok pagi-pagi gini udah dateng kesini ada apa?"


"Apasih jes kan ini rumah anak mamah, bebas dong mama mau kesini kapan aja. Oh iya gimana? Kamu masih mual?"


"Enggak kok mah, perut aku udah enakan."


"Udah di tes belum? Nih mamah beliin tespek buat kamu. Semoga hasilnya positif aaa seneng banget mama mau punya cucu."


"Uhukk.. Tunggu deh apa maksudnya mah? Eh iya kok mama tahu kalau aku semalem mual muntah?"


Jeslyn menatap kearah kedua pembantunya yang berdiri tak jauh dari meja makan. Mereka berdua langsung kabur melihat tatapan majikannya itu.


"Mah aku nggak hamil, semalem itu cuma karena asam lambung aku kumat gara-gara telat makan." Ucap Jeslyn menjelaskannya tapi Kinan tetap ngotot mau anaknya untuk tespek. Jeslyn akhirnya menurut saja. Karena tidak mungkin dia bilang kalau di tespek pun percuma hasilnya pasti negatif, karena dia saja belum pernah melakukan kewajibannya sebagai istri.


"Tuh mah garisnya 1 kan, aku nggak hamil." Ucap Jeslyn sambil menunjukkan hasil tespeknya.


"Oh iya garisnya cuma satu. Yah jess mama pikir kamu hamil." Ucap Kinan merasa kecewa karena tak sesuai ekspektasinya.


"Lagian mamah udah dibilangin juga."


"Ya makanya itu cepetin dong sayang. Apa perlu mama kasih tutor biar suami minta nambah terus?"


"Hii ihh mama apaan sih, Aku udah jago."


"Kalau gitu buktiin dong kasih mama cucu." Ucap Kinan penuh harap ingin segera punya cucu.


"Ya sejadinya lah mah, sedikasihnya aja. Udah stop bahas itu, mending mama sarapan aja. Aku tadi masak nasi goreng."

__ADS_1


Kinan terkejut mendengar anaknya memasak. Padahal dulu sebelum menikah dia tidak pernah mau tau urusan dapur.


"Hemm ini enak loh jess, mama kaget loh kamu masak. Dulu aja gak pernah mau bantuin mamah."


"Itu nggak sepenuhnya aku yang masak sih. Ada campur tangan Asih sama Inem."


"Ya nggak papa, yang penting udah mau belajar masak kamu sayang. Emm oh iya mama mau bahas masalah dafa,"


Seketika Jeslyn tidak jadi melahap apel yang sudah berada di tangannya mendengar mamanya menyebut nama dafa.


"Jes dafa sudah kembali dan ternyata dia adalah adik kandung nathan. Kamu nggak akan ninggalin nathan demi dafa kan?" Tanya Kinan dengam serius. Tapi jeslyn tidak bisa menjawab pertanyaan mamanya itu.


"Mama tahu kamu pasti masih cinta sama dafa. Tapi saat ini kamu sudah jadi istri kakaknya."


"Hemm sejujurnya memang aku masih cinta sama dia mah." Ucap jeslyn sambil menahan air matanya.


"Waktu di bandung kemarin dafa ngajak bicara aku. Dia nggak terima dengan pernikahan aku ini mah. Tapi aku udah tegasin sama dia kalau aku nggak akan bisa kembali sama dia. Aku juga nggak nyangka kalau jadinya akan serumit ini." Imbuh Jeslyn.


"Hemm nasi sudah menjadi bubur, kalau saja Dafa datang sebelum pernikahan mungkin bisa perjodohan ini digantikan olehnya. Tapi ya mungkin kamu sama dia emang nggak jodoh. Kamu yang sabar ya, semoga Dafa nggak ganggu kamu lagi."


"Mama yakin kalau Nathan itu suami yang tepat buat kamu." Ucap Kinan


.


.


.


Di tembok terpasang foto pernikahan Nathan dan Jeslyn. Dafa memandanginya dengan penuh kekecewaan. Dia mengetahui foto itu setelah pulang dari bandung kemarin. Rasanya dia ingin menurunkan foto itu dari tembok dan membakarnya saja. Dia masih tidak percaya kekasihnya dinikahi oleh kakaknya. Tatapannya berubah jadi tatapan dendam ketika menatap gambar Nathan di foto itu.


"Papa harus tahu kalau yang dinikahi bang nathan itu pacar gue."


"Tapi nanti, setelah gue berhasil menguasai seluruh perusahaan. Gue dulu bohong nggak punya pacar cuma karena ingin papa percaya aku fokus kuliah. Kalau gue ngomong sekarang bisa-bisa rencana menguasai perusahaan bisa gagal."


"Nggak, pokoknya gue harus hancurin karir bang Nathan dan setelah itu rebut Jeslyn kembali."


Dafa terus berbicara sendiri, hingga ada telfon masuk yang membuatnya langsung berhenti berhayal mendapatkan Jeslyn kembali. Yang menelfonnya adalah Gladys. Tapi Dafa enggan menjawabnya. Dia sudah tidak membutuhkannya lagi sekarang.

__ADS_1


__ADS_2