Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 20


__ADS_3

Prankk... Pintu kaca yang mengarah balkon kamar Jeslyn pecah. Nathan yang memecahkannya untuk bisa masuk ke dalam kamar Jeslyn. Nathan naik tangga dari luar. Dibantu kedua pembantunya yang sudah ia bebaskan.


Jeslyn pun berhasil mendorong Dafa untuk kesekian kalinya. Dia langsung berlari kearah Nathan dan bersembunyi di balik tubuh kekarnya itu.


"Ngapain sih bang lo ganggu gue aja!"


"Daf lo gak sadar apa yang barusan lo perbuat?!" Bentak Nathan, sementara Jeslyn menangis terisak di balik punggung Nathan.


Emosi yang sudah meluap membuat Nathan mendaratkan kepalan tangannya kearah wajah adik kandungnya itu.


"Dasar pengecut!" Hardik Nathan pada Dafa.


Dafa mencoba membalas pukulan Nathan, tapi yang ada tangannya malah diplintir oleh Nathan hingga dia teriak kesakitan.


"Bang lepasin, Sakit! Bisa patah tangan gue."


"Biarin aja patah. Lo udah dengan beraninya melecehkan istri gue." Nathan sangat geram, Apalagi dia melihat baju Jeslyn sudah sobek. Dia semakin memelintir tangan Dafa untuk memberinya pelajaran.


"Bang serius ini sakit lepasin!"


Nathan melepaskan tangan Dafa dan mendorongnya hingga jatuh ke lantai.


"Pergi dari sini sekarang juga!" Usir Nathan apda Dafa.


"Enggak! Gue akan pergi kalau Jeslyn abang lepasin buat gue."


Asih dan Inem berhasil menemukan kunci serep kamar Jeslyn. Mereka menerobos masuk dan langsung memeluk majikannya yang sedang menangis itu.


Nathan menyeret Dafa keluar dari kamar itu. Dia sangat marah dengan adiknya.


"Pergi lo dari sini, jangan harap lo bisa dapetin Jeslyn lagi. Gue nggak akan lepasin Jeslyn untuk laki-laki pengecut seperti lo!" Tegas Nathan saat menuntun Dafa keluar dari rumahnya.


"Oh jadi lo udah mulai suka sama pacar gue bang?"

__ADS_1


"Stop ngaku jadi pacar Jeslyn. Hubungan kalian sudah berakhir saat lo pergi ninggalin dia. Sekarang Jeslyn itu istri gue siapapun nggak akan bisa ambil dia. Termasuk elo!" Brakkk... Ucap nathan sambil menutup pintu rumahnya dengan keras di depan mata Dafa.


Jeslyn masih syok di dalam kamar. Dia tidak menyangka Dafa bisa melakukan ini padanya. Padahal dulu ketika pacaran, Dafa sangat menjaganya. Bahkan sekedar cium pipi atau kening Dafa selalu minta izin pada jeslyn.


Jeslyn meminta untuk Asih dan Inem mau membersihkan pecahan kaca di kamarnya itu. Sementara dirinya masuk kedalam kamar mandi.


Jeslyn mengguyur badannya dengan air shower. Setelahnya Jeslyn langsung membuang semua baju yang dia kenakan tadi. Saat dia keluar dari kamar mandi, Nathan memasuki kamarnya. Nathan membalikkan badan mengetahui Jeslyn keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono yang dia pakai.


"Sorry gue gatau lo lagi mandi. Kalau gitu gue pergi dulu." Ucap Nathan yang buru-buru pergi. Takutnya Jeslyn merasa tidak nyaman, apalagi setelah kejadian tadi.


Jeslyn hanya diam saja tak bereaksi, karena dia memakai handuk yang menutupi seluruh badannya hingga betis.


"Liat gue begini coku langsung pergi, nha adiknya malah mau perk*sa gue. Dafa emang udah berubah drastis, dan gue semakin yakin untuk enggak kembali sama dia." Ucap Jeslyn


Selang satu jam, Nathan kembali datang ke kamar jeslyn. Tapi dia mengetuk pintu dulu. Jeslyn masih duduk di kursi meja riasnya.


"Ya masuk aja." Ucap jeslyn mendengar ketukan pintu.


"Lo udah nggak papa?" Tanya Nathan yang melihat jeslyn sudah seperti biasanya. Sangat diluar dugaanya.


"Oh iya ada apa dan lo bawa apa itu?" Tanya Jeslyn


"Ini gue bawain coklat panas sama cookies, siapa tahu ini bisa buat nenangin hati dan fikiran lo. Sama gue mau ngobrol sedikit bisa? Atau kalau lo masih syok sama kejadian tadi lain kali aja ngobrolnya nggak papa. Gue keluar dari sini." Ucap Nathan, dia menaruh nampan yang dibawanya ke meja di kamar jeslyn. Karena dia ragu jeslyn mau mengobrol dengannya, Dia langsung beranjak pergi.


"Tunggu coku, gue bisa kok ngobrol sekarang. Tapi kita ke teras kolam renang aja." Ucap Jeslyn sambil mengambil nampan yang baru saja ditaruh oleh Nathan.


.


.


Nathan merasa ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu yang ada dipikirannya saat ini. Nathan ingin mengubah semua kesepakatan di awal pernikahannya dengan Jeslyn. Yang awalnya hanya sekedar status, Nathan ingin pernikahan ini menjadi pernikahan yang normal. Dia ingin menjalin hubungan layaknya pasangan suami istri yang normal. Tapi belum mulai berbicara Jeslyn sudah mendahuluinya.


"Kenapa ya hidup gue harus gini banget? Pertama gue ditinggalin sama pacar gue, terus tiba-tiba dinikahin sama elo. Kemudian pacar gue kembali disaat gue udah mau lupain dia. Dan fakta yang paling mengejutkan, pacar gue adik dari suami gue sendiri. Haaa lucu emang kalau dibikin cerita."

__ADS_1


"Tapi kenyataannya itu semua pahit, gue nggak mau jadi bola yang diperebutin seperti dalam permainan. Gue juga punya hati. Nggak bisa dipungkiri emang rasa cinta buat Dafa itu masih ada. Tapi gue nggak akan bisa kembali sama dia."


"Dia udah ninggalin gue gitu aja dan gue nggak tahu apa yang dia lakuin diluar sana selama menghilang. Apalagi kejadian tadi semakin buat gue nggak akan mau balik ke dia lagi. Kalau dia mau perjuangin gue gak gitu caranya."


Nathan masih diam saja mendengarkan Jeslyn.


"Dan untuk hubungan kita, sampai kapan kita mau terus kaya gini? Coku kalau lo punya seseorang yang lo suka, lo bebas kok mau ceraiin gue. Tapi meskipun kita bercerai, gue nggak akan mau dinikahi sama Dafa."


"Jadi lo mau hubungan pernikahan ini berakhir?" Tanya Nathan dengan wajah yang bisa dikatakan kecewa.


"Gue tahu perceraian itu dibenci tuhan. Tapi sampai kapan kita mau kaya gini terus? Kita mau terus bohongin orang tua kita? Gue capek coku pura-pura terus didepan mereka."


"Lo juga mau kan punya rumah tangga yang normal? Kalau saat ini lo ada pacar atau perempuan yang lo suka, Kita akhiri hubungan ini sekarang." Ucap Jeslyn


"Hey Coku, lo kok diem aja sih. Pasti ada kan perempuan yang lo suka?"


"Hemm iya ada." Jawab Nathan


"Tuhkan ada, Kalau gitu secepatnya kita urus perceraian kita." Ucap Jeslyn


"Nggak bisa." Ucap Nathan dengan tegas.


"Loh kok nggak bisa sih? Lo kan udah ada yang disuka, Jadi pernikahan kita ini nggak perlu dipertahanin." Ucap Jeslyn sembari meminum coklat yang dibuatkan Nathan tadi. Dia merasa haus setelah berbicara panjang lebar dari tadi.


"Nggak bisa karena elo perempuan yang gue suka." Ucap Nathan dengan menatap serius kewajah Jeslyn.


Uhukkk..... Jeslyn langsung tersedak. Dia menaruh cangkirnya. Dia langsung mengecek kening Nathan.


"Kening lo nggak panas." Ucap Jeslyn


"Emang gue nggak sakit."


"Tapi kenapa omongan lo ngelantur coku....?"

__ADS_1


Nathan menggeser tempat duduknya tepat di depan Jeslyn duduk. Kemudian dia mendekatkan wajahnya dengan Jeslyn. Nathan juga memegang kedua tangannya.


"Mari kita mulai rumah tangga yang sesungguhnya, Jeslyn."


__ADS_2