Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 81


__ADS_3

Sampailah mereka di depan rumah milik Bu Wiwik. Jeslyn mengkode suaminya untuk segera mengetuk pintu. Sebenarnya Nathan enggan melakukannya, tapi demi istrinya senang dia melakukannya.


Tok.. Tokk.. Tok..


"Iyaa aduh siapa sih ganggu eike lagi dandan aja," Terdengar suara Bu Wiwik mengomel dari dalam.


Grekk..


Pintu terbuka, Bu Wiwik yang tadinya ingin marah pada tamunya, langsung berubah eskpresi. Mulutnya langsung menganga lebar seirama dengan matanya yang berbinar membulat sempurna.


"Aw, ayang mas Nathan pasti kangen sama Wiwik enjoy indehoi semlehoi ini kan, aduh aduh makin ganteng aja sih." Ucap Wiwik sembari mencoba mentoel pipi Nathan. Tapi tidak kena karena Nathan menghindar. Jeslyn hanya cekikikan melihat suaminya yang tegang berhadapan dengan Bu Wiwik.


"Eh ada si cantik juga ternyata, aduh maafin eike ya suka kelepasan kalau lihat suami kamu. Tipeku banget soalnya." Ucap Wiwik sembari tertawa kecil.


"Tidak apa-apa kok Bu Wiwik." Ucap Jeslyn yang kemudian menyenggol suaminya agar bicara, mengatakan tujuan mereka datang kesana.


"Emm,, Bu Wiwik boleh saya minta buah sawonya eh maksud saya bukan minta tapi saya akan membayar buah yang akan saya petik." Ucap Nathan dengan grogi takut tiba-tiba di peluk oleh Bu Wiwik.


"Aduh boleh dong ayang ganteng." Jawab Wiwik dengan menoel dagu Nathan.


Mereka pun menuju ke belakang rumah Bu Wiwik. Namun ternyata kini di bawah pohon itu menjadi pekarangan ayam.


"Biar eike petikin aja ya cantik, soalnya ayam ayam eike tidak ramah sama orang selain Wiwik yang cantik ini." Ucap Wiwik, dia berinisiatif memetikkan buah sawonya karena tidak ingin ayamnya menyerang Nathan atau Jeslyn.


"Iya iya silahkan." Nathan menjawab dengan semangat.


"Tidak perlu Bu Wiwik. Saya ingin suami saya sayang memetiknya. Ini kemauan anak di kandungan saya." Ucap Jeslyn yang langsung membuat Nathan bergidik merinding. Karena dia lumayan takut dengan ayam apalagi ayam betina yang sangat sensitif seperti milik Bu Wiwik ini.


Nathan menelan salivanya dalam dalam. Kemudian dia menghela nafas panjang. Bu Wiwik membukakan pintu pekarangan tempat pohon sawo berada. Perlahan Nathan masuk ke dalam mendekati pohon sawo. Pohonnya tidak tinggi, jadi dengan mudah Nathan dapat memetiknya.


"Petik yang sudah matang sayang," Teriak Jeslyn dengan semangat melihat suaminya sedang memetik buah. Dia teramat senang sekali.


Nathan sudah memetik beberapa buah yang sudah matang, dia memasukkannya ke dalam plastik yang dibawanya. Kemudian segera berjalan keluar dari sana.

__ADS_1


"Ini sangat mudah," Batin Nathan di dalam hatinya. Dia tersenyum kearah istrinya yang terlihat tidak sabar menerima sawo petikannya. Tapi Nathan tidak sadar jika saat ini dibelakangnya ada ayam yang mengejarnya.


"Sayang awas di belakangmu ada ayam ngejar. Ayo lari cepetan." Teriak Jeslyn


Tapi terlambat, ayam itu sudah menyerang Nathan. Pria yang tampan dan juga gagah itu pun kalah dengan ayam betina. Dia lari kalang kabut mengitari pekarangan. Bukannya kasihan, Jeslyn justru tertawa terbahak-bahak melihat suaminya kejar-kejaran dengan ayam.


"Aduh cantik kasian deh ayangku, Wiwik tolongin aja ya," Ucap Wiwik yang merasa tidak tega melihat pria idamannya menjadi sasaran empuk ayam betina miliknya.


"Iya deh Bu Wiwik," Ucap Jeslyn yang masih terus lanjut tertawa.


Wiwik pun masuk ke dalam pekarangan, dia mencoba menjinakkan ayamnya. Namun bak ditimpa durian runtuh, Nathan berlari ke arahnya dan langsung naik ke gendongannya. Adegan itu membuat tawa Jeslyn semakin renyah.


"Husss..huss sana jangan ganggu ayang." Ucap Wiwik mengusir ayamnya. "Udah pergi tuh ayamnya ayang ganteng," Ucap Wiwik dengan genit. Nathan pun langsung menurunkan dirinya dari gendongan Wiwik.


"Maaf Bu Wiwik," Ucap Nathan yang kemudian buru-buru menghampiri istrinya.


"Mana siniin buahnya, aku sudah tidak sabar memakan itu." Ucap Jeslyn ingin merebut plastik yang ada di tangan Nathan.


"Di cuci dulu cebor," Ucap Nathan yang kemudian mencuci sawo itu di kran yang ada di sana. "Ini bersih dan boleh kamu makan."


"Hmm,, ini enak sekali rasanya manis." Ucap Jeslyn


"Iya enak, dapetinnya penuh perjuangan itu." Ucap Nathan membalas perkataan istrinya.


"Oke sudah cukup, aku sudah tidak ingin lagi memakan buah sawo. Ayo kita pulang." Ucap Jeslyn sembari mengembalikan plastik berisi sawo pada suaminya.


"Sudah? Kamu kan baru makan sepotong doang, tadi katanya pengen banget. Di petikin banyak eh cuma makan secuil doang udah." Ucap Nathan merasa heran dengan kelakuan nyidam istrinya.


"Aduh, ayang mas Nathan ini. Namanya juga lagi nyidam. Wiwik dulu juga begitu kok pas hamil." Ucap Wiwik diiringi tawa renyahnya. Jeslyn pun ikut tertawa karena mana mungkin Wiwik nyidam, dia kan laki-laki. Sedangkan Nathan hanya menghela nafas panjang.


"Bu Wiwik makasih ya, kita pulang dulu. Ini buat Bu Wiwik." Ucap Jeslyn sembari memberikan beberapa lembar uang kepada Wiwik.


"Ah nggak usah cantik, tadi Wiwik kan udah dapat bayaran. Di peluk ayang aw aw," Ucap Wiwik dengan girang.

__ADS_1


Nathan semakin merasa geli melihat Wiwik. Akhirnya dia menarik sang istri untuk segera pergi dari sana. "Bu Wiwik terima kasih, kita permisi." Ucap Nathan dengan cool. Tidak seperti pas di kejar ayam tadi.


"Iya ayang bye, sering-sering kesini tengokin Wiwik ya." Balas Wiwik dengan senyum yang merekah. Pria setengah wanita itu sangat bahagia hari ini karena impiannya memeluk Nathan terwujud.


.


.


Ahahaha.. Ahahaha..


Jeslyn terus tertawa saat sudah sampai di rumah. Dia mengingat bagaimana eskpresi Nathan saat ketakutan dikejar ayam, lalu sampai naik ke gendongan Wiwik. Nathan memasang ekspresi badmood karena istrinya terus saja menertawainya.


"Aduh duh suamiku marah ya," Ucap Jeslyn mendapati suaminya berekspresi datar cuek padanya.


"Tidak, asal kamu berhenti menertawakanku." Ucap Nathan sembari berjongkok didepan istrinya. Dia menciumi perut Jeslyn. "Lihatlah Mommymu sayang, dia menertawakan Daddy. Padahal Daddy mengusahakan keinginanmu."


"Wah mulai ngadu-ngadu nih," Ucap Jeslyn seraya tersenyum tipis.


"Biarkan saja, kamu akan membela Daddy kan nak." Ucap Nathan tepat di perut Jeslyn. Jeslyn hanya tertawa menanggapi itu. "Oh ya jika saja Bu Wiwik itu wanita tulen dan masih muda apakah kamu rela aku seperti itu tadi?" Tanya Nathan


"Ya jelas tidak, kalau Bu wiwin wanita tulen juga muda dia itu tidak akan ku biarkan dia menyentuhmu sedikitpun." Jawab Jeslyn seraya berisyarat dengan jari.


"Oh ya kamu ada ketemu Liona hari ini?" Tanya Jeslyn dengan tiba-tiba.


"Tidak, aku tidak bertemu dengannya hari ini." Jawab Nathan berbohong.


"Baguslah, sejujurnya aku tuh takut, nggak tenang banget kalau kamu ketemu sama dia. Kelakuannya kan 11 12 sama Sandra. Dia juga bisa aja ngelakuin bermacam cara untuk mendekatimu saat aku tidak ada." Ucap Jeslyn, semua firasatnya itu benar terjadi. Tapi Nathan tidak akan memberitahunya karena tidak mau istrinya itu terlalu khawatir.


"Tenang sayang aman kok, itu enggak akan terjadi lagi. Eh tapi karena Sandra kita bisa melakukan itu." Ucap Nathan dengan tatapan menggoda.


"Ih tapi malu loh, Sandra ngeliat kita waktu itu. Tapi untungnya dia nggak melihat milikmu." Ucap Jeslyn yang sekarang sudah terbiasa bebas berbicara blak-blakan dengan Nathan.


"Emm,, cebor aku jadi ingin. Apakah sekarang sudah boleh?" Tanya Nathan dengan tatapan berharap bak anak kucing yang ingin diberi makanan.

__ADS_1


"Ihh belum juga satu minggu puasanya coku. Bulan depan baru di bolehinnya coku," Jawab Jeslyn


"Baiklah, demi jagoan kecil kita." Ucap Nathan dengan helaan nafas. Karena dia harus menahan sampai tiga minggu ke depan.


__ADS_2