Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 77


__ADS_3

Sesampainya di lokasi proyek, Jeslyn melangkah tanpa ragu. Saat baru masuk, dia berpapasan dengan sekretaris Liona. Ternyata benar dugaannya, Liona juga berada di sana. Namun entah wanita itu sedang berada dimana.


"Kamu sekretarisnya singa gatal itu kan, Eh maksudku Liona." Sapa Jeslyn


"Saya Sinta asisten Nona Liona bukan sekretarisnya." Balas Sinta


"Ya apalah itu tidak penting bagiku. Dimana atasanmu itu berada sekarang?" Tanya Jeslyn dengan rasa tidak sabarnya.


"Nona Liona ada bersama pak Nathan. Mereka sedang mengecek bangunan yang rusak di belakang sana." Jawab Sinta


Tanpa berbasa-basi lagi, Jeslyn langsung menuju kearah yang ditunjuk oleh Sinta. Dengan langkah gontai dia segera mencari keberadaan suaminya, karena si wanita penggoda titisan Sandra ada bersama suaminya.


Sementara di tempatnya berada, Liona ingin memanfaatkan kesempatan. Mumpung saat ini dirinya hanya berdua dengan Nathan. Dan pastinya kali ini tidak akan ada pengganggu lagi.


"Aduh pak Nathan, sumpah deh kamu tuh ganteng banget. Pantas saja kak Sandra susah move on darimu. Tapi beruntung juga aku gantiin dia mengurus proyek. Lumayan lah bisa berduaan dengan pak CEO yang tampan ini." Ucap Liona dalam hati. Kemudian dia ingin berpura-pura terpeleset agar bisa dipeluk oleh Nathan.


"Oke aku akan berpura-pura terpeleset. Pastinya pak Nathan akan refleks menolong dan otomatis kita berpelukan." Ucap Liona mematangkan rencananya. Liona berhitung dalam hatinya lalu dia bersiap membantingkan diri ke tanah.


"Sayang.." Suara Jeslyn yang terdengar jelas di telinga membuat Nathan langsung menoleh. Nathan juga langsung melangkah kearah sang istri.


Gedebuk.... Suara hentakan benda jatuh terdengar. Disusul pekikan suara Liona. "Aw!"


Jeslyn menutupi kedua mulutnya dengan tangan. Dia melihat dengan jelas, Liona jatuh ke tanah yang basah itu. Ya, wanita itu sudah melakukan rencananya. Namun diluar dugaan Jeslyn datang memanggil Nathan. Sehingga yang harusnya Nathan menolong jadi mengabaikannya. Kini Liona benar-benar terjatuh hingga membuat seluruh badannya kotor. Nathan pun cukup kaget melihat Liona terjatuh. Jeslyn dengan cepat menghalangi suaminya yang hendak menolong Liona.


Jeslyn tertawa kecil melihat raut wajah Liona yang penuh kekesalan. Jelas sudah jika jatuhnya itu memang di sengaja.


"Anda tidak apa-apa Nona Liona?" Tanya Nathan tanpa mengulurkan tangan.


"Pastinya sakit sih sayang," Jawab Jeslyn mewakili Liona sembari memegang erat tangan suaminya agar tidak membantu Liona berdiri.


"Aaa aku baru saja perawatan mahal malah kena tanah becek ini. Iuuhh,,," Umpat Liona, saat itu asistennya datang dan bergegas membantunya.

__ADS_1


"Aduh Nona Liona kenapa bisa sampai jatuh seperti ini?" Tanya Sinta sembari mencoba membersihkan tubuh atasannya menggunakan sapu tangan.


"Jangan banyak tanya. Lebih baik kita pulang sekarang. Aku harus segera berendam menghilangkan kotoran yang iuuhh ini." Jawab Liona dengan ketus pada asistennya. Tapi kemudian dia memasang senyum manis saat menatap Nathan.


"Pak Nathan saya permisi." Pamit Liona yang kemudian langsung pergi.


Jeslyn menatap kepergian Liona dengan tatapan tidak suka. "Kamu lihat kan itu sayang, ngapain coba senyum sok manis kaya gitu sama kamu, bikin kesel aja!" Ucap Jeslyn


"Sudah sudah sayang kamu jangan marah-marah. Kamu ngapain nyusul aku kemari? Disini bahaya loh, ini lokasi pembangunan yang banyak sekali material bisa membahayakanmu dan calon anak kita." Ucap Nathan


"Ya aku kemari karena insting yang kuat. Dan untung saja aku datang tepat waktu. Coba kalau aku telat, bisa-bisa tuh cewek singa bisa ngegodain kamu, peluk-peluk kamu dengan akting mau terjatuh." Ucap Jeslyn merasa kesal karena malah dimarahi oleh suaminya.


"Ya tapi itu tadi kan jatuh beneran sayang, lagipula dia klienku. Kan tidak sopan jika membiarkannya begitu saja." Ucap Nathan yang malah semakin membuat Jeslyn kesal.


"Setelah apa yang terjadi di ruang meeting waktu itu, kamu masih percaya dengan Liona? Ya sudah susul sana, aku mau pulang!" Ucap Jeslyn dengan kesal. Dia pergi begitu saja meninggalkan suaminya.


Nathan menepuk jidatnya sendiri. Dirinya sadar telah salah bicara. Pastinya hal ini akan menjadi peperangan untuknya bersama sang istri.


"Ayo jalan sekarang." Ucap Jeslyn pada sopirnya saat sudah masuk ke dalam mobil.


"Baik Bu Jeslyn, eh tapi itu Pak Nathan sepertinya berjalan kemari." Ucap Deri


"Abaikan saja, ayo cepat jalan!" Perintah Jeslyn


Nathan yang tadinya mengejar pun berhenti, karena mobil yang ditumpangi istrinya sudah melaju kencang.


"Astaga, dia benar-benar marah padaku." Ucap Nathan merutuki kesalahannya sendiri. Kemudian Nathan bergegas menuju ke mobilnya untuk mengikuti istrinya.


.


.

__ADS_1


Sudah sampai di dalam kamar, Jeslyn langsung membuang tasnya ke sembarang tempat. Kemudian dia melepas sepatu yang dikenakannya dan langsung merebahkan diri di ranjang. Dia meringkuk seraya menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Tapi lama kelamaan sesak juga memakai selimut sampai ke kepala. Jeslyn pun bangkit lagi dari tempat tidur. Dirinya masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa baju dinas malamnya. Baju yang sangat di sukai oleh Nathan.


Jeslyn keluar dari kamar mandi sudah memakai lingerie warna hitam yang super seksi. Dia juga sudah memakai wewangian khusus yang selalu membuat Nathan bergairah dengannya. Tepat saat itu Nathan masuk ke dalam kamar.


Nathan langsung menelan salivanya melihat sang istri yang terlihat seksi. Tapi Jeslyn mengacuhkannya, seakan tidak melihat dirinya sudah berada di sana juga. Jeslyn duduk di depan kaca riasnya. Dia melepas ikatan rambutnya dan mulai menyisir.


"Sayang kamu kok pakai baju itu?" Tanya Nathan


"Suka-suka aku lah." Jawab Jeslyn dengan ketus.


Kemudian Nathan mulai mencium aroma wangi yang sangat di sukainya. Dia berjalan mendekat pada istrinya. Dia ingin langsung memeluk istrinya dari belakang. Namun dengan cepat Jeslyn mencegahnya.


"Kamu mau apa? Sudah membuatku kesal lalu sekarang main peluk begitu, trus mau minta jatah? Enak saja!" Ucap Jeslyn dengan ketus.


"Maafkan aku sayang, jangan marah gitu dong. Aku kan hanya.."


"Sudahlah aku tidak mau mendengar penjelasanmu!" Potong Jeslyn seraya melangkah kembali ke kasur. Dia tidur menelungkup mengabaikan Nathan.


Nathan hanya menghela nafas kasar. Kemudian dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri juga berganti pakaian.


Sepuluh menit kemudian Nathan keluar dari kamar mandi. Dia cukup bergairah melihat Jeslyn terbaring miring dengan lingerie yang dikenakan. Tapi istrinya itu sedang marah, jadi dia hanya bisa menelan saliva.


"Sayang kamu sudah makan? Ayo kita makan sama-sama. Kamu mau apa, aku pesenin makanan. Es krim, pizza mozarella atau ayam crispy saos keju." Ucap Nathan mencoba ingin melelehkan hati Jeslyn yang mendongkol.


Di dalam hati Jeslyn sebenarnya ingin menjawab dia mau semua yang di sebutkan Nathan itu. Karena dia belum makan malam.


"Aku tidak mau apa-apa, aku mau tidur jangan ganggu aku!" Jawab Jeslyn yang kemudian menarik selimutnya sampai menutupi seluruh tubuhnya.


Akhirnya Nathan keluar kamar sendirian. Saat itu juga Jeslyn menghempaskan selimutnya lagi.

__ADS_1


"Hufft,, dasar coku nggak ada effortnya. Masa nggak di bujuk dulu atau apa gitu. Nawarin sekali doang udah pergi. Coku nyebelin!" Umpat Jeslyn dengan keras.


__ADS_2