
Empat bulan kemudian....
Hanya tinggal beberapa minggu menunggu kelahiran anak di dalam kandungan Jeslyn. Perut wanita itu terlihat sudah sangat besar. Tapi itu tidak menghalangi kelincahannya. Jika dulu saat trimester pertama dia berhenti dari permodelan, setelah pulang dari paris itu Jeslyn kembali ke dunianya lagi.
Hari ini adalah pemotretan terkahir Jeslyn lagi sebelum perkiraan melahirkannya tiba. Dia akan kembali mengambil cuti dari permodelan. Tim pemotretan di studio juga model-model yang lain mendoakan semoga nantinya persalinan Jeslyn lancar. Jeslyn tentu sangat di hormati, karena studio Bintang Agency itu sekarang miliknya.
Cecilia menjemput Jeslyn di studio, mereka akan pergi ke rumah sakit. Jeslyn akan melakukan USG untuk mengetahui jenis kelamin bayinya. Jeslyn memang sudah sering sekali periksa, tapi dia memang tidak ingin mengetahui jenis kelamin bayinya dengan alasan agar surprise saat lahir. Namun kini dirinya berubah pikiran. Minggu depan dia akan mengadakan acara gender reveal.
Hasil USG sudah di dapatkan dan Cecilia sudah mengetahui jenis kelamin calon keponakannya. Tapi tentu saja dia akan merahasiakan itu dari semua orang termasuk Jeslyn dan Nathan.
"Aaaa aku semakin tidak sabar menunggu keponakanku lahir." Ucap Cecilia berantusias.
"Sebentar lagi kak, kira-kira dia akan mirip denganku atau dengan Nathan ya," Ucap Jeslyn mulai membayangkan wajah sang anak.
"Pastinya perpaduan kalian berdua. Kan yang membuat adonan kalian berdua." Ucap Cecilia terkekeh. Jeslyn pun ikut tertawa geli mendengar perkataan kakak iparnya itu.
.
.
Di malam harinya Jeslyn baru bertemu dengan Nathan. Suaminya itu benar-benar sibuk belakangan ini dan selalu pulang di atas jam delapan malam.
"Sayang minggu depan aku mengadakan acara gender reveal calon anak kitw di rumah." Ucap Jeslyn memberitahu suaminya.
"Tapi kita kan sudah sepakat untuk tidak mengetahui jenis kelamin anak kita sebelum lahir." Ucap Nathan
"Iya tapi kali ini aku berubah pikiran. Aku ingin ngadain acara itu. Sekalian mau ngumpulin teman-teman aku yang udah lama banget nggak ketemu. Kamu juga bebas mau undang teman kamu." Ucap Jeslyn bersemangat.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku akan mengosongkan jadwalku minggu depan." Ucap Nathan
"Jadi kamu setuju kan, kamu tidak marah?" Jeslyn langsung duduk merapat dengan suaminya.
"Iya sayang, jika hal ini membuatmu bahagia aku setuju saja." Ucap Nathan sangat melegakan hati Jeslyn.
"Aaa kamu makin lama makin sweet aja deh. Padahal dulu super duper kaku." Ucap Jeslyn sembari memeluk suaminya yang sudah membuatnya meleleh.
...****************...
Tiba pada hari H acara gender reveal bayi Jeslyn dan Nathan. Saat ini halaman belakang rumah mereka sudah di penuhi keluarga dan juga teman-teman yang di undang dalam acara itu. Dress code dalam acara itu adalah putih dan cream.
Bukan hanya teman-teman Jeslyn yang ada di sana, Liona juga terlihat datang ke acara itu bersama Sandra. Memang Jeslyn sendiri yang mengundangnya secara khusus. Jeslyn ingin menunjukkan pada gadis itu jika rumah tangganya sudah bahagia dan tidak bisa di ganggu lagi.
Jeslyn terlihat sangat cantik dengan balutan dress cream dan bando bunga warna putih yang membuat penampilannya perfect. Sedangkan Nathan memakai kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana pendek berwarna cream.
Dafa dan Gladys juga turut hadir dalam acara bahagia itu. Mereka datang ke sana juga membawa kabar bahagia, karena Gladys kini sudah mengandung lagi.
"Wah selamat ya, aku turut bahagia mendengarnya. Semoga sehat-sehat sampai hari kelahiran nanti." Ucap Jeslyn sembari memeluk Gladys. Kini dua wanita itu sudah akur. Gladys sudah tidak lagi mempunyai rasa benci pada Jeslyn.
"Kamu juga semoga lancar saat lahiran nanti ya, aku sudah tidak sabar melihat keponakanku." Balas Gladys sembari mengusap-usap perut besar Jeslyn.
"Semoga sifatnya tidak menyebalkan seperti kakakku yang tampan ini ya," Ucap Dafa bercanda yang berujung mendapat pukulan dari Nathan di lengannya. Tapi kemudian mereka berempat pu tertawa bersama.
Herlin yang melihat itu merasa dirinya adalah wanita tersedih di dunia. Pertama dulu dia kalah dari Jeslyn. Kemudian dia kalah telak dari sepupunya sendiri. Dan sampai sekarang dia masih belum memiliki pasangan alias jomblo.
"Kapan ya aku kayak mereka? Aku juga mau di rangkul-rangkul gitu, di sayang-sayang. Pengen nikah dan hamil juga." Gumam Herlin meratapi nasibnya. Tidak mau berlarut dalam kesedihan
__ADS_1
Acara gender reveal pun dimulai. Sudah ada kotak besar berpita yang harus di buka oleh Nathan dan Jeslyn. Seluruh undangan yang ada di sana merasa tidak sabar untuk mengetahui jenis kelamin bayinya.
"1 , 2 , 3 buka...." Ucap Cecilia dengan keras sebagai pembawa acara.
Diiringi sorakan kotak besar itu terbuka, namun kotak itu bukan berisi cluenya. Masih ada balon besar bertuliskan 'boy or girl' yang harus mereka letuskan. Di dalam balon itu ada jawaban dari teka-teki perempuan atau laki-laki.
"Wah ternyata masih ada balonnya, ayo ayo semangat letusinnya." Ucap Cecilia
Jeslyn dan Nathan pun bersemangat untuk meletuskan balon itu. Tapi belum sempat meletuskan balonnya, Jeslyn tiba-tiba ambruk ke dada suaminya. Dia merasakan sakit yang hebat di perutnya. Air bening pun mengalir di kedua kakinya.
"Sayang air ketuban kamu pecah?" Nathan langsung panik.
"Sepertinya iya sayang, sakit sekali rasanya. Aku mau melahirkan." Ucap Jeslyn dengan nafas yang mulai tidak beraturan.
Tanpa berfikir panjang, Nathan menggendong sang istri dan langsung berlari membawanya ke mobil. Acara pun terpaksa tidak di lanjutkan karena yang punya acara di larikan ke rumah sakit.
Jeslyn merintih kesakitan di sepanjang jalan. Tapi dia masih bisa menenangkan Nathan agar menyetir dengan perlahan, tidak perlu terlalu mengebut.
"Sepertinya anak kita memang ingin di umumkan jenis kelaminnya ketika sudah lahir." Ucap Jeslyn yang masih bisa tertawa.
"Mungkin begitu, sabar ya sebentar lagi kita sampai rumah sakit." Ucap Nathan sembari mengusap kepala Jeslyn yang sudah berkeringat itu.
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Jeslyn langsung di bawa ke ruang perawatan. Perawat mengecek pembukaannya. Ternyata sudah pembukaan lengkap. Jeslyn langsung di bawa ke ruang bersalin. Nathan senantiasa menemani istrinya. Dia terus menciumi kening Jeslyn untuk menguatkannya.
Tangan jeslyn mencengkram erat tangan Nathan, mungkin nanti akan meninggalkan bekas di sana. Setelah lebih dari satu jam berjuang. Akhirnya suara tangisan bayi memenuhi ruangan persalinan itu.
Nathan memeluk istrinya, mereka berdua sama-sama menangis haru. Kini mereka telah sah menjadi orang tua.
__ADS_1