Menikah Dengan Kakak Pacarku

Menikah Dengan Kakak Pacarku
Episode 37


__ADS_3

Herlin merasa bingung setelah bangun dari pingsannya dia sudah berada di kamar rumahnya. Anak buah Dafa yang membawanya pulang.


"Duh kepalaku kok pusing gini, Loh aku kok udah ada dirumah." Ucap Herlin merasa bingung. Karena seingatnya dia masih melakulan pemotretan tadi.


"Eh non Herlin akhirnya bangun," Ucap Ulfi asisten rumah tangga Herlin.


"Non Herlin tadi pingsan saat pemotretan." Lanjut Ulfi menjelaskan pada majikannya yang terlihat linglung.


"Jadi aku pingsan, aneh sekali kenapa aku tidak ingat apa-apa." Gumam Herlin, dia langsung mencari ponselnya dan menghubungi Radit. Dia ingin bertanya bagaimana tentang pemotretannya tadi karena dia pingsan dan tak tahu apa-apa.


"Halo bang, gue kan tadi pingsan projectnya berarti berantakan dong,"


"Nggak usah dipukirin itu cuma project buatan Dafa. Lo nggak papa kan?"


"Gue nggak papa cuma pusing dikit. Tapi maksudnya buatan Dafa gimana?"


"Ya Dafa ngerancang itu semua buat ketemu Jeslyn. Oh ya sekarang bukan gue pemilik studio bintang. Sekarang manager lo dan model lainnya itu Dafa. Dia udah beli semua saham milik gue di bintang agency. "


Mendengar penuturan Radit, Herlin lumayan terkejut. Ternyata Dafa sampai melakukan ini untuk mendapatkan Jeslyn kembali.


****


Hari ini Nathan bertemu dengan seorang klien yang akan menjadi rekan kerja barunya. Nathan berharap dengan proyek yang ditawarkan klien bisa membantunya mengembalikan kejayaanya. Nathan sebagai lulusan arsitektur diminta untuk merancang sebuah hotel mewah. Dia juga diberi tanggung jawab penuh pada proyek itu. Nathan cukup senang, karena dengan ini dia dapat memperbaiki ekonominya kembali.


Nathan pulang kerumah dengan ekspresi yang sangat sumringah, mendapati Jeslyn yang berada di teras rumah dia langung memeluknya.


"Eh eh ada apa nih,? pungkas Jeslyn merasa bingung di peluk secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Aku dapat proyek besar, akhirnya ada klien yang masih percaya denganku." Sejak rumor dirinya korupsi di perusahaan milik papanya, sudah tak ada klien yang mau bekerjasama dengan Nathan. Tapi satu klien ini masih mempercayainya.


Jeslyn ikut merasa senang mendengar itu. Dia pun membalas pelukan Nathan.


Sejak tadi ada yang memperhatikan mereka. Dia adalah Dafa. Tadinya Dafa ingin menghampiri Jeslyn saat sendirian. Namun langkahnya terdahului oleh Nathan.


"Awas kau, Lihat saja aku akan menghancurkan proyek itu." Geram Dafa seraya mengepalkan kedua tangannya. Kemudian dia pergi dari sana.


Setelah cukup lama berpelukan, Mereka saling melepaskan diri. Entah mengapa kali ini mereka sama-sama saling merasakan getaran di dada. Ini bukan kali pertama untuk Nathan. Tapi bagi Jeslyn ini baru kali pertamanya. Apalagi saat ini Nathan tersenyum manis dihadapannya. Mereka berdua tiba-tiba jadi canggung. Kemudian Jeslyn baru ingat kalau dia harus ke rumah sakit sekarang.


"Eh iya baru ingat, aku mau ke rumah sakit. Papa sudah siuman. Kamu mau ikut?"


"Tentu, aku ikut."


Kabar yang tak kalah menggembirakan adalah sadarnya Hilman, Papa Jeslyn.


Proyek yang dikerjakan Nathan sudah berjalan. Namun tiba-tiba ada insiden di proyek. Seorang kuli tertimpa reruntuhan tembok yang sedang ia bangun. Kuli itu pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Gio pemilik proyek kepada pekerja disana.


"Kualitas bahan bangunan semuanya jelek pak. Lihat saja." Ucap salah satu pekerja sembari menunjukkan bahan-bahan bangunan yang ada disana.


"Apa-apaan ini pak Nathan?! Saya kan sudah mengalokasikan dana yang besar untuk membeli bahan bangunan terbaik. Saya sudah percaya ya kalau anda ini kompeten dan tidak seperti yang diisukan. Tapi ternyata saya salah, memang benar anda tukang korupsi." Hardik Gio


"Ini semua tidak benar pak, saya memesan barang yang terbaik. Ada bukti rinciannya kok. Agus kemarin kamu yang terima kan, kasih liat pak Gio sekarang." Ucap Nathan yang kemudian menunjuk Agus untuk memperlihatkan nota pembelian barang.


Di dalam nota tertera biaya yang dikeluarkan hanya setengah dari yang diberikan oleh Gio. Seketika Nathan dimintai ganti rugi untuk hal ini

__ADS_1


"Saya menyesal telah percaya dengan anda. Bisa-bisanya anda melakukan semua ini. Kembalikan uang proyek atau saya laporkan ke polisi sekarang juga." Gio murka karena kepercayaannya dipermainkan.


"Tapi pak itu semua fitnah. Saya tidak pernah mengambil uang proyek. Agus kamu kan tahu kemarin rinciannya bukan segitu," Nathan mencoba mencari pembelaan diri, tapi Agus malah menunduk dan berkata kalau memang uang proyek digunakan oleh Nathan demi kepentingan pribadinya. Nathan pun diusir dari sana, Gio juga memutus hubungan kerjasamanya. Gio meminta dalam 1x24 jam Nathan harus mengembalikan uang proyek. Kalau tidak Gio akan memenjarakannya.


Nathan berjalan dengan lemas, kini seluruh isi rekeningnya habis terkuras. Baru tiga hari dia kembali bekerja dan merasa senang karena akan mendapatkan gaji yang begitu besar, eh sekarang malah hidupnya jadi semakin susah.


Sementara Dafa tengah bergembira karena rencananya berjalan mulus seperti biasanya. Semua kejadian di proyek yang di handle oleh Nathan itu ulahnya. Agus sudah mendapatkan bayaran dari Dafa untuk membuat posisi Nathan terpojok. Agus mengganti semua bahan bangunan pesanan Nathan. Dari yang semula minta bahan yang paling bagus, yang datang malah yang termurah dan buruk. Agus sudah bekerjasama dengan orang dalam toko bangunan. Jadi pembayaran tetap dilakukan sesuai nominal yang diketahui oleh Nathan. Padahal sisa uangnya dibagi dua oleh Agus dan orang toko.


"Ahahaha, tamat riwayatmu bang. Karirmu hancur sekarang. Benar-benar hancur. Selanjutnya rumah tanggamu lah yang akan hancur. Jeslyn akan menjadi milikku kembali." Dafa berbicara sendiri di dalam ruangannya. Kemudian dia menekan telfon di meja kerjanya memanggil Sandra untuk ke ruangannya. Dengan cepat Sandra datang kesana.


"Mulai besok lo harus resign dari kantor ini." Ucap Dafa setelah Sandra sudah berada di hadapannya.


"Nggak apa-apa sih gue resign dari sini, tapi kenapa? Lo udah berhasil dengan rencana lo trus mau buang gue gitu?"


"Gue masih sangat butuh lo, makanya gue nyuruh lo resign dari sini." Ucap Dafa seraya tersenyum menyeringai kearah Sandra membuatnya bingung.


"Apa rencana lo selanjutnya?" Tanya Sandra,


"Pikat Nathan, jadikan dia ketergantungan sama lo. Buat Jeslyn sampai cemburu dan mengira kalian ada hubungan." Jawab Dafa


"Caranya gimana? Lo tahu sendiri kan Nathan itu anti banget deket sama gue." Ucap Sandra merasa tugasnya kali ini sedikit mustahil.


"Dia udah gue bikin susah cari kerjaan. Nggak ada lagi klien yang mau percaya sama dia. Lo kasih dia pekerjaan dan buat dia terikat sama lo." Ucap Dafa menjelaskan.


"Hmm oke gue paham, Gue akan kembali kelola salah satu hotel papa dan menawarkan Nathan pekerjaan. Gue akan bikin skenario seolah-olah gue lo pecat karena terus membelanya biar nama gue baik didepan dia. Dengan begitu dia nggak akan curiga kalau gue kerjasama sama lo." Ucap Sandra


"Bagus, pokoknya jerat dia sampai kedekatan kalian membuat rumah tangganya hancur. Sampai Jeslyn meminta cerai darinya. Lo pasti udah tahu harus nglakuin apa kan untuk menggoda bang Nathan?" Sandra mengangguk mengisyaratkan sudah ada rencana yang sempurna di otaknya.

__ADS_1


__ADS_2