Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 16


__ADS_3

Langit mendung menghiasi langit jakarta saat ini. Jeslyn di dalam mobil bersama nathan. Mereka masih dalam perjalanan menuju kerumah. Jeslyn berhasil mengajak semuanya kembali ke jakarta.


"Dia kenapa tumben banget diem anteng begitu, apa jangan-jangan dia marah soal tadi pagi? Ah tapi bodo amat lah bukan salah aku juga." Ucap nathan dalam hati.


Jeslyn memang terdiam tapi dia bukan sedang marah dengan nathan. Dia merasa sedang tidak enak badan saat ini. Sampai di rumah jeslyn langsung masuk ke dalam kamar tanpa berbicara satu patah kata pun kepada nathan. Dia ingin segera merebahkan diri di kasurnya yang nyaman. Tapi nathan beranggapan kalau dia sedang marah padanya. Karena biasanya dalam kondisi apapun dia selalu cerewet.


Sampai malam hari jeslyn tak terlihat keluar dari kamarnya. Dari siang dia juga belum makan. Nathan yang mengira dia marah padanya, memutuskan untuk pergi ke kamar jeslyn untuk minta maaf.


"Jeslyn ... lo ada di dalem? Keluar dong gue mau bicara bentar aja." Ucap nathan dari luar pintu kamar jeslyn. Tak terdengar jawaban tapi pintu jeslyn langsung terbuka. Jeslyn terlihat sangat pucat.


"Hey lo nggak papa kan kok pucet banget gitu?" Tanya nathan dengan khawatir.


"Nggak tau nih coku, kepala gue pusing mual juga. Lo ada apa kesini?"


"Hemm gue mau minta maaf soal tadi pagi." Ucap nathan yang sebenarnya gengsi.


Jeslyn langsung teringat kembali tentang kejadian tadi pagi. Dia ingin mengeluarkan semua omelannya kepada nathan tapi tiba-tiba dia merasa pusing dan terjatuh di pelukan nathan.


"Eh eh lo kenapa?"


"Pusing banget kepala gue dan huwekkk..hueeek.."


Jeslyn terus merasa mual. Nathan membopongnya kembali ke dalam kamarnya.


"Jangan-jangan lo hamil ya?" Tebak nathan tanpa berfikir dulu.


"Astaga coku, bisa-bisanya ya lo fitnah gue. Meskipun gue suka pakai baju seksi saat pemotretan, tapi gue nggak senakal itu ya. Lo aja suami gue nggak gue bolehin nyentuh apalagi orang lain. Sebelum ngomong pikir dulu deh," Ucap jeslyn dengan suara lemas.


"Sorry sorry. Gue panggilin dokter bentar."

__ADS_1


"Eh nggak usah, ini mungkin cuma karena asam lambung aku naik. Soalnya aku lagi diet." Ucap jeslyn


Nathan menghela nafas panjang setelah mendengar ucapan jeslyn. Dia heran pada istrinya itu, padahal badannya sudah langsing tapi masih saja diet.


"Dasar wanita, sok-sok an jaga badan tapi malah nyakitin badan sendiri." Gumam nathan yang berjalan keluar dari kamar jeslyn. Dia pergi ke dapur mengambilkan makanan untuknya.


"Nih gue bawain makanan, diet boleh aja tapi harus mikirin kesehatan juga jangan ngasal nggak makan sama sekali." Ucap nathan sambil menyodorkan sepiring nasi beserta lauk pauknya. Jeslyn menatap keraha piring itu dengan seksama.


"Gamau ah coku, itu kalorinya banyak semua nanti aku tambah gendut." Rengek jeslyn.


"Nggak usah mikirin kalori deh, perut lo tuh butuh di isi."


Jeslyn menggelengkan kepala bersikeras tak mau makan sedikitpun. Nathan langsung menyuapkannya saja pada jeslyn hingga mulutnya penuh.


"Huup.. makan nggak boleh ngomong, harus ditelan dulu." Ucap nathan yang melihat jeslyn akan protes setelah disuapi paksa olehnya.


"Hueekk.." Baru dapat beberapa suap jeslyn sudah merasa mual lagi. Nathan mengelus pundak jeslyn.


"Emm tolong ambilin obat di laci itu." Ucap jeslyn


"Ini obatnya?"


Jeslyn mengangguk, tapi sayangnya obat itu sudah habis. Tanpa berfikir lagi nathan pergi ke apotek untuk membeli obat itu. Asih dan inem segera menyingkir dari tempatnya menguping.


Untungnya rumah mereka dekat dengan apotek. Nathan memilih naik motor agar lebih cepat. Dia meminjam motor satpam rumahnya. Setelah mendapatkan obatnya nathan langsung pulang. Tapi hujan tiba-tiba turun dengan deras. Untung saja dekat, jadi nathan tidak terlalu basah akibat air hujan.


"Ini diminum obatnya." Ucap nathan memberikan satu butir obat dan juga air minum kepada jeslyn.


Nathan begitu perhatian dengan jeslyn meskipun kelihatannya dia cuek dan kasar, tapi nathan juga punya sisi lembutnya.

__ADS_1


"Coku perhatian banget sama gue, udah nyuapin gue trus beliin obat sampek kehujanan gini. Padahal kan dia bisa suruh asih, inem atau satpam buat beliin." Ucap jeslyn dalam benaknya.


"Yaudah gue mau ke kamar, gue panggilin asih sama inem biar nemenin lo disini." Tapi saat nathan melangkah keluar dari kamarnya, jeslyn memanggil.


"Mas nathan, makasih ya." Nathan hanya berhenti sebentar dan kembali berjalan tanpa menoleh lagi. Jeslyn sendiri tidak sadar dengan apa yang dikatakannya barusan. Dia bahkan memanggil nama nathan bukan dengan sebutan coku. Jeslyn menutup dua mulutnya dengan tangan.


"Hah kok bisa gue panggil dia mas nathan??"


.


.


.


Sudah hampir larut malam, nathan belum bisa juga tidur. Saat memejamkan mata hanya wajah jeslyn yang terus ada dalam bayangannya. Entah mengapa ada rasa kesenangan tersendiri saat mendengar jeslyn memanggilnya dengan sebutan mas. Ini memang bukan untuk pertama kalinya jeslyn memanggilnya dengan sebutan mas. Tapi kali ini rasanya berbeda karena mereka sedang tidak bersandiwara.


Nathan tidak tahu sampai kapan dia akan terus begini dengan jeslyn. Apalagi sekarang dia mengetahui kalau di hati jeslyn masih ada rasa cinta untuk dafa adiknya sendiri. Dia jadi tidak ingin berharap lebih dari hubungan ini.


...----------------...


"Selamat pagi coku, Yuk sarapan bareng. Aku bikinin nasi goreng spesial. Tapi aku cuma bantu ngosengnya doang sih hehe." Ucap jeslyn dengan ceria.


"Sorry gue buru-buru nanti aja gue sarapan di kantor." Ucap nathan yang langsung pergi begitu saja. Tapi jeslyn langsung menyusulnya ke mobil untuk memberikan kotak bekal yang sudah dia siapkan.


"Coku gue tahu lo orangnya sibuk. Jadi gue udah nyiapin kotak makan ini. Lo gabisa nolak apapun alasannya." Jeslyn menaruh kotak makan itu di kursi mobil sebelah nathan duduk. Tanpa berkata apa-apa, nathan langsung tancap gas meninggalkan halaman rumahnya. Nathan memang sedang buru-buru, karena katanya dafa ingin meminta jabatan CEO di perusahaan milik papanya itu.


Mahesa memang dulu mengatakan kalau nantinya perusahaan itu akan dibagi untuk kedua anak laki-lakinya. Tapi saat ini dafa belum pantas menerima saham perusahaan itu, bahkan menjadi CEO itu sangatlah mustahil. Dia saja sama sekali tidak paham mengenai pekerjaan kantor. Karena sejak dulu dia tidak berminat. Tapi saat ini tujuaanya hanyalah ingin menjatuhkan nathan. Dia ingin merebut apapun yang dimiliki oleh abangnya sekarang, terutama jeslyn.


"Liat aja bang, perlahan gue bakal hancurin lo sehancur-hancurnya. Pertaam-tama gue bakal rebut kedudukan lo." Ucap dafa

__ADS_1


__ADS_2