
Dafa berjalan dari lobby hotel menuju kamar vvip yang sudah dia pesan sebelumnya. Perangainya sangat menggambarkan orang yang sedang bahagia. Dengan cepat dia sampai di kamar itu.
Matanya langsung terfokus pada seorang wanita yang terbaring diatas kasur. Ia masih mengira kalau wanita yang saat ini terbaring tak berdaya di kasur adalah Jeslyn.
"Aku datang sayang, Kau akan menjadi milikku sekarang. Aku tahu bang Nathan belum pernah menyentuhmu. Memang kau ditakdirkan untukku." Ucap Dafa, saat ini dia sudah naik keatas kasur. Dia mulai menyibakkan rambut wanita yang ada di depan matanya.
Dafa membelalakan matanya melihat wanita itu. Bulatan matanya seakan ingin keluar saat melihat bukan Jeslyn yang ada dihadapannya. Dafa langsung turun dari kasur dan kembali berdiri. Dia berteriak memanggil anak buahnya.
"Fito! Fito! Sini kamu!" Teriak Dafa
"Iya bos ada apa?"
"Ada apa kamu bilang? Kenapa dia ada disini?" Dafa mulai murka karena semua tak sesuai harapannya.
"Dia kan wanita yang bos undang kemari."
"Dia bukan wanita yang kuinginkan! Arrghh.. Sialan!" Umpat Dafa, Fito dan yang lainnya hanya bisa menunduk menerima amukan Dafa. Mereka tidak salah karena Dafa tak pernah memperlihatkan foto Jeslyn pada mereka.
"Ini pasti ulah Radit, beraninya dia!" Dafa langsung pergi dari sana, dia segera menuju studio bintang agency untuk membuat perhitungan dengan Radit.
Beruntungnya Jeslyn sudah selesai pemotretan dan dia langsung pulang. Saat Dafa tiba disana, Jeslyn sudah tidak ada.
Brakkk.... Suara pintu yang didorong paksa oleh Dafa. Radit tahu kedatangan Dafa itu pasti untuk membahas masalah di hotel. Dari wajahnya saja sudah terlihat kemurkaan. Dafa langsung mencengkeram kerah baju yang dikenakan Radit.
"Beraninya lo hancurin rencana gue!"
"Sadar Daf, Jeslyn itu sekarang kakak ipar lo. Udahlah lo harus move on dari dia." Ucap Radit,
"Itu bukan urusan lo! Lo beneran nggak takut ternyata dengan ancaman gue, gue akan sebarin keburukan tentang lo dan agency ini." Ancam Dafa
"Silahkan Daf, gue nggak takut. Gue bisa tuntut balik elo. Nyesel gue nyerahin studio ini ke elo." Ucap Radit seraya mendorong Dafa menjauh darinya.
__ADS_1
"Gue udah nggak mau ikut campur urusan lo lagi, Gue cuma mau ingetin, nggak semua yang lo mau itu akan menjadi milik lo. Kalau lo terus maksa sesuatu yang ditakdirkan bukan milik lo, gua pastiin itu akan menghancurkan diri lo sendiri." Ucap Radit yang kemudian berlalu pergi meninggalkan studio.
"Aaarrghh.. Brengsek! Beraninya dia menceramahi gue." Teriak Dafa sambil mengacak-acak meja kerja milik Radit.
...****************...
Jeslyn pulang kerumah, dia mendapati suaminya sedang duduk menatap kearah laptop. Ya, itu satu-satunya barang yang dimiliki Nathan sekarang selain hp. Jeslyn duduk di kursi yang sama dengan Nathan. Dia mengambil nafas panjang kemudian memejamkan mata bersandar pada kursi sofa yang dia duduki.
"Kamu capek ya?" Tanya Nathan yang saat ini sudah menatap Jeslyn yang duduk di sebelahnya.
"Sebel, capek, pusing jadi satu." Jawab Jeslyn dengan lesu.
"Sebel kenapa?" Tanya Nathan lagi
"Tadi aku dapat project pemotretan feenya gede banget, kan lumayan bisa buat tambah biaya rumah sakit papa. Tapi si cewek halu itu ngancurin mood aku. Katanya aku nggak pantes, Aku males ribut jadi aku kasih dia aja project itu ke dia. Papa juga belum sadar dari komanya. Biaya rumah sakit makin membengkak." Jawab Jeslyn
"Maaf ya aku bikin keadaan jadi sulit seperti ini." Ucap Nathan sembari merengkuh pundak Jeslyn. Jeslynpun menyandarkan kepalanya pada pundak Nathan.
"Kak Cili, kok bisa tahu rumah kita disini?" pungkas Nathan
"I tanya sama istri you tadi." Jawab Cecilia
"Ish.. Aku kamu lah jangan sok inggris." Sentak Nathan merasa risih dengan kata-kata campuran Cecilia.
Cecilia tidak datang sendiri, dia bersama Mahesa. Jeslyn dan Nathan langsung mencium punggung tangan Mahesa secara bergantian. Kemudian mempersilakan mereka duduk.
"Maafkan papa ya Jeslyn, ini semua salah papa. Papamu sampai masuk rumah sakit karena ulah Dafa. Papa tidak tahu kalau kamu ada hubungan dengan Dafa saat menikah dengan Nathan." Ucap Mahesa to the point.
"Emmm. Tidak apa-apa pa, mungkin memang sudah takdirnya seperti ini. Hanya saja Dafa belum bisa menerima kenyataan ini." Ucap Jeslyn
"Sebenarnya kamu sama Dafa dulu sudah pacaran berapa lama jes?" Sahut Cecilia penasaran.
__ADS_1
"Dua tahun kak. Tapi selama itu Dafa tidak pernah bercerita apapun tentang keluarganya." Jawab Jeslyn
"Lama juga ya, hmm tapi setauku saat Dafa keluar dari rumah itu dia selalu berganti-ganti wanita. Iya kan pah? Kan papa nyuruh orang buat selidiki dia." Ucap Cecilia
"Iya, papa selalu menyuruh anak buah untuk mengawasi Dafa pada saat di pergi ke klab malam. Tapi dari foto yang papa terima tidak ada satu pun yang terlihat bersama kamu. Dari SMA Dafa memang sudah bandel, bahkan dia sudah pernah menghamili teman sekolahnya." Ungkap Mahesa,
Jeslyn tersentak mendengar penuturan dari papa mertuanya. Dia tidak menyangka selama ini Dafa tidak setia seperti yang dia lihat. Untung saja dia tidak pernah disentuh oleh Dafa. Hanya pernah dicium di pipi dan kening.
"Kamu pasti kaget kan mendengar ini, itulah mengapa saya tidak memperbolehkannya pacaran. Karena takut akan merusak anak orang lagi." Ucap Mahesa
"Tapi ketika sama saya dia tidak pernah bertindak aneh-aneh." Tutur Jeslyn
"Ya karena dia sudah mendapatkan itu dari wanita malam yang dia sewa saat ke klab." Sahut Cecilia
Nathan sebenarnya sudah mengetahui semua tentang Dafa. Itulah mengapa dia tidak rela perempuan yang sudah menjadi istrinya ini kembali ke tangan Dafa yang bejat.
"Oh iya Nathan papa juga minta maaf sama kamu sudah membuatmu kesusahan seperti ini. Papa janji akan segera merebut kembali perusahaan dan mengembalikan posisimu disana."
"Yang terpenting itu kesehatan papa, Jangan sampai sakit karena terlalu memikirkan masalah ini. Aku pasti bisa melewati semua ini." Ucap Nathan
"Iya papa percaya sama kamu."
"Semoga masalah kalian disini cepat selesai ya, maaf kakak nggak bisa bantu apa-apa. Besok aku akan pulang, suamiku udah berhasil dapat pinjaman disana." Ucap Cecilia berpamitan.
"Semoga usaha kak Cecil juga segera membaik ya, aku pasti bakal kangen kakak." Ucap Jeslyn seraya memeluk kakak iparnya. Mereka sudah sangat akrab walau hanya sebentar kebersamaan mereka.
Dafa yang tak sengaja lewat melihat mobil papanya terparkir di sebuah rumah sederhana tak bertingkat. Dafa langsung bisa menerka kalau itu rumah yang sekarang ditinggali oleh Jeslyn dan Nathan. Tadinya dia hendak keluar dari mobilnya. Tapi terlihat papa dan kakaknya sudah keluar darisana. Hendak pulang.
"Oh jadi sekarang mereka tinggal di rumah kecil ini, tapi papa ngapain kesana? Jangan-jangan papa kasih uang ke mereka. Tapi kan rekening papa semua ada di aku." Gumam Dafa bertanya-tanya.
Saat mobil papanya sudah pergi. Dafa melihat Nathan merangkul Jeslyn masuk ke dalam. Tatapan matanya menjadi tajam penuh amarah. Hatinya sudah berkecamuk.
__ADS_1
"Beraninya kau sentuh milikku! Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu." Ucap Dafa seraya memukuli setir mobilnya.